
Cerita kembali lagi berpindah ke bagian selatan hutan kematian, masi seperti sebelumnya terjadi pertarungan sengit antara salah satu peserta melawan 12 iblis bagian. Akibat ledakan besar tadi membuat pertarungan sengit mereka berdua terhenti sejenak.
Nama. : Holdem Hatsuga.
Anugrah. : Bakat Hewani tipe Serigala Salju (putih) Status 4.
Informasi. : Peserta/Rakyat jelata.
"Ledakan apa barusan? Apakah sesuatu telah terjadi di tempat lain," ucap Holdem sambil nampak keringat pertarungan menetes di pipinya.
"Pengguna bakat hewani memang terkenal memiliki kemampuan fisik yang kuat, aku akui itu akan tetapi di depanku itu sama sekali tidaklah penting." sambil mengeluarkan aura kutukan yang begitu besar sang iblis langsung menyarangkan pukulan keras ke leher Holdem.
"Jraaaaaaack.....!" bunyi cekikan yang begitu keras.
Sang iblis perlahan lahan mengangkat Holdem sambil terus mencekiknya tanpa rasa ampun sedikitpun, Holdem hanya bisa menggeliat kesakitan menahan cekikan sang iblis, meskipun mencoba melawan namun tetap saja ia tidak bisa melepasnya.
"Ahhhhhhhh lepaskan aku iblis sialan."
"Tidak akan! Matilah kau bocah serigala."
Tak mau kalah sampai di sini, Holdem Kemudian berubah ke wujud hewan serigalanya kembali, alhasil iapun berhasil melepaskan cekikan kuat sang iblis. Sang iblis mencoba menangkap kembali Holdem namun kali ini tidak berhasil, Holdem bergerak sangat amat lincah dan cepat.
Dalam mode serigala Holdem kemudian berubah lagi ke mode manusia serigala, perubahan Holdem ke mode manusia serigalah membuatnya menjadi sangat amat kuat dari yang sebelumnya.
Dalam bentuk perwujudan manusia serigala ini Holdem memiliki rupa setengah manusia dan setengah serigala, tubuhnya jadi lebih berotot dari yang sebelumnya.
Bulu bulu serigala nampak menghiasi dada dan muka Holdem sampai membuatnya terlihat sangat amat mengerikan seperti halnya seorang iblis. Spirit serta kekuatannya naik dengan drastis sampai sampai membuat sang iblis sangat amat terkejut akan hal itu.
"Ini adalah mode transformasi dari pengguna bakat hewani yang sudah mampu mencapai status empat, kali ini aku pasti akan benar benar menghajar mu," jawab Holdem sembari bersiap siap memulai serangan kembali.
"Sialan kau bocah serigala aku akan menangkap mu kembali tunggu saja!" teriak kesal sang iblis dengan wajah penuh amarah
"Itu jika kau bisa iblis bodoh tidak berguna." teriak Holdem sambil dengan cepat menggigit tangan sang iblis sampai terputus.
"Ahhhhhhhhhh! Tanganku tidaaaaaaak! Sialan kau bocah kurang ajar aku akan membunuhmu ...!"
Sang iblis sangat amat marah akan hal itu, dengan amarah yang tak terbendung lagi sang iblis mencoba memberikan serangan terkuatnya.
Dengan kecepatan yang sangat luar biasa sang iblis tiba tiba sudah berada di belakang Holdem, dan bersiap-siap memberikan serangan kejutan,"Matilah kau bocah serigala..!!"
Dengan mata terbelalak Holdem hanya bisa terdiam ketika iblis itu dengan cepat sudah berada di belakangnya bersiap-siap memberikan serangan kejutan.
__ADS_1
"Cepat sekali, sejak kapan di berada di belakangku," batin Holdem melihat sang iblis yang sudah berada di belakangnya.
"Slassssh....!!" bunyi tebasan.
Sang iblis menebas kepala Holdem dengan sangat cepat, Holdem tidak sempat menghindari serangan itu alhasil iapun tewas dengan kepala terpenggal.
Melihat Holdem yang sudah tewas di depan matanya, sang iblis sangat amat puas akan hal itu dan terus-menerus tertawa menyombongkan diri.
"Hehahahahahahaha! Itulah jika kau berani macam macam denganku bocah serigala tengik sialan!" tawa puas sang iblis sambil menatap langit.
Di tengah rasa senang dan sombong itu, tiba-tiba muncul Holdem yang langsung memukul sang iblis bertubi-tubi sampai sampai sang iblis tidak bisa memberikan serangan balasan sedikitpun.
Serangan bertubi-tubi Holdem barusan sukses membuat sang iblis muntah darah, sang iblis itu tentu sangat terkejut mengapa Holdem masi hidup padahal dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Holdem benar-benar sudah mati.
"Bagaimana dia masi hidup?" batin sang iblis.
"Si— sialan kau bocaaaaaaah tengik!" sambil tersiup - siup di tanah sang iblis mencoba bangkit kembali, sang iblis lalu mengunakan serangan terakhirnya untuk mengakhiri nyawa Holdem.
"Rasakan ini bocah serigala!" dari tangan sang iblis muncul bola bola kuning yang langsung mengarah ke arah Holdem dengan kecepatan tinggi.
"Slashhhhhhh!"
"Slashhhhhhh!"
"Slashhhhhhh!"
"Serangan seperti ini bagiku bukanlah sesuatu yang sulit di hindari." teriak Holdem menghindari semua serangan yang mengara padanya.
Dojo air pemecah awan sendiri merupakan tempat pelatihan beladiri yang berfokus melatih kekuatan fisik tanpa bergantung pada kemampuan bakat.
