The Sins Empire

The Sins Empire
Hutan Losdeus


__ADS_3

Sein berjalan santai menuju arah tenggara, dia tidak menggunakan kuda karena akan membuatnya sedikit terhambat. Memang menunggang kuda lebih cepat, tapi dia juga harus mengistirahatkan kuda yang dia bawa.


Jadi Sein memutuskan untuk berjalan atau pun berlari, Sein tiba di sebuah hutan.Hutan itu sangat mencekam, sangat jarang sinar matahari yang masuk kesana dan di setiap pepohonan ditumbuhi oleh lumut.


" Hmmm... Hutan Losdeus, apa ini yang sering dijadikan tempat mengakhiri hidup para Ras yang putus asa akan kehidupannya " gumam Sein.


Sein berjalan semakin dalam menuju tengah hutan, dia beberapa kali mendengar suara raungan dan bau amis darah yang sangat pekat.


" Seperti di film horor saja tempat ini, semakin masuk semakin gelap " ujar Sein pelan sambil melihat sekeliling


Tidak lama setelah itu muncul 20 hewan mistyc tingkat Elite, dengan sigap Sein membunuhnya menggunakan Tombak Es.


Tidak terasa Sein sudah berjalan di dalam


Hutan Losdeus selama 3 jam, dia menyadari ada keanehan di hutan tersebut.


" Aku berjalan kurang lebih sudah 3 jam, tetapi kenapa hanya berputar disini saja " gumam Sein


" Ada sesuatu yang ganjal dengan hutan ini " lanjutnya


Sein memtuskan untuk beristirahat sejenak sambil membuat api unggun, dia memikirkan cara untuk keluar dari hutan tersebut. Karena menurut Sein, semakin malam maka hutan itu akan semakin berbahya.


Sein berpikir keras memecahkan misteri di hutan itu, dia sudah mencoba beberapa cara untuk membatalkan ilusi atau pun kembali mengelilingi Hutan Losdeus. Tetapi semua yang dia lakukan sia - sia dan tidak membuahkan hasil sama sekali.


Sein menghela nafas panjang, " Hahhh.... Aku lebih baik bermalam disini untuk sementara waktu, dan besok aku akan melanjutkan perjalanan " ujar sein


Sein bergegas mencari kayu untuk digunakan sebagai api unggun, dia juga mengeluarkan perbelakan dari cincin ruangnya.


Biarpun hari masih sore, tetapi suasana dan hawa di Hutan Losdeus sungguh menyeramkan. Ini adalah pengalaman pertama Sein di dua kehidupannya, dia baru pertama kali memasuki tempat seperti Hutan Losdeus.


Bukan berati Sein tidak takut dengan hantu, tetapi dia takut jika ada monster kuat atau Ras dengan level yang lebih tinggi datang menyergapnya.


Dia lebih memilih bertemu dengan hantu dari pada mati dimakan oleh monster atau hewan mistyc.

__ADS_1


.


.


.


Malam hari di dalam Hutan Losdeus terasa sangat berbeda dengan yang Sein bayangkan, saat malam hari telah tiba, cahaya dari bulan dapat menembus masuk. Tidak seperti saat siang hari, cahaya matahari sangat sedikit yang masuk kedalam hutan.


" Hmm.... Sungguh hal yang sangat ganjil, apa yang menyebabkan semua ini " gumam Sein sambil memikirkan kejadia yang dia alami tadi siang hingga malam ini.


Sein memutuskan untuk memakai skill God Eye, dia tadi siang mencoba menggunakan skill tersebut. Tetapi tidak membuahkan hasil, dan yang ada dia malah menabrak sebuah pohon besar karena terlalu fokus pada Skillnya.


Setelah Sein mengaktifkan skillnya, dia menemukan sebuah titik hitam yang sangat pekat berada di utara tempat dia beristirahat sekarang.


Sein mengambil tombaknya, dia bergegas menuju titik tersebut. Siapa tau itu adalah penyebab dia berputar selama mencari jalan keluar, atau bisa jadi itu adalah yang menyebabkan hutan ini menjadi mencekam seperti sekarang.


Sein berlari kencang, saat jarak yang dia tuju semakin dekat. Sein melihat sebuah kurungan hitam besar, dan ada semacam gapura dengan tulisan emas aksara - aksara kuno yang memancar saat terkena cahaya bulan.


