The Sins Empire

The Sins Empire
Peperangan


__ADS_3

Setelah meluasnya hawa kegelapan, seorang Jendral pasukan goblin berteriak.


" Jangan takut, dia hanya memainkan mental kita!!! " teriaknya keras


" Maju dan serang....!!! " teriaknya lagi


" Graaaaa...." raungan dari para pasukan Goblin


Mereka berlari melewati hawa kegelapan yang sedikit mengganggu mental itu, Arnag naik ke atas dan berbicara kepada Sein.


" Tuan, hamba ingin melawan Jendral tadi. Dia yang membuat hamba kehilangan kekuatan " kata Arnag dengan nada sedikit geram


" Baiklah, tapi kau harus bisa membaca situasi " jawab Sein


" Terima kasih Tuan " kata Arnag sambil membungkuk


Sein hanya mengangguk sebagai jawaban, setelah itu Arnag kembali turun dan berada di depan pasukan Fighter.


Saat jarak pasukan Goblin telah semakin dekat, kira - kira 2 km dari benteng. Sein segera berteriak, " Buka..!!! " teriaknya


Semua orang yang berelment tanah membuka tutup yang mereka buat, sontak banyak pasukan musuh yang jatuh ke jebakan yang telah Sein siapkan sebelumnya.


Dari 2000 musuh yang datang, kini hanya tersisa 500-600 musuh. Hal itu terjadi karena serangan kejutan berupa panah ledakan dari jarak yang diluar nalar, dan jebakan yang Sein siapkan sebelumnya.


Saat pasukan goblim telah berjarak 1 km dari gerbang, Sein turun dan memerintahkan gerbang dibuka, dia segera mengeluarkan tombak dari cincin ruangnya.


" Saat aku bilang serang kalian baru boleh menyerang, sedangkan saat aku bilang maju. Kalian mengikutiku dari belakang " ujar Sein


" Baik ketua " jawab mereka serempak


" Healer Mask, nanti saat aku telah keluar. Kau berdiri di atas benteng dan berikan sihir penyembuhan kepada yang terluka " titah Sein


" Baik Tuan " jawab Seira dengan membungkuk hormat


.


.


.


Sein menghela nafas agak panjang, " Maju!! " titahnya


Anggota Guild yang berupa Fighter maju bersama dengan Sein, Arnag, dan Moskova.


Sein berhenti saat telah berjarak 300m dari benteng kota, " Manipulation - Dinding Es " gumamnya sambil menempelkan tangan ke tanah

__ADS_1


Seketika muncul Es berbentuk dinding mengelilingi tembok kota, biarpun tidak setinggi tembok kota, tetapi dinding tersebut memancarkan hawa dingin yang sangat kuat.


Sein segera maju menerjang musuh yang ada di depannya, dia memainkan tombak dengan sangat lihai. Seakan dia sudah sangat lama mempelajari ilmu tombak, gerakan Sein sangat lincah dan mematikan.


Sein menancapkan tombaknya di tanah setelah memutarkan tombaknya untuk memeberi ruang, Sein naik di atas ujung tombak yang tumpul. Dia melakukan segel tangan dan berteriak.


" Jurus Element Es - Darah Es !! " teriak Sein


Seketika Goblin yang berjarak 20 meter dari Sein segera tumbang ke tanah dengan keadaan sekujur badan membiru, hal itu disebabkan karena seluruh darahnya membeku dan otomatis membekukan organ yang merupakan penyalur maupun pemasok darh ke seluruh tubuh.


Sein dapat membunuh 25 goblin dengan jurus tadi, sebenarnya jurus itu bisa menjangkau jarak maksimal 100 meter dari pengguna jurus. Tetapi Sein mengurangi radiusnya karena 35 meter di belakangnya ada bawahan serta anggota Guildnya.


" Serang !!!! " teriak Sein


Para fighter dan moskova segera menerjang ke arah goblin, Sein juga tidak mau ketinggalan. Sedangkan Arnag dia berlari menuju sang Jendral goblin yang memberi komando tadi.


Sein mengambil jarak cukup jauh setelah menumbangkan 5 goblin dengan tombaknya, " Kalian mundur ke belakangku " perintah Sein


Mereka langsung pergi ke belakang Sein, Sein segera melakukan segel tangan.


" Jurus Element Api - Inti Peledak " teriak Sein


Sein mengangkat tangan sejajar bahu dengan jari membentuk seperti tembak, lalu keluar 5 bola api kecil. Sein mengarahkan ke arah kerumunan Goblin yang paling banyak, para Goblin itu tertawa saat melihat serangan Sein.


Booommm....


Boomm....


