The Sins Empire

The Sins Empire
Hal yang mengejutkan


__ADS_3

Leon berlari dengan kecepatan tinggi, para goblin yang mengejar mereka tidak bisa menyusul dan segera kembali ke area tenda yang telah hancur.


Saat berjarak 6 km dari kota, Leon berhenti di bawah pohon yang berbentuk seperti beringin yang ada di bumi.


Sein dan Arnag turun dari punggung Leon, Leon kembali berubah wujud menjadi bentuk manusia. Leon heran kenapa pakaian yang dia kenakan tidak rusak saat dia berubah ke dalam wujud singanya, ini sudah ke 2 kalinya dia berubah.


" Tuan, kenapa pakaian yang hamba kenakan tidak rusak saat hamba berubah..? " tanya Leon


Sein menoleh mendengar pertanyaan tersebut, " Karena pakaianmu terbuat dari bahan khusus, dan itu tidak mudah dicari " tungkas Sein


Leon merasa terharu karena kebaikan Sein dan baru beberapa hari mengenal Tuannya, " Terima kasih Tuan " ucapnya tulus


Sein hanya mengangguk mendengar hal itu, dia segera bersandar di pohon besar tersebut. Leon dan Arnag hanya duduk di sekitar, Leon berinisiatif untuk membuat api unggun.


" Apa kau sudah lama mengikuti Tuan..? " tanya Arnag penasaran


Leon yang mendengar itu menoleh, " Belum, aku baru mengikuti Tuan selama 2 - 3 hari lalu " jelas Leon


Arnag hanya diam saat mendengar jawaban Leon, malam itu cukup hening karena Sein tidur sedangkan Arnag dan Leon hanya diam sambil menatap api unggun. Leon mengatakan kepada Arnag bahwa dia ingin beristirahat, Arnag hanya mengangguk sebagai jawaban.


.


.


.


Sinar matahari mengenai kelopak mata Sein, diapun bangun dan melihat keadaan sekitar. Tidak jauh darinya Leon masih tertidur, dan ada bekas api unggun tidak jauh dari tempat Leon tidur.


" Kemana Arnag..?, kenapa aku tidak melihatnya " gumam Sein


Sein mencoba melihat tampilan baru dari Sistemnya, " Open !! " tungkas Sein pelan


[ Menampilkan Status ]


Nama : Sein El Alfaro


Ras : Human


Job : Petualang Gold III


Level : 70


Tittle : Prince of Sins Kingdom


Mana : Infinite


Skill : Identification, Create, Manipulation, God eye


Element : Ice, Fire, Dark, Water


° Shop


- Skill


- Elements


- Pet


- Potion


- Peralatan

__ADS_1


Poin : 65.000


Sein melihat perubahan pada Sistemnya tidak banyak, beberapa ada yang dihilangkan dan diganti dengan adanya level.


Setelah cukup puas melihat, Sein membangunkan Leon.


" Ada apa Tuan..? " tanya Leon dengan suara khas bangun tidurnya


" Kau cari aliran sungai disekitar sini, sekalian cari si Arnag. Aku akan membuat api " perintah Sein


" Baik tuan " jawab Leon dan bergegas bangun untuk melaksanakan tugas dari Sein.


Sein mengumpulkan beberapa kayu dan menyusunnya, lalu dia mengeluarkan sihir api dan melemparkan ke kayu tersebut. Sambil menunggu ke dua bawahannya kembali, Sein melihat lihat Pet.


" Sistem aku ingin membeli elang pembawa pesan ini, apakah kecepatannya bisa di andalkan..? " tanya Sein


[ Bisa Tuan ] jawab sistem


Sein melihat beberapa gambar elang yang ada disana, dia mengklik elang yang berada di tingkat elite. Setelah Poinnya berkurang, muncul cahaya biru yang lumayan terang.


Seekor elang segera hinggap di pundak Sein setelah cahaya itu menghilang, karena Sein belum memiliki kertas dan pena untuk menulis. Dia menunda untuk melaporkan kejadian tentang goblin kepada ayahnya.


