THE ONE - SANG MALAPETAKA

THE ONE - SANG MALAPETAKA
IBLIS MACAN


__ADS_3

Jual beli pertarungan kedua bela pihak masih terus berlanjut dan berlanjut, akankah pertarungan ini menemui titik terang.


"Bakat Kegelapan status 4, tebasan kegelapan!" sekali lagi pangeran Morgan melayangkan tebasan kegelapan.


Iblis macan menghindari serangan itu dengan begitu mudahnya, Iblis Macan kemudian mencoba menyerang mengunakan teknik cakar harimau kematian dari arah samping kanan pangeran Morgan dengan begitu cepat.


Pangeran Morgan yang tahu tentu saja tidak membiarkan hal itu terjadi, dia menangkis serangan Iblis Macan tersebut menggunakan pedang yang di aliri aura kegelapan.


"Crying!" Bunyi nyaring benturan dua serangan tajam yang begitu nyaring.


"Serangan seperti ini masi belum bisa untuk melukaiku! Kau mencoba menyerang dari sisi samping tapi kau gagal." himbau Pangeran Morgan.


"Ha-ha-ha jangan bangga dulu kau bocah! Ini masi belum apa-apa!" dengan tawa seringai Iblis Macan kembali menyarangkan serangan cakar tajam bertubi-tubi.


Pangeran Morgan dengan cepat loncat menjauh dari radius serangan Iblis Macan tersebut, kemudian menghindari serangan itu dengan cara menebasnya mengunakan tebasan kegelapan tingkat dua miliknya.


"Bakat Kegelapan status 4, tebasan kegelapan tingkat 2!" Tebasan kegelapan tingkat 2 memiliki bentuk seperti tebasan kegelapan sebelumnya namun kali ini bentuknya bertambah besar 2 kali lipat.


Ledakan cukup besar di iringi angin kencang tampak di udara akibat tabrakan dua serangan tersebut, pohon-pohon pada porak-poranda tak kuat menahan hempasan benturan dua serangan itu.


Putri Elisabet dan para peserta bangsawan yang saat ini sedang pingsan, pada terombang-ambing terkena efek pertarungan hebat mereka berdua.


Hal tersebut tentu saja membuat daya konsentrasi pertarungan pangeran Morgan terganggu, sehingga membuatnya tidak bisa bertarung semaksimal mungkin menghadapi Iblis Macan.


"Kalau masi tetap seperti ini, maka Elisabet dan yang lain akan terus terkena efek dari pertarungan ini, ini sangat berbahaya! Aku harus mencari cara untuk menyelamatkan mereka semua terlebih dulu!" Batin Pangeran Morgan sambil tampak kebingungan memikirkan bagaimana cara menyelamatkan mereka semua.


"Ada apa dengan tatapan kosong mu itu ? Apa kau berencana untuk melarikan diri? Jangan harap kau bisa melarikan diri dari ku!" Teriak Iblis Macan dengan begitu sombong.

__ADS_1


"Melarikan diri darimu? Apa kau bercanda? Aku tidak selemah apa yang kau kira iblis bodoh!" balas pangeran Morgan dengan sambil sedikit meledek.


"Aku adalah salah satu dari 3 keganasan penguasa hutan kematian, kekuatan ku sudah hampir menyamai ranah Iblis tingkat tinggi!" Sang Iblis menarik napas dalam-dalam diam di tempat menjelaskan ranah kutukan miliknya.


"Ranah kutukan Iblis tingkat tinggi? Aku sama sekali tidak peduli dengan hal itu! Aku sudah mengetahui informasi bahwa ada 3 iblis terkuat hutan kematian, tapi sebelumnya aku tidak menyangka jika kau merupakan salah satunya! Ini telah menjelaskan semuanya!" balas pangeran Morgan dengan tatapan penuh kewaspadaan.


"Kau benar! Selain diriku masi ada 2 lagi iblis yang kekuatannya setara denganku, tapi aku rasa tidak ada peserta yang mampu menghadapinya! Itu karena sebentar lagi kami akan memasuki ranah iblis tingkat tinggi!"


"Apa kau cukup yakin dengan omongan mu? kau bahkan sebentar lagi akan aku kalahkan!" Pangeran Morgan mencoba memancing kemarahan sang Iblis dengan cara menghinanya.


