The Sins Empire

The Sins Empire
Tamu tak diundang


__ADS_3

Setelah Seira pergi Sein segera menyuruh pelayan untuk menyiapkannya air hangat, saat air sudah siap. Sein berendam dengan memejamkan mata, untuk mengurangi penat dan juga rasa lelah setelah perang tadi.


Karena air yang Sein buat berendam suhunya mulai turun, Sein keluar dari bak mandi dan langsung memasuki kamarnya. Dia segera berbaring dan tertidur lelap.


.


.


.


Seira berhasil menyusul Leon dan yang lainnya, dia bertanya pada Leon apakah mereka akan berada di tingkat Bronze atau langsung ke tingkat yang lebih tinggi.


" Mungkin kalian berdua akan memulai dari awal seperti kami, ngomong - ngomong sekarang aku berada pada tingkat Gold IV " kata Leon


Arnag yang mendengarnya segera berteriak, " Apa!!, kau serius..?. Aku saja baru berada pada tingkat Gold III " katanya tidak percaya


Leon hanya menganggukkan kepalanya, saat mereka telah sampai di gedung petualang. Mereka disambut hangat oleh Elena.


" Selamat datang Leon, apa yang bisa ku bantu..? " tanya Elena


" Aku ingin mendaftarkan mereka " jawab Leon sambil menunjuk Moskova dan Seira


" Baiklah, silahkan maju dan berikan kartu identitas kalian " ujar Elena


Leon baru mengingat hal tersebut, " Elana, aku lupa mengantar mereka untuk membuat identitas dahulu " katanya


Elena memandang datar Leon, " Haishh... Kau antarkan mereka, dan setelah selesai baru kembali kesini untuk mendaftar " ujar Elena


Leon mengangguk sebagai jawaban, dia mengajak Moskova, Seira, dan Arnag untuk ke gedung administrasi.


.


.


.


Setelah selesai, mereka ber 4 bergegas kembali ke gedung petualang untuk mendftar sebagai petualang. Karena kontribusi Moskova dan Seira sebelum menjadi petualang, maka Kepala Cabang Kota Adnam memberi mereka kenaikan instan dan memulai dari tingkatan Silver.


Orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Ryu, yang memberi tugas pasa Guild Mask of Judgement atas perintah dari Raja Hyakkura.


Setelah resmi menjadi petualang mereka segera kembali ke markas, sekarang banyak orang yang segan dan enggan menyinggung Guild Mask of Judgement. Karena kekuatan mereka saat menghadapi pasukan goblin, apalagi ada rumor yang beredar bahwa sua yang memakai topeng adalah petinggi dan memiliki tingkatan tidak kalah jauh dengan Guild Pahlawan Adnam.


Bahkan rumor tersebut mengatakan kalau Ketua Guild Mask of Judgement tingkatannya adalah Platinum II, karena dia hanya membantu ala kadarnya dan membunuh beberapa goblin. Ya meski pun rumor yang beredar di masyarakat seperti itu, ada yang beranggapan bahwa itu terlalu dilebih - lebihkan atau dibesar - besarkan untuk mendongkrak popularitas mereka.


.


.


.

__ADS_1


Setelah memasuki Guild, Seira bertanya kepada pelayan, " Apakah Tuan ada di markas..?, atau sedang keluar..? " tanya Seira


" Maaf Healer Mask, Tuan sedang beristirahat di kamarnya " jawab pelayan tersebut


" Hmmm...baiklah, terima kasih " kata Seira berlalu pergi


Seira menghampiri Leon, Arnag, dan Moskova yang sedang berkumpul di ruang rapat. Saat dia tiba di ruang rapat, dia melihat 3 orang yang sedang asyik bercanda dan meminum wine.


" Hahaha, kau benar kak Leon. Aku sangat ingat ekspresi goblin yang terkena sisa ledakan dari seranganku " kata Moskova sambil tertawa terbahak - bahak


" Hei kalian... " panggil Seira setelah tawa Moskova mereda


" Ada apa Seira..? " tanya Leon


" Cepat istirahat, agar besok kita dapat menyiapkan pesta lebih awal..? " ujar Seira kepada 3 orang tadi


" Cih... Kau masih saja seperti Tuan Putri, ingat kita disini sama - sama bawahan dari junjunganku. Jangan mengatur temanmu sendiri!! " kata Moskova dengan nada sedikit kesal


Perlu diketahui, dari awal ditangkap oleh penjual budak. Moskova dan Seira ditempatkan di jeruji besi yang bersebelahan. Wahar saja jika Moskova mengetahui itu, tetapi hal tersebut sudah biasa.


Karena Moskova dan Seira dulu pernah berjanji, bahwa jika mereka dapat keluar maka mereka akan menjadi sahabat.


" Ini perintah Tuan Sein, kalau kau tidak percaya silahkan datangi kamarnya. Dasar Vampire udik " kata Seira berbohong dan segera berlalu meninggalkan 3 pria itu


" Apakah benar bergitu kak..? " tanya Moskova, dia tidak marah dipanggil seperti itu. Karena itu hal yang biasa terjadi saat di jeruji besi


Leon dan Arnag mengangkat bahu hampir bersamaan, mereka pun pergi dan kembali ke kamar masing - masing. Moskova hanya menghela nafas panjang dan ikut kembali juga.


