
Suara langkah kaki bos iblis perlahan terdengar mendekati putri Iska, putri Iska mencoba memberikan serangan demi serangan ke arah bos iblis.
“Bakat air status 2 tusukan Air.”
“Bakat air status 2 lontaran air.”
Serangan tusukan air yang di lontarkan putri Iska berhasil di tangkis semua oleh bos iblis, bos iblis masih terus berjalan perlahan mendekati putri Iska dengan ekspresi muka kejamnya.
“Percuma! Sekarang sudah tidak ada yang datang menyelamatkanmu, jika saja kau menyerah sejak awal mungkin semua tragedi ini tidak akan pernah terjadi!” ucap bos iblis mengingatkan putri Iska sambil melihat Enzo dan yang lain tak sadarkan diri.
“Masi belum, aku tidak akan menyerah sampai di sini aku sudah berjanji pada Enzo bahwa aku akan menjadi Kesatria Sihir hebat!”
“Jadi kau masih percaya dengan omongan bocah bodoh itu? Dia itu bocah yang bahkan tidak memiliki kemampuan bakat, apakah orang seperti itu pantas untuk di jadikan sebagai acuan?”
“Kau salah, aku yakin bahwa dia pasti akan menjadi kesatria sihir terhebat sepanjang sejarah!”
Putri Iska masih terus-menerus mencoba memberikan serangan demi serangan, namun tetap saja itu semua percuma. Kekuatan yang dimiliki putri Iska belum bisa mengalahkan bos iblis.
Bos iblis kemudian mencengkeram leher putri Iska dengan sangat keras sampai membuat putri Iska mengeram kesakitan, bos iblis lalu mengangkat badan putri Iska perlahan demi perlahan. Sepertinya bos iblis tampak sangat puas melihatnya.
Putri Iska mencoba melepaskan cengkeraman bos iblis akan tetapi sepertinya itu mustahil, bos iblis tampaknya tidak akan melepaskan putri Iska dengan begitu mudahnya.
“Le—lepaskan aku iblis jahat!” ucap putri Iska dengan suara serak akibat cengkraman bos iblis.
“Melepaskanmu? Apa kau bercanda, itu tidak mungkin!”
Bos iblis semakin mencengkeram leher putri Iska dengan lebih keras lagi, suara kesakitan putri Iska semakin terdengar lebih dalam.
“Bagaimana? Apakah kau masih bisa bertahan?” tanya bos iblis dengan senyum tipis penuh tawa kepuasan.
Perlahan pupil mata putri Iska semakin memudar, putri Iska tampaknya sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi menahan cengkeraman bos iblis.
__ADS_1
Sesaat ajal akan benar-benar menjemputnya, kita kemudian di perlihatkan masa kecil putri Iska bersama empat saudaranya.
Ke empat saudara putri Iska terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan, sama halnya keluarga bangsawan pada umumnya mereka memiliki kemampuan yang hebat.
Berbeda dengan empat saudaranya, putri Iska terlahir dengan kondisi prematur yang membuat kondisi tubuhnya tidak sebaik saudaranya yang lain.
Ayah putri Iska mendidik semua anak-anaknya dengan sangat amat keras, supaya mereka tidak kalah hebat dengan keluarga bangsawan yang lain.
Dari semua saudara-saudaranya, putri Iska merupakan anak yang paling di sayangi oleh ibunya, sebab putri Iska memiliki hati paling baik ketimbang ke empat saudaranya.
“Ibu mengapa ayah tidak pernah mengajakku bermain?” tanya putri Iska yang kalah itu masih berusia lima tahun.
“Ayahmu saat ini masih belum ada waktu, tapi pasti suatu saat kamu akan di ajak bermain bersama!” jawab ibu putri Iska dengan senyum ketulusan.
“Baiklah! Aku akan menunggu moments itu ibu he-he-he!” jawab putri Iska dengan senyum lebar.
“Anak yang cantik, begitu dong senyum yang lebar.” ucap ibu putri Iska sambil mengelus rambut anak tersayangnya.
Satu tahun kemudian ibu putri Iska yang merupakan satu-satunya orang paling disayanginya meninggal dunia, kalah itu putri Iska masih berumur enam tahun.
Sang Ayah yang seharusnya menjadi pengganti sosok ibu sebagai tempat bersandar kasi sayang, malah tidak begitu memedulikan putri Iska dan hanya terobsesi oleh kekuatan dan kekuatan.
