THE ONE - SANG MALAPETAKA

THE ONE - SANG MALAPETAKA
PANGERAN ARTHUR


__ADS_3

Cerita berpindah lagi di sebelah barat wilayah hutan kematian, memperlihatkan pertarungan hebat antara pangeran Arthur melawan salah satu dari 12 iblis bagian.


Keduanya tampak kelelahan satu sama lain, wilayah sekitar pertarungan porak-poranda yang menandakan bahwa pertarungan mereka berdua sangat dahsyat.


“Tidak aku sangka kau mampu membuatku sampai bertarung sejauh ini! Tapi tidak perlu di pikirkan karena sebentar lagi kau akan mati dan menjadi santapanku!” dengan penuh rasa percaya diri sang iblis beranggapan bahwa dia akan memenangkan pertandingan.


“Apa sudah selesai bicaranya?” Pangeran Arthur sama sekali tidak takut dan gentar mendengar apa yang iblis itu katakan.


“Kau masi saja bersikap sok keren, aku sama sekali tidak menyukai orang-orang sepertimu!” ujar sang iblis dengan tatapan muak melihat pangeran Arthur.


“Jadi? Apa kita mulai kembali pertarungan kita? Wahai iblis bagian.” Jawab pangeran Arthur sambil mengeluarkan pedangnya.


Pedang pangeran Arthur tampak tajam mengkilap terang dengan ukiran naga api di sisi sampingnya, itu merupakan pedang kwalitas golongan dua yang memiliki harga sangat amat mahal dan jumlahnya pun hanya ada 70 biji.


Pedang golongan dua adalah pedang dengan kualitas terbaik yang di buat oleh keluarga ahli pedang ternama 5000 tahun yang lalu, dan di wariskan serta diperebutkan sampai sekarang.


Sudah tak terhitung berapa banyak ke 70 pedang itu telah memakan korban baik iblis maupun manusia, hanya orang-orang kuatlah yang mampu menggunakan pedang itu.


Pada dasarnya kualitas pedang di bagi menjadi 4 golongan, mereka memiliki kualitas yang berbeda-beda sesuai tingkat golongannya.


Golongan satu : Merupakan pedang dengan kualitas terkutuk, siapa pun yang menggunakan pedang golongan satu maka cepat atau lambat pedang itu pasti akan membunuh penggunaannya sendiri. Jumlah pedang golongan satu hanya berjumlah 14 buah.


Golongan dua : Merupakan pedang dengan kualitas terbaik, pedang ini berjumlah 70 buah dan tersebar ke seluruh penjuru dunia.


Golongan tiga : Merupakan pedang dengan kualitas baik (bagus), pedang ini berjumlah 3000 buah dan juga tersebar ke seluruh penjuru dunia.


Golongan empat : Merupakan pedang dengan kualitas rendah sampai sedang yang memiliki jumlah tak terhingga, pedang seperti ini biasanya di gunakan oleh kebanyakan orang-orang pada umumnya, karena harganya yang cukup terjangkau.


“Rasakan ini manusia bodoh! Wind Blade.” dengan kekuatan penuh sang iblis mengibaskan kedua sayapnya hingga menimbulkan hempasan angin tajam bertubi-tubi yang mampu memotong apa pun yang di lewatinya.


“Wuuush.”


“Slashhhhhhhh.”

__ADS_1


“Slashhhhhhhh.”


Pangeran Arthur menghentikan serangan itu dengan kemampuan hebat berpedang nya, meskipun telah di hentikan nyatanya serangan itu masih belum sepenuhnya berakhir.


Serangan Wind Blade terus menerus menekan pangeran Arthur dari segala arah, hingga membuat wilayah tempat pertarungan mereka menjadi semakin porak-poranda, serangan iblis itu benar-benar sangat amat merepotkan.


Baju perang yang dikenakan pangeran Arthur perlahan mulai sobek sedikit demi sedikit, pangeran Arthur yang melihatnya tentu sangat amat terkejut.


“Hahaha, apakah kau masih bisa sok keren? Aku ingin mendengar teriakan kematian mu!” sang iblis tertawa puas melihatnya.


Masi belum selesai, sang iblis kemudian berencana memberikan serangan lanjutan supaya pangeran Arthur segera tewas secepatnya.


“Baiklah! Terimalah serangan keduaku manusia sok keren!” sang iblis mengeluarkan busur panah dari dalam kerongkongannya, dan langsung bersiap siap menembak pangeran Arthur yang saat ini sedang terfokus menahan serangan Wind Blade.


Pangeran Arthur yang melihatnya tentu tidak bisa berbuat apa-apa, sebab disisi lain ia juga harus tetap menahan gempuran serangan Wind Blade yang tak ada henti-henti.


