THE ONE - SANG MALAPETAKA

THE ONE - SANG MALAPETAKA
GETO


__ADS_3

Cerita saat ini kembali memperlihatkan pertarungan antara Pangeran Wiliam melawan pria pemilik tato ular di wajahnya yaitu Geto.


Wilayah pertarungan mereka tampak terbakar hebat serta terlihat beberapa kilatan-kilatan petir yang menyambar-nyambar di sekitarnya.


Pangeran William menyerang dengan begitu cepat dari berbagai arah mengunakan pedang yang ia ciptakan mengunakan bakat Api legendaris.


Pedang api yang ia ciptakan dari bakat legendaris nya itu berwarna hijau terang menyala-nyala, percikan-percikan api hijau jatuh ke tanah seperti halnya air yang menetes.


Geto mencoba menghindari semua serangan yang menuju kepadanya dengan cukup terampil, meskipun begitu Geto tidak pernah menyangka bahwa lawan yang ia hadapi ternyata penguna bakat tingkat lanjut.


"Kha-ha-ha tidak ku sangka bahwa kau pengguna bakat tingkat lanjut, ini akan sangat menyenangkan. Aku sudah tidak sabar untuk segera mengalahkan mu!" Geto tertawa puas dengan mata seakan tak percaya bahwa saat ini ia bertarung melawan pengguna bakat tingkat lanjut.


"Sadari posisi mu manusia rendahan, Kau bahkan tidak mampu memberikan serangan balik kepadaku tapi kau berharap akan memenangkan pertarungan ini!" Pangeran Wiliam terus menerus memberikan serangan demi serangan tanpa memberikan ruang bagi Geto untuk melakukan serangkaian serangan balik.


Walaupun Geto mampu menangkis semua serangan pangeran William, namun tetesan dan percikan Api legendaris pangeran William perlahan demi perlahan membakar tubuhnya.


Hingga pada akhirnya sebagian tubuh Geto terbakar oleh api hijau pangeran William, meskipun begitu api hijau legendaris pangeran William tampaknya sama sekali tidak memancarkan aura panas sedikitpun.


"Tubuhku terbakar tapi mengapa aku sama sekali tidak merasakan panas, apa-apa an dengan api ini! Apakah akan terjadi sesuatu padaku?" Geto bertanya-tanya dalam batinnya sambil tetap bertarung.


Api hijau yang membakar tubuh Geto perlahan menghilang setelah Geto mengaktifkan kemampuan pelindung miliknya.


"Bakat Petir Status 6, perisai petir!"


Setelah hampir cukup lama menangkis semua serangan pangeran William, tibalah satu momen dimana Geto akhirnya menemukan titik celah yang pas buat melakukan serangkaian serangan balik.


"Inilah waktunya, terima ini dan matilah! Bakat penciptaan petir status 6, Ular listrik!" Geto mengeluarkan ular listrik besar dan langsung menghantam pangeran William dengan sangat keras.


Pangeran William sangatlah terkejut melihat ular listrik yang begitu besar tiba-tiba berada di belakang dan langsung menghantam badan nya.


"Apa! Sejak kapan dia melakukannya?" kejut pangeran William.

__ADS_1


"Kau terlalu fokus pada serangan sampai kau lupa pertahanan mu sendiri," sambung Geto.


Ular listrik perlahan demi perlahan mulai menyengat seluruh badan pangeran William dengan hantaran listrik sangat besar.


Aroma gosong tercium begitu menyengat, pangeran William berteriak kesakitan menahan serangan tersebut. Geto hanya tertawa tipis melihatnya.


"He-he-he, bagimana rasanya terkena hantaran listrik tingkat tinggi seperti itu." Senyum Geto melihat kondisi pangeran William.


"Sudah ku bilang bahwa aku adalah salah satu eksekutif Cross Snake, oleh sebab itu kekuatan ku tidak lah bisa di anggap main-main." lanjut Geto menjelaskan perbedaan kekuatan yang di milikinya.


"Sialan kau, selama ini kau menunggu pertahanan ku melemah ya! Pantas saja kau hanya menghindar dari tadi tanpa melakukan perlawanan. Ternyata kau bukan sekedar tikus got yang bodoh." pangeran Arthur bangkit dengan badan penuh luka bakar.