"Itu tidak mungkin! Jangan bercanda ha-ha-ha, di butukan kesatria sihir rank B atau A untuk menghentikan ku!" Tawa Iblis Macan dengan nada yang sangat amat sombong.


Pangeran Morgan kemudian memegang erat pedangnya dengan kedua tangan, tangan pangeran Morgan tampak bergetar di sebabkan betapa eratnya ia memegangi pedangnya.


"Aku adalah keturunan dari Bangsawan, bagiku kalah di tempat ini merupakan sebuah penghinaan!" senyum seringai tipis dan keringat yang menetes perlahan di dagu tampak begitu jelas dari sorot muka pangeran Morgan.


Pupil mata dan rambut hijau pangeran Morgan seketika berubah menjadi hitam, aura kegelapan yang melingkari tubuhnya perlahan berubah menjadi sebuah jubah kegelapan.


Perisai kegelapan miliknya saat ini meningkat bertambah menjadi lebih kuat dari yang sebelumnya.


Iblis Macan yang melihat pangeran Morgan yang menjadi lebih kuat tentu di buat plonga-plongo akan hal tersebut. Raut wajah kesal Iblis Macan seakan tidak terima melihatnya.


"Sialan kenapa kau masi memiliki kemampuan sebesar dan sehebat ini!" Iblis Macan bertanya sambil tetap merasakan peningkatan kekuatan pangeran Morgan yang terus-menerus bertambah.


"Mana sifat sombong mu tadi iblis bodoh, ada apa? Apa kau iri melihat peningkatan kekuatan ku? Mana tadi yang katanya 3 keganasan?" sombong pangeran Morgan memperlihatkan kekuatan penuhnya sambil melindungi putri Elisabet dan yang lain dengan cara memasukkan mereka semua ke dalam lingkaran hitam.


Iblis Macan mencoba memberikan serangan sama seperti tadi, namun pangeran Morgan menghentikan serangan itu hanya dengan satu kali tebasan.

__ADS_1


Sekali lagi iblis macan mencoba menyerang namun tetap saja hasilnya sama saja, pangeran Morgan telah berubah menjadi sangat amat kuat dari yang sebelumnya.


"Ada apa dengan wajah cemberut mu iblis bodoh, apa kau sudah menyerah? Apa cuman sebatas ini kekuatan dari iblis yang katanya salah satu dari 3 terkuat!" Ejek pangeran Morgan.


"Sialan kau bocah, bagiku ini adalah sebuah penghinaan jadi aku tidak Akan memaafkan mu! Tunggu saja."


"Kau terlalu banyak bicara! Aku sama sekali tidak peduli!" Pangeran Morgan menyerang iblis Macan dengan begitu cepat.


Tiba-tiba pangeran Morgan sudah berada di belakng Iblis Macan sambil memasukkan kembali pedang kegelapan secara perlahan ke sarung nya.


"Apa itu brusan? Apa dia telah menyerangku? Tapi aku sam sekali tidak merasakan!" kebingungan Iblis Macan.


"Ada apa? Apa kau sudah mengetahui apa yang aku lakukan barusan?"


"Apa maksudmu?" jawab panik Iblis Macan.


"Kekuatan ku jauh di atas mu sekarang, berapa kali pun aku menjelaskan kau pasti tidak akan paham, jadi tetaplah diam dan nikmati sesuatu yang akan segerah terjadi!" pangeran Morgan menjelaskan sesuatu yang tidak di mengerti sang iblis.


"Kurang ajar!!! Jangan meremehkan aku!! Aku adalah salah satu dari 3 keganasan!" teriak emosi bercampur dengan kekesalan Iblis Macan kepada pangeran Morgan.


Tiba-tiba tubuh Iblis Macan bergetar hebat seperti ada sesuatu yang menebasnya, iblis Macan menjerit kesakitan sambil meraung-raung dengan sangat keras.


"Arghhhhhhh!!!!" Raungan kesakitan iblis Macan terdengar.


Pangeran Morgan tampak tersenyum tipis melihat Iblis Macan yang kesakitan seperti itu, ia yakin bahwa serangannya barusan pasti telah membuat Iblis Macan mengalami rasa sakit yang belum pernah ia rasakan.


Iblis Macan terjatuh ambuk ke tanah dengan badan mengeluarkan darah serta asap seperti habis terbakar, ia terkapar tak sadarkan diri akibat dari serangkaian serangan barusan.

__ADS_1


__ADS_2