The Sins Empire

The Sins Empire
Kembali ke Kota


__ADS_3

Burung - burung berkicau saling saut menyaut, dan Sein yang mendengar itu segera membuka matanya, ia melihat ke sekelilingnya dan tidak menemukan Leon.


Sein berjalan ke depan pintu goa, " Leon!!! " teriak Sein


" Leon !!! " teriaknya sekali lagi


Tapi tidak ada suara yang menjawab teriakan tersebut, Sein memutuskan untuk duduk di depan goa sambil menunggu Leon kembali. 20 menit kemudian Leon telah kembali dengan membawa satu Rusa Tanduk Api, dia yang melihat Sein sedang duduk di depan goa segera mempercepat langkahnya.


Leon menaruh tubuh rusa tersebut, " Selamat pagi Tuan " katanya sambil membungkuk hormat


Sein menatapnya tajam, " Dari mana saja kau..?, kenapa tidak membangunkanku!! " tungkas Sein kesal


" Maafkan saya Tuan, saya tadi memburu rusa itu dan tidak enak membangunkan Tuan yang tertidur pulas " jawab Leon sambil menunjuk tubuh Rusa Tanduk Api


Sein hanya menghela nafas mendengar jawaban Leon, dia beranjak memasuki goa dan bertanya pada Sistemnya.


" Sistem, apa tidak ada topeng yang bentuknya seperti topeng anbu..? " tanya Sein


[ Anbu..?, apa itu Tuan..? ] tanya balik Sistem


Sein memutar bola matanya, " Coba kau lihat isi pikiranku, saat masih berada di bumi. Aku sering menonton film yang memakai topeng itu, dan cari orang yang bernama Hatake kakashi atau Uchia Hitachi. Apakah kau bisa..? " jelas Sein panjang lebar lalu bertanya kembali


[ Bisa Tuan, tapi memerlukan 20.000 Poin ] jawab Sistem


Sein menghela nafasnya, kenapa hanya melihat hal sepele tersebut memerlukan poin pikirnya.


" Lakukan saja " perintah Sein


[ Baik Tuan, Tuan harap bersabar ] kata Sistem


.


.


.


Sementara itu Leon melihat Tuannya masuk ke dalam goa, dia merasa telah melakukan kesalahan besar. Leon pun menyusul Sein dan saat sudah berada di dalam, dia melihat Sein sedang berbicara sendiri.


' Apa Tuan sudah gila karena tadi aku meninggalkannya..? ' batin Leon


Leon ingin menghampiri Sein, tetapi dia urungkan niat tersebut karena Tuannya masih berbicara sendiri. Setelah Sein selesai berbicara sendiri, Leon segera menghampirinya.


" Tuan... " kata Leon lirih sambil berjongkok hormat ala ksatria


Sein mendengar panggilan tersebut langsung menoleh, " Ada apa..? " tanyanya


Leon merasa ragu untuk berbicara, dan dia pun memberanikan dirinya. " Maafkan saya tadi tidak membangunkan Tuan, sehingga Tuan menjadi gila dan berbicara sendiri " kata Leon merasa bersalah


Sein yang mendengar itu segera tersedak ludahnya sendiri, " Uhuk... Kau mengataiku gila!!! " ucapnya karena emosi


Leon tersentak kaget karena melihat Tuannya marah karena perkataanya, " Ma... Maafkan saya Tuan, bukan itu maksud saya. Tadi saya melihat Tuan berbicara sendiri " tungkas Leon dengan gemetar


Sein yang mendengar hal itu hanya menepuk jidatnya, dia baru ingat kalau yang bisa mendengar pembicaraan Sistem hanya dirinya.


' Pantas dia menganggapku gila, dia melihatku bicara sendiri ' batin Sein


" Kau tidak perlu memikirkan itu, itu hanya caraku melatih sihirku. Jadi tidak perlu kau pikirkan, dan satu lagi yang harus kau ingat!!. Aku tidak gila, segera buat api dan aku akan menyusulmu setelah ini " kata Sein sambil mencari alasan yang tepat.


