The Sins Empire

The Sins Empire
Pertarungan di Hutan Losdeus


__ADS_3

Sein berlari menuju hutan losdeus, dia berlari kearah sana bukan tanpa alasan. Sein beberapa kali mendengar suara ledakan dari arah hutan losdeus, dia berpikir mungkin saja itu adalah dampak dari pertarungan Gorgon.


Setelah cukup lama berlari, Sein melihat Gorgon sedang bertarung dengan seekor kerang yang ukurannya sama dengan Gorgon.


" Apa kau tidak bisa membunuhnya...?, misiku di desa telah selesai! " teriak Sein


Gorgon melirik ke arah suara itu, " Sebenarnya mudah, dia hanya di tingkat Medium. Tetapi cangkang keranya yang membuatku kesulitan " kata Gorgon


Sein bingung dengan maksud Gorgon, Sein berpikir yang medium itu ukuran dari hewan tersebut atau kekuatannya, Sein segera melompat ke atas pundak Gorgon yang telah berubah wujud menjadi seekor singa ber ekor kalajengking


" Apa ada cara agar aku dapat membantumu " tanya Sein


" Kau gunakan sihir Es terkuatmu, lalu aku akan - ughh " ucapan Gorgon terpotong karena dia mendapat serangan tombak air dan mengenai perutnya


" Apa aku baik - baik saja...?! " tanya Sein khawatir saat melihat serangan yang mengenai Gorgon


Gorgon hanya mengangguk sebagai jawaban, dia kembali fokus pada pertarungan dan menjaga Sein yang berada di pundaknya.


" Saat kuberi aba - aba, Kau langsung serang dia dengan sihir es terkuatmu! " seru Gorgon sambil menghindari serangan tombak yang terus mengincar titik vitalnya


" Ta.... Biar pun kau Hewan Ilahi tingkat sempurna, tetapi seranganmu sangat lemah ta... hahaha " ejek kerang yang menjadi lawan Gorgon


Gorgon tidak menghiraukan ejekan tersebut, dia memperingatkan Sein untuk memegang erat bulunya. Saat Sein sudah memegang erat bulu Gorho , dia berpindah secepat kilat ke titik buta kerang itu.


" Sekarang!! " seru Gorgon


" Sihir Es - Es Abadi tingkat II! " teriak Sein


Segera saja muncul es yang sangat banyak merambat dari tanah menuju ke arah kerang iblis, Gorgon melompat tinggi dan merubah bentuk menjadi seekor hewan berbadan berkepala elang, berbadan badan singa dan memiliki sayap.


" Ta... serangan lemahmu tidak akan berhasil kepadaku manusia ta... hahaha " seru kerang itu


" Release " gumam Sein


Setelah Sein mengucapkan itu, tubuh kerang iblis segera membeku dan gorgon menyerangnya. Seketika tubuh dari kerang iblis hancur berkeping - keping, dan Sein langsung terkapar lemas di pundak Gorgon.


" Ki...kita berhasil hahaha " kata Sein dengan suara lemas


" Baiklah, mari kita cari tempat isti- " belum sempat Gorgon melanjutkan perkataannya, dia melihat Sein pingsan


" Sein!!! " teriak Gorgon


Gorgon segera membawa Sein menuju bawah pohon besar.


Gorgon menurunkan Sein, dan menggunakan sihir pengobatan seperti yang dia lakukan saat Sein terluka parah.


" Kau terlalu memaksakan diri kawan " gumam Gorgon


" Terimakasih telah membantuku " lanjutnya.


.


.

__ADS_1


.


Sein pingsan cukup lama, sekitar 2 jam dia pingsan. Gorgon tetap menunggu Sein hingga siuman, dia merasa sedikit bersalah karena membuat Sein kelelahan saat mengeluarkan sihir terkuatnya.


Sein bangun dengan memegang kepalanya, " Ughhh.... Dimana ini.. " lirih Sein


" Kau duduklah dan minum dulu air ini, kita sedang berlindung dibawah pepohonan " ujar Gorgon sambil menyerahkan sekantung air


Sein meminumnya sedikit, " Sudah berapa lama aku pingsan..?, dan apa yang terjadi selama aku pingsan..? " tanya Sein


" Aku pingsan hanya 2 jam, sesuai pemikiranku bahwa kerang itu akan membeku dan mati setelah ku hancurkan " ujar Gorgon


" Tetapi kita tidak dapat berdiam diri disini, takutnya sekelompok pasukan elite hewan iblis akan mencari kita setelah menyadari bahwa salah satu dari petinggi mereka menghilang " lanjut Gorgon


" Kau bilang pemimpin hewan ilahi, tetapi menghadapi petinggi hewan iblis saja kesusahan " gerutu Sein sambil memutar kedua bola matanya


" Asal kau tau, kalau musuhku bukan hewan bercangkang keras, dalam sekejap mata mungkin dia sudah ku musnahkan " sanggah Gorgon


" Terserah kau saja " kata Sein sambil melambaikan tangan kanannya


" Ayo kita lanjutkan, dari pada nanti kita dintanggap dan dijadikan santapan oleh hewan iblis " lanjut Sein


" Tapi kondisimu belum pulih, kau naik saja di punggungku. Aku akan berubah menjadi hewan " ujar Gorgon


" Baiklah aku tidak akan menolaknya, asal jangan dengan kecepatan penuhmu " jawab Sein


Gorgon mengangguk dan segera berubah, Sein langsung naik ke punggug Gorgon, mereka berjalan dengan santai dan damai.


