
Gorgon melihat keributan yang terjadi, dia menghampiri seorang yang sedang melihat keributan itu.
" Permisi Tuan, kenapa di depan gerbang ada keributan...? " tanya Gorgon
" Ohh... Itu karena ada seorang Bangsawan yang mencoba menerobos masuk ke dalam Desa Luff " ujar orang itu
" Apakah tidak ada keistimewaan untuk bangsawan..? " tanya Gorgon penasaran
" Apakah Tuan baru pertama kali datang kesini..? " tanya balik orang itu
Gorgon mengangguk sebagai jawaban.
" Ahh..., pantas saja anda tidak mengetahuinya. Disini tidak terikat dengan kerajaan manapun dan Ras apapun karena ini sudah memasuki wilayah netral yang terkenal dengan keganasannya " jelas orang itu
" Desa Luff ini dikuasi oleh Ras Manusia, dari keluarga Asevonic yang dulunya diusir dari Kerajaan Libra karena menentang perintah Rajanya " lanjut orang itu
" Jadi disini tidak ada perbedaan kasta bagi kaum Bangsawan ataupun Ras lainnya...?, dan hanya 1 keluarga yang bisa berkuasa..? " tanya Gorgon memastikan
Orang itu mengangguk, " Betul sekali Tuan, dan Desa Luff adalah satu - satunya desa yang masuk Top Ten di wilayah netral ini " jawab orang itu
" Apakah kau bisa menceritakannya lebih detail..? " pinta Gorgon
" Maaf Tuan, Tuan bisa menanyakannya sendiri kepada kepala desa atau orang yang berwenang di desa ini " ujar orang itu lalu membungkuk dan masuk saat nomor antreannya dipanggil.
.
.
.
Gorgon telah menunggu selama 15 menit dan akhirnya nomor antreannya dipanggil, dia maju dengan Sein yang berada di punggungnya.
" Maaf, tolong tunjukkan identitas anda dan kenapa anda membawa seorang yang sedang terluka parah..? " tanya penjaga gerbang
Gorgon menjadi bingung karena tidak memiliki identitas, dia berpikir sejenak bagaimana agar dapat masuk dan merawat Sein di penginapan.
Gorgon memegang baju dan celananya, " Identitasku sepertinya hilang, dan orang ini aku selamatkan saat melawan monster di Hutan Losdeus. Untungnya aku dapat kabur tanpa luka, mungkin saat aku berlari sekuat tenaga identitasku jatuh " ujarnya berbohong
" Apakah kau baru saja selamat dari hutan terkutuk itu..? " tanya penjaga terkejut
" Benar Tuan, aku sangat kelelahan dan ingin mengobati orang ini. Sebagai sesama manusia aku tidak tega membiarkan nyawanya melayang " ucap Gorgon dengan nada sendu agar orang itu percaya
" Baiklah, besok kau bisa melporkan kejadian dan asal usulmu di gedung administrasi. Kau bisa beratanya pada karyawan hotel " ujar penjaga itu
" Baik Tuan, terimakasih " kata Gorgon sambil membungkuk
Dia segera memasuki desa dan mencari penginapan, saat menemukan sebuah penginapan yang menurutnya cukup bagus. Dia memasukinya.
" Selamat datang Tuan, ada yang bisa saya bantu..? " tanya pelayan
__ADS_1
" Aku ingin memesan 1 kamar dengan 2 tempat tidur, akan ku bayar besok. Apakah bisa..? " tanya Gorgon
" Bisa Tuan, anda harus memberikan jaminan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan " ujar pelayan
" Ini,aku berikan inti monster tingkat elite sebagai jaminan. Tolong antar kami ke kamar sekarang, temanku membutuhkan perawatan segera " ucap gorgon
Sang pelayan menyuruh gorgon mengisi data di reseosionist dan segera mengantarnya kedalam kamar, sesampainya di dalam kamar, Gorgon membaringkan Sein.
Gorgon membuat sebuah sihir penyembuhan dengan mantra kuno yang hanya diketahui oleh kalangan Hewan Ilahi dan Hewan Iblis, karena manusia pertama ada setelah peperangan itu selesai. Lebih tepatnya 3000 tahun setelah peperangan berakhir.
" Loskroe Ul Drove heal " ujar Gorgon
Tidak lama, muncul sebuah lingkaran sihir hiajau di bawah tempat tidur Sein. Pelahan kondosi tubuh Sein semakin membaik dan lukanya pulih dengan pelahan.
Setelah semua luka Sein pulih, Gorgon juga membaringkan tubuhnya dikasur satunya.
.
.
.
