
Amukan dari Iblis macan semakin kian menggila, pangeran Morgan dan putri Elisabet masi di buat kerepotan akan kekuatan dahsyat iblis Macan yang terus menerus menggempur mereka berdua dari berbagi arah.
"Apakah engkau sudah tidak punya cara lagi mengalahkan Iblis Macan itu, Morgan?" tanya putri Elisabet sambil tampak tubuhnya yang sudah kelelahan.
"Kau terus berkata seperti itu padaku, setidaknya kau juga bantu aku berfikir bagaimana cara mengalahkan iblis Macan itu, Elisabet!" Pangeran Morgan membalas kembali ucapan putri Elisabet dengan sedikit kesal.
"Baiklah kalau begitu terserah padamu! Ngomong-ngomong aku dari tadi tidak bertemu dengan Levaron, apa kau tadi bertemu dengannya!" tanya putri Elisabet.
"Levaron ya, kau benar! Aku tidak melihatnya sejak kita mulai memasuki hutan kematian! Lupakan itu, dia datang!" jawab pangeran Morgan sambil menatap sang Iblis yang datang mengarah kepadanya.
Iblis Macan meloncat dari pohon satu ke pohon lainnya dengan sangat amat lincah dan cepat, aura kutukan Iblis macan menekan wilayah sekitar hingga membuat bulu kuduk berdiri.
"Jangan bersantai kalian berdua, apakah kalian meremehkan aku? Matilah!!!" Iblis macan melesat menuju arah mereka berdua dengan kecepatan tinggi.
Cakar-cakar Iblis macan tampak terlihat bertambah lebih besar dan mengkilap dari sebelumnya, sambil melesat dengan cepat dia menunjukkan pergerakan aneh yang tidak dapat di mengerti oleh siapapun.
"Apa yang dia lakukan? Sepertinya akan ada sesuatu yang datang! Bersiaplah Elisabet!" pangeran Morgan menghimbau putri Elisabet untuk waspada akan serangan Iblis macan.
"Aku sudah tau! Kau juga jangan sampai lengah." Mereka berdua menyiapkan kuda-kuda untuk mengantisipasi serangan iblis Macan yang akan segerah datang.
Hempasan cakar angin menyerupai wajah harimau dengan kecepatan tinggi menerpa mereka berdua, hempasan super kuat itu membuat wilayah sekitar pada porak poranda berterbangan tak tentu arah.
Pangeran morgan menancapkan pedangnya ke tanah dengan cukup dalam, hal itu ia lakukan supaya badannya tidak ikut terbang terhempas oleh serangan sang iblis.
Berbeda dengan pangeran Morgan, Putri Elisabet tampaknya tidak bisa menahan hempasan itu sehingga membuatnya hampir saja terlempar terombang-ambing di udara.
"Si—sialan hempasan seperti apa ini, kuat sekali! Lakukan sesuatu dengan bakat angin mu, Elisabet!" pinta pangeran Morgan sambil memegangi kaki Putri Elisabet supaya dia tidak terhempas.
"Aku sudah tau, tunggu sebentar aku masi berusaha menyiapkan! Bakat Angin status 4, penciptaan pusaran tornado Angin pelindung!" Putri Elisabet mengeluarkan semacam tornado angin.
Tornado itu membuat Putri Elisabet dan pangeran Morgan terlindung dari hempasan angin yang iblis macan lancarkan untuk sementara, mereka berdua berada di dalam pusaran tornado.
Angin kencang dan tajam di luar Tornado tampak semakin tak terkendali menghancurkan dan memotong apapun sampai menjadi potongan kecil-kecil.
"Bagus, setidaknya di dalam sini kita aman untuk sementara! Aku tidak menyangka bahwa musuh yang kita lawan saat ini sangat kuat!" ucap pangeran Morgan.
"Dia adalah salah satu dari pemegang jabatan 3 Iblis terkuat hutan kematian, Jika saja spiritku tidak terkuras cukup banyak dari pertarungan sebelumnya pasti iblis itu dengan mudah aku kalahkan!" kesal putri Elisabet.
__ADS_1
"Lupakan itu, kita harus terus mencari cara bagaimana mengalahkan iblis macan sebelum dia berubah ke wujud yang lebih mengerikan!" lontar pangeran Morgan.
"Kau benar!" jawab putri Elisabet.
Mereka berdua tampak memikirkan bagaimana cara mengalahkan iblis macan sebelum sang iblis berubah ke perwujudan terakhirnya.
Perlahan hempasan serangan kencang iblis macan mulai mereda, iblis macan yang tahu bahwa putri Elisabet dan pangeran Morgan berlindung di dalam tornado angin tampaknya tidak terlalu memikirkan hal itu.
"Jadi kalian masi bisa selamat dari serangan barusan, kalau begitu bagaimana dengan yang kedua ini!" Iblis Macan sekali lagi melakukan gerakan seperti tadi namun sedikit berbeda.
Hempasan serangan angin dengan sekala yang jahu lebih besar datang dengan cepat menerpa tornado yang putri Elisabet keluarkan.
Putri Elisabet dan pangeran Morgan yang berada di dalam tornado cukup di buat khawatir, sebab pusaran angin Tornado putri Elisabet tiba-tiba berguncang seakan mau hancur.
"Jangan bilang tornado ciptaan mu ini sebentar lagi akan hancur, Elisabet!" gumam pangeran Morgan.
