The Sins Empire

The Sins Empire
Menjelajah Dimensi Unsu II


__ADS_3

Setelah para hayna dililit oleh rantai sihir Sein, mereka jadi diam tidak bergerak. Sein segera membeli potion dari Sistem dan meminumkannya ke induk dan anak serigala yang terluka.


Kondisi dari induk serigala mulai membaik, dan saat hewan itu membuka mata. Dia menunduk kan kepala ke arah Sein, sang anak serigala juga mengikuti induknya.


Biarpun hewan spiritual tidak memiliki akal untuk berpikir, tetapi mereka masih mengerti arti dari rasa terimakasih dan balas budi.


Sein hanya mengangguk dengan senyum yang merekah di bibirnya, saat induk serigala melirik ke arah belakang Sein. Dia segera berlari dan menerjang ke arah hayna yang telah terikat oleh rantai sihir Sein.


" Jangan!!! " teriak Sein


Bukan tanpa sebab Sein berteriak seperti itu, karena rantai yang dia buat dapat menetralkan semua kemampuan sihir dan ilusi serta akan menangkap obyek asing yang mendekat ke pusat sihir.


Aauuuu.....


Induk serigala melolong karena semua tenaga dan khasiat dari potion yang diberi Sein segera menghilang, dia menoleh ke arah Sein dengan tatapan mata sendu dan berharap.


Sein yang melihat itu merasa bimbang, jika dia melepaskan sihirnya maka sang induk serigala akan terbunuh oleh segerombolan hayna. Dan jika dia tidak melepaskan sihirnya maka sama saja dengan membunuh induk serigala karena mati kelaparan.


" Sial, apa yang harus aku lakukan! " ujar Sein kebingungan dan bimbang


Sekali lagi sang induk serigala menoleh ke arah Sein dan menganggukkan kepalanya, seakan mengisyaratkan agar Sein melepaskan sihirnya dari pada dia mati secara pelahan.


Sein menghela nafas panjang, tetapi saat dia ingin melepaskan sihirnya. Anak serigala mendekat seperti sedang berbicara ke induknya, lalu setelah itu dia mendekat ke arah Sein.


Dia mengeluskan kepalanya di kaki sebelah kiri Sein, " Apa yang kau lakukan kawan...? " tanya Sein biar pun dia tidak yakin bahwa anak serigala itu akan menjawab


Anak serigala berulang kali melakukan hal yang sama, sampai terlintas sesuatu di otak Sein.


" Kau ingin melakukan kontrak denganku...? " tanya Sein menerka - nerka maksud serigala kecil itu


Auuuuuu.....


Serigala kecil itu melolong kencang, Sein akhirnya paham apa maksud dari tindakan serigala kecil. Dia segera membuat sihir kontrak dan meneteskan darahnya di dahi serigala kecil.


Setelah itu Sein menaruh serigala kecil itu di atas kepalanya dan menyuruhnya untuk diam, Sein melepas sihirnya dan membuat segel sihir es.


" Manipulation - Es Neraka" gumam Sein


Seketika es membeku dan bewarna hitam, pelahan es hitam itu terkikis dan mulai hancur.

__ADS_1


Sihir manipulation element es dan kegelapan akan menimbulkan efek pembeku dan korosif, maka setiap obyek yang terkena jangkauan sihir tersebut akan membeku dan hancur secara pelahan.


Serigala kecil mengeluarkan air matanya, karena melihat pengorbanan dari induknya. Sebenarnya Sein tidak ingin melakukan itu, tatapi jika dia melepaskan rantai maka akan sama saja dengan membunuh induk serigala secara tidak langsung.


Sein segera kembali ke bawah pohon tempat dia tidur dengan membawa serigala kecil, Sein sempat merasa bersalah dengan serigala kecil karena tidak bisa menyelamatkan induknya.


" Maafkan aku kawan kecil " ujar Sein sambil mengelus kepala serigala kecil


Serigala kecil itu menjilati tangan Sein, Sein merasa cukup lega karena serigala kecil tidak membencinya.