Pasukan Goblin berkurang banyak, dan hanya menyisakan 200 pasukan, " Dark, White aku serahkan pada kalian..!! " teriak Sein


" Baik Tuan " jawab Leon


" Sesuai keinginan anda My Lord " jawab Moskova


Setelah mendengar itu, Sein mundur dan melompat ke atas tembok Es yang dia buat. Sedangkan Moskova memimpin para Fighter untuk maju, tidak ketinggalan Leon yang melompat dari atas benteng dan ikut menerjang ke arah musuh.


Moskova menggila menerjang para goblin yang ada di hadapannya, dia tidak segera membunuh goblin yang dia lawan. Tetapi dia menyiksanya terlebih dahulu, dia memotong setiap inci tubuh goblin itu.


" Hahaha....Berani sekali makhluk seperti kalian menyerang Junjunganku, nikmati permainanku hahaha " ujar Moskova tertawa lantang seperti seorang psikopat gila


Anggota Guild yang melihat hal itu segera bergidik ngeri dan mencari musuh yang jaraknya agak jauh dari moskova, mereka takut terkena serangan nyasar dari Moskova.


Sedangkan Sein yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia tidak menyangka bahwa Ras Vampire akan sekejam dan sekeji itu.


Disisi lain Leon memainkan dua pedang pendeknya dengan lihai dan lincah, setiap dia bergerak 2 atau 3 musuh akan tumbang tanpa mengetahui hal apa yang membunuh mereka.

__ADS_1


.


.


.


.


Arnag bertarung sengit dengan Jendral Goblin itu, sang Jendral sempat terdesak karena permainan pisau Arnag serta kecepatan dan ketepatannya dalam menempatkan senjata di titik vital lawan.


" Graaa.... Kau manusia rendahan berani memojokkanku yang seorang Jendral Utama!! " katanya sambil berteriak marah


Arnag yang mendengar perkataan itu sontak saja tertawa lantang, " Hahaha... Kau..?, Jendral Utama..? " kata Arnag


" Ya!!, apa kau takut " kata Jendral itu dengan senyuman mengejek


Arnag memutar pisaunya, " Cuih... Posisi yang kau dapat dengan meracuni Jendral yang sesungguhnya, sungguh sebuah kemalangan bagi Ras Goblin memiliki seseorang seperti kau " kata Arnag memprovokasi Jendral itu


" Ka... Kau..?, siapa kau!! " teriak Jendral itu


Arnag menyeringai di balik topengnya, " Mungkin kau akan mengingat ini Az...za..lo.." kata Arnag dengan mengeja nama Jendral tersebut


Tanpa menunggu lama, Arnag segera maju dan menyerang Azzalo dengan sangat intens dan beberapa kali mengenai titik vital dari Azzalo.


" Graaaa..... Siapa kau!!! " geram Azzalo yang terpojok


" Ingat ini baji*gan..!!! " teriak Arnag


" Jurus Pisau - Langkah Kematian " Arnag meneriakkan jurusnya


Pisau yang dia genggam segera berputar dan tali yang mengaitkannya dengan jari Arnag segera melilit Azzalo, lalu pisaunya menyayat sendi dan organ vital Azzalo. Arnag menghilang dari posisinya, dia berada tepat di belakang Azzalo.


" Apa kau mengingat dengan orang yang kau racuni sekarang Azzalo..? " kata Arnag dengan senyuman sinis dari balik topengnya


" Ka... Kau, bagaimana kau bisa selamat dari amukan Singa Langit saat itu " tanya Azzalo gemetar


" Karena Singa Langit yang kau lihat itu adalah bawahan dari Tuanku, kau lihat orang berambut putih yang memakai topeng itu. Ya dia adalah Singa Langit yang saat itu " ujar Arnag menunjuk Leon yang menyelesaikan pembantaiannya


Azzalo tertegun karena ucapan Arnag, " Kau telah salah memilih lawan, aku saat itu tidak setuju menyerang karena merasakan hal janggal. Tapi sayang, kau bertindak bodoh dan perlu kau ingat, Tuanku tidak sama dengan Manusia bisa. Aku hanya berharap Tuanku memberi pengampunan saat menyerang Ras Goblin nanti " lanjut Arnag dengan menggelengkan kepala


Azzalo yang menyadari kesalahannya sungguh menyesal, mau menjelaskan kepada Tuan dari Azzalo juga percuma. Karena nasi sudah menjadi bubur, Arnag menaruh pisaunya di leher Azzalo.


" Aku akan memberi kematian cepat kepadamu sebagai penghormatan, semoga kau dapat merenungi kesalahanmu di alam baka. Karena dengan ambisimu, kau telah membawa bangsamu menuju ambang kehancuran " kata Arnag


Kemudian dia mengiris pisaunya, dan leher Azzalo segera terbuka lebar. Tubuhnya rubuh ke tanah, tersisa 50 Goblin yang menjadi tawanan Guild Mask of Judgement.

__ADS_1


__ADS_2