Terlahir dengan kondisi badan prematur membuat Ayah putri Iska tidak terlalu berharap lebih, dan tidak yakin bahwa putri Iska bisa menjadi Kesatria Sihir hebat.
“Mengapa ayah selalu menjauh ketika bertemu denganku Asuma?” tanya putri Iska kepada pengawal pribadinya.
“Ayah Anda adalah orang yang sangat hebat, mungkin ada suatu alasan sehingga ia melakukan hal seperti itu tuan putri.”
“Apakah ayahku tidak suka denganku?” tanya kembali putri Iska.
“Ayah Anda adalah orang yang hebat dan berkarisma, ia tidak mungkin memiliki sifat sejahat itu!” Jawab Asuma menegaskan putri Iska.
__ADS_1
Karena usia putri Iska yang perlahan mulai dewasa, putri Iska secara tidak sengaja beranggapan bahwa alasan ayah dan para saudaranya tidak terlalu memperhatikannya adalah karena ia lemah.
Sejak saat itu ia mulai berlatih di dampingi Asuma yang siap memandunya, hal itu putri Iska lakukan supaya ayah dan para saudaranya tidak menganggap remeh ddirinya
Namun apa daya, sekeras apa pun putri Iska berlatih dan berjuang, ayahnya sama sekali tidak memedulikannya. Ayah putri Iska malah menyuruh untuk menghentikan latihan tidak berguna seperti itu.
Alih-alih mendapat pujian, putri Iska malah mendapat sebuah kata-kata yang sontak membuat putri Iska meneteskan air matanya.
Asuma yang berada di samping Putri Iska mencoba menenangkan putri Iska yang bersedih, Asuma menegaskan bahwa ayah putri Iska pasti punya alasan tersendiri mengatakan perkataan seperti itu.
Singkat cerita, acara pembukaan ujian kesatria sihir tahunan telah di buka kembali, putri Iska yang telah memasuki umur cukup untuk mengikuti ujian kesatria Sihir memutuskan untuk mengikutinya.
Sang ayah menolak dengan keras perihal keputusan putri Iska yang berencana mengikuti ujian Kesatria sihir tersebut, menurut sang ayah itu merupakan tindakan bodoh.
“Kau adalah anak yang gagal, kau tidak memiliki spirit banyak sama halnya dengan para saudaramu yang lain. Jadi kau tidak perlu bertindak sejauh itu!” ucap ayah putri iska.
Putri Iska tidak memedulikan omongan ayahnya dan lebih memilih pergi secara diam-diam untuk mengikuti ujian Kesatria Sihir.
Putri Iska beranggapan bahwasanya ia lolos ujian Kesatria Sihir maka ayah dan para saudaranya akan mulai menerima kehadirannya, namun itu merupakan tindakan yang sangat amat bodoh.
Ayah putri Iska lalu menyuruh Asuma untuk menyusul dan menjaga putri Iska ketika ujian kesatria sihir berlangsung, degan cepat Asuma langsung pergi menyusul Putri Iska secepatnya.
Di sisi lain Asuma juga mendapat amanah dari mendiang sang permaisuri keluarga Charlotte untuk selalu menjaga putri Iska sepenuh hatinya. Oleh sebab itu Asuma tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti Putri Iska.
***
Cerita kembali lagi ke masa sekarang, bos iblis dengan ekspresi senyum puasnya, masih enggan untuk melepaskan cengkeramannya di leher putri Iska.
“Sepertinya apa yang ayah katakan sebelumnya benar, aku masih belum sanggup untuk mengikuti ujian kesatria sihir ini, saat ini aku hampir mati namun aku sama sekali tidak menyesal mengenai keputusan yang aku buat, setidaknya aku akhirnya tauh bahwa ayah masih menghawatirkan diriku!” batin putri Iska.
“Maafkan aku ayah, maafkan aku Enzo, maafkan aku semuanya. Sepertinya aku akan segerah mati dan bertemu dengan ibu!” lanjut kembali batin putri Iska.
__ADS_1
Di tengah-tengah rasa kehampaan itu terdengar teriakan keras yang berbunyi, “Jangan pernah menyerah!!”
Datang enzo yang langsung menghantam kepala bos iblis dengan tinju Blazing Strom, di iringi teriakan keras penuh semangat yang telah di percayakan semua orang padanya.