
Sein terbangun karena udara dingin menusuk tulang, dia segera berjalan menuju aula pelatihan dan berlari sebanyak 70 putaran, selesai berlari Sein kembali ke kediamannya.
Selesai melakukan aktifitas, mandi, makan pagi, hingga bersantai di bangku depan kediamannya. Sein pergi menemui Ayahnya karena ada hal yang ingin dia bicarakan, sesampainya di ruang kerja sang Ayah, Sein mengetuk pintu dan masuk ke dalam.
Hyakkura melirik kearah anaknya, " Ada apa anakku..? " tanyanya
Sein masih berdiri dan menggaruk tengkuknya, " Apakah Ayah tidak mempersilahkan aku untuk duduk..? " tanya Sein heran
Hyakkura menepuk jidatnya pelan, " Maaf nak, ayah banyak pikiran. Duduklah nak hehe " kata Hyakkura terkekeh ringan
" Lantas, apa yang membuatmu ke ruang kerja ayah saat masih pagi begeni..? lanjut Hyakkura
" Ayah, aku ingin berpetualang. Agar memiliki pengalaman dan dapat memajukan Kerajaan ini " jawab sein dengan semangat yang membara
Hyakkura menghentikan aktifitasnya sejenak, dan menghela nafas, " hah... Apakah tidak terlalu dini nak..?, umurmu baru beberapa hari lalu masuk 16 tahun " tanya Hyakkura memastikan
Sein memejamkan matanya, " Aku rasa tidak ayah. Kalau kita hanya menunggu waktu, yang ada Kerajaan dan wilayah kita akan habis di rebut " jawab Sein
Hyakkura sedikit kaget dengan perkataan Sein yang terakhir, " Dari mana kau tau kalau Kerajaan Libra menginginkan wilayah kita..? "
Sein diam sejenak, " Wajar aku tau ayah, aku yang mengintrogasi penghianat itu. Dan aku mengambil kesimpulan bahwa Kerajaan Libra menginginkan wilayah kita " jelas Sein
" Dan aku tidak ingin kita tunduk kepada Kerajaan lain, maupun kepada Ras lain " lanjut Sein
Hyakkura hanya bisa terdiam mendengar ucapan anaknya, suasana di ruangan tersebut hening selama 20 menit, Hyakkura angkat bicara untuk memecah keheningan tersebut.
" Baiklah nak, Ayah ijinkan kau berpetualang dan mencari pengalaman. Tapi..." kata Hyakkura tidak melanjutkan kalimatnya
" Tapi..? " tanya Sein dengan ke dua alisnya terangkat
Hyakkura menutup mata, " Kau tau tradisi Kerajaan kita..?" lanjutnya sembari membuka matanya
Sein hanya menggelengkan kepala pelan,
" Kau akan diangkat menjadi Putra Mahkota saat berumur 18 tahun, jadi kau harus kembali sebelum hari ulang tahunmu ke 18 " jelas Hyakkura
" Dan harusnya, kau berpetualang setelah menjadi Putra Mahkota dan memiliki orang kepercayaan. Mengingat bakatmu, kalau kau berada disini sampai saat itu tiba, mungkin wilayah kita telah direbut " lanjutnya agak lesu
Hyakkura tidak mau anaknya berpetualang saat belum memiliki orang kepercayaannya sendiri, tapi di sisi lain dia juga tidak mau bakat anaknya terbuang sia sia. Pilihan yang berat untuk seorang ayah.
Sein yang mendengar penjelasan Ayahnya agak sebal. Karena pertanyaanya belum terjawab, " Jadi intinya aku boleh pergi atau tidak ayah..." kata Sein sambil memutar dua bola matanya
" Ayah tadi sudah mengijinkanmu, masa baru lewat sebentar kau lupa " Jawab Hyakkura sambil memandang datar Sein
" hehehe " Sein hanya bisa tertawa konyol karena kebodohannya sendiri
Hyakkura mengingatkan Sein lagi, agar dia kembali saat mendekati perayaan ulang tahunnya yang ke 18, dan Sein menyanggupi itu. Sein berdiri dari tempat duduknya dan memberikan hormat, lalu mulai beranjak pergi, sebelum menyentuh gagang pintu Hyakkura memanggilnya
" Nak.." panggil Hyakkura
Sein hanya menoleh dan diam,
" Akan aku perintahkan salah satu Komandan Four Sides untuk menemanimu " lanjut Hyakkura
Sein pun mebalikkan badan, " Tidak perlu Ayah, kalau aku ditemani salah satu Komandan. Bagaimana aku bisa berkembang..?" ucap Sein
Hyakkura merenungkan itu, dan akhirnya dia membatalkan niat untuk memerintahkan salah satu Komandannya.
