THE ONE - SANG MALAPETAKA

THE ONE - SANG MALAPETAKA
MUSUH BARU


__ADS_3

Pertarungan antara pangeran Yuka melawan pria berkepala nanas/berambut nanas tampak begitu menegangkan.


Kilatan petir dan juga runtuhan berbatuan membuat wilayah pertarungan mereka sangat amat kacau.


“Hebat juga rakyat jelata sepertimu mampu menandingi kemampuan dari seorang Bangsawan!” Sambil menghela napas dalam-dalam, pangeran Yuka memujinya.


“Jangan pernah meremehkan rakyat jelata hanya karena kau berdarah bangsawan!” Jawab pria berkepala nanas sambil tersenyum.


Nama. : Mesta Arogano.


Anugrah. : Bakat Tanah Status 4.


Informasi. : Peserta/Rakyat jelata.


“Storm Union! Rasakan busur panah kilat kematian ini rakyat jelata!” Pangeran Yuka menembakkan 10 panah kilat kematian secara bersamaan.


Panah kilat kematian pangeran Yuka meluncur dengan begitu cepat sampai membuat wilayah yang di lewatinya terombang-ambing.


“Lihatlah ini! Bakat penciptaan tanah status 4, benteng pagar abadi! “


Puluhan tembok benteng raksasa muncul dengan sangat cepat menghalau panah super cepat itu, walaupun dinding benteng itu cukup banyak nyatanya panah super cepat pangeran Yuka masih bisa menembusnya.


“Apa? Tidak mungkin!” kejut Mesta mengetahui bahwa pertahanan terkuatnya mampu di tembus.


Panah petir kematian super cepat masih terus melaju dengan sangat kencang menuju arah Mesta, hingga pada akhirnya serangan itu mampu menembus baju zirah perisai tanah yang Mesta gunakan.


“Ahhhhhhhh!” Mesta menjerit kesakitan, darah perlahan keluar dari sela-sela perisai tanah miliknya.


“Teriakan yang begitu indah ha-ha-ha,” tawa pangeran Yuka mendengar jeritan Mesta.


“Sialan kau bangsawan, aku tidak akan memaafkan mu,” merintih Mesta sambil menatap pangeran Yuka dengan tatapan penuh amarah.


Sekali lagi pangeran Yuka melancarkan serangan panah kematian untuk yang kedua kalinya. Mesta di buat kebingungan bagaimana cara menghentikan serangan itu untuk yang kedua kalinya.

__ADS_1


“Ada apa dengan wajahmu? Apa kau ketakutan!” dengan senyum tipis pangeran Yuka mengejek Mesta.


“Cih, kurang ajar kau bangsawan sialan! Tunggu saja!” batin Mesta sambil tampak keringat panik menetes di wajahnya.


Cerita kemudian berpindah lagi memperlihatkan beberapa peserta bangsawan tampak tergeletak tak berdaya, mereka semua terkapar tak mampu mengatasi kekuatan hebat iblis Macan.


“Aku adalah salah satu dari 3 keganasan, ha-ha-ha kalian semua bagiku hannyalah manusia lemah yang akan segerah mati! Sungguh memalukan.” Tawa sombong bos iblis sambil memegang kepala Pangeran Harmas yang sudah tak berdaya.


“Sial, dia sangat kuat sekali, bahkan tebasan kegelapan milikku tak mampu memotongnya, apa kau punya cara untuk mengalahkannya? Elisabet.” Kesal pangeran Morgan menatap iblis sombong itu.


“Aku juga tidak tahu, iblis ini berbeda dengan Iblis-iblis yang aku lawan sebelumnya.” Putri Elisabet juga kebingungan bagaimana cara mengatasi kekuatan hebat iblis tersebut.


Nama. : - ( Iblis Macan ).


Anugrah. : Kutukan.


Informasi. : Iblis tingkat menengah hampir masuk ke ranah tingkat tinggi, salah satu dari 12 iblis bagian dan juga salah satu dari 3 keganasan .


