
Keesokan harinya, setelah mempekerjakan para budak yang dibelinya, Sein memerintahkan arnag untuk mengambil jubah yang dia pesan kemarin.
Sein berjalan menyusuri lorong markasnya dan beberapa bertemu dengan budak yang dia pekerjakan, Sein tidak pernah memperlakukan budaknya dengan semena mena.
" White dan Dark Mask " Panggil Sein
Seketika Leon dan Moskova menghentikan kegiatan mereka, " Hamba Tuan....Hamba My Lord " kata mereka bersamaan
" Kalian kumpulkan semua budak yang kamarin sore, termasuk anak - anak yang sedang kau latih Dark. Kumpulkan mereka di ruang pertemuan, akan ku tunggu 5 menit lagi " ujar Sein
" Baik Tuan... Laksanakan My Lord " jawab Leon dan Moskova
Sein berlalu dan berjalan menuju ke ruang pertemuan yang dia pakai untuk memperkenalkan Moskova dan Seira.
.
.
.
Setelah menunggu selama 5 menit di ruang pertemuan, sebanyak 25 orang budak memasuki ruang tersebut. 15 dari mereka adalah wanita muda, dan 10 diantaranya adalah anak - anak yang berusia 9-12 tahun.
Mereka bertanya dalam benak masing - masing, apakah mereka telah melakukan kesalahan kepada Tuan mereka, sehingga semua dikumpulkan menjadi satu.
" Baiklah, karena semua sudah berkumpul " ucap Sein sambil mengeluarkan kertas kontrak budak dari cincin ruangnya
" Aku akan membakar ini, dan kalian sekali lagi bebas memilih untuk kembali kepada keluarga kalian atau berada disini dan bekerja padaku. Jika kalian bekerja padaku, aku tidak akan menganggap kalian budak " ujar Sein
" Tetapi aku akan menganggap kalian sebagai bawahan atau sebagai pelayanku, sama halnya dengan mereka berdua " lanjut sein sambil menunjuk Leon dan Moskova
Salah seorang dari mereka mengangkat tangan, " Ya, apa yang perlu kau tanyakan..?" ucap Sein melihat orang tersebut
" Maafkan kelancangan saya Tuan, kalau kami dianggap sebagai pelayan ataupun bawahan. Lalu bagaimana dengan 10 anak kecil ini..? " tanya orang tadi
" Mereka akan berada di bawah pengawasan langsung Dark Mask dan kelak saat mereka telah berumur 15 tahun, mereka akan ku jadikan anggota Guild ataupun orang penting " jawab Sein
" Silahkan kalian berdiskusi terlebih dahulu, aku akan menunggu di luar selama 5 meit. Dan saat kalian telah memilih keputusan, maka saat itu aku akan membakar kertas budaknya " ujar Sein sembari keluar ruangan diikuti Leon dan Moskova
Setelah 5 menit menunggu, salah satu dari mereka menghampiri Sein, " Tuan kami tetap mengikuti dan bekerja kepada Tuan " ujarnya
" Baiklah, mari kita masuk kembali " jawab Sein sembari masuk ke ruang pertemuan diikuti ke 3 orang tadi.
" Aku telah mendengar keingan kalian, kalian akan ku bayar sebanyak 1 keping emas setiap bulannya. Dan aku berharap kalian bekerja secara tekun disini " ujar Sein
__ADS_1
" Dengan ini aku bebaskan kalian, dan kalian bisa memilih tinggak di markas atau kembali ke rumah kalian masing - masing. Tapi ingat, sebelum matahari 20° di sebelah timur, kalian harus sudah tiba dan menyiapkan makan pagi ataupun membersihkan markas " lanjut Sein sembari mengeluarkan kertas kontrak budak
Sein membakar kertas tadi, dan hal itu disaksikan oleh semua budak yang berada disana. Ada yang menangis haru, ada yang melamun tidak percaya dengan apa yang dilihat mereka, bukan tentang sihirnta tetapi ada seorang dermawan yang rela membeli mereka lalu memberikan kebebasan.
Sejak saat itu, telah tertanam kesetiaan mutlak dari para budak yang dibeli Sein. Meski mereka tidak pernah melihat wajah Sein, tetapi mereka meyakini bahwa Sein tidak se sederhana seperti petualang lainnya.
.
.
.
Setelah selesai mengurus para budak, Sein menugaskan Leon dan Moskova untuk melanjutkan kegiatan mereka. Sein berjalan menghampiri Seira yang mencoba membuat Potion.
