
Antrean makan siang panjang memadati pusat kota, semua peserta baris-berbaris dengan rapi mengantre panjang untuk mendapatkan jatah makan siang.
“Jangan ada yang menyerobot antrean kalian akan dapat semua, itu yang belakang harap meluruskan barisan wooy.” para panitia menyuruh semua peserta tetap sabar mengantre makanan.
Peserta yang sudah mendapat makanan dengan cepat memakannya secara bersamaan, di lihat dari cara makan mereka menandakan bahwa mereka semua sangat menikmati hidangan makan siang itu.
“Ya bagus, cepat habiskan calon kesatria sihir harus rajin makan,” ucap ketua panitia memberikan motivasi.
“Bagi yang belum habis! Ayo cepat habiskan makanan kalian, pendaftaran kesatria sihir sebentar lagi akan segera dibuka! Jika kalian telat kalian tidak akan kebagian formulir pendaftarannya.” Mendengar Pemberitahuan mendadak barusan membuat semua peserta bergegas menyelesaikan makan siang.
“Aku masih mengantre makanan ini woooooy! Jangan asal di mulai saja.” Enzo sangat panik karna pendaftaran kesatria sihir akan segera dibuka, sedangkan di sisi lain ia baru saja mendapat jatah makan siang.
Dengan cepat Enzo kemudian memakan makan siangnya secara terburu-buru, tampak mukanya sangat merah dikarenakan ia sepertinya tersedak.
“Air mana air! Aku tersedak.” teriak Enzo sambil mencari air minum yang ternyata sudah habis.
“Maaf, sepertinya persediaan minum telah habis, tolong tunggu sebentar kami akan segerah mengisi kembali,” jawab salah satu panitia perempuan.
Enzo sangat kesal kepada pihak panitia, mengapa secara mendadak mengumumkan acara pendaftaran sesuka hati mereka tanpa melihat kondisi sekitar.
Semua peserta lalu di arahkan menuju ke tempat pendaftaran, mereka mulai mendaftar satu persatu. Semua peserta mengisi formulir pendaftaran yang telah di bagikan.
Terlihat Enzo mengisi formulir pendaftaran sambil membawa makan siangnya yang masih belum habis, dengan mulut penuh mengunyah makanan.
Di dalam formulir itu berisikan tentang identitas-identitas diri serta alasan mengapa ingin menjadi kesatria sihir, dan juga diminta untuk menuliskan inti jenis bakat yang mereka miliki.
Dalam pengelompokannya inti bakat di bagi menjadi tujuh macam yaitu Angin, Api, Air, Tanah, Petir, hewani dan kegelapan. Ke tujuh inti bakat itulah yang menunjukkan status bakat apa yang di miliki seseorang.
“Kalian semua dengarkan baik-baik! Ini adalah alat pendeteksi bakat, alat ini mampu memberikan informasi mengenai bakat yang kalian miliki,” teriak panitia menyampaikan informasi.
“Bagi kalian yang bingung mengenai inti bakat yang kalian miliki, kalian bisa mengeceknya menggunakan alat ini,” lanjut panitia yang satunya.
“Waaah, jadi itu alat pendeteksi bakat, bentuknya besar sekali.” semua Peserta pada kagum terkesima melihatnya.
“Bukan hanya itu saja, alat ini mampu mengetahui apakah bakat yang kita miliki termasuk bakat tingkat lanjut apa tidak.” Bakat tingkat lanjut adalah bakat yang tidak semua orang bisa memilikinya, salah satu contoh bakat tingkat lanjut yaitu bakat istimewa, bakat suci, bakat ganda dan lain sebagainya.
Ada rumor yang mengatakan bahwa bakat Api adalah bakat paling kuat. Sedangkan di sisi lain ada juga yang mengatakan bakat Airlah yang terkuat, akan tetapi tak sedikit juga yang percaya bahwa bakat hewani adalah bakat paling mengerikan.
Tentunya itu semua hannyalah rumor yang tidak bisa di pastikan kebenarannya, akan tetapi dari ketujuh inti bakat yang sudah di sebutkan. Ada satu bakat langkah yang jarang dimiliki oleh seseorang.