" Sebelum kau berangkat, temui ayah terlebih dahulu " kata Hyakkura
Sein hanya mengangguk dan segera keluar dari ruangan, dia bergegas menujur kediamannya untuk mempersiapkan keperluan berpetualangnya.
" Coba aku lihat statusku " gumam Sein
" Open!! " perintahnya
[ Menampilkan Status ]
Nama : Sein El Alfaro
Ras : Human
Job :
Tittle : Prince of Sins Kingdom
St : 850
Int : 500
__ADS_1
Dex : 900
Sta : 1000
Hp : 1300
Mana : Infinite
Skill : Identification, Create, Manipulation, God eye
Element : Ice, Fire, Dark, Water
° Shop
- Skill
- Elements
- Pet
- Potion
- Peralatan
Poin : 290.000
{ Anda senang, kamipun senang }
" Sistem apakah aku bisa menciptakan barang seperti cincin ruang..? " tanya Sein memastikan
Sistem diam beberapa saat, [ Cincin ruang itu seperti apa Tuan..? ] tanyanya
Sein pun menjelaskan, bahwa cincin ruang yang dia maksud ada sebuah item berbentuk cincin yang dapat menyimpan segala jenis benda sehingga tidak dapat rusak maupun membusuk, Sein terinspirasi dari beberapa komik yang dia baca sewaktu di bumi.
[ Tuan dapat menggunakan inventory Sistem, dan membutuhkan 500.000 poin untuk membuka 100 slot pertama ] kata sistem setelah mengetahui fungsi dari cincin ruang tidak jauh berbeda dengan inventory
Seinpun hanya bisa menghela nafas kasar, karena Sistem yang ada di dalam dirinya agak bodoh.
" Sistem, kau tau poinku hanya tersisa 290.000..? " tanya Sein geram
[ Tau Tuan ] jawab Sistem dengan suara datarnya yang khas
Sistem hanya terdiam setelah mendengar perkataan Sein, Sein pun bertanya kembali kepada Sistem.
" Jadi bisakah aku menciptakan Cincin Ruang..?. Karena hanya tingkatan Sage yang mampu mempelajari Sihir Ruang " kata Sein
[ Bisa Tuan, tapi anda memerlukan bahan yang harganya di atas 200.000 Poin ] terang Sistem
Mendengar hal tersebut Sein hanya bisa terdiam, akhirnya Sein memutuskan untuk membuka shop dan mencari jubah maupun topeng untuk menyamarkan identitas dan kemampuannya.
Karena hampir setiap petualang tingkat Platinum dan penyihir tingkat Master memiliki Skill Identification, meskipun tidak sedetail milik Sein.
" Open Shop " perintah Sein
[ Shop ]
- Skill
- Elements
- Pet
- Potion
- Peralatan
Poin : 290.000
{ Anda senang, kami pun senang }
Sein melihat - lihat di dalam peralatan, dan ada beberapa kategori di antaranya : Jubah, Topeng, Alat menempa, Bahan tempa, dst.
Setelah menemukan jubah dan topeng yang menurutnya bagus, Sein segera membeli dan hanya menyisakan 5000 Poin.
Sein menghela nafas panjang, " hahh... Semoga saja tidak terlalu buruk " katanya,
" Sistem buka keterangan dari jubah dan topeng yang barusan aku beli " lanjut Sein
[ Jubah Musim Semi ]
__ADS_1
° Dapat menahan serangan penyihir tingkat Pemula - Tinggi, dan menahan serangan petualang tingkat Bronze - Gold
[ Topeng Neraka Perak ]
° Tidak bisa di melihat status pemakai, dari tingkat penyihir Pemula - Master, dan dari tingkat petualang Bronze - Platinum
° Mengeluarkan aura intimidasi ke orang yang memiliki niat buruk. Semakin besar niatan buruk orang tersebut, semakin besar aura intimidasi dari pemakai
{ Aura intimidasi hanya berpengaruh untuk tingkat penyihir Tinggi kebawah, dan petualang Gold kebawah }
" Tidak sia - sia aku membuang 200.000 Poin untuk Topeng Neraka Perak, dan jubahnya juga tidak terlalu buruk meskipun harganya 50.000 Poin " gumam Sein
Selesai menyiapkan semua keperluan, Sein bergegas menuju ruang kerja Ayahnya. Sesampainya disana, Sein diberi cincin yang berbentuk singa.
Sein yang masih kebingungan dengan fungsi cincin tersebut bertanya, " Ini cincin apa ayah..?"