Leon berdiri dari posisi jongkoknya, " Baik Tuan, sekali lagi maafkan saya " kata Leon sambil membungkuk


Saat Leon akan berjalan menuju pintu goa, Sein menghentikannya, " Tunggu Leon, setelah kau membuat api, potong daging rusa itu dengan ukuran sedang lalu tusuk dengan ranting. Apa kau mengerti..? " tanya Sein


" Mengerti Tuan, hamba akan laksanakan apa yang Tuan perintahkan " jawab Leon


Leon segera melaksanakan apa yang Sein bilang tadi, dia memotong daging rusa dengan tangan yang dialiri oleh sihir anginnya. Leon tidak bisa menggunakan skill Manipulation seperti Sein, tapi pengendalian mana Leon sangatlah baik, sehingga dia bisa membuat pisau angin dari mananya.


.


.

__ADS_1


.


.


Setelah Leon keluar dari goa, Sein bertanya pada Sistemnya, " Apa kau sudah mengetahuinya..? " tanyanya


[ Maksud Tuan seorang wanita dengan tampilan maid dan telinga kucing yang tidak memakai sehelai benang itu...?] tanya Sistem


Muka Sein langsung merah karena sistem melihat hal yang dia sembunyikan.


[ Apa Tuan sakit..?, kenapa muka Tuan menjadi merah..? ] tanya Sistem


Sein hanya menggelengkan kepalanya, menurutnya normal melihat hal tersebut. Karena saat di bumi dia sudah berumur 25 tahun, tapi naas dia tidak memiliki kekasih.


" Bukan itu, apa kau tidak melihat seorang pria dengan memakai topeng kucing putih..? " tanya Sein mengalihkan topik, agar Sistem tidak bertanya lebih jauh tentang wanita maid tersebut.


[ Saya melihatnya Tuan ] jawab Sistem


" Apakah kau ada topeng yang seperti itu..?, tidak perlu memiliki fungsi Khusus dan hanya sekedar topeng " kata Sein


[ Ada Tuan, harganya 5000 Poin ] jawab Sistem


Sein menganggukan kepalanya, " Baiklah, aku beli satu " katanya


Setelah Sein mengatakan itu, muncul satu topeng sama seperti milik anbu yang ada di anime. Sein menyimpannya di dalam cincin ruang dan pergi menuju mulut goa.


Sebelum sampai di depan mulut goa, Sein bergumam, " Open !! "


[ Menampilkan Status ]


Nama : Sein El Alfaro


Ras : Human


Job : Petualang Gold III


St : 1500


Int : 1000


Dex : 1700


Sta : 1900


Hp : 2000


Mana : Infinite


Skill : Identification, Create, Manipulation, God eye


Element : Ice, Fire, Dark, Water


° Shop


- Skill


- Elements


- Pet


- Potion


- Peralatan


Poin : 1.015.000


{ Anda senang, kamipun senang }


" Sistem beli peralatan untuk membuat senjata, usahakan agar dapat membuat dua senjata yang berada pada tingkat perak tapi sekuat tingkat emas " kata Sein

__ADS_1


[ Anda membutuhkan 800.000 Poin untuk peralatan, dan membutuhkan 150.000 Poin untuk mengupgrade skill Creat agar mendapatkan efek tersebut ] jawab sistem


Sein berhenti sejenak karena mendengar jawaban Sistem, " ughh... langsung jatuh miskin kembali " gumam Sein


" Baiklah, lakukan saja " dengan berat hati Sein mengatakan itu


Sistem memproses apa yang Sein minta, setelah melihat tumpukan bahan yang ada di depannya, dia memasukkan semua ke dalam cincin ruang.