“Matilaaaaah! Bocaaaaaaah bangsawan sok keren!” busur panah iblis melesat dengan cepat mengarah langsung ke kepala pangeran Arthur.


Pangeran Arthur melihat busur panah yang mengarah padanya hanya bisa terdiam, jika ia menghindar maka Wind Blade pasti akan mencincang tubuhnya, dan apabila ia tidak menghindar maka busur panah itu akan membunuhnya.


“Akulah yang menang!” batin sang iblis.


“Baiklah kalau begitu, akan ku tunjukkan kekuatan yang belum pernah kau jumpai wahai iblis bodoh! Sword Dominor!” pedang pangeran Arthur di selimuti api berwarna biru terang sehingga membuat pedangnya mendapat tambahan power.


“Bakat Ganda status 5, tebasan api biru!” lanjut pangeran Arthur menebas serangan Wind Blade, hanya dengan sekali tebasan saja Wind Blade bertubi tubi sang iblis berhasil di patahkan.


Sang iblis yang melihat serangannya dengan mudah dihentikan, tentu sangat amat terkejut dan tidak percaya sebab Wind Blade merupakan salah satu jurus terkuatnya.


Setelah menghentikan gempuran Wind Blade, pangeran Arthur kembali dengan cepat menebas busur panah yang mengarah padanya menjadi dua bagian, sekali lagi hal itu membuat sang iblis sangat amat terkejut.


“Apa? Tindak mungkin,” kejut sang iblis tidak percaya melihat dua serangan terkuatnya berhasil dipatahkan.


Dengan tebasan super cepatnya pangeran Arthur kemudian memotong kedua sayap sang iblis hingga membuatnya kesakitan.

__ADS_1


“Haaaaaaaaaaaaaaaaaaa! Berani-beraninya kau melakukan ini padaku bocah bangsawan kurang ajar!” teriak kesal sang iblis.


“Sejak awal aku hanya mengetes kemampuanku, ini semua bagiku hannyalah perwujudan dari bakat, ” jawab pangeran Arthur sembari bersiap siap memberikan serangan terkuatnya.


“Perwujudan dari bakat? Apa maksudmu?” tanya iblis dengan penuh kebingungan.


“Kau tidak akan mengerti karna iblis sepertimu sangat amat bodoh! Oleh karena itu bersiaplah menerima serangan terkuatku dan matilah!”


Pangeran Arthur kembali lagi bersiap siap menyerang sang iblis menggunakan teknik pedang terkuatnya. Pedang pangeran Arthur di selimuti api biru menyalah-nyalah.


Sang iblis yang melihatnya tentu tidak tinggal diam, ia mencoba menyerang kembali pangeran Arthur menggunakan panah super cepatnya.


“Matilah kau! Wind Celtic!” serangan ratusan panah super cepat mengarah ke arah Pangeran Artur.


“Bersiaplah juga iblis busuk! Platinum Fire blue!” tebasan api super cepat mengarah langsung ke sang iblis.


Kedua serangan itu bertabrakan satu sama lain hingga menciptakan cahaya yang cukup terang, cahaya itu menjulang ke atas sampai-sampai para panitia pengawas yang berjaga di atas Tower melihatnya.


Platinum Fire perlahan membelah Wind Celtic beserta sang iblis secara bersamaan. Dengan mata melotot sang iblis tampak sangat terkejut mengetahui serangan terkuatnya mampu di kalahkan.


Merasa tidak terima sang iblis sekali lagi mencoba menembakkan busur panah Wind Celtic, namun kali ini gagal, sang iblis tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


“Mengapa aku tidak bisa menggunakan jurusku? Apa yang sebenarnya terjadi?” kebingungan sang iblis mencoba menanyakan kepada pangeran Arthur mengapa ia tidak bisa menggunakan jurusnya.


“Sebaiknya kau lihat baik-baik tubuhmu!” jawab pangeran Arthur dengan nada dingin.


Tubuh sang iblis terbelah menjadi 2 bagian, kutukannya perlahan lahan menghilang itulah alasan mengapa ia tidak bisa menggunakan kemampuannya.


“Kau sudah kalah dan kau akan segera mati menjadi abu! Sungguh sangat di sayangkan!”


“Tidak mungkin! Aku adalah salah satu dari 12 iblis bagian! Aku tidak mungkin berakhir seperti ini kau pasti bohong!”


Pangeran Arthur kemudian perlahan memasukkan pedangnya sambil melihat tubuh sang iblis berubah menjadi abu dan tertiup angin.

__ADS_1


“selamat jalan iblis busuk!”


“Tidaaaaaaaaaaaaaak!!!!!!”


__ADS_2