"Itu tidak mungkin, ini adalah bakat penciptaan terkuat ku! Meskipun masi belum begitu sempurna sebab spirit ku terkuras cukup banyak akibat pertarungan sebelumnya!" balas putri Elisabet.
"Baguslah kalau begitu, aku cukup senang mendengar nya!"
"Blaaaaaaaaar!" Tornado angin putri Elisabet yang katanya merupakan pertahanan terkuatnya hancur tak kuat menahan serangan hempasan cakar angin sang iblis.
"Hahahaha sangat menyenangkan sekali!" Iblis macan tertawa puas melihat mereka pada berterbangan.
Tak mau menyerah sampai di sini, meskipun badannya terombang-ambing di udara pangeran Morgan masi sempat melancarkan serangan tebasan kegelapan.
"Bakat kegelapan status 4, Dark Slash!" Serangan tebasan kegelapan dengan cepat menebas ke arah sang iblis, namun menurut sang iblis itu hanyalah serangan biasa saja.
Iblis macan menghentikan serangan itu mengunakan cakaran satu tangan. "Apa cuman seperti ini kemampuan kalian? Aku terlalu tinggi menilai ekspektasi kalian di awal! Memalukan, matilah!"
Iblis macan menebaskan cakar-cakar tajamnya ke arah putri Elisabet dan yang lain, berbeda dengan yang sebelumnya kini cakar-cakar itu di selimuti api yang membakar.
"Jika kita terkena serangan itu bukan hanya tubuh kita yang terbelah, melainkan juga terbakar! Awas." Khawatir pangeran Morgan sambil tampak keringatnya yang menetes jatuh.
"Sial, serangan itu mengarah kepadaku, apa yang harus lakukan Morgan!" cemas putri Elisabet.
Perlahan serangan cakar api Iblis Macan mulai mendekati putri Elisabet, pangeran morgan lantas kemudian melindungi putri Elisabet mengunakan Barier bayangan kegelapan.
__ADS_1
"Bakat kegelapan status 4, Barier bayangan kegelapan!"
Barier kegelapan itu dengan cepat menyelimuti sekujur tubuh Putri Elisabet, sesat cakar api sang iblis mulai mendekati putri Elisabet barier bayangan langsung memakannya.
"Hebat juga! Tidak ku sangka kau masi mempunyai jurus yang menarik!" putri Elisabet memuji pngeran Morgan.
"Lupakan itu, sepertinya aku terlalu meremehkan musuh ku saat ini! Kalau begitu tidak ada cara lagi aku harus membukanya," ucap pangeran Morgan.
"Apa yang kau bicarakan Morgan?" tanya putri Elisabet.
"Sesutu yng akan membuat iblis busuk itu mati dengan secepatnya!" jawab pangeran Morgan dengan tatapan yang berubah menjadi sosok yang lebih ambisius.
Pangeran Morgan kemudian membuka baju zirah nya, tubuh Pangeran Morgan tampak begitu bagus berotot, putri Elisabet yang melihatnya tentu sedikit terkejut dengan pipih sedikit memerah. Terdapat semacam segel bayangan terukir di dadanya, segel itu berbentuk kobaran kegelapan.
Pangeran Morgan merapalkan sebuah mantra yang membuat ukiran segel di dadanya perlahan terbuka, tubuh pangeran Morgan seketika bergetar hebat seakan tubuh nya menerima spirit dalam jumlah yang banyak.
"Hei Morgan, kenapa kau melepas baju zirah perisai mu? Apa kau ingin mati dengan cepat?" teriak putri Elisabet mengingatkan pangeran Morgan.
"Jangan cerewet dan lihatlah lah ini! Bakat Kegelapan status 4, Dark Slash!!" Serangan tebesan dengan sekalah lebih besar dengan cepat mengarah ke Iblis macan.
"Serangan seperti ini lagi? Apa kau tidak bosan! Ha?" kesal Iblis macan sambil bersiap-siap menangkis serangan pangeran Morgan dengan satu tangan seperti tadi.
Iblis macan terlalu meremehkan serangan pangeran Morgan saat ini, ia tidak tahu bahwa pangeran Morgan telah membuka segel yang selama ini menekan kekuatan nya.
"Coba tangkis serangan ku kali ini jika kau bisa iblis bodoh!" gumam pangeran Morgan sambil tampak senyum tipis.
Iblis macan terkejut tak percaya bahwa tangan bahkan separuh tubuhnya nya terbelah tak kuasa menahan serangan tebasan kegelapan Pangeran Morgan.
"Apa! Tidak mungkin, tubuhku!" Iblis Macan terkejut dengan mata melotot terbelalak meliht tubuhnya nya yang terbelah.
"Mengapa tiba-tiba serangannya menjadi sangat kuat seperti ini?" lanjut iblis Macan .
"Itu karena aku istimewah!" Pangeran Morgan sudah berada di belakang Iblis Macan bersiap-siap mengakhiri riwayat sang iblis.
"Cepat sekli, sejak kapan?" kejut Iblis Macan.
"Entahlah, aku juga tidak tahu! Matilah, Bakat Kegelapan status 4 Dark Baracuda!" Tebasan kegelapan menyerupai Naga kegelapan besar melahap Iblis macan.
__ADS_1
"Tidaaaaaaaaaaaaak!!!" Teriak Iblis Macan.