THE ONE - SANG MALAPETAKA

THE ONE - SANG MALAPETAKA
MUSUH YANG KUAT


__ADS_3

Tatapan melotot pangeran William seketika tampak begitu jelas ketika perutnya terkena serangan tebasan Geto.


Geto saat ini sudah berubah menjadi sosok yang sangat amat mengerikan dan lebih berbahaya dari yang sebelumnya, tubuhnya berubah hampir menyerupai sosok iblis dengan kukuh dan taring-taring tajam.


Otot-otot hitam tampak begitu jelas membaluri sekujur tubuhnya, tak hanya itu bahkan matanya menjadi merah menyala di tengah gemerlapnya malam hari.


“Bagaimana kau bisa menjadi seperti itu, apa kau adalah iblis? Tidak, aku tidak merasakan aura iblis mengalir dalam dirimu!” Pangeran William menanyakan perihal perubahan Geto menjadi sosok yang menyerupai iblis.


“Aku bukanlah iblis, Ini adalah kekuatan hebat yang di berikan tuan Hisoka. Kau sudah tidak mempunyai kesempatan untuk menang!” jawab Geto.


Api hijau kembali menyelimuti tubuh pangeran William, luka tebasan di perutnya sembuh dengan sangat cepat seperti tidak terjadi apa-apa.


“Sungguh kekuatan yang sangat luar biasa, aku iri denganmu yang memiliki kekuatan bakat tingkat lanjut seperti itu.” Kagum Geto melihat kemampuan penyembuhan pangeran William yang begitu cepat.


“Lupakan itu, sepertinya kau tidak datang ke tempat ini seorang diri, apa aku salah?” tanya pangeran Wiliam.


“Kau benar, aku tidak datang ke tempat ini sendirian, tapi itu tidaklah penting ayo kita lanjutkan pertarungan ini!” jawab Geto.


“Baguslah kalau begitu, setelah aku mengalahkan mu, aku akan segerah mencari rekanmu!” ujar pangeran William dengan tatapan dingin.


“Jangan sombong!” Geto sudah berada di belakang Pangeran Wiliam bersiap-siap memberikan serangan kejutan.


Pangeran William menangkis serangan Geto dengan pedang api hijau tanpa menoleh ke arah Geto, “Apa? Dia menangkis seranganku tanpa melihat!” kejut batin Geto.


Geto mencoba menyerang untuk yang kedua kalinya, akan tetapi tetap sama saja. Pangeran William dengan mudahnya menghentikan serangan Geto.


Pangeran William kemudian dengan cepat memotong lengan Geto sehingga membuat Geto harus mundur menjaga jarak untuk sementara.


“Sial tanganku!”


Darah segar keluar bercu**uran akibat lengan kiri Geto yang terputus, namun perlahan tangannya yang terputus berangsur-angsur mulai tumbuh lagi.


“Ada apa? Kenapa kau menjauh dariku tikus Got? Sepertinya kau tidak sebodoh yang kukira.” Hina pangeran William.


Geto seketika berkeringat, jika saja ia tidak mundur kemungkinan tubuhnya pasti akan terbelah menjadi 4 bagian, “Apa itu barusan, sangat cepat! Apakah dia bergerak secepat itu? Tidak, aku merasakan sesuatu yang berbeda.” Batin Geto.


“Kalau saja kau tadi tidak menghindari seranganku pasti saat ini kau sudah mati!” ujar pangeran William.


“Bocah ini berbahaya, mulai saat ini aku tidak boleh asal menyerang seperti tadi, siapa dia sebenarnya?” batin Geto.

__ADS_1


Pangeran Wiliam kemudian dengan cepat melesat ke arah Geto yang saat ini masih dalam proses penyembuhan tangannya.


Pangeran William mencekik leher Geto dan langsung menghantamkan Geto ke tanah dengan sangat keras. Geto merintih kesakitan dengan mata melotot.


Geto mencoba melepaskan cekikan itu sekuat tenaga, namun pangeran William langsung menebas badan Geto menjadi 2 bagian hingga akhirnya Geto berhasil di kalahkan.


“Arkhhhhhh, sialan kau!” teriak Geto.


Badan Geto tergeletak tak berdaya, meskipun Geto telah menggunakan kekuatan kutukan layaknya seorang Iblis, pangeran William masih terlalu tangguh.


“Aku sudah mengalahkan sebagian dirimu, jadi bisakah kau keluar wahai tikus got!”


“Ha-ha-ha Bakat tingkat lanjut memang benar-benar hebat, terjun langsung melawan mu merupakan tindakan bodoh!” Geto asli muncul dari balik bayang pohon-pohon rindang yang terpapar sinar cahaya bulan.