"Apa kau masih bisa melanjutkan pertarungan ini? Kondisi mu sangat menghawatirkan ha-ha-ha." Geto mencoba menekan mental pangeran William dengan mengatakan seperti itu.


Kaki pangeran William bergetar hebat, tubuhnya kemudian ambruk tak kuasa menahan luka -luka dari serangan barusan.


"Khahhah akhirnya kau ambruk juga, ku kira kau ini kuat! Kalau begitu matilah!" Ular listrik dengan cepat mendekati pangeran William.


Sesaat ular listrik sebentar lagi mendekati Pangeran Wiliam, ular itu tiba-tiba menghilang musnah, hal tersebut di karenakan Geto yang tiba-tiba ambruk ke tanah.


Telinga, hidung dan mata Geto mengeluarkan darah secara tiba-tiba, Geto di buat kebingungan akan hal tersebut, mengapa tubuhnya tiba-tiba menjadi seperti ini.


Darah mengalir lebih banyak lagi keluar dari mulutnya. Geto panik meraba-raba sekitar. "Tidak! Apa yang sebenarnya terjadi dengan diriku."


Geto menggeliat kesakitan memegangi tenggorokan nya, matanya melotot dengan begitu lebar sampai terlihat jaringan otot yang tersusun di bagian kelopak putih mata.


"Itu adalah efek samping dari api hijau yang mengenai badanmu tadi, api hijau itu bukanlah api sembarangan." jawab pangeran William bangkit tanpa luka lecet sedikitpun.


Api hijau menyelimuti tubuhnya pangeran William lalu menyembuhkan nya dengan sangat cepat seperti tidak terjadi apa-apa.


"Apa maksudmu? dan mengapa kau masi bisa bangkit."

__ADS_1


"Kau tidak perlu tahu akan hal itu, setidaknya tubuh mu sekarang mulai membusuk dari dalam, semua organ-organ mu telah mati!"


"Tidak mungkin!"


"Terserah padamu tapi itulah yang sebenarnya terjadi!"


"Ja-jadi seperti ini kekuatan mengerikan dari bakat tingkat lanjut, bahkan ini lebih mengerikan dari dugaan ku." Geto mencoba bangkit meskipun tubuhnya perlahan mulai hancur.


"Jika kau tetap memaksakan untuk bangkit itu hanya akan mempercepat proses pembusukan, jadi aku sarankan untuk tetap diam!" ujar pangeran William sembari bersiap-siap meninggalkan Geto yang sudah tak berdaya.


"Jangan pergi dulu, ini masi belum berakhir! Aku masi mempunyai satu jurus yang akan membuat mu pergi ke neraka!" jawab Geto.


"Aku sama sekali tidak peduli dengan hal itu, aku tidak mempunyai banyak waktu lagi di tempat ini!" balas pangeran William.


Awan hitam gelap perlahan datang memutari areah pertarungan mereka berdua, angin kencang berputar tak terkendali.


Badan Geto di selimuti Aura kutukan seperti halnya iblis, tubuh geto perlahan berubah bentuk dari yang awalnya manusia kini menjadi setengah iblis.


"Khhhaha sudah ku bilang bahwa ini masi belum berakhir, ayo kita lanjutkan pertarungan kita!"


"Kau? Jadi ini wujud aslimu yang sebenarnya, bagaimana bisa kau menjadi seperti itu?" tanya pangeran William.


***


Cerita kemudian berpindah ke wilayah lepas, dimana kita di bawah masuk ke dalam tempat penelitian profesor Hisoka, terlihat Aramaki seorang diri yang duduk santai di temani 3 lilin yang menyalah terang.


Satu lilin tampak berkobar begitu besar dari 2 lainnya, Aramaki tersenyum tipis mengetahui hal tersebut. "Jadi kau sudah menggunakan nya, musuh seperti apa yang membuatmu sampai menggunakan teknik itu! he-he-he!'


***


Kembali je pertarungan Geto melawan pangeran William, Geto menjelaskan bahwa dalam mode ini tidak ada seorangpun yang dapt menggalakkan nya.

__ADS_1


Geto dengan cepat sudah berada di belakang pangeran William tanpa pangeran William sadari, perlahan perut pangeran William mengeluarkan darah.


Pangeran William sangatlah terkejut mengetahui hal tersebut, ia sama sekali tidak dapat melihat kecepatan Geto dalam mode barunya.


__ADS_2