
Ke esokan paginya, Sein segera pergi menuju alun - alun kota dan memasang beberapa jebakan sihir di sudut - sudut yang merupakan titik buta saat acara pengorbanan.
Sein juga telah menggunakan sihir awan es, dimana es yang dia ciptakan akan terkumpul di atas awan. Dan saat Sein mengucapkan kata kuncinya, maka akan turun salju yang membuat orang pingsan selama 5 jam.
Sebeneranya cukup simple, tetapi Sein juga tidak ingin ada kejadian yang tidak diharapkan terjadi. Maka dari itu dia menyiapkan rencana cadangannya sendiri, sedangkan Gorgon telah berangkat menuju jalan utama untuk membunuh petinggi hewan iblis.
Walau pun wilayah netral tidak memiliki penguasa berupa kerajaan atau kekaisaran, tetapi setiap pemimpin kota atau desa ada yang bekerja sama dengan Ras lain dan kekaisaran lain.
Contohnya Desa Luff yang bekerjama sama dengan Ras hewan iblis, ada juga daerah yang bekerja sama dengan sebuah kekaisaran dari ras yang masih misterius dan akhir - akhir ini nama mereka sangat terkenal.
Di kekaisaran itu, semua yang meminta pelindungan harus membayar dengan uang. Karena Kaisar dari kekaisaran tersebut berdalih bahwa dia yang memegang kekuasaan dunia.
Nama kekaisaran itu adalah kekaisaran matahari atau lebih dikenal dengan Sunda Empire. Pernah beberapa kali kekaisaran itu menyerang Kerajaan Sins dan hanya pulang dengan kekalahan, banyak orang yang menganggap bahwa mereka hanya pandai berkoar - koar.
.
.
.
Sein melihat wajah para tahanan yang sangat jelek, walau pun pada dasarnya sudah jelek, tetapi sekarang menjadi lebih parah.
Sein belum mendapat info bahwa petinggi itu telah datang, dia masih menunggu laporan dari Gorgon.
Dia merasa khawatir, apakah rencana yang diusulkan oleh Gorgon berjalan dengan lancar atau malah sebaliknya. Saat Sein ingin melakukan aksinya, dia mendapat sebuah sinyal dari benda yang dia berikan kepada Gorgon.
Sein menunda aksinya, karena benda tersebut memancarkan cahaya kuning, yang berarti harus tertunda terlebih dahulu.
" Sistem, siapkan satu penyamaran untuk memudahkanku melarikan diri setelah membuat kekacauan nanti " kata Sein pelan
[ Baik Tuan, tetapi Poin anda akan dikurangi ] jawab Sistem
" Lakukan saja yang kau inginkan, dari pada nyawaku melayang dan berakhir hidup di dunia bawah " ujar Sein yang sudah muak dengan perkataan ' Poin anda akan dikurangi '.
[ Sistem telah menyiapkan yang Tuan minta, anda tinggal mengucapkan ' pakai ' untuk mengaktifkannya ] ujar Sistem
Sein tidak menjawab perkataan Sistem, dia hanya fokus menunggu sinyal hijau dari Gorgon.
Sein pelahan mendekat ke arah salah satu tahanan, dia membisikkan sesuatu ke tahanan itu.
" Aku akan menyelamatkan kalian, dengan syarat kalian tidak ribut untuk saat ini. Ini adalah peta pelarian yang telah aku siapkan, kau pimpin semua orang untuk bisa lolos " kata Sein
" Siapa ka- " belum sempat tahanan itu bertanya Sein segera menghilang di tengah kerumunan warga desa yang ingin menonton ritual pengorbanan.
.
__ADS_1
.
.
Matahari mulai menunjukkan tepat berada di tengah kepala, yang berati telah tepat tengah hari dan pengorbanan siap dilakukan.
" Salam hangat kepada warga desa, aku adalah algojo pengorbanan kali ini " ujar seseorang di atas panggung dengan pakaian serba hitam dan topeng yang hanya memiliki lubang di mata, hidung, dan mulut layaknya seorang perampok jaman modern.
" Ibu lihat!, itu ada penjahat!! " teriak anak kecil yang menonton
Sang ibu segera menegur anaknya, " Husstt... Dia adalah orang terhormat yang ditunjuk sebagai algojo oleh kepala desa, kau jangan sesekali berkata seperti itu nak. Atau kau akan ikut dengan mereka " ujar sang ibu
Anak kecil tadi segera memeluk pinggang ibunya, Sein yang mendengar perkataan anak kecil tadi hampir melepaskan tawanya.
Yang dikatakan anak kecil tadi ada benarnya, karena pakaian yang dipakai algojo memang pakaian seorang perampok di dunia Sein.
