
Setelah Gorgon menemukan goa, dia lekas masuk kedalamnya. Sein meminta Gorgon untuk menjaga pintu goa sementara dia memulihkam kondisinya.
" Sistem, pulihkan seluruh kondisiku sekarang juga " gumam Sein
Sistem segera memotong Poin Sein dan memulihkan kodisinya.
Sein seketika pulih, saat Sein akan beranjak menuju pintu masuk goa, Gorgon berlari menuju arahnya dengan raut wajah cemas.
" Kenapa kau berlari seperti dikejar hantu...? " tanya Sein
" Di luar ada satu batalion pasukan heean iblis, kita harus segera kabur dan mencari jalan keluar lain dari goa ini " ujar Gorgon
Sein segera mengikuti Gorgon, ternyata para pasukan dari Komandan Hiu hanya berjarak 500 meter dari posisi Sein.
Mereka menembaki Sein dengan serangan sihir yang lumayan kuat, hingga terjadi ledakan di setiap dinding dan langit - langit goa.
Boomm...
Boommm....
Duarrrr...
Suara ledakan terus bergema hingga salah satu serangan dari kelompok mengenai tanah tepat di belakang Sein, Sein segera terlempar ke depan dan menabrak Gorgon.
" Ughhh... Sial! " kata Sein sambil memegang dadanya yang sesak karena menghantam kepala Gorgon
" Hahaha... Kalian tidak akan bisa lepas lagi dari genggamanku " ujar Komandan Hiu
" Tim 1, Tim 3 kerahkan sihir terkuat kalian dan Tim 2 tutup jalan keluar mereka " perintah Komandan Hiu
" Siap Komandan!! " jawab anak buah serempak
Saat mereka merapal mantra, Sein meluhat setitik cahaya dari jurang di sebelah kanannya.
" Kita lompat kesana, kau berubah wujud menjadi elang seperti yang tadi " ujar Sein
Gorgon segera merubah wujudnya dan Sein menaiki punggung Gorgon, Sein membuat perisai dari sihir esnya.
Sein mencoba menyulut emosi Komandan Hiu, " Ikan hiu makan tupai " teriak Sein kencang
Komandan Hiu yang mendengar itu merasa aneh, " Mana ada ikan hiu yang memakan tupai, sedangkan tempat hidup mereka saja sudah beda " gumam Komandan Hiu
" ******!!!! " teriak Sein lagi
Komandan Hiu yang mendengar itu merasa aneh, dia memikirkan kalimat Sein sampai akhirnya mukanya memerah karena merasa dibodohi oleh Sein.
__ADS_1
Tetapi semua itu terlambat, Sein telah melompat bersama Gorgon kedalam jurang.
.
.
.
.
" Kenapa kau tidak naik ke atas!! " ujar Sein panik, karena mereka semakin turun menuju dasar jurang
" Aku sudah mengepakkan sayapku, tetapi ada energi yang seakan menghisapku le bawah " kata Gorgon
" Hah.... " helaan nafas Sein pasrah
Sein berpikir mungkin dia akan mati untuk ke dua kalinya setelah mencapai dasar dari jurang itu, tetapi ada yang mengganjal pikiran Sein.
Kenapa mereka tidak segera mencapai dasar itulah isi pikiran Sein, bukan berati Sein ingin segera mati. Tetapi mereka telah melayang selama 5 jam dan hal itu adalah peristiwa yang aneh.
Tidak lama ada sebuah cahaya putih dibawah mereka, Mereka memasuki cahaya tersebut dan terjatuh di tengah hutan belantara.