Moskova mengurut kan dari Sein merekrut bawahannya, hal itu agar lebih mudah. Jika menentukan dari kekuatan, maka sudah jelas Leon menjadi yang pertama dan Moskova harus bertarung dengan arnag untuk memperebutkan tempat ke 2.


Jika hal itu terjadi, maka markas mereka akan hancur. Dan tidak menutup kemungkinan bahwa Tuan mereka akan membunuh mereka satu persatu karena telah merusak markas Guildnya.


.


.


.


Ke esokan paginya, para pelayan di markas Sein sangat sibuk karena menata beberapa ruangan yang diperlukan untuk pesta nanti.


Sein bangun dan segera mencuci mukanya, dia segera turun dan menghampiri kamar Leon.


Tok...tok....tok


" Siapa..? " tanya Leon


Sein tidak menjawab, Leon yang mendengar suara ketukan secara terus menerus menjadi geram. Dia segera membuka pintu dan memukul ke arah orang yang mengetuk pintunya.


Sein sudah menduga hal tersebut, dia langsung membekukan kaki Leon dan menghindar dari pukulan Leon.

__ADS_1


Sein tersenyum dari balik topengnya, " Ternyata tempramenmu buruk juga saat baru bangun hahaha " ujar Sein sambil tertawa


Leon yang melihat itu langsung berjongkok hormat dengan satu kakinya di tekuk, " Tu...Tuan, maafkan hamba telah lancang " ucap Leon terbata


" Tidak masalah, aku hanya ingin melihat tempramenmu saat baru bangun " kata Sein tidak menghiraukan perbuatan Leon


" Ini ada 100 keping emas, segera berikan kepada salah satu pelayan. Dan suruh mereka untuk membeli perlengkapan pesta hari ini " lanjut Sein


" Baik Tuan, tapi hamba ingin mencuci muka dahulu " kata Leon sambil menerima koin dari Sein


Sein melambaikan tangan dan segera beranjak pergi ke halaman depan markas, dia melihat beberapa pelayan yang sibuk.


Para pelayan menyapa Sein, dan hanya di jawabnya dengan anggukkan ringan. Sein melihat Seira berjalan ke arahnya.


" Ada apa Healer..? " ujar Sein


Seira menggelengkan kepalanya, " Tuan, apa kita memerlukan penjagaan..? " tanya Seira


" Untuk apa..? " tanya Sein heran sambil mengangkat sebelah alisnya


" Saya hanya khawatir akan ada yang mengacau nanti " ujar Seira


" Kita baru menyelesaikan perang dengan Ras lain, jadi tidak mungkin kalau ada yang mengganggu karena hampir semua orang mengetahui kekuatan kita " jelas Sein pada Seira


Seira yang mendengar itu hanya diam, dan pergi untuk membantu pelayan menyiapkan pesta.


.


.


.


Setelah semua selesai, mereka segera berkumpul di halaman markas dan mengambil posisi berdiri. Lalu Sein maju ke arah podium, dan dia berdehem.


" Selamat atas keberhasilan kita menjalankan misi yang terbilang mustahil ini, banyak pengalaman yang bisa kita dapat dari peperangan kemarin. Terutama untuk yang baru merasakan pertarungan berat sebelah seperti kemarin, maka aku akan,..." pidato Sein dipotong oleh seseorang


Plok ....plokk...plokk


" Jadi ini Guild Mask of Judgement yang kemarin pamer kekuatan ya..., hanya mengandalkan peralatan yang sedikit lebih baik dari kami lalu kau berpikir bisa sombong hahaha " kata orang tersebut sambil tertawa, dia datang bersama 2 orang lainnya


Moskova yang melihat itu akan menyerang mereka, karena telah mengganggu pidato dari junjungannya, tetapi Sein mangangkat tangan dan menginstruksikan untuk berhenti.


" Siapa kau...?, dan apa urusanmu dengan Guildku..? " tanya Sein dengan nada sinis


" Kau ingin tau siapa aku..?, kau telah menghajar 2 anggotaku. Jadi jangan harap kau bisa lepas dari genggamanku!! " ujarnya dengan sedikit emosi


Sein mendengus kesal, " Jadi kau adalah ketua dari 2 orang bodoh kemarin, pantas saja anak buahnya bodoh. Ternyata ketuanya saja lebih bodoh dari anak buahnya " kata sein memprovokasinya


" Apa kau bilang!!, kau tidak tau aku berada di tingkat platinum 2 dan aku adalah salah satu dari 3 orang terkuat disini. Asal kau tau bocah, aku adalah peringkat pertama " katanya sedikit geram

__ADS_1


Sein tertawa lantang, " Hahaha, orang bodoh sepertimu menjadi peringkat pertama di kota ini..?. Konyol!! " ujar Sein dengan nada mengejek, sehingga membuat muka orang tersebut menjadi merah padam.


__ADS_2