Sesampainya di depan gapura itu, Sein mencoba menyentuhnya. Tidak terjadi efek apapun, diapun melengang masuk dan menemukan seekor hewan yang terkurung di dalam kurungan besar itu.


" Maaf mengganggu tidurmu, apakah kau seekor hewan tingkat Legenda..? " tanya Sein memastikan


Sein tidak takut dengan hewan itu, karena dia berada di dalam sebuah kurungan dan sangat tidak mungkin baginya untuk dapat lolos dan menyerang Sein, itulah yang dipikirkan oleh Sein.


" Grrr.... " hewan itu hanya menggeram


" Aku hanya ingin bertanya tentang jalan keluar hutan ini, dan tidak ada niatan mengganggu istirahatmu. Sekali lagi aku minta maaf " ujar Sein, karena tidak mungkin dia menceritakan tentang Skillnya.


Hewan itu hanya diam dan tidak menjawab ucapan Sein, keadaan disana menjadi hening cukup lama. Sein pun memutuskan untuk memainkan beberapa element yang dia miliki, Saat hewan itu melihat Sein memainkan beberapa Element, dia teringat pesan orang yang mengurungnya.


' Bukankah manusia tua itu mengatakan bahwa akan ada seorang pengendali element Es dan Api yang suatu saat datang dan membebaskanku, lalu tugasku adalah mengabdikan diri kepada orang tersebut ' pikir hewan itu


" Hei bocah, kau bisa mengendalikan sihir es dan api..? " tanya hewan itu

__ADS_1


Sein mengangguk sebagai jawaban.


' Mungkin aku bisa membodohinya lalu keluar dari sini ' pikir hewan itu


" Apa kau bisa membebaskanku..?, akan ku tunjukkan jalan keluar hutan terkutuk ini. Aku bosan menunggu seseorang yang bisa mengendalikan 2 element yang berlawanan " ujar hewan itu


" Tidak mau, kau pasti menipuku. Aku akan membebaskanmu dengan satu syarat " jawab Sein dengan menatap mata merah besar hewan itu


" Apa syaratmu..? " tanya hewan itu mencoba bernegosiasi dengan Sein


" Mudah saja, kau harus menjadi bawahanku dengan melakukan kontrak darah. Aku memperkirakan kau adalah hewan mistyc tingkat Legenda, apakah benar..? " ujar Sein


Hewan itu geram saat mendengar ucapan Sein, dia lebih baik terkurung dari pada melakukan kontrak darah dengan anak manusia di hadapannya.


" Grrrrrr.... Jangan main - main bocah!!!, kau tidaj tau siapa aku...? " ucapnya sambil menggeram marah


" Aku tau, kau adalah hewan dengan penuh tipu daya. Aku tidak akan tertipu olehmu " kata Sein sambil tersenyum sinis


Hewan itu semakin geram dengan perkataan Sein, dia segera meraung kencang dengan kekuatan penuh hingga membuat Sein terpental mundur.


Sein menabrak gapura yang dia lewati sebelum masuk ke area tersebut, Sein memuntahkan seteguk darah segar.


" Uhuk... Kau sangat kuat, tetapi kau malah dikurung disana. Aku tidak akan membebaskanmu!!! " ujar Sein sedikit emosi sambil mengusap darah yang mengalir di sudut bibirnya.


" Kau kira tanpa bantuanku, kau bisa keluar dari hutan terkutuk ini hahaha " kata hewan itu diiringi tawanya yang sangat lantang


Sein terdiam saat mendengar perkataan hewan itu, dia berpikir keras tentang langkah yang harus dia ambil.


" Jika kau tidak mau menjadi bawahanku, aku akan meninggalkanmu atau bahkan membunuhmu!! " ancam Sein, karena pikirannya sedang kacau


Hewan itu tertawa lantang saat mendengar perkataan Sein, " Hahaha... Kau ingin membunuhku..?, bahkan hanya dengan suara raunganku saja kau sudah terluka " ejek hewan itu


" Kau tidak tau siapa aku sebenarnya bocah!! " lanjut hewan itu

__ADS_1


Sein semakin bimbang setelah mendengar ucapan dari hewan tingkat Legenda itu, akhirnta Sein memutuskan untuk keluar dari sana dan setelah melewati gapura dengan ukiran aksara kuno berwarna emas, hal yang tidak dia inginkan pun terjadi.


__ADS_2