" Sein.. " panggil Gorgon


" Hmm... Ada apa..? " tanya Sein penasaran


" Aku merasakan ada yang mengikuti kita, tapi jarak mereka masih sekitar 10 km dari kita " ujar Gorgon


" Percepat langkahmu menjadi kecepatan sedang, aku akan mencoba menahan hembusan anginnya " kata Sein


Gorgon segera menambah kecepatannya, dia berlari dengan lumayan kencang. Tanpa mereka sadari, jauh di depan mereka ada lima sosok hewan iblis ular yang menunggu.


Gorgon tiba - tiba berhenti, " Kenapa.kau berhenti mendadak! aku hampir terjatuh! " gerutu Sein


" Di depan ada 5 hewan iblis ular, aku akan mengatasi 3 dan kau sisanya. Kita selesaikan dengan cepat " kata Gorgon


Sein yang mendengar itu segera mengeluarkan tombaknya, dia menancapkan tombak ke tanah sembari menunggu datangnya musuh.


" Sekarang!! " teriak Gorgon


" Sihir Api - Penjara Abadi " teriak Sein


Seketika api hitam mengelilingi Sein dan Gorgon dengan radius 200 meter. Pelahan sosok 5 hewan iblis ular mulai terlihat, mereka menyamarkan warna kulitnya sehingga sangat susah di deteksi dengan mata telanjang.


" Kau bukan ular!!! " teriak Sein karena tadi terkejut dengan kemunculan 5 hewan iblis ular


" Sstttt.... Apa kau buta!, lihat bentuk indah kami! " ujar salah satu dari mereka dengan meliuk kan badan

__ADS_1


" Hoekkk... Sudah jelas bentukmu jelek, lagian mana ada ular yang bisa menghilang seperti bunglon " Sein mencoba untuk memprovokasi ke 5 hewan iblis itu


" Manusia jaha*am!!!, kau akan mati disini!!! " teriak ular yang paling besar, dia tidak terima dihina oleh Sein


Saat ular yang paling besar mencoba menyerang Sein, Gorgon segera menghilang dan dengan cepat membunuh ke lima ular itu.


" Gawat!! " seru Gorgon panik


" Memangnya ada apa..? "tanya Sein penasaran


" Pasukan yang mengejar kita berjarak kurang dari 2 km dari sini " kata Gorgon


" Bagaimana bisa mereka bergerak secepat itu! " tungkas Sein tidak percaya


" Kalau hanya aku sendiri, mungkin masih sempat untuk mengalahkan mereka. Tapi.. " Gorgon tidak melanjutkan perkataannya karena takut menyinggung hati teman barunya itu


Sein yang mendengar ucapan Gorgon hanya bisa mengepalkan tangan, dia sangat geram karena untuk sekarang dia masih sangat lemah.


" Hahaha, akhirnya kita bisa menyusul mereka " seru suara dari jauh


Sein dan Gorgon bersiap menghadapi pertarungan, " Kita harus selesaikan dengan cepat dan kabur " ujar Sein


Gorgon hanya mengangguk sebagai jawaban, dia segera berubah ke wujud singa ber ekor kalajengking.


" Sial, jumlah mereka sangat banyak " ujar Sein


" Kita cari cela dan segera kabur " kata Gorgon


" Komandan mereka adalah iblis hiu putih, dia bisa berjalan di atas daratan karena telah memasuki tingkat menengah tahap akhir " lanjut Gorgon


Sein mengngguk karena mendapat informasi yang cukup berharga, " Sihir Es - Kabut Es " teriak Sein


Seketika area di sekitar mereka menjadi kabut, " Serang!!! " teriak Komandan Hiu


Ternyata kabut yang diciptakan Sein tidak memiliki dampak kepada kelompok itu, Sein melakukan pertarungan yang sengit dan mendapatkan banyak luka.


" Gorgon cepat kita cari celah dan bawa aku terbang, aku sudah tidak sanggup! " seru Sein


Gorgon segera membunuh semua musuhnya, " Hitungan ke 3 kau segera melompat " teriak Gorgon yang telah merubah wujudnya dan terbang di atas langit


" Ba- " belum sempat Sein menjawab dia terkena serangan telak dari prajurit hewan iblis


" Aagghhh... " teriak Sein


Gorgon yang melihat itu menerjang turun dan menyambar Sein, dia membawa Sein terbang cukup tinggi.


" Kau tidak apa - apa...? " tanya Gorgon khawatir


" Luka yang ku derita cukup dalam, akan ku usahakan bertahan, kita cari goa untuk bersembunyi " ujar Sein


Gorgon segera melesat dengan kecepatan sedang dan meninggalkan kelompok pengejar yang ada di bawahnya.


" Kejar mereka!! " teriak Komandan Hiu.

__ADS_1


__ADS_2