The Sins Empire

The Sins Empire
Menjelajah Dimensi Unsu


__ADS_3

" Hoammmm " kata Sein sambil merengangkan tangannya, badan Sein terasa seperti hancur semua.


" Ughhh.... Tubuhku sakit sekali, apa aku harus menunda untuk mencari hewan spiritual ya " gumam Sein


' Tapi kalau aku menunda, bisa - bisa misiku gagal dan aku akan dikirim ke dunia bawah ' batin Sein


Sein berdiri dan melompat - lompat untuk mengumpulkan semangat, " Yaaaa....... Menjadi kuat!! " teriak Sein kencang sambil mengangkat kedua tangannya


Gorgon yang masih tertidur segera bangun karena terkejut akibat suara teriakan sein, " Apa yang kau lakuksn Sein...? " tanya Gorgon lemas karena dia baru bangun tidur


" Aku hanya mengumpulkan semangat untuk berburu binatang disini " tungkas Sein


Mata Gorgon langsung terbuka lebar, " Jangan!!, binatang disini dengan di tempatmu berbeda. Binatang disini... " ujar Gorgon laku menjelaskan tentang binatang spiritual dan kegunaan dari binatang itu sendiri.


Sebenarnya Sein telah mengetahui itu, tetapi dia tetap mendengar penjelasan Gorgon agar tidak menyinggung Gorgon.


" Lalu sekarang kit harus bagaimana..?. Aku ingin meningkatkan kekuatanku agar tidak terus menerus menjadi lemah dan bisa menolong orang yang ku sayangi " kata Sein


" Aku akan melemahkan mereka, saat mereka telah sekarat atau terluka parah maka kau yang mengakhiri mereka " jawab Gorgon


Sein nampak berpikir sejenak, " Baiklah, aku akan ikut rencanamu! " tungkas Sein


' Sistem, apakah kita bisa keluar dari dimensi ini...? ' tanya Sein dalam hati


[ Bisa Tuan, tetapi Tuan harus menguasai sihir dimensi atau sihir ruang dan waktu ] ujar Sistem


[ Kekuatan fisik Tuan saat ini belum sanggup untuk menanggung beban dari sihir tersebut, jadi Tuan harus meningkatkan kekuatan fisik terlebih dahulu dan mengumpulkan Poin sebanyak - banyaknya untuk membeli Skill dan element ruang dan waktu ] lanjut Sistem


Sein semakin membulatkan tekadnya untuk segera keluar dari dimensi tersebut, dia berjalan bersama Gorgon yang telah berubah wujud menjadi manusia.


Mereka berjalan sekitar 1 jam dan belum mendapati seekor binatang spiritual, hanya beberapa hewan liar biasa yang melihat mereka dan langsung kabur karena energi yang terpancar dari Gorgon.


" Gorgon, bisakah kau menekan energi sihirmu...?. Agar hewan yang kita cari tidak lari terlebih dahulu " ujar Sein


Gorgon yang menyadari hal tersebut hanya tersenyum canggung, " Hehe... Baiklah kawan, pantas dari tadi tidak ada seekor hewan buas atau hewan spiritual yang menampak kan batang hidungnya " kata Gorgon seakan tidak bersalah


Sein hanya menggelengkan kepalanya pelan, 15 menit kemudian. Dari arah semak - semak terdapat pergerakan yang mencurigakan, Sein lantas menyuruh Gorgon berhenti bergerak.


" Aku akan mencoba menyerangnya dahulu, jika aku tidak bisa melukainya. Maka kau yang harus membantuku dari belakang! " ujar Sein dengan semangat membara

__ADS_1


" Tung.. " belum sempat Gorgon menghentikan Sein, Sein sudah merapalkan salah satu sihirnya


" Sihir Api - Tombak Api " gumam Sein


Daun dari semak itu terbakar habis hingga menyisakan batangnya yang hangus, Sein yang melihat tidak ada perlawan segera melihat ke arah Gorgon.