Leon kembali lebih cepat dari pada Arnag, dia mengatakan bahwa sumber air dari tempat mereka berada sekarang cukup jauh. Sein segera bangkit dan meminta Leon untuk menunggu disitu, sementara dia mencari buah - buahan yang cukup berair untuk menghilangkan rasa hausnya.


Leon membungkuk hormat dan mengikuti apa yang diperintahkan Sein, saat Sein akan beranjak pergi. Arnag datang dengan membawa beberapa buah yang cukup berair dan tiga ekor kelinci, Sein yang melihat hal itu mengurungkan niat untuk mencari buah - buahan.


Mereka bertiga makan pagi dengan tenang, selesai makan Sein memutuskan untuk melanjutkan perjalan menuju kota.


Tiba - tiba saat hampir memasuki gerbang kota, mereka di hentikan oleh perampok, " Behenti !!! " teriak Kepala Perampok


Sein menggentikan langkahnya, di ikuti oleh ke dua bawahannya.


" Apa ada yang bisa saya bantu Tuan..? " tanya Sein


" kalau aku tidak mau..? " tanya Sein


Para perampok dan anak buahnya tertawa lantang, " hahaha... kalau kau tidak mau, hanya kematian yang akan ku berikan " kata Kepala Perampok


Sein yang mendengar hal itu hanya tersenyum sinis dari balik topengnya, dia melirik ke arah Leon dan Arnag.


" Kalian lumpuhkan anak buah Perampok itu, Aku akan menghadapi si codet " kata Sein agak keras


" Baik Tuan " jawab Leon dan Arnag serempak


Kepala Perampok yang mendengar dirinya dihina merasa emosi, memang dia memiliki bekas luka sayatan pedang di mukanya. Tapi selama ini tidak ada yang berani menghinanya, karena dia mantan Petualang tingkat emas II.


Sein hanya tersenyum dari balik topeng saat melihat amarah Kepala perampok, karena dia telah melakukan skill Identification sebelumnya dan melihat bahwa Kepala perampok tersebut lebih lemah darinya.


Saat Sein memberi tanda, ke dua bawahannya bergerak cepat dengan menyayat persendian anak buah para perampok. Sehingga mereka terjatuh dan meraung kesakitan, Sein juga segera melesat ke arah sang Kepala Perampok.


Saat jarak Sein semakin tipis, dia mengeluarkan Sihir Apinya.


" Fire Ball " teriak Sein


Tiga bola api sebesar bola sepak melesat ke arah Kepala Perampok, Kepala Perampok hanya tersenyum sinis.


Kepala Perampok mengeluarkan sebilah pedang, " Jurus - Sihir Naga Air " teriaknya


Ternyata Kepala Perampok tersebut adalah Master senjata tingkat awal, Sein yang mengetahui hal tersebut menggertakkan giginya.


Sein tidak bisa mengulur waktu, karena yang dia lawan adalah orang dengan tingkatan yang lebih tinggi darinya. Dia merasa geram karena informasi yang diperoleh dari skill Identificationnya hanya sebatas tingkat petualang Perampok itu, dan tidak menampilkan tingkatnya sebagai penyihir.

__ADS_1


Dengan terpaksa Sein menggunakan element Es dan Kegelapannya, saat kabut yang ditimbulkan dari sihirnya telah memudar. Sein mundur beberapa langkah untuk menyiapkan sihir yang akan dia coba.


Kepala Perampok yang melihat Sein mundur hanya tertawa lantang, " hahaha...hanya segitu kemampuanmu " ejeknya.


Sein menggertakkan giginya kembali, " Sihir Manipulation - Ice spear of Darkness ", teriaknya


Setelah Sein berteriak, muncul lima tombak di atas kepalanya. Tombak itu berwarna hitam kebiruan dan memancarkan suhu dingin yang sangat kuat serta memiliki hawa kegelapan.


