The Sins Empire

The Sins Empire
Introgasi dan hukuman


__ADS_3

Pria yang dibawa prajurit ke ruang introgasi tersebut masih mengerang kesakitan, semakin lama rasa sakit yang dia rasa semakin parah.


Sampai dari ujung lorong terdengar suara orang bertepuk tangan dengan suara langkah kakinya yang berat.


Plok...plok...plok


" Arrrgghhhhh.....si..siapa kau argghh " erang pria tersebut kesakitan melihat seseorang tertutup jubah hitam.


Orang tersebut semakin mendekat, hingga sampai di hadapan pria yang kesakitan itu. Langsung saja dia menendang kepala pria yang sedang kesakitan hingga pingsan.


---- Flash back ----


Sein berjalan ke ruang kerja Ayahnya, sesampainya disana dia mengatakan agar dia yang mengintrogasi Bangsawan tersebut. Raja Hyakkura hanya bisa pasrah saat Anaknya menginginkan itu.


Sein kembali ke dalam kamarnya dan mengambil jubah hitam serta membeli topeng iblis di Sistemnya, harga topeng tersebut hanya 10.000 karena tidak memiliki fungsi khusus.



Sein bertanya kepada Sistem, apakah efek dari Potion tersebut dapat hilang. Sistem menjelaskan bahwa efeknya akan hilang saat orang tersebut pingsan.


---- Flash back off -----


Sein membangunkan pria itu dengan memukul wajahnya, lantas pria tersebut langsung bangun. Karena dia diborgol dengan borgol khusus, dia tidak bisa mengeluarkan sihir maupun kemampuan lainnya.


Setelah bangun pria tersebut terkejut, karena dihadapannya ada sosok yang menggunakan topeng mengerikan. Sein membuka topeng dan tudung jubahnya, pria itu malah gemetaran hebat karena takut.


" Yoo.. Paman, bisakah kau memberi penjelasan " kata Sein santai sambil menunjukkan seringai menyeramkannya


Pria itu terbata bata menjawab Sein. " Pa..Pangeran mohon ampuni hamba " katanya sambil gemetar


" Hmmm... Julius Von Rodrigues, seorang Duke yang memimpin Kota Violet " kata Sein dengan tatapan mengintimidasi


Julius terkejut, karena selama yang dia tau. Pangeran Kerajaan Sins adalah orang yang bodoh dan Pendiam, dia tidak pernah menyangka bahwa orang dihadapannya dapat berperangai seperti itu.


" Paman Julius, kejahatanmu sangat besar. Karena mencoba membunuhku yang merupakan calon Putra Mahkota " kata Sein sinis


" A.. Ampuni hamba Pangeran " Julius gemetaran setelah mendengar perkataan Sein


Sein menggores pipi Julius dengan kristal es yang dia ciptakan, luka yang timbul langsung membeku.


Sein memegang pundak Julius. " Aku ingin penjelasan darimu peng...hi..anat " ucap Sein.


Julius mengatakan, bahwa dia akan dijadikan penasehat Raja oleh Raja Kerajaan Libra. Julius tergiur dengan hal itu, dan dia diperintahkan membunuh Putra Mahkota Kerajaan Sins.

__ADS_1


Sein yang mendengar itu menjadi tidak senang, karena hanya untuk sebuah jabatan. Julius rela menghianati Kerajaannya, Sein memukul perut Julius hingga dia terkapar.


Julius yang masih setengah sadar memohon ampun. " A... Ampuni hamba Pangeran uhuk...uhuk.. " ucap Julius sambil memuntahkan seteguk darah


Sein hanya melirik kearah Julius. " Cih... Setelah mencoba membunuhku, kau masih berharap ampunan!! " kata Sein sinis dan setengah membentak.


Sein beranjak dari ruang introgasi dan segera menghampiri Ayahnya. Setelah bertemu sang Ayah, Sein bercerita hasil yang diperoleh dari mengintrogasi Julius.


Raja Hyakkura sangat geram akan tindakan tersebut, dan memerintahkan prajurit untuk menyeret semua anggota Keluarga Rodrigues.


Setelah semua anggota Keluarga Rodrigues tiba di ruang pengadilan, Raja Hyakkura memasuki ruangan.


" Hormat kepada Yang Mulia Raja " seru serempak semua orang dengan berlutut


Pihak Keluarga Rodrigues masih bingung, dan bertanya - tanya kenapa mereka semua dipanggil kesana. Tidak lama setelah itu Sein memasuki ruangan, dan semua yang hadir memberi hormat


Setelah Hyakkura melakukan pembukaan panjang lebar dan menjelaskan kenapa Keluarga Rodrigues diapanggil, mereka tidak percaya dengan omongan tersebut. Biar bagaimanapun mereka adalah Keluarga Bangsawan yang telah mempunyai banyak Kontribusi bagi Kerajaan.