* Istana Kerajaan
" Bagaimana..?, apakah kalian mendapatkan sesuatu yang baru dari hasil penyelidakan dan introgasi kemarin..? " tanya Hyakkura kepada para tim investigasi
Salah satu Ketua Tim menjawab, " Ma... Maafkan hamba Yang Mulia, sepertinya mereka telah bekerja sama dengan Kerajaan Libra dan mendapatkan iming - iming berupa harta dan kekuasaan seorang Bangsawan saat Kerajaan Libra menang " ujar Ketua Tim agak gemetar
Hyakkura memukul singgasananya, " Apa!!, kenapa kerajaan itu lancang sekali!!! " teriak Hyakkura marah
" Mohon tenangkan emosi anda Yang Mulia " ujar Jendral Jin
Hyakkura menghela nafas panjang, " Hahh...., Jendral cepat kau utus anggota Four Side untuk mencari setiap anggora yang bekerja sama Dengan Kerajaan Libra " ujar Hyakkura
" Tidak peduli itu Petualang, penyihir, Bangsawan, bahkan Petinggi Kerajaan!! " lanjut Hyakkura memberi titah
" Laksanakan Yang Mulia " ujar Jendral Jin sambil membungkuk hormat dan pergi meninggalkan Aula Singgasana.
.
.
.
.
* Markas Guild Mask of Judgement
Seseorang menghampiri Leon, " Maaf mengganggu waktu anda Wakil Utama, di depan markas terdapat banyak orang yang ingin mendaftar menjadi anggota Guild Mask of Judgement " ujar orang itu
__ADS_1
" Suruh mereka pulang, kita akan mengadakan rapat dengan semua anggota dalam 1 jam kedepan " ujar Leon memberi perintah
" Baik Wakil Utama " jawab orang itu membungkuk hormat dan pergi
" Apa yang harus hamba lakukan Tuan.. " gumam Leon bingung memikirkan situasi guild saat ini.
.
.
.
.
" Ughh.... Badanku rasanya sakit semua dan tulangku terasa seperti patah " rintih Sein saat terbangun dari tidurnya
" Dimana aku sekarang " gumam Sein saat melihat langit kamar
Mata Sein melihat kesekelilingnya dan mendapati Gorgon berbaring di kasur yang agak jauh dari tempatnya berbaring.
" Sistem tolong sembuhkan badanku " ujar Sein pelan
[ Baik Tuan, Poin Tuan akan dikurangi 200 karena kondisi Tuan cukup parah ] kata Sistem
' Tidak masalah, segera sembuhkan aku ' ujar Sein dalam hatinya
Setelah itu, kondisi Sein pulih dengan cepat dan seperti tidak mengalami luka berat sama sekali.
Sein mengahampiri tempat tidur Gorgon dan membangunkannya, Gorgon yang melihat Sein berdiri sangat terkejut. Karena prediksinya, Sein akan bisa berdiri sekitar 2 - 4 hari setelah Gorgon menyembuhkannya.
Gorgon berpikir bahwa Sein bukan manusia biasa, dia hampir melompat dari tempat tidurnya saat melihat Sein berdiri di depannya tadi.
Suasana disana hening sesaat, Gorgon tidak dapat mengucapkan satu patah kata karena keterkejutannya.
" Mari ikut aku berkeliling desa ini, dan mencari tau sejarah dari desa ini " ujar Sein memecah keheningan tersebut
" Baiklah, akan ku temani Sein. Sebelum itu, kita harus membersihkan badan dan berapa lama kita tinggal disini..? " kata Gorgon
" Mungkin 3 hari, apakah kau sudah membayar penginapan ini..? " tanya Sein
Gorgon menggelengkan kepalanya, dia tidak memiliki uang dari Ras Manusia.
" Baiklah, kita akan mebersihkan diri. Lalu menbayar penginapan ini dan segera pergi " ujar Sein
Mereka berdua segera mencuci muka secara bergantian dan segera turun ke meja resepsionist, setelah Sein menyelesaikan urusan pembayaran. Dia beranjak ke bangunan administrasi untuk menyerahkan datanya dan data Gorgon yang dibuatnya dari Sistem.
Hal itu dia lakukan agar tidak terjadi kecurigaan saat mereka berkeliling, setelah semua beres. Sein segera menuju perpustakaan dan mencari buku tentang sejarah desa itu.
" Malam berdarah Desa Luff, terjadi setiap tanggal 12 bulan ke 8. Berati itu 2 hari lagi " gumam Sein saat membaca salah satu buku usang disana
__ADS_1
" Dan juga yang dikorbankan adalah ras manusia, mari kita lihat pertunjukan apa yang terjadi 2 hari lagi " lanjut Sein dengan senyuman menyeringai yang menyeramkan jika diperhatikan secara detail.