" Kenapa dia tidak melawan...? " tanya Sein heran


" Jelas dia tidak melawan, coba kau perhatikan baik - baik. Apa yang kau serang " kata Gorgon sambil memutar ke dua bola matanya


" Hmm... Ternyata tupai yang hangus oleh sihirku " guman Sein masih belum menyadari


" Apa!!, Tupai!! " teriak Sein beberapa detik kemudian yang baru menyadari bahwa serangan sihirnya ternyata terbuang percuma


" Tadi aku ingin memberitahumu agar tidak mensia - siakan tenaga dan manamu. Tetapi kau terlalu bersemangat dan inilah hasilnya " ujar Gorgon


" Tidak masalah, mungkin dimasa depan aku bisa menjadi the next master chef " gumam Sein sedikit kencang


" Apa itu the next master chef...? " tanya Gorgon penasaran


Sein melambaikan tangannya, " Tidak... Lupakan saja, mari kita cari mangsa pertama " ujar Sein mengalihkan topik


Gorgon yang masih bingung hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil memikirkan gumaman Sein.


Sein mulai patah semangat, " Hahh... Apakah semua hewan sedang tidur sehingga tidak ada yang muncul " kata Sein sambil menghela nafas panjang


" Kita cari aliran air, atau sungai untuk beristirahat " lanjut Sein


" Baiklah, aku tadi mendengar suara aliran air. Mungkin tidak jauh dari sini ada sebuah sungai yang cukup besar " kata Gorgon


Sein dan Gorgon berjalan menuju ke arah sumber suara itu, terlihat sebuah mulut goa yang mengalirkan air cukup deras.


" Berhenti! " seru Gorgon


Sein menaik kan alisnya, " Ada apa..? " tanya Sein kebingungan


" Kita cukup sampai disini, jika kita mendekati radius 5 km dari mulut goa itu. Maka kita akan mati! " ujar Gorgon


Sein dibuat semakin kebingungan oleh penjelasan Gorgon, " Mengapa bisa begitu...?, coba kau jelaskan secara singkat " kata Sein

__ADS_1


" Kau lihat, bentuk dari goa tersebut mirip kepala ular. Itu bukan hanya mirip, tetapi itu memang ular! " ujar Gorgon


" Coba kau perhatikan secara teliti di bagian matanya " lanjut Gorgon


Sein melihat dengan teliti selama satu menit dan tidak terjadi perubahan sama sekali.


" Tidak ada yang berubah " kata Sein


" Coba kau lihat sekali lagi, dan lebih fokus! " jawab Gorgon


Sein mencoba sekali lagi, dan benar saja!. Ternyata mata dari Goa berkepalanular tersebut bergerak seperti mencari mangsa yang akan masuk ke dalam mulutnya.


" Tunggu apalagi!, segera tinggalkan wilayah ini dan mencari hewan spiritual di lokasi lain " ujar Sein agak bergidik ketika dia melihat ular sebesar itu.


Mereka berdua beranjak pergi dan mencari lokasi lain untuk beristirahat sekaligus mencari hewan spiritual, ketika menemukan lokasi yang cocok, mereka segera beristirahat.


" Sudah hampir malam, sebaiknya kita bermalam disini saja " usul Sein


" Baiklah, lagi pula bahaya jika melanjutkan perjalanan saat kau tidak mengetahui wilayah tersebut " kata Gorgon


Sein segera membuat api unggun untuk dijadikan penerangan dan penghangat saat malam tiba, dan Gorgon mencari buah - buahan untuk mereka makan.


Saat Sein ingin terlelap, dia mendengar suara erangan dari balik semak - semak.


Grrr......


" Sepertinya mangsa pertamaku telah tiba " gumam Sein sambil tersenyum


Sein mengeluarkan tombaknya dan mengendap - endap menuju semak yang tadi mengeluarkan suara geraman.


Sein melihat seekor anak serigala berwarna putih dan bermata biru sedang dikepung oleh sekawanan hewan yang mirip dengan hayna.


Disamping serigala kecil itu terbaring seekor serigala dewasa yang juga berwarna putih, Sein menebak bahwa itu adalah induk dari serigala kecil yang dikepung itu.


Sein segera melompat ke arah depan serigala kecil, dia mengayunkan tombaknya memutar agar para kawanan hayna menyingkir.


" Tenanglah serigala kecil, aku akan menolongmu " ujar Sein


Grr....., serigala itu hanya menggeram seperti ketakutan akan kehadiran sosok di depannya.

__ADS_1


Sein mengeluarkan sihirnya untuk mengunci pergerakan para hayna itu, " Sihir Kegelapan - Rantai Neraka " guman Sein


seketika 6 ekor hayna terikat oleh rantai yang berwarna hitam.


__ADS_2