THE ONE - SANG MALAPETAKA

THE ONE - SANG MALAPETAKA
IBLIS BAGIAN


__ADS_3

Saat ini cerita memperlihatkan komandan tinggi Hanura yang sedang mengobrol santai bersama Raiden di taman perserikatan sihir Kerajaan Nusantara.


Raiden menanyakan kepada Komandan Hanura mengenai hasil rapat kemarin yang menurutnya sedikit berlebihan, akan tetapi komandan Hanura menjelaskan bahwa itu sudah sesuai rencana.


“Apakah tidak terlalu berlebihan membiarkan 12 iblis bagian bergerak di luar kendali kita, apa kita perlu menyegelnya terlebih dahulu. Komandan?” tanya Raiden dengan hormat.


“Iblis bagian ya, mengenai hal itu aku sudah pikirkan matang-matang jadi tidak ada yang perlu di cemaskan, Raiden.” Komandan Hanura menjelaskan kepada Raiden, alasan ia melepaskan 12 iblis bagian ialah untuk mencari para peserta yang memiliki bakat-bakat hebat.


“Baik komandan, saya mengerti.”


Cerita kembali lagi ke Enzo, setelah berhasil melawati perangkap ayunan batang pohon, Enzo kemudian dengan cepat melanjutkan kembali perjalanannya menuju gedung pusat.


“Wah sialan aku tidak mengira bahwa ada jebakan seperti itu! Baiklah aku harus lebih berhati hati mulai sekarang!” Enzo berlari dan meloncat dari pohon satu ke pohon lainnya.


Enzo menghajar setiap Iblis-iblis yang menghalangi jalannya dengan begitu mudah, Ia berencana menjadi yang tercepat sampai di gedung pusat supaya bisa promosi ke rangking B, tapi dia tidak tahu jalan menuju ke tempat itu, dari tadi Enzo hanya berputar putar tak tentu arah.


“Kembali ke jalan ini? Apakah aku berputar putar dari tadi? Wah sepertinya aku tersesat.”


Enzo berhenti sejenak di atas pohon memikirkan bagaimana caranya mencari jalan menuju gedung pusat, akan tetapi dari arah belakang kembali muncul iblis yang langsung menyerangnya.


“Kalian ini! Apakah tidak ada habisnya? Rasakan ini, pukulan super cepat!” serangan Enzo membuat sang iblis langsung terhempas.


“Jika terus begini aku tidak yakin bisa jadi yang pertama! Mengapa hutan ini sangat amat membingungkan!!” Enzo berteriak dengan sangat keras.


Ketika sedang berpikir mencari jalan keluar, sekali lagi Enzo di kejutkan dengan kemunculan tiga iblis yang menghadang jalannya, salah satu iblis itu memiliki badan kurus tinggi dengan mata agak besar dan salah satunya membawa kapak.


Ketiga iblis itu mengepung Enzo dari depan belakang kemudian bersiap siap untuk menyerangnya. “Hahaha matilah kau bocah!”


“Makan paginya telah datang.”


“Kau tidak akan bisa selamat dari kami bocah, menyaralah segera!”


“Apa? Menyerah, suasana hatiku saat ini sedang tidak enak kusarankan kalian segera pergi!” Enzo meminta kepada Ketiga iblis itu agar segerah pergi dari hadapannya.


“Pergi? Apa kau tidak lihat situasimu saat ini,” ucap iblis yang membawah kapak.


Bukannya takut, Enzo kemudian menanyakan apakah mereka tahu jalan menuju gedung pusat, ketiga iblis itu menjawab bahwa mereka tahu jalan menuju ke sana.


“Baiklah bisakah kalian mengantarku ke tempat itu?” Enzo meminta tolong kepada tiga iblis itu..


“Apakah kau tidak lihat? Kami akan segara membunuh dan memakanmu bocah sialan. Ha?”


“Jangan main-main dengan kami bocah tengik.”


Tanpa basa-basi ketiga iblis itu dengan cepat menyerang Enzo, Enzo mampu menghindari serangan itu menggunakan tangan kosong, mereka terkejut setelah melihat kemampuan Enzo yang begitu terampil.

__ADS_1


“Bagaimana ini? Dia bisa menghindari serangan kita dengan muda,” kejut iblis yang memiliki mata agak besar.


“Jangan pikirkan, ayo kita serang lagi.”


Mereka bertiga kembali memberikan serangan bertubi tubi kepada Enzo, namun tetap saja Enzo mampu menghindari semua serangan yang mereka bertiga berikan.


“Wah sepertinya kita salah mangsa, bagaimana ini?” ucap iblis yang memegang kapak.


“Woooy apakah serangan kalian sudah selesai? Kalo begitu sekarang giliranku.” Enzo langsung menghajar mereka bertiga tanpa adanya perlawanan sedikit pun, setelah terkena pukulan dari Enzo ketiga iblis itu langsung lari terbirit-birit.


“Ayo lari bocah ini sangat kuat.”


“Kenapa hari-hari kita selalu sial.”


Ketiga iblis itu melarikan diri dengan sangat kencang, mereka yang memulai mereka sendiri yang kabur, tak tinggal diam Enzo kemudian mengejar mereka bertiga.


“Woooooy kalian bertiga berhenti, jangan kabur! Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan,” teriak Enzo mengejar mereka bertiga.


“Berhenti mengejar kami bocah sialan,” jawab salah satu iblis terlihat panik ketakutan.


Setelah cukup lama mereka berempat main kejar kejaran akhirnya Enzo berhasil menangkap mereka bertiga. Enzo menanyakan bagaimana cara menuju ke gedung utama.