"Teknik dua! Dojo air pemecah awan," dengan sangat cepat Holdem memukul perut sang iblis, pukulan itu menghasilkan gelombang kejut melingkar, hingga membuat sang iblis terlempar sambil berputar-putar sampai akhirnya berhenti setelah menabrak berbatuan.
Mulut sang iblis keluar darah cukup banyak akibat pukulan hebat barusan, sang iblis mencoba bangkit namun tidak bisa dikarenakan tubuhnya sudah mencapai batasannya.
"Matilah kau iblis, selamat tinggal!" lanjut Holdem bersiap siap menyerang sang iblis yang sudah tidak berdaya dengan serangan terakhirnya.
"Mengapa bisa ini terjadi? Mengapa bisa kau melakukan hal seperti ini padaku? Dojo air pemecah awan? Apa maksudmu!" Jawab sang iblis sebelum ia benar benar akan mati dan menjadi abu.
"Kau tidak perlu tau terlalu banyak jika kematian sudah berada di depanmu!" Holdem mengepalkan tangannya kemudian dari kepalan itu muncul cakar cakar tajam serigalanya.
"Bocah serigala sialan! Aku benar benar tidak akan memaafkanmu." Teriak sang iblis dengan sombong mesti ia sudah tidak bisa bertarung lagi.
__ADS_1
Tanpa belas kasi sedikitpun Holdem langsung membelah tubu sang iblis menjadi beberapa bagian dengan cakar-cakar tajamnya, Holdem yang melihatnya tentu sangat puas.
"Maaf sepertinya akulah pemenangnya!" ucap Holdem sembari meninggalkan jasad sang iblis.
Dojo merupakan tempat pelatihan beladiri untuk tempat belajar mengembangkan kemampuan kemampuan bertarung mengunakan fisik. Di kerajaan Nusantara sendiri terdapat tiga Dojo yang sudah berdiri sejak 6000 tahun yang lalu.
Ketiga Dojo itu memiliki teknik beladiri masing masing yang merupakan ciri khas dari Dojo itu sendiri. Dojo air pemecah awan memiliki lima teknik, untuk menguasai kelima teknik itu tidaklah mudah.
Dibutukan ketekunan luar biasa untuk bisa menguasai dan mengunakan kelima teknik itu, hanya sedikit orang orang yang mampu menguasai kelima teknik Dojo air pemecah awan.
Diantara orang orang itu salah satunya ialah tiga dari dua belas pilar, dengan kemampuan hebat yang mereka miliki mereka mampu mencapai kelima teknik itu dan menjadikan mereka seperti layak seorang mesin pembunuh.
Holdem lalu kembali ke perwujudan manusia normal nya dan pergi meninggalkan area pertempuran, waktu sudah mulai memasuki malam hari.
"Waktu sebentar lagi akan memasuki tengah malam, sepertinya aku harus mencari tempat peristirahatan untuk tantangan esok pagi, iblis barusan benar benar merepotkan tidak ku sangka aku harus sampai mengunakan teknik tranformasi untuk mengalahkannya" gumam Holdem.
"Itu di karenakan aku ini kuat," ucap sang iblis yang berhasil bangkit kembali dan sekarang sudah berada di belakang Holdem tanpa ia sadari.
Holdem yang mengetahuinya dibuat sangat amat terkejut akan hal itu, dengan cepat sang iblis langsung menusuk punggung Holdem hingga membuat Holdem jatuh tak berdaya.
"Kenapa kau masi bisa bangkit iblis sialan," ucap Holdem dengan nada tersiup - siup menahan rasa sakit akibat tusukan sang iblis barusan.
"Hahahaha Dojo air pemecah awan memang sangat menakutkan, tapi lebih menakutkan lagi jika Dojo itu melatih para murid muridnya untuk tidak pernah meremehkan lawan!" jawab sang iblis sambil menekan tusukannya lebih dalam.
"Arghhhhhhhh," teriak keras Holdem terdengar cukup nyaring.
Badan sang iblis kemudian berubah bentuk menyerupai ular raksasa dan langsung melilit tubuh Holdem dengan sekuat tenaga, Holdem mencoba berteriak dan melawan namun tetap saja lilitan sang iblis sangat amat kuat.
"Kalu ini aku pastikan kau tidak bisa lepas dari jeratan lilitan ku bocah serigala tengik, aku adalah iblis ular salah satu dua belas iblis bagian! Rasakan ini dan matilah kau bocah."
Bunyi patahan tulang tulang Holdem terdengar sangat amat jelas dan nyaring, lilitan sang iblis benar benar sangat amat kuat sampai membuat teriakan Holdem berhenti seketika.
Saat ini Holdem sudah tak sadarkan diri dililit oleh sang iblis, perlahan sang iblis kemudian menelan Holdem mulai dari kepala terlebih dahulu sampai akhirnya sang iblis berhasil menelan Holdem sepenuhnya.
"Hahahaha, itulah akibatnya dan rasakan!" tawa sang iblis kembali terdengar.
Setelah menelan Holdem, sang iblis ular merasakan bahwa kutukan dalam dirinya naik secara drastis sampai sampai membuat dirinya sangat senang akan hal itu.
"Kekuatan ini, aku merasakannya! Aku merasakannya hahahaha!" tawa sang iblis ular mendapati penambahan energi kutukan yang mengalir deras pada dirinya.
Kutukan nya naik secara drastis dari yang sebelumnya, sang iblis merasa dengan kekuatan yang saat ini ia miliki, pasti mampu melakukan apapun yang ia inginkan.
__ADS_1
"Sangat amat berenergi!"
Sang iblis mengetes kekuatan barunya dengan memotong pohon-pohon dan bebatuan dengan mudahnya, "Hahahaha kekuatan seperti inilah yang seharusnya di miliki oleh iblis sepertiku."