Prajurit masuk dan membawa kurungan besi yang tertutup kain hitam. Setelah dibuka, alangkah terkejutnya Keluarga Rodrigues karena sang Kepala Keluarga yang berada di dalamnya.


" Ayahh.... Suamiku... " teriak Anak dan Istri Julius bersamaan.


" Apa benar yang kau bicarakan dengan Putraku di ruang introgasi Julius!? " tanya Hyakkura dengan nada agak tinggi


Raja Hyakkura yang sudah gerampun angkat bicara. " Dengan ini, aku Hyakkura Raja Kerajaan Sins memberi hukuman mati kepada seluruh anggota Keluarga Rodrigues" titahnya.


Julius yang mendengar itu langsung bersujud dan memohon ampun serta keringanan.


" Ampuni keluarga hamba Yang Mulia, hukum saja hamba.." kata Julius lirih


" Semua yang Pangeran sampaikan kepada Yang Mulia adalah benar " lanjutnya masih dengan suara lirih


Sein melirik Julius dan dia membisikkan sesuatu kepada Ayahnya, Raja Hyakkura mengangguk menanggapi hal tersebut.


Raja Hyakkura menghela nafas panjang. " Baiklah, karena permintaan Anakku. Aku beri keringan hukuman pada kau dan keluargamu " tegasnya


Raja Hyakkura memberi hukuman berupa pencabutan gelar Duke, dan menjadikan Keluarga Rodrigues rakyat biasa. Serta semua harta dirampas dan diambil oleh Kerjaan, kemudian Keluarga Rodrigues diasingkan ke wilayah treamor.


Setelah Raja memberikan titah terakhirnya itu, semua orang terkejut tak terkecuali Keluarga Rodrigues. Karena wilayah Treamor adalah tanah tandus yang hampir 80% tidak ada tanaman, dan banyak binatang mistik maupun monster tingkat tinggi.


.


.

__ADS_1


.


Selesai memberi hukuman, Raja dan Sein kembali melakukan aktivitas masing masing. Sein langsung menuju ke aula pelatihan, ternyata disana sepi dan tidak ada seorangpun.


Tiba - tiba Sein mendapatkan misi dari Sistemnya.


[ misi : membuat tombak Es ]


{ Tingkat : C


Waktu : Tiga jam


Hadiah : Tittle The Ice Spearman dan poin 200.000


Hukuman : Element Es Host akan hilang }


Sein kaget melihat misi tersebut, bagaimanapun Element Es adalah hal yang langka. Akhirnya dia berusaha membuat tombak dari Es, tiga jam adalah waktu yang sebentar bagi Sein.


Setelah dua jam Sein masih belum bisa membuat Tombak Esnya, waktu semakin menipis. Dan haru sudah mulai menjelang malam, Sein frustasi karena gagal terus dalam membuat Tombak Es.


" Siall... Siall!!! " terikanya keras sambil menarik rambutnya


Waktu menjalankan misi tinggal lima menit, Sein mulai memfokuskan semua mananya ke Element Es. Hingga akhirnya terbentuk sebuah Tombak Es sepanjang satu meter, Sein merasa senang karena misi yang di terimanya sukses.


Pelahan pandangannya mulai gelap, dan Sein pingsan di aula pelatihan. Rafa yang menyiapkan makan malam merasa gelisah, Karena Sein tidak kunjung muncul.


Rafa pergi mencari Sein di sekitar kediamannya dan hasilnya nihil, akhirnya dia memutuskan untuk ke aula pelatihan. Sesampainya disana, Rafa terkejut melihat Sein yang tidak sadarkan diri.


Rafa segera berlari menuju tempat Raja, dan melaporkan yang terjadi. Raja Hyakkura tidak kalah cemasnya dengan Rafa, dia memerintahkan Rafa untuk memanggil tabib.


Setelah tabib datang dan memeriksa keadaan Sein, tabib hanya berkata bahwa Sein kelelahan dan perlu istirahat. Raja Hyakkura dan Rafa bisa bernafas lega, Raja Hyakkura memerintahkan prajurit untuk membawa Sein ke dalam kamarnya.


" hahh... Dasar anak itu, selalu saja berlebihan akhir akhir ini " hela nafas Raja Hyakkura sambil menggelengkan kepala.


.


.


.


.


Raja mengadakan pertemuan dengan Four Sides sekembalinya dari aula pelatihan, Raja memerintahkan setiap Komandan Four Sides untuk melatih prajurit masing masing. Raja Hyakkura khawatir jika perang antar sesama Ras Manusia meledak

__ADS_1


__ADS_2