
Setelah penjara itu hancur, Gorgon keluar dari dalam sana dan dia merubah wujudnya menjadi seorang manusia dengan wajah yang sangat tampan.
" Ternyata kau dapat berubah menjadi manusia " ujar Sein
" Tentu saja bisa bocah, Hewan Mystic saja bisa. Apalagi aku yabg Hewan Ilahi " kata Gorgon dengan memutar bola matanya
" Hehehe, benar juga yang kau katakan " kata Sein tertawa canggung sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
Gorgon melakukan gerakan tangan seperti di anime naruto yang biasa Sein lihat saat di dunianya, tidak lama muncul lingkaran sihir dibawah Sein dan Gorgon.
" Apa yang kau lakukan! " ujar Sein gugup karena melihat lingkaran sihir itu
" Kau tenang saja, ini bukan serangan atau pun kontrak Tuan - Budak. Ini adalah sebuah lingkaran yang membuat kau dapat menjadi rekanku dan dapat memanggilku saat kau memerlukan bantuan " jawab Gorgon
Sein berbafas lega setelah mendengar jawaban itu, " Lalu, apa bedanya hal tersebut dengan budak..? " tanya Sein penasaran
" Jelas beda bocah. Kalau kontrak budak, kau tidak dapat menyerangku " jawab Gorgon
" Sedangkan jika kontrak yang ku buat ini, kau dapat menyerangku dan begitu juga sebaliknya. Tetapi efek dari hal tersebut adalah kekuatan kita akan lenyap seketika, jika ingin melakukan serangan terhadap rekannya maka orang tersebut harus berpikir 2 kali " lanjut Gorgon
Sein yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalnya sebagai tanda bahwa dia telah paham.
" Baiklah bocah, aku akan membantumu keluar dari hutan ini " ujar Gorgon
Seketika, Gorgon berubah menjadi seekor hewan berbadan naga berkepala singa dan memiliki kaki kuda.
Sein yang melihat itu mengerutkan kening, karena perubahan yang dilakukan kali ini sangatlah berbeda dan sangat aneh menurut Sein.
" Apa nama wujudmu yang sekarang...?, dan panggil aku Sein jangan bocah! " tungkas Sein
Gorgon mengangguk, " Wujudku yang sekarang adalah seekor Loskrea, percampuran dari naga, singa, dan Kuda Langit. Apakah itu keren..? " ujar Gorgon menyunggingkan senyumnya
Sein tidak menanggapi pertanyaan Gorgon, " Kuda Langit..?, hewan apalagi itu..? " tanya Sein penasaran
" Kuda Langit adalah hewan tunggangan para dewa dan kecepatan mereka melebihi kecepatanku " jawab Gorgon
" Hmm... Jadi ada hewan seperti itu ya " gumam Sein
" Baiklah mari kita keluar dari sini sobat, dan ikuti arahanku kemana kita akan pergi! " ujar Sein dengan semangat
" Baiklah, silahkan naik ke punggungku Sein. Dan berpegangan yang erat saat aku mulai melesat " ujar Gorgon
__ADS_1
Sein segera menaiki punggung Gorgon, setelah Sein berada di atas punggung Gorgon. Gorgon segera melesat detik itu juga dengan kecepatan sedang, karena jika dengan kecepatan maksimalnya maka Sein akan tewas.
Setelah keluar dari Hutan Losdeus, Gorgon berhenti di sebuah tanah lapang. Sein bingung dengan tindakan Gorgon yang berhenti tiba - tiba.
" Kenapa kau berhenti..? " tanya Sein penasaran
" Sebentar lagi kita memasuki sebuah desa, jika aku tetap menjadi wujud sekarang. Maka semua orang akan lari " jawab Gorgon menjelaskan
Sein yang mendengar itu sangat terkejut, karena dia merasa mereka baru terbang beberapa setik saja.
" Apa kau tidak bercanda..?, kita baru terbang sebentar! " ujar Sein tidak percaya
" Apa kau lupa Sein...?, aku adalah yang tercepat dari semua Hewan Ilahi. Jadi wajar saja jika beberapa detik kita telah melewati lebih dari 10 km " kata Gorgon
Sein terdiam mendengar hal itu, jika yang dikatakan Gorgon benar. Maka perjalanannya akan semakin singkat, Sein memutuskan turun dari punggung Gorgon.