“Tadi kalian bilang tahu jalan menuju ke gedung utama bukan, jadi bantu aku menuju ke tempat itu.”


“Aku tidak akan membunuh jika kalian mau membantuku menuju ke sana,” ujar Enzo dengan ekspresi menakut-nakuti di tambah senyum tipis.


“Ekspresi menakut-nakutimu terlihat sangat bodoh,” ucap salah satu dari ketiga iblis itu.


“Siapakah yang kau panggil sangat bodoh? Kalau begitu aku akan benar-benar membunuh kalian bertiga.” teriak Enzo dengan nada kesal.


“Tolong ampuni kami jangan dengarkan dia, dia memang begitu tuan.”


“Kalau begitu cepat antar aku ke sana.”


Setelah terjadi diskusi yang cukup panjang, akhirnya di sepakati bahwa ketiga iblis itu akan membantu Enzo menuju gedung utama dengan syarat Enzo tidak membunuh mereka bertiga.


“Baiklah terima kasih mohon bantuannya.”


Mereka lalu berkenalan satu sama lain, Iblis berbadan kurus dan memiliki mata lumayan besar itu bernama Looper, sedangkan iblis yang berbadan pendek berbaju oranye bernama Noki, dan satunya yang memiliki sayap bernama Walhan.


“Baik Looper, Niki dan Walhan mohon bantuan dan kerja samanya.”


“Baik Enzo.”


Hutan kematian merupakan tempat tinggal banyak iblis, di hutan ini ada aturan di mana iblis yang kuat dialah yang akan berkuasa dan menjadi bos di setiap bagian-bagian daerah tertentu.

__ADS_1


Looper menjelaskan untuk sampai di gedung pusat bukan hal yang mudah, di dalam hutan kematian terdapat 12 iblis terkuat, mereka di sebut dengan sebutan 12 iblis bagian.


Mereka mendiami setiap bagian-bagian dari hutan kematian, semua bagian-bagian itu tersebar ke seluruh penjuru wilayah hutan kematian mulai dari wilayah barat, timur, selatan dan utara.


Pilihan rute di awal masuk yang kita lihat tadi mengarahkan para peserta menuju ke setiap wilayah berbeda. Karna tadi Enzo memilih rute nomor 9 maka ia sekarang berada di wilayah hutan kematian bagian timur.


“Dari wilayah timur untuk sampai ke gedung utama membutuhkan waktu 15 jam apabila tidak ada hambatan sama sekali, semoga kita tidak bertemu dengan salah satu iblis bagian,” ujar Looper sembari menggambar peta Dena di atas tanah.


“Gak usah takut, aku hanya perlu menghajar mereka semua bukan?” ucap Enzo dengan bersemangat.


“Kau jangan meremehkan mereka Enzo.” Jawab Looper dengan tatapan seriusnya.


12 iblis bagian merupakan simbol kekuatan dari hutan kematian itu sendiri, mereka memiliki kekuatan dan pasukan yang mengerikan.


“Oh jadi begitu ya! Baiklah tunggu sebentar,” Enzo berencana melakukan sesuatu.


“Apa yang akan kau lakukan Enzo?” tanya Looper.


Enzo kemudian membuka gerbang dimensi iblis lalu memanggil Kaiju, Kaiju menyapa Enzo seperti biasanya. “Halo bos, ada apa kau memanggilku.”


Kaiju terkejut ketika melihat 3 iblis yang ada di depannya, ketiga iblis itu juga terkejut melihat Kaiju yang tiba-tiba muncul.


“Siapa mereka boos! Apa mereka musuh? Kalau begitu aku akan segera menghajarnya.”


“Jangan Kaiju! Perkenalkan dia adalah Looper, Noki dan Walhan mulai sekarang mereka bertiga adalah teman kita”


“Apa, teman? Apa aku tidak salah dengar bos, mereka itu iblis jangan mudah percaya dengan mereka.” Kejut Kaiju sambil menasihati Enzo supaya tidak mudah percaya.


“Tunggu, jangan salah paham dulu Kaiju,” jawab Enzo.


“Sejak kapan iblis mau berteman dengan manusia, pasti ada niatan tersembunyi kita harus selalu berhati hati bos” ucap Kaiju sambil menatap mata ketiga iblis itu dengan sangat dekat.


“Kau juga iblis dan mengapa kau berteman dengan manusia ini dasar bodoh dan satu lagi singkirkan wajah jelekmu dari depan wajahku.” jawab Noki sembari menatap balik Kaiju yang menatapnya.


“Siapa yang kau panggil bodoh dan jelek dasar iblis sialan! Apa kau mengajakku bertarung,” teriak Kaiju menatap lebih dalam lagi ketiga iblis itu.


“Ok siapa takut kita tunjukkan siapa yang bodoh, kau apa aku.”


“Hentikan pertengkaran tidak berguna kalian.” teriak Enzo.


Terjadi sedikit ketegangan antara Kaiju dengan ketiga iblis qitu namun Enzo dengan cepat melerainya dan menyuruh mereka berempat untuk lebih akur lagi.


“Sudah jangan bertengkar satu sama lain, kita harus bekerja sama. Ayo kita harus cepat berangkat, aku akan menjelaskannya nanti.” Sambung Enzo kepada Kaiju.


Mereka kemudian melanjutkan kembali perjalanannya menuju ke gedung pusat/utama, tidak ada waktu untuk berlama lama lagi Enzo harus sesegera sampai di gedung pusat dan menjadi salah satu dari 10 orang yang pertama sampai.

__ADS_1


__ADS_2