" Hari ini Poin yang ku dapatkan lumayan juga, ternyata hewan spiritual tidak sesulit yang aku bayangkan " gumam Sein sambil tersenyum senang


Tiba - tiba Sistem menyahut perkataan Sein, [ Maaf Tuan, tadi yang Tuan bunuh adalah hewan spiritual tingkat terendah jadi wajar jika Tuan dengan mudah membunuh mereka ] ujar Sistem


' Jadi maksudmu serigala ini hanya hewan spiritual tingkat rendah...? ' tanya Sein dalam hati


[ Benar Tuan, serigala itu adalah hewan spiritual tingkat rendah tetapi dia bisa berevolusi jika Tuan memberikannya makan kristal hewan ] jelas Sistem


' Apa itu kristal hewan..? ' tanya Sein penasaran


[ Kristal hewan adalah batu kecil yang biasanya terletak di tengah - tengah antara jantung dan paru - paru dari hewan spiritual ] jawab Sistem


Sein yang melihat itu terbawa suasa kantuk dan membaringkan tubuhnya menatap hamparan bintang di langit.


" Hahh.... Baru kali ini aku melihat bintang seindah ini, selama di bumi semua tertutup oleh awan polusi " gumam Sein sambil menghela nafas


Tanpa sadar Sein terlelap karena suasana malam itu begitu hening, bahkan tidak ada suara dari hewan malam seperti jangkrik dan tokek.


.


.


.


Sein terbangun dari tidurnya saat merasakan wajahnya basah dan saat dia membuka mata, ternyata wajahnya dijilati oleh serigala kecil.


" Kau tidak boleh seeperti itu teman kecil " ujar Sein sambil menggendong serigala kecil dan melihat gorgon masih tertidur pulas.


" Apa kau ingin nama...? " tanya Sein

__ADS_1


Serigala kecil mengangguk seakan mengerti apa yang dikatakan oleh Sein, " Baiklah aku akan menamaimu WW " ujar Sein


" Apa kau suka...? " lanjut Sein


Serigala kecil langsung memasang muka sedih, dia merasa bahwa namanya terlalu aneh dan tidak memilik arti sama sekali.


" Itu nama yang keren... Ahh, ayolahhh... " ujar Sein sedikit mengguncang badan mungil serigala kecil


" Apa kau tau kepanjangan dari nama itu...?" tanya Sein


Serigala kecil hanya menggelengkan kepala sambil menjulurkan lidahnya, Sein yang melihat itu menepuk jidatnya dengan tangan kiri.


" Arti dari namamu adalah white wolf atau serigala putih, biar tidak panjang aku menyingkatnya menjadi WW " ujar Sein


Serigala kecil seperti mendapat sebuah pencerahan, " Apa kau suka sekarang..?! " tanya Sein agak jengkel dengan tingkah aneh serigala kecil


WW hanya menjawab dengan anggukan dan menjulurkan lidahnya, " Sekarang aku ada sebuah tugas untukmu WW " ujar Sein


WW duduk dengan tegak layaknya anji*g harder yang dilatih oleh militer atau kepolisian, Sein yang melihat tingkah aneh WW hanya menggelengkan kepala.


" Kau bangunkan Gorgon dengan lolonanmu yang paling kencang dan menyeramkan, apa kau bisa...? " tanya Sein


Auu...


" Jangan sekarang!, sana ke arah Gorgon dan melolonglah yang kencang! " ujar Sein agak kesal dengan tingkah WW


WW segera berjalan dan mendekat ke arah telinga Gorgon, dia mengambil posisi siap dan mendekatkan mulutnya ke telinga Gorgon.


Aaauuuuuuu.....Gggrrrraahhhh.....


Gorgon yang mendengar itu terkejut dan segera melompat kebelakang dengan muka dan raut wajah yang ketakutan.


" Tidakkkk....! Ada monster kucing yang bisa melolong " teriak Gorgon yang masih setengah sadar


Dia berteriak seperti itu karena pandangannya masih buram dan bentuk dari WW seperti monster kucing.


Dulu Gorgon pernah mengalami hal yang memalukan saat masih kecil dan belum meimiliki kekuatan seperti sekarang.


" Kau cepat bersihkan diri, kita lanjut mencari hewan spiritual. Dan satu lagi, itu bukan monster kucing, dia WW serigala putih yang ku tolong " teriak Sein

__ADS_1


Gorgon yang mendengar teriakan Sein merasa malu, dan bergegas mencari tempat yang sepi untuk membuat sebuah sumur buatan lalu membersihkan dirinya


__ADS_2