" Aku akan berlatih disini, apa kau maue jadi teman sparingku..? " tanya Sein
" Boleh saja, tetapi aku hanya akan menggunakan 1 % kekuatanku " ucap Gorgon
" Apa itu tidak terlalu meremehkanku bung..? " tungkas Sein sedikit kesal karena ucapan Gorgon
" jika aku menggunakan ¼ kekuatanku, maka kau akan mati Sein. Ingat kekuatanku lebih besar dari Hewan Mystic tingkat Mitos " ujar gorgon
" Baiklah jika begitu, jangan ragu menerima seranganku! " ujar Sein semangat
" Tentu saja kawan, dan jangan ragu melakukan serangan penuhmu " Kata Gorgon sambil merubah bentuk menjadi seorang manusia
Sein mengeluarkan tombaknya dari cincin ruangnya, dia menancapkan ujung tombaknya ke tanah.
" Baiklah, mari kita mulai Gorgon. Kau bisa membalas seranganku, asal tidak melukaiku dengan sangat parah " tungkas Sein sambil bersiap - siap
Gorgon hanya mengangguk sebagai jawaban, dia juga segera memasang kuda - kuda untuk melakukan sparing dengan Sein.
" Bersiaplah!! " teriak Sein
" Jurus Tombak - Seribu Meteor " teriak Sein lagi
Seketika tombak yang ada di tangan Sein melayang dan berbah menjadi banyak, semua tombak yang Sein ciptakan dari jurusnya terbang tinggi sejauh 1km ke atas langit.
Tombak yang melayang itu kemudian segera turun dan menerjang ke arah Gorgon, sebanyak 999 tombak telah menghantam Gorgom dan menimbulkan asap yang cukup tebal.
__ADS_1
" Hyaaaa... " Teriak Sein dengan mengayunkan tangan kanannya
Tombak ke 1000 atau tombak asli milik Sein melesat lebih cepat dari pada 999 tombak lainnya, dan itu menghasilkan sebuah ledakan yang cukup besar untuk serangan seorang manusia.
Boommmm.....
Nafas agak Sein terputus - putus, karena jurus yang dia gunakan adalah jurus tombak tingkat tinggi dan membebani tubuhnya.
, tetapi Sein tidak ingin menyerah.
Jika dia menyerah, maka semua yang dia lakukan selama ini akan menjadi sia - sia dan tidak akan meningkatkan ketahanan fisiknya sama sekali.
Saat asap dari ledakan mulai hilang, nampak Gorgon masih berdiri tegal tanpa mengalami luka.
Sein segera maju menerjang Gorgon dengan menggunakan sebuah sihir gabungan.
" Manipulation - Rantai Es Kegelapan " Ucap Sein pelan
Seketika muncul rantai hitam yang mengeluarkan hawa dingin yang tajam dan hawa kegelapan yang mencekam, Gorgon yang melihat itu terkejut.
Gorgon tidak mengira bahwa Sein memiliki 3 element, tetapi semua itu salah. Jika Gorgon mengetahui Sein memiliki 4 element, mungkin dia akan muntah darah bahkan langsung mati tersedak oleh nafasnya Sendiri.
Rantai yang muncul tadi segera melilit tangan dan kaki Gorgon, tetapi dia hanya diam dan melihat apa yang akan dilakukan oleh Sein.
" Manipulation - Tombak Api Kegelapan " Teriak Sein
Langsung saja tombak di tangan kanan Sein berubah menjadi warna hitam dan mengeluarkan api yang sangat panas, Api itu terkontaminasi oleh element kegelapan dan menjadi api berwarna hitam.
Sein mengira bahwa itu api amaterasu, yang mirip di anime yang dia tonton. Dia harus memastikan apakah itu api yang sama dengan di anime atau berbeda.
Sein melesat dengan kecepatan tinggi, dia mengayunkan tombak ke arah dada Gorgon. Tetapi sebelum tombaknya menyentun Gorgon, Gorgon telah hilang dari hadapan Sein dan berpindah ke belakang Sein.
Jual beli seranganpun terjadi, tubuh Sein telah mencapai batasnya dan banyak darah yang mengalir dari luka Sein. Sedangkan gorgon hanya mengalami beberapa bagian yang memar dan baju yang dia kenakan sobek di beberapa bagian.
" Cu...cukup hah...hah " ujar Sein dengan nafasnya yang sudah hampir habis
Mendengar itu, Gorgon berhenti menyerang, dan Sein terkapar lemas.
" Ma...mari kita lanjutkan perjalanan " ujar Sein lemas
Saat Sein ingin berdiri, dia pingsan karena kelelahan. Gorgon segera menggendongnya dan berjalan ke arah desa yang dia maksud tadi.
__ADS_1
Setelah terlihat gerbang dari desa itu, sebuah kekacauan kecil terjadi ketika Gorgon ingin masuk dengan menggendong Sein.