The Sins Empire

The Sins Empire
Mencari artefak


__ADS_3

Orang itu tidak terima karena dia adalah orang terkuat di Kota Adnam, dan dia mengira Sein hanya orang baru yang ingin merebut popularitas Guildnya dan juga ketenarannya.


" Kalau kau berani, mari kita berduel hidup dan mati di arena kota!!! " katanya dengan geram


Beberapa orang yang mendegar itu terkejut, mereka sangat mengetahui siapa orang itu. Dia sang peringkat pertama di Adnam, sedangkan Guild Mask of Judgement baru berdiri beberapa hari dan sudah mencari masalah.


Kebanyakan orang yang mendengar keributan itu berpikir bahwa ini merupakan kehancuran Guild Mask of Judgement karena telah menyinggung Guild Pahlawan Adnam, itulah alasan kenapa tidak ada Guild lain di sana. Karena jika ada yang mengancam popularitas dari Guild Pahlawan Adnam, maka Guild tersebut akan di hancurkan.


Orang yang menantang Sein pun tersenyum penuh kemenangan, dia mengira Sein takut dengan intimidasinya karena Sein hanya diam saja.


Tiba - tiba Sein tertawa seperti orang tidak waras, " hahaha... Kau ingin melakukan pertarungan hidup dan mati, baiklah aku menerimanya tapi jangan menyesal jika kau lenyap " ujar Sein dengan tatapan dingin.


Orang itu tersenyum sinis," aku tunggu 3 hari lagi " katanya sambil melengang pergi.


Keadaan di markas Mask of Judgement menjadi hening setelah melihat Sein menutup pintu markas lalu membuka topengnya, ada beberapa yang mengenali Sein sebagai pangeran Kerajaan Sins.


Empat orang anggota berlutut, " Salam hormat kepada Pangeran " kata mereka dengan menekuk 1 lututnya


5 anggota yang lain terkejut dan segera mengikuti 4 temannya, Sein yang melihat itu ternyum ramah dan mangangkat tangannya untuk menyuruh mereka berdiri.


" Berdirilah, kalian tahu apa hukuman yang pantas bagi pengianat..?. Setelah pesta selesai, segera cari informasi seluruh keluarga 3 orang tadi " titah Sein


" Laksanakan Pangeran " jawab 9 orang anggota bersamaan.


Seira, Moskova, Leon, Arnag merasa tidak percaya bahwa selama ini tuan mereka adalah seorang pangeran dari Kerjaan Sins, terutama Seira. Muka Seira langsung memerah, dan dia memalingkan mukanya agar tidak menatap Sein terus menerus.


Seira membayangkan bahwa Pangeran Ras manusia menikah dengan Putri Mahkota Ras Elf, apa yang akan terjadi..?. Itulah yang ada di dalam pikirannya.


Sein berdehem, " Ehem..., karena kalian telah mengetahui identitasku sebenarnya. Tolong rahasiakan ini " tungkas Sein


" Baik Pangeran " jawab ke 4nya


Sein yang mendengar itu menepuk jidatnya, " Kalian bisa memanggilku seperti biasa, kalau kalian memanggil seperti itu. Maka identitasku akan terbongkar " ujarnya


" Baik Tuan " jawab mereka serempak


.


.


.


" Seira, Moskova " panggil Sein

__ADS_1


" Iya Tuan..? " tanya Seira


" Aku perintahkan kalian menaikkan tingkatan petualang kalian hingga ke tingkat Gold II " titah Sein


" Laksanakan Tuan " jawab mereka berdua dengan membungkuk hormat lalu melengang pergi meninggalkan Sein


Tiba - tiba Sein mendapatkan misi dari Sistemnya.


[ Misi : Temukan Artefak langka di Hutan Kematian ]


Tingkat : SS


Waktu : 2 tahun


Hukuman : Akan di pindahkan ke dunia bawah


Hadiah : Sistem veri 1.2.5, 1 misteri box, 100 juta Poin


[ Semoga Beruntung ]


Sein yang melihat misinya langsung membelalakkan mata, karena misi tersebut memiliki tingkat SS. Di tingkat S saja dia hampir terbunuh, apalagi jika SS.