" Itu cincin yang memilik sihir ruang dan waktu, serta hanya ada 6 di seluruh dunia. Itu warisan untuk seorang Putra Mahkota yang akan menjadi Raja di Kerajaan Sins " jelas Hyakkura
" Biarpun kau belum diangkat, tapi kau berhak memilikinnya. Karena kau keturunanku satu - satunya, jagalah itu selama kau berpetualang, di dalamnya sudah ada bekal untukmu di perjalanan " lanjut Hyakkura
Sein tidak menyangka akan mendapatkan cincin ruang dari ayahnya yang seorang Penyihir tingkat Sage sekaligus Raja Kerajaan Sins, Sein berpamitan dengan Ayahnya setelah mendapat cincin tersebut.
Dia memulai petualangan dari kota yang berada di utara Ibu Kota Kerajaan dengan menaiki kuda, tepatnya di Kota Adnam. Sesampainya di gerbang kota Sein di hentikan oleh penjaga, karena sosoknya yang misterius. Memakai jubah dan topeng yang cukup menyeramkan
" Berhenti!!, tunjukkam identitasmu!! " perintah penjaga gerbang
Sein turun dari kudanya, " Maaf tuan, identitas saya hilang saat melawan bandit di perjalanan " jelas Sein setelah membungkuk dan memberi hormat
Penjaga tersebut saling berpandangan, lalu mengajak Sein kedalam pos penjagaan. Disana terdapat sebuah bola kristal untuk menunjukkan apakah orang tersebut penjahat atau bukan, setelah itu Sein meletakkan tangannya.
Bola kristal yang disentuh Sein bercahaya putih bersih, yang diartikan Sein bukan penjahat ataupum buronan Kerjaan meskipun penampilannya misterius. Kalau Sein memiliki kejahatan, maka bola tersebut akan menyala merah, semakin tinggi tingkat kejahatannya maka warnanya semakin pekat.
" Maafkan kami Tuan, kami hanya tidak ingin ada seorang penjahat masuk ke Kota Adnam " kata penjaga tersebut sambil membungkuk
" Ini kartu identitas sementara anda, besok anda dapat dapat membuat yang resmi di Kantor Administrasi Kota " lanjut penjaga tersebut
Sein hanya mengangguk, dan meninggalkan dua keping emas di meja, sontak penjaga tersebut terkejut dan mengejar Sein.
" Tuan koin anda tertinggal!! " teriaknya kencang
Sein berhenti dan berbalik, " Ini untuk kau dan temanmu satunya, pergunakan dengan baik dan jalankan tugas dengan sungguh - sungguh " kata Sein
Penjaga tersebut diam sesaat, " Terima kasih Tuan !!! " teriaknya sambil melihat Sein melambaikan tangan dari atas kuda.
Sein mencari penginapan sederhana, dan dia menemukan penginapan tersebut.
" Penginapan Seribu Mimpi " gumam Sein menoleh kearah papan nama penginapan
Sein melangkah memasuki pintu penginapan, dan di hentikan oleh penjaga penginapan.
" Maaf Tuan, apakah anda mau menginap atau hanya makan..? " tanya penjaga tersebut
" Makan dan juga menginap " jawab Sein singkat
" Tolong rawat dengan baik kuda yang aku bawa " lanjut Sein sambil menyerahkan satu keping emas
Tangan penjaga tersebut gemetar, " Tu... Tuan ini terlalu banyak " katanya
Sein melirik dari balik topengnya, " Kembaliannya kau simpan saja " jawabnya enteng
Lalu penjaga tersebut masuk dan membawa resepsionist penginapan, sang resepsionist mengarahkan Sein ke meja registrasi penginapan.
" Tuan ingin menginap berapa malam..? " tanya lembut resepsionist
" satu minggu " jawab singkat Sein
" untuk kamar bisa dengan makan dua kali dikenakan biaya 30 perak per malam Tuan, kalau untuk..",
Sebelum resepsionist menyelesaikan ucapannya, Sein memotong. " Aku ambil yang itu " kata Sein
" Totalnya 210 koin perak Tuan, dan makanan akan diantar setelah anda berada di kamar " terang resepsionist
Sein langsung menyerahkan tiga keping emas dan menolak kembaliannya, dia mengatakan itu uang tips untuk resepsionist. Sein diantar oleh pelayan sampai di depan pintu kamar, dan Sein berpesan bahwa malam ini dia tidak makan dan ingin istirahat, pelayan tersebut langsung membungkuk dan pergi.
" hahhhh... lelah juga menaiki kuda selama lima jam, untung dengan topeng ini tidak ada bandit dan hewan buas yang berani mendekat " kata Sein sambil melepas topeng dan juga jubahnya
Setelah membersihkan badan, Sein membaringkan tubuh diatas kasur dan tanpa sadar tertidur
__ADS_1