Sein memgarahkan tangan kanannya ke Kepala Perampok, seketika Kepala perampok itu terkejut karena lima buah tombak dengan aura kegelapan dan suhu dingin tinggi melesat ke arahnya.


Kepala Perampok mengangkat pedangnya setinggi leher, " Jurus Pedang - Perisai Air " teriaknya.


Blarrr....


Ledakan besar terjadi akibat benturan tersebut, anak buah perampok yang melihat itu hanya bisa menatap lemas. Karena kondisi mereka juga tidak bisa dibilang baik, setiap persendian kaki mereka telah putus.


Pakaian Kepala Perampok terlihat compang camping dan keluar darah segar dari mulutnya, Sein tidak mensia- siakan itu. Sein membuat rantai Es dan mengikat tubuh Kepala Perampok tersebut.


" Uhuk..si...siapa kau sebenarnya..?" tanya Kepala Perampok tersebut dengan terbata bata


" Kau tidak perlu tau siapa aku " tungkas Sein


" Kalian berdua, kumpulkan anak buah perampok itu menjadi satu dengannya " perintah Sein pada ke dua bawahannya.


Leon dan Arnag segera melakukan hal tersebut, Sein lalu mengikat mereka semua dengan rantai Es.


" Manusia seperti kalian tidak pantas untuk hidup, lebih baik kalian mati " ujar Sein sinis


Para Perampok beserta Ketua mereka sangat terkejut, Setelah Sein berkata seperti itu dia merapalkan sebuah sihir.


" Menyesal lah di neraka, Manipulation - Fire judgement " ujar Sein pelan


Seketika muncul api yang sangat besar dari bawah tanah yang perampok tersebut pijak, hingga membakar mereka hangus tanpa sisa.


Leon dan Arnag hanya bisa tertegun melihat perbuatan Tuannya, di sisi lain Sein mendapatkan banyak Poin.


Sein tidak akan memberi ampun kepada orang yang berbuat jahat, apalagi seperti perampok tadi. Sein mengajak ke dua bawahannya untuk melanjutkan perjalanan.


.


.


.


Sesampainya Sein di depan gerbang kota, penjaga menyuruhnya menunjukkan identitasnya. Sein menyerahkan kartu petualangnya, dan berkata bahwa dua orang di belakangnya adalah orang yang dia selamatkan dari monster dan identitas mereka hilang.


Penjaga hanya mengangguk dan memepersilahkan mereka bertiga masuk ke dalam kota, Sein segera menuju Gedung petualang dan menyerahkan misi yang telah dia selesaikan. Seperti biasa semua orang menatapnya dengan sinis dan agak curiga, tetapi Elena menyambutnya dengan hangat.


" Selamat datang Sein, cukup lama juga kau menyelesaikan misi hihi " kata Elena dengan tertawa ringan


" Lumayan sulit untukku mencari hewan itu Elena, dan aku menyelamatkan dua orang di belakangku dari monster " jelas Sein, agar Elena tidak curiga kepada bawahnnya


Elena hanya menganggukkan kepala, " Sein boleh aku pinjam kartu petualangmu..? " tanyanya


" Untuk apa..? " kata Sein


Elena menepuk jidatnya, " Maafkan aku, saat itu aku lupa menjelaskan. Bahwa setiap misi yang berhasil terselesaikan, bayarannya akan dimasukkan kedalam kartu. Sedikit mirip dengan cincin ruang, tapi hanya bisa menyimpan bayaran misimu dan tidak untuk barang atau pun benda" jelas Elena panjang lebar


Sein menyerahkan kartunya, saat Elena mekihat karunya dia sangat terkejut.


" Apa!! 2 atau 3 hari lalu kau berada di tingkat Bronze I, dan sekarang sudah di tingkat Gold III " teriak Elena mengagetkan semua orang yang ada di sana.

__ADS_1


" hehehe " Sein hanya tertawa ringan dan menggaruk tengkuknya karena tidak tau harus menjelaskan seperti apa


__ADS_2