Sein bingung dimana letak hutan kematian, " Sistem, dimana letak Hutan kematian..? " tanya Sein


" Dimana itu..? " tanya Sein bingung


[ Itu ada di Wilayah Netral Tuan ] ujar Sistem


" Apa itu..?, tolong jelaskan secara singkat " kata Sein yang masih kebingungan


[ Wilayah Netral adalah tempat paling berbahaya di dunia ini Tuan, konon disana dijaga oleh seekor Ular Naga. Dan dia dikenal dengan nama Ananta Boga, mungkin namanya sama dengan salah satu hewan mitos di dunia Tuan sebelumnya tetapi dia bukan hewan ghaib. Dia merupakan Ular setengah naga dengan sisik sekeras baja berlapis 10 dan dia mempunyai sihir yang sangat mematikan, sekali dia menggunakan sihir. Maka kekuatannya dapat menghancurkan 1 Kerajaan ] jelas Sistem


Sein yang mendengar itu langsung menelan kasar ludahnya, " Lalu kau kira aku dapat selamat dari sana..?, dan artefak apa yang aku cari..? " tanya Sein memastikan


[ Tuan kemungkinan dapat lolos setelah berhasil melewati beberapa ujiannya, dan benda itu adalah sebuah tombak yang dapat mengguncang dunia ini. Tombak tersebut dapat mengisi mana dari tuannya, dan melipatkan kekuatan serangan sebanyak 3 kali lipat ] jelas Sistem


Sein yang mendengar itu merenung sejenak, dia juga berpikir tentang nyawanya yang hanya satu. Apalagi sekarang dia masih lemah, belum sekuat ayahnya ataupun para pemimpin Ras di dunia ini.


" Sistem bagaimana kalau aku mati saat menjalankan misi ini..? " tanya Sein setelah memikirkan hal tadi


[ Tuan, saat diperjalanan nanti akan banyak monster. Dan dengan itu, Tuan dapat menambah poin untuk membeli Potion atau pun menaikkan level tuan ] jawab Sistem


" Baiklah, aku akan berangkat esok hari setelah beristirahat " ujar Sein sambil memijat kepalanya yang sedikit pening.

__ADS_1


.


.


.


Ke esokan harinya, Sein memanggil Leon ke dalam ruang ruang pertemuan.


" Hamba Tuan " ujar Leon membungkuk hormat


" Leon, selama aku pergi menjalankan misi rahasia. Kau yang memegang kendali penuh pada Guild ini dan aku harap kau dapat membuat Guild ini menjadi besar, dan menjadi yang terkuat di semua perkumpulan Ras Manusia " ujar Sein


" Saat kau sudah tau siapa saja keluarga dari petinggi Guild Pahlawan Adnam, segera kau kirimkan surat ini kepada ayahku. Dan rahasiakan hal ini kepada ayahku, serta suruh petinggi Guild Mask of Judgement untuk bungkam " lanjut Sein.


Leon yang mendengar hal itu mempunyai beribu pertanyaan dalam pikirannya, " Maafkan hamba lancang Tuan, Tuan akan kemana..? " tanya Leon


" Aku akan menjalankan misi berbahaya, dan aku tidak ingin membahayakan orang terdekat atau pun yang ku anggap berharga " ujar Sein


Leon terdiam, tidak pernah sedikit pun didalam pikirannya bahwa Sein akan menghawatirkan keselamatannya serta bawahan Sein yang lain.


Leon merasa terharu dengan ucapan Sein, sejak saat itu. Baik Leon atau pun semua petinggi Guild Mask of Judgement akan sangat menghormati Sein, bukan karena status atau kekuatan Sein tetapi karena rasa empatinya.


" Baik Tuan, hamba akan melaksanakannya dengan baik dan tidak akan mengecewakan Tuan " ujar Leon dengan mantap dan tegas


Sein mengangguk, " Baiklah, aku serahkan ini dan kirim sesuai pesanku tadi " ujarnya sambil menyerahkan peluit Elang Perak dan satu peti koin emas


" Pergunakan dengan bijak untuk kepentingan Guild " lanjut Sein


" Baik Tuan, hamba akan mengingatnya " ujar Leon dengan membungkuk hormat


Sein yang mendengar jawaban Leon segera melangkah pergi menuju kamarnya untuk mempersiapkan perbekalan dan beberapa koin untuk perjalanan.


.


.


.


Sein mengambil cermin, Sein memotong rambutnya menjadi pendek dan dia segera bergerak cepat keluar dari markas.


Sein terus berjalan tanpa menggunakan topeng ke arah benteng kota, selama di jalan, banyak orang yang menatapnya. Sebenarnya Sein merasa risih saat mendapatkan tatapn seperti itu, tapi mau bagaimana lagi..?, dia memiliki paras yang tampan dan banyak wanita baik muda, paruh baya, bahkan nenek - nenek yang mengedipkan mata padanya.


Sesampainya di luar benteng, Sein memerintahkan Sistem untuk membuka map dan menunjukkan jalan menuju lokasi misi yang akan dia tuju.

__ADS_1


" Semoga aku dapat menyelesaikannya dan selamat, tidak akan lucu jika aku mati saat menjalankan misi " gumam Sein.


__ADS_2