" Sistem berapa lama waktu yang kau butuhkan untuk upgrade ke versi 1.1.2..? " Sein kembali bertanya


[ 5 jam Tuan ] jawab Sistem


Sein melihat hari masih cukup pagi, " Baiklah, kau upgrade ke versi terbaru sekarang " perintah Sein


[ Baik Tuan, tapi Sistem akan off untuk sementara waktu ] jawabnya


Sein hanya mengangguk sebagai jawaban, setelah Sistem memberitahu bahwa dia mulai off, Sein segera menuju luar goa.


Sein melihat daging rusa yang mulai matang, Leon yang menyadari hal tersebut segera memberikan beberapa tusuk untuk Sein.


" Silahkan Tuan " kata Leon


Sein mengangguk dan menerimanya, " Kau ambil yang sedang kau panggang itu, makanlah. Segini sudah cukup buatku " kata Sein


" Terima kasih Tuan " jawab Leon sambil membungkuk


Mereka makan bersama dengan lahap, setelah selesai makan, Sein memanggil Leon.


" Leon, kau pakai ini saat kita mulai kembali ke kota nanti. Aku akan masuk kembali kedalam goa, Siang ini kita kembali " kata Sein sambil menyerahkan topeng anbu kepada Leon


" Baik Tuan " jawab Leon


Sein segera masuk kedalam goa dan mengeluarkan semua bahan yang dia beli termasuk pecahan Bintang Autro, " Create " gumam Sein.


Muncul cahaya putih, dia memasukkan semua bahan tersebut dan mulai mebayangkan apa yang ingin dia buat. Sein membayangakan sebuah tombak dengan ukiran naga dan dua buah pedang pendek dengan bilah hitam.


.


.


.


Lima jam berlalu, dan Sistem kembali aktif. Tetapi proses create Sein belum juga selesai, setelah lewat dari 6 jam proses tersebut baru selesai dan muncul satu tombak dan dua pedang pendek di depannya.


" Hah... Lama juga ternyata " hela Sein


Dia segera menuju luar goa dan menyerahkan dua pedang pendek kepada Leon, setelah itu mereka berjalan ke arah luar hutan mimpi buruk. Saat Sein sampai di tempat dia menaruh kudanya, dia kebingungan karena kuda tersebut hilang dan hanya tertinggal tali pengekangnya saja.


' Siapa yang mencuri kudaku ' pikir Sein


Setelah dia lihat lebih teliti, ternyata di tali kekang tersebut ada bercak darah. Sein hanya bisa menghela nafas panjang, karena kudanya pasti telah dimakan oleh monster atau binatang buas pinggiran hutan mimpi buruk.


Saat Sein ingin berbicara kepada Leon, Sistemnya berbicara kepada Sein


[ Selamat telah mengupgrade Sistem ke versi terbaru ] kata Sistem


Sein mencoba bertanya dalam hati, ' Apa kelebihan Setelah aku mengupgrade..? ' tanyanya


Dan ternyata hal itu berhasil, Sistem pun menjawabnya


[ Tampilan Status disederhanakan, saat Tuan membunuh Monster, Manusia ataupun Ras lain maka akan mendapatkan Poin, misi akan sering muncul, dan ada beberapa misi misterius yang akan terpicu saat keadaan tertentu ] jawab Sistem


Sein sangat gembira karena dia bisa berbicara pada Sistem lewat hati, dan tidak akan di anggap gila lagi.


' Berapa Poin saat aku membunuh Monster, Manusia atau pun Ras lain..?' tanya Sein


[ Untuk tingkatan terendah dari Monster mendapatkan 20 Poin dan akan naik 20 Poin untuk tingkat yang lebih tinggi. Sedangkan untuk Manusia dan Ras lain mendapatkan 10 Poin untuk tingkat terendah dan akan naik 10 Poin untuk tingkat yang lebih tinggi ] jelas Sistem


Sein hanya mengangguk paham, dan dia mengajak Leon untuk berjalan menuju kota karena kudanya telah dimakan monster atau binatang buas. Tidak lupa mereka menggunakan topeng masing - masing, Sein memakai topeng iblis yang berwana merah, sedangkan Leon memaki topeng anbu.

__ADS_1


__ADS_2