Bakat langkah itu tak lain dan tak bukan adalah bakat kegelapan, entah mengapa bakat kegelapan tak banyak orang yang memilikinya. Dari semua kesatria sihir kerajaan Nusantara, hanya ada dua orang saja yang memiliki bakat kegelapan, salah satunya yaitu 12 pilar.
Panitia kemudian menyuruh salah satu peserta untuk maju ke depan, peserta itu di minta menempelkan kedua tangannya ke alat pendeteksi bakat, alat pendeteksi bakat secara mengejutkan berbicara dengan sendirinya sampai membuat semua peserta yang melihatnya sedikit terkejut.
__ADS_1
“Bakat angin.” ujar alat pendeteksi bakat.
Peserta yang maju itu sangat amat kaget mengetahui jenis bakatnya, lalu berkata, “Wah, jadi selama ini aku pengguna bakat Angin, aku baru tahu.”
Semua peserta lantas kemudian dengan cepat maju satu-persatu menempelkan tangannya di alat pendeteksi bakat, dan benar saja alat pendeteksi bakat itu dengan cepat langsung memberikan informasi secara akurat kepada semua peserta.
“Bakat Air.”
“Bakat Tanah.”
“Bakat Api.”
“Bakat Petir”
“Bakat Api.”
Mereka semua sangat senang dan bangga mengetahui inti bakat-bakat yang mereka miliki, dengan begini mereka dapat memaksimalkan potensi bakat yang dimiliki dan menjadi lebih kuat.
Giliran Enzo maju untuk mengetahui inti bakat yang ia miliki, sejak lama Enzo ingin sekali mengetahui hal seperti itu mengingat bakat yang dimilikinya berbeda dengan orang-orang pada umunya.
Ketika semua orang bisa mengeluarkan inti bakat seperti Api, Air dan sejenisnya, Enzo sama sekali tidak bisa melakukan hal itu. Bakat Enzo hanya bisa memanggil Iblis-iblis dari gerbang dimensi.
“Yoooosh! Ini waktu yang tepat untuk mengetahui inti bakat yang aku miliki, apakah aku pengguna bakat Angin, Petir, Tanah, dan sejenisnya, tapi mudah-mudahan aku pengguna bakat Angi biar aku terlihat keren he-he-he.” Enzo sangat senang karena sebentar lagi ia bisa mengetahui inti bakatnya.
“Ayo, mudah-mudahan bakat Angin, aku sudah tidak sabar mengetahuinya,”
Alat pendeteksi bakat tiba-tiba meledak mengeluarkan asap putih tebal, sontak hal itu membuat Enzo sangat amat terkejut, para panitia dengan cepat langsung mengecek apa yang sebenarnya terjadi.
“Sialan mengapa ketika giliranku alatnya malah rusak, woooooy mengapa bisa alat ini meledak,” teriak Enzo dengan sedikit kesal pada para panitia.
“Maaf sepertinya ada sedikit gangguan,” jawab panitia yang memeriksa alat pendeteksi bakat.
“Rusak? Wah, sepertinya hari ini aku benar-benar sial.”
“Padahal alat ini masih tergolong baru, tapi mengapa bisa mengalami kerusakan, sama sekali tidak sesuai dengan harganya yang sangat mahal (100 juta),” batin sang panitia yang memeriksanya.
Alat pendeteksi bakat versi lebih baru dengan cepat datang kembali, Enzo langsung menempelkan kedua tangannya seperti tadi.
Alat pendeteksi bakat sekali lagi berputar dan bergetar sangat amat kencang, Enzo yang mengetahui hal itu langsung melepaskan pegangannya sebab ia tahu jika di teruskan maka alat itu akan meledak seperti tadi.
Enzo terdiam sejenak membayangkan apa yang sedang terjadi, mengapa alat ini tidak mau bekerja padanya. Panitia yang melihat Enzo diam cukup lama memerintahkannya untuk segerah beranjak meninggalkan tempat itu.
“Hai kau! Kalau sudah cepat beranjak pergi, antrean di belakangmu Masi panjang,” teriak salah satu peserta kepada Enzo yang termenung.
__ADS_1
“I—iya maaf he-he-he, aku lupa jika masih ada antrean panjang di belakangku,” jawab Enzo sambil sedikit tersenyum.