" Apakah ada kesulitan yang kau alami..? " tanya Sein
" Ada beberapa Tuan, tetapi hamba tidak mengetahui apa yang salah. Padahal hamba sudah mengikuti urutannya dengan benar " ujar Seira
" Memang kau ingin membuat apa..? " tanya Sein penasaran
" Hamba ingin membuat Potion penyembuhan tingkat rendah " jawab Seira dengan senyuman indahnya
Sein yang mendengar itu hampir muntah darah, Bagaimanapun Seira adalah seorang support yang keahlian penyembuhannya setara dengan Potion tingkat menengah. Dan yang membuat Sein tidak bisa berpikir jernih adalah, untuk apa Seira membuat Potion tingkat rendah disaat kemampuan penyembuhannya setara dengan Potion tingkat menengah.
" Baik Tuan " jawab Seira dengan membungkuk
Sein ingin pergi ke kamarnya untuk memeriksa sistemnya, saat dia akan memasuki kamar. Arnag datang dan membawa jubah yang dia pesan kemarin.
" Tuan jubahnya telah selesai dibuat " kata Arnag sambil menaruh 3 box di hadapan Sein
" Kau ambil 9 dahulu dan bagikan kepada anggota, Serta ambil lah 4 yang ada corak emasnya dan kau bagikan kepada Leon, Moskova dan Seira, serta satunya untuk kau " ujar Sein
" Baik Tuan " jawab Arnag
" Hampir saja aku lupa, yang bercorak merah untukku mana..? " tanya Sein
" Ini Tuan " ucap Arnag sambil menyerahkan box yang berukuran paling kecil
" Kau bisa pergi, dan kumpulkan semua orang saat sore hari nanti kecuali para pelayan. Kumpulkan di lapangan saja " kata Sein
" Baik Tuan " ucap Arnag sambil membukuk hormat dan pergi melaksanakan apa yang Sein tugaskan
.
__ADS_1
.
.
Saat sore hari tiba, Sein tiba lebih dahulu di lapangan. Leon yang melihat Sein telah tiba segera berlari tunggang langgang untuk memberi tahu Arnag.
Arnag yang mendengar pemberitahuan Sein seger memberitahu anggota yang lain, mereka berlari tergesa - gesa ke lapangan.
Arnag, Leon, Moskova, dan Seira maju ke hadapan Sein dengan nafas tidak teratur, Leon mengambil alih untuk berbicara.
" Hah...hah... Maafkan kami telah membuat anda menunggu Tuan " ujar Leon mewakili para Petinggi yang lain dan anggotanya
Sein melambaikan tangannya, " Aku memang sengaja datang lebih awal, kalian tidak perlu meminta maaf hehe " kata Sein sambil terkekeh
" Baiklah, karena semua telah berkumpul. Aku akan mengatakan formasi untuk perang besok " lanjut Sein
Sein mengatakan bahwa tim Archer akan berada di atas benteng kota dan menunggu aba - aba dari Leon untuk memanah musuh, sedangkan yang lain berada di balik pintu gerbang bersama Sein, Arnag, dan Moskova. Sedangkan Seira bertugas untuk mengobati orang yang terkena serangan atau terluka.
" Apakah semua sudah paham..? " tanya Sein
" Sudah Ketua " jawab mereka serempak
" Aku akan membagi ini kepada kalian, manfaatkan dengan baik " ucap Sein, seketika muncul beberapa perlengkapan tingkat perak dan Potion penyembuhan tingkat menengah.
9 anggota yang melihat hal tersebut sangat terkejut, mereka tidak membayangkan bahwa Guild mereka bisa dibilang sangat kaya. Karena setahu mereka, Petinggi Guild Pahlawan Adnam menggunakan perlengkapan perak, sedangkan mereka yang seorang anggota menggunakan perlengkapan perunggu.
Tapi apa yang mereka lihat sekarang..?, Guild Mask of Judgement memberi anggota mereka perlengkapan perak!!. Hal yang mengejutkan bagi setiap orang yang ada disana.
Sebelum melakukan pertemuan sore itu, Sein membuka sistem dan membeli beberapa peralatan tingkat perak serta Poition tingkat menengah. Alhasil semua Poin yang Sein miliki telah habis, tetapi dia tidak menyesalinya karena dia akan mendapatkan jutaan bahkan puluhan juta Poin saat perang esok hari.
" Silahkan kalin pilih yang sesuai dengan profesi kalian, dan setiap orang mendapat 2 Potion tingkat menengah " kata Sein memecah keheningan
Setelah Sein berkata seperti itu, 9 orang anggotanya segera memilih peralatan dan kembali pada tempat semula.
" Terima kasih Ketua " ucap mereka serempak
Sein menganggukkan kepala, " Kalian bisa pulang dan beristirahat untuk hari esok, berkumpul di markas sebelum matahari terbit " ujar Sein
" Baik Ketua " jawan mereka
Sebelum mereka keluar ruangan, Arnag memberi mereka jubah untuk mereka pakai besok.
" Untuk peralatan kalian ber 4, akan ku beri setelah perang ini usai " kata Sein
__ADS_1
" Baik Tuan.." jawab Leon mewakili 3 bawahan lainnya.