Sein bertambah gelisah karena tanda yang dia tunggu tidak kunjung muncul, saat sang algojo akan memenggal kepala seseorang sebagai tumbal, sang Kepala Desa menghentikannya.
" Berhenti!! " Teriak Kepala Desa
" Ada apa Tuan Kepala Desa..? " tanya algojo
" Apa kau lupa, bahwa ada kata - kata sakral yang harus diucapkan saat akan melakukan pengorbanan! " ujar Kepala Desa dengan geram
" Hehehe " sang algojo hanya tertawa dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
Sang algojo menelan ludahnya dengan kasar, " Ma..maafakan atas kelalaianku tadi saudara sekalian " ujar algojo tersebut
" Huu....Hhuuuuu " banyak orang menyorakinya dan melemparnya dengan tomat dan buah - buahan busuk yang entah dari mana mereka mendapatkannya
Kepala Desa mengangkat tangan kanannya dan memberikan titah, " Berhenti!, kau lanjutkan acaranya sekarang! " seru Kepala Desa
Sang algojo menganggukkan kepala, " Atas nama hewan iblis penguasa air, kami masyarakat Desa Luff mempersembahan manusia ini sebagai tumbal dan terimalah pesembahan kami! " ujar algojo
" Puja Kerang Ajaib!! " teriak algojo
" Puja Kerang Ajaib!!! " teriak semua orang bersamaan
Sein yang mendengar itu tertawa lantang, karena hal itu mengingatkannya dengan sebuah kartun yang pernah ia tonton saat masih berada di bumi.
" Hahaha " tawa Sein meledak - ledak sehingga membuat acara sakral itu terganggu
" Lancang!!, berani sekali kau tertawa di acara yang sakral ini!! " teriak Kepala Desa
" Cepat seret dia dan jadikan sebagai tumbal karena telah mengganggu acara sakral ini!! " lanjut Kepala Desa
__ADS_1
" Hoho... Tidak semudah itu ferguso " kata Sein dengan senyuman sinisnya
" Aku bukan ferguso, aku adalah Lei- " belum sempat kepala desa menyelesaikan ucapannya, tiba - tiba suhu di tempat itu turun dengan drastis.
" Sekarang!! " terika Sein
Seketika para tahanan melarikan diri tak tentu arah, dan hanya satu orang yang melakukan sesuai intruksi Sein, Sen yang melihat itu kembali berteriak.
" Kalian para tahanan, segera ikuti dia! " teriak Sein sambil menunjuk orang yang dia berikan peta tadi
Saat para penjaga desa ingin mengejar mereka, Sein mengangkat tangan kanannya dan mengayunkannya turun.
Seketika butiran salju jatuh dari langit, dan membekukan kaki setiap orang kecuali para tahanan dan Sein.
Sein segera berlari pergi dan setelah cukup jauh, dia menggunakan penyamaran yang telah dia beli, " Pakai " ujar Sein
Setelah berhasil menyamar, dia membatalkan sihirnya. Karena Sein takut orang tidak bersalah akan ikut terbunuh, setelah berjalan cukup jauh dari tempat yang dibuat untuk pengorbanan, tiba - tiba ada seorang anak kecil yang menghampirinya.
" Paman.. " kata anak kecil itu sambil menarik baju belakang Sein
Sein berhenti melangkah karena ada yang menarik belakang bajunya, " Ada apa adik kecil..? " tanya Sein
" Dari tadi aku memanggil paman, tetapi paman tidak berhenti. Akhirnya aku mengejar paman " jawab anak kecil itu
" Memangnya ada yang bisa aku bantu..? " tanya Sein
" Aku lapar paman " ujar anak kecil itu dengan muka memelas
" Ah maafkan aku adik kecil, aku tidak mempunyai makanan sama sekali " jawab Sein sedih, karena tidak dapat menolong anak kecil itu
" Paman bohong!, paman kan penjual siomay. Pasti ada makanan, aku akan membayarnya " kata anak kecil itu merengek
Sein yang mendengar itu langsung membatu, apakah penyaramannya yang sekarang adalah seorang penjual siomay.
" Aku tidak membawa apapun adik kecil, dan dari mana kau tau aku penjual siomay..? " tanya Sein penasaran
" Itu " jawab sang anak kecil sambil menunjuk belakang baju Sein
Sein segera membuka bajunya, dan dibelakangnya terdapat tulisan ' Siomay, bisa diantar ke rumah '.
" Ah... Maafkan paman adik kecil, dagangan paman telah hancur saat ada keributan tadi " kata Sein berbohong
Segera anak kecil itu pergi dengan wajah kecewa.
" Sistem sialan! " umpat Sein.
__ADS_1
Sein segera menonaktifkan penyamarannya saat keluar dari desa, dan pergi menuju lokasi Gorgon.