“Bagaimana? Apa jenis bakat mu,” ujar panitia bagian legal sir formulir pendaftaran.
“Bagaimana ini aku tidak tahu jenis bakat ku! Apa yang harus aku lakukan? Kalau begitu aku tulis angin saja sepertinya keren,” batin Enzo dengan kebingungan.
“Oh jadi kau pengguna bakat Angin, baiklah mana formulir pendaftaranmu nak biar aku legal sir terlebih dahulu,” ucap Panitia.
Setelah semua peserta sudah mengisi formulir pendaftaran mereka kemudian di arahkan menuju ke tempat hutan kematian. Hutan kematian adalah tempat di mana ujian kesatria sihir tahap satu akan di selenggarakan.
Untuk menuju hutan kematian akan memakan waktu hingga tujuh jam perjalanan tanpa henti, semua peserta dengan cepat berjalan kaki menuju ke sana. Suasana terik panas di siang hari membuat tak sedikit peserta merasa kepanasan dan kehausan.
Sesampainya di hutan kematian semua peserta di buat terkejut setelah melihat begitu menyeramkannya pemandangan hutan kematian. Hanya melihat saja membuat siapa pun langsung merinding.
Itu merupakan hutan buatan yang sangat amat besar, tempat itu memang diperuntukkan untuk ujian kesatria sihir. Di dalam hutan sudah ada para monster/iblis yang akan menyambut kedatangan peserta dan bahkan tak segan-segan memakan siapa pun yang berani memasukinya.
“Kalian semua silakan istirahat! Ujian tahap satu akan di mulai besok pagi jadi kalian harus bersiap-siap untuk besok dan juga sebentar lagi makan malam akan segera datang,” ucap para panitia pemandu.
Cerita kemudian berpindah ke kastel kerajaan, kita lalu di perlihatkan saat ini sedang terjadi rapat. Rapat itu membahas tentang acara pembukaan kesatria sihir hari ini, apakah berjalan sesuai rencana.
“Bagaimana? Apakah acara pembukaan kesatria sihir berjalan dengan lancar.” Tuan Hokaido menanyakan mengenai kondisi pembukaan kesatria sihir pada ketua panitia.
“Iya tuan Hokaido! Syukurlah untuk saat ini masih belum ada masalah sama sekali,” jawab ketua panitia ujian kesatria sihir.
“Lalu seberapa banyak jumlah keseluruhan peserta yang mengikuti ujian kesatria sihir tahun ini?” tanya kembali tuan Hokaido.
“Mereka semua berjumlah 1200! Bertambah 300 peserta dari 3 tahun yang lalu tuan Hokaido,” jawab sang pemimpin panitia sambil membuka catatan yang berisi mengenai informasi-informasi tentang ujian kesatria sihir tahun ini.
Di ujian kesatria sihir tahun ini jumlah peserta tampak lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya, meskipun menjadi kesatria sihir merupakan impian banyak orang, nyatanya tak sedikit dari mereka yang lebih memilih untuk tidak ikut.
Hal itu dikarenakan rintangan untuk menjadi kesatria sihir sangat amat sulit, kebanyakan para peserta gugur adalah di tahap 1. Seberapa mengerikannya tahap 1 sampai-sampai banyak peserta yang gugur di tahap itu.
“Baiklah terima kasi atas informasinya, aku ingin kau memaksimalkan acara ini semaksimalnya” minta tuan Hokaido.
“Baik tuan Hokaido, saya akan berusaha sekuat tenaga.”
Cerita berpindah kembali ke dalam hutan kematian, di dalam hutan kematian tampak pohon-pohon besar yang menjulang tinggi ke atas. Bukan hanya itu di sana juga ada iblis-iblis dan hewan-hewan buas dengan taringnya yang sangat amat tajam.
Mereka semua sudah tidak sabar ingin memangsa para peserta secepatnya, air liur mereka menetes membanjiri mulut-mulut buas mereka.
“Grhahahahahhaha.”
“Grhahahahahhaha.”
__ADS_1
Suara-suara mengerikan terdengar jelas dari dalam hutan kematian sampai-sampai membuat mental para peserta seketika menciut.