“Sejak kau berubah ke bentuk menyeramkan tadi aku merasakan bahwa kau telah membelah dirimu menjadi 2 bagian, dan yang bertarung dengan ku tak lain dan tak bukan hannyalah sebagian dirimu, apa aku salah?” tanya pangeran William.


“Kau benar, hal itu aku lakukan hanya untuk mengetahui seberapa kuat musuh ku, dengan begitu aku bisa menganalisa seberapa persen retensi kemenangan ku!” jawab Geto.


Geto menatap pangeran William dengan tatapan penuh kewaspadaan, setelah menganalisis pertarungan tadi membuat Geto harus lebih berhati-hati.


“Menurut analisa ku kekuatan mu kemungkinan setara dengan para kesatria sihir rangking B, tidak! Kemungkinan kau selevel dengan kesatria sihir rangking A!” ujar Geto.


“Hahahhha, aku adalah salah dari eksekutif 5 jari! Jangan sombong, tapi memang aku mengakui jika engkau benar-benar sangat kuat!” ucap Geto.


Perlahan tubuh Geto yang sudah di kalahkan pangeran William menyatu dengan tubuh asli Geto yang saat ini, pangeran Wiliam kembali menciptakan pedang menggunakan bakat api legendaris miliknya.


Saat ini kedua tangan pangeran William sama-sama membawa pedang, sepertinya pangeran Wiliam akan segerah mengakhiri nyawa Geto sesegera mungkin.


“Fire Green Morzad!” Terima ini tikus got.


Tembakan api hijau bertubi-tubi menerjang Geto tanpa henti. Saking cepatnya serangan itu, membuat wilayah sekitar menjadi berhamburan, akan tetapi Geto berhasil menghindarinya.


“Ini sangat berbahaya, he-he-he!”


Pangeran William kemudian melancarkan tebasan dua pedangnya ke arah geto yang pikirannya saat ini sedang terfokuskan serangan sebelumnya.


"Masi belum! Terima ini, Fire Green Sans!"


***

__ADS_1


Cerita kemudian membawah kita kembali ke pertarungan antara Pangeran Morgan melawan iblis macan, Saat ini iblis Macan sedang berada dalam wujud transformasi terakhirnya.


"Aku harus kabur, aku tidak bisa mengalahkan nya untuk saat ini!" batin pangeran Morgan sambil tampak badannya yang kelelahan penuh luka.


"Ada apa? Jangan berfikir untuk kabur kau, aku adalah salah satu dari 3 keganasan, kabur dariku dengan kondisi seperti itu merupakan hal yang mustahil." sombong Iblis Macan.


"Dia benar, dengan kondisi ku yang seperti ini mustahil bisa melarikan diri darinya. Aku juga tidak bisa meninggalkan Elisabet dan yang lain." batin pangeran Morgan.


Iblis macan loncat dan langsung menebaskan cakar-cakar tajamnya, pangeran Morgan menangkis semua serangan itu dengan sisa spirit yang ia punya.


"Cih, sialan!"


"Hahahaha sebentar lagi kau akan mati! Sudah ku bilang bahwa aku adalah iblis yang sebentar lagi akan memasuki ranah tingkat tinggi." teriak Iblis Macan sambil bersiap-siap kembali melancarkan serangannya.


Pangeran Morgan hanya bisa pasrah melihat cakar-cakar tajam Iblis Macan perlahan mulai mendekat, meskipun begitu pangeran morgan masi sempat melindungi putri Elisabet dan yang lain mengunakan barier pelindung Kegelapan miliknya.


"Spirit ku sudah habis, aku tidak bisa bergerak. Bagaimana ini! Apakah aku akan berakhir di tempat ini?" Batin pangeran Morgan.


"Matilah kau!"


"Slash!"


"Slash!"


"Slash!'


Hempasan cakar-cakar tajam Iblis Macan di hentikan oleh tebasan api yang entah dari mana, berkat hal tersebut nyawa pangeran Morgan dapat terselamatkan.


Melihat serangan nya di hentikan membuat Iblis Macan seketika terkejut, "Siapa itu! Cepat keluar dan hadapi aku!"


Sosok bayangan tampak melesat dengan begitu cepat melewati paparan cahaya bulan, sosok bayangan itu kemudian berada di samping pangeran Morgan.


"Kau terlalu meremehkan dia Morgan, Dia bisa saja membunuh mu jika engkau lengah sedikit saja!"


"Mengapa kau datang kemari? Apa ku ingin menghinaku? He-he-he."


"Kalau saja tidak ada aku mungkin kau sudah mati Morgan, lagipula aku datang ke sini tidak untuk menyelamatkan mu." ucap sosok bayangan tersebut sambil melihat putri Elisabet dan yang lain terkapar tak berdaya.


"Kau memang selalu saja begitu.........Arthur!"

__ADS_1


__ADS_2