“Cih, aku tidak yakin bisa menang melawannya. Kita harus menolong mereka terlebih dahulu” lontar pangeran Morgan.


“Ya aku tahu, dasar Harmas! Dia malah tumbang terlebih dahulu!” kesal putri Elisabet.


Pangeran Morgan sekali lagi mencari cara bagaimana mengalahkan iblis macan, dia mencoba menyerang dari atas udara.


Pangeran Morgan meloncat sangat tinggi, ia mengusap pedang tajamnya yang kemudian muncul aura kegelapan menyelimuti pedang tersebut.


“Bakat kegelapan status 4! Tebasan Naga Kegelapan!”


Tebasan kegelapan berwujud naga dengan cepat melesat menuju arah iblis macan, meskipun serangan itu terlihat sangat kuat namun pangeran Morgan tidak cukup yakin bahwa serangannya itu mampu melumpuhkan iblis macan.


Iblis macan menghentikan serangan pangeran Morgan tersebut dengan cakar-cakar tajamnya, Pangeran Morgan hanya bisa tertawa tipis melihat kemampuan hebat sang iblis macan.


“Apakah cuman seperti ini kemampuan kalian? Menyedihkan.” Kesal iblis macan

__ADS_1


“Cih, kenapa kau malah tersenyum Morgan, setidaknya gunakan Serangan terkuat mu!” lontar putri Elisabet.


“Aku sudah menyerangnya sekuat tenaga, apa kau tidak menyadari? Iblis ini benar-benar sangat kuat!” lanjut pangeran Morgan sambil menatap mata iblis macan yang sepertinya akan bersiap menyerang.


“Dia datang!” teriak putri Elisabet.


Cerita kemudian memperlihatkan pertarungan antara pangeran William melawan peserta dengan tanda tato berbentuk Ular hitam di sebelah wajahnya.


Peserta dengan tato ular hitam itu tampaknya sangat amat kuat, tempat pertarungan mereka berdua hancur berantakan.


Asap tebal memadati wilayah tersebut, aroma bau bekas kebakaran tercium sangat menyengat ke hidung.


“Oi-oi-oi! Ternyata kau kuat juga ya Bangsawan! Aku sama sekali tidak menyangka! Baiklah kalau begitu mari kita mulai dengan lebih serius!” dengan nada dingin dan sombong pria bertato ular itu berbicara pada pangeran Wiliam.


“Pria dengan tato ular hitam di wajah, aku pernah mendengar tentang rumor itu! Mereka adalah kelompok berbahaya yang di pimpin oleh Profesor Gila, Apakah kau bagian dari mereka?” tanya pangeran William dengan nada dingin intimidasi.


“Apa maksudmu? Aku hannyalah peserta dari pelosok kerajaan, ocehan mu semakin tidak masuk akal!”


“Apa kau kira aku tidak tahu? Penyamaran mu sangat amat terlihat bodoh dan satu lagi, wajah kotor mu itu sangat menyedihkan!” ujar Pangeran Wiliam.


“Ternyata kau bukan bocah sembarangan, bukan hanya kuat kau juga sangat pintar dalam menganalisis! Ya aku adalah salah satu dari mereka tepatnya salah satu dari eksekutif!” Sambil tersenyum pria bertato itu membeberkan identitas diri yang sebenarnya.


“Sudah kuduga, lalu apa tujuanmu menyusup ke ujian kesatria sihir?” lanjut pangeran Wiliam.


Pria bertato itu dengan cepat sudah berada di belakang pangeran William tanpa menjawab pertanyaan yang di ajukan padanya.


“Kau tampaknya terlalu dalam mengetahui informasi organisasi kita, oleh karena itu aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja!”


Nama. : Geto.


Anugrah. : Bakat Petir Status 6.


Informasi. : Eksekutif pemberontak Croos Snake, salah satu penyandang julukan 5 jari! Geto sang jari kelingking.

__ADS_1


__ADS_2