" Ughhh.... Sial sekali, sekarang kita ada dimana...? " gumam Sein
" Sein, kita harus mencari tempat untuk berlindung terlebih dahulu. Hutan ini tidak se sederhana seperti yang terlihat " ujar Gorgon
' Sistem, kita berada dimana sekarang..? ' tanya Sein
[ Kita sekarang berada di Dimensi Unsu Tuan ] jawab Sistem
' Bisa kau jelaskan tentang Dimensi Unsu ' ujar Sein
[ Dimensi Unsu adalah sebuah dimensi yang berbeda satu tingkat diatas dimensi manusia, disini tidak ada kehidupan selain tumbuhan dan hewan spiritual ] kata Sistem
[ Hewan Spiritual hampir sama dengan Hewan Mystic yang membedakan adalah, hewan spiritual dapat memperkuat tubuh dan juga seluruh organ dalam anda. Tetapi untuk mengalahkannya anda harus extra berusaha karena kekuatan dan daya tahan tubuh mereka sangat diluar nalar ] lanjut Sistem
' Apakah aku akan mendapatkan Poin saat aku membunuh hewan spiritual..? ' tanya Sein
[ Anda akan mendapatkan hasil 2 x lipat Tuan, tetapi anda juga harus mengeluarkan tenaga extra ] kata Sistem
" Baiklah, setelah keadaanku cukup membaik. Aku akan mulai berburu dari yang terlemah terlebih dahulu " gumam Sein
" Gorgon, mari kita beristirahat dahulu. Baru kita menjelajahi daerah sekitar sini " ujar Sein
" Baiklah, aku akan mencari buah - buahan untuk dimakan " tungkas Gorgon
__ADS_1
" Jangan terlalu jauh, kita belum mengetahui pasti tentang daerah ini " kata Sein
Gorgon mengangguk, " Kau tenang saja, aku akan berhati - hati " jawab Gorgon.
.
.
.
Di sisi lain, Guild Mask of Judgement semakin berkembang pesat hanya dalam beberapa bulan setelah Sein pergi menjalakan misinya. Mereka telah membuka beberapa cabang Guild di kota - kota besar yang ada di Kerajaan Sins.
Nama mereka melambung tinggi setelah tertangkapnya petinggi Guild Pahlawan Adnam yang ternyata bekerja sama dengan Kerajaan Libra untuk mengkudeta Kerajaan Sins.
" Wakil Utama apakah Ketua akan pulang dalam waktu dekat ini...? " tanya salah seorang anggota lama Guild Mask of Judegement
Leon menggelengkan kepala, " Aku masih belum mengetahuinya, tetapi dia mengatakan bahwa paling lambat 2 tahun dari kepergiannya dan dia akan kembali " jawab Leon
" Kau panggilkan Healer Mask, First Mask, dan Dark Mask untuk ke ruanganku " kata Leon
" Baik Wakil Utama " ucapnya sambil membungkuk hormat
Leon duduk di kursinya menunggu ke 3 orang itu menghadap, tidak lama terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan.
" Masuk... " kata Leon
" Ada apa kau memanggil kami...? " tanya Arnag
" Aku ingin membicarakan tentang beberapa anggota kita yang memaksaku untuk naik sebagai ketua. Karena mereka menganggap bahwa Tuan telah mati saat berpetualang, karena kita tidak mendapatkan kabar darinya sama sekali " kata Leon panjang lebar
" Tidak!, Aku tidak akan setuju kau menggantikan Tuan. Dan siapa baji*gan yang memaksa kau..?! " sanggah Seira dengan penuh emosi
" Seira, tenanglah sedikit. Leon hanya meminta solusi kita untuk menyelesaikan masalah ini " kata Arnag agar Seira bisa mengontrol emosinya
" Baiklah, akan aku lanjutkan. Hal ini terjadi karena di 3 cabang Guild Mask of Judgement tidak memiliki seseorang yang kuat untuk mengontrol anggota jadi mereka merasa bahwa hanya aku yang mampu mengontrol guild pusat dan 3 cabang " ujar Leon
" Maka dari itu mereka memiliki keraguan bahwa Tuan akan kembali, dan memegang kursi kepemimpinan lagi. Bagaimana pun pertarungan waktu itu membuat nama guild ini naik dan banyak orang yang mengira aku adalah Ketua dari guild ini. Apa kalian mempunyai solusi..? " lanjut Leon
" Hal ini sering terjadi di Ras Goblin, aku memiliki saran. Sebaiknya kita bertiga memegang tanggung jawab di 3 cabang guild lainnya sedangkan Leon tetap berada di guild pusat untuk menstabilkan semua hal yang telah kita bangun selama ini sembari menunggu kedatangan Tuan " ujar Arnag memberi saran
" Baiklah jika itu yang terbaik, aku setuju " jawab Seira
" Moskova...? " tanya Arnag
" Aku mengikuti apa katamu saja kak " jawab Moskova
__ADS_1
Leon nampak berpikir sejenak, " Seira akan berada di barat, Moskova di selatan, dan Arnag di timur. Apa kalian setuju..?
Mereka bertiga mengangguk serempak, " Kalian akan berangkat esok hari menuju lokasi cabang masing - masing " kata Leon