The Sins Empire

The Sins Empire
Pesta yang tertunda


__ADS_3

Arnag berjalan ke arah Sein, " Lapor Tuan, semua telah selesai " ujar Arnag


Sein mengangguk, " Kalian bisa kembali ke dalam benteng dan bawa 50 tawanan itu ke markas jangan biarkan terlepas, dan tunggu aku kembali. Nanti aku akan mengadakan pesta perayaan untuk kemenangan kita " titah Sein


" Baik ketua " jawab mereka semua


" Baik Tuan...Laksanakan My Lord " jawab Arnag, Leon, Seira, dan Moskova


Sein membuka sebagian dinding Esnya agar anggota guildnya bisa lewat, kemudian dia berdiri di atas dinding dan mengalirkan mana api ke tangannya. Sein melempar setiap api itu ke mayat para goblin, dia membakarnya hingga menjadi abu.


" Open..!!! " gumam Sein


[ Menampilkan Status ]


Nama : Sein El Alfaro


Ras : Human


Job : Petualang Platinum III


Level : 111


Tittle : Prince of Sins Kingdom


Mana : Infinite


Skill : Identification, Create, Manipulation, God eye


Element : Ice, Fire, Dark, Water


° Shop


- Skill


- Elements


- Pet


- Potion


- Peralatan


Poin : 20.000.000


" Hmm banyak jugaa, aku akan membeli promo skill element dan peralatan untuk membuat senjata untuk Moskova dan juga Seira " gumam Sein


" Sistem, aku ingin membeli promo skill element dan juga bahan untuk membuat senjata dengan tingkatan Emas " ucap Sein


[ Baik Tuan, harap anda tunggu sebentar ]


[ Pembelian promo skill dan bahan senjata diproses...0%...30%...70%... Sukses ]


Sein sedikit bingung, karena saat pembelian membutuhkan proses yang memakan waktu hampir 10 menit, biasanya Sistem akan langsung memunculkan item atau memasukkan skill yang dia beli.


Di hadapan Sein terdapat tumpukan bahan tempa senjata setinggi 70 cm, menurut perkiraannya dia dapat membuat senjata tingkat Emas sebanyak 3 sampai 4 buah.


Sein bertanya kepada Sistem perihal kejadian tadi, " Hmm... Sistem, kenapa kau memerlukan proses saat aku melakukan pembelian promo skill element dan juga bahan senjata..? " ujar Sein agak kebingungan.


[ Tuan, skill yang anda beli bukan hanya 1 atau 2 macam skill. Tetapi anda membeli lebih dari 150 skill, dan ada beberapa yang skill tingkat tinggi dari semua element yang anda miliki ] jawab Sistem


" Ohhh... Berarti jika aku melakukan pembelian item dalam jumlah besar maka memerlukan proses sedemikian rupa..? " tanya Sein


[ Sebenarnya anda bisa langsung mendapatkannya tanpa proses, tapi Sistem di versi saat ini masih belum mampu. Anda harus meningkatkan Sistem ke versi yang lebih tinggi ] ujar Sistem


" Memang sistem memiliki berapa versi..? " tanya Sein penasaran


[ Sistem tidak dapat memberitahu Tuan, karena Sistem telah dilarang memberitahukannya oleh dewa. Jadi Tuan harus meningkatkan kekuatan Tuan sampai batas maksimal ] jawab Sistem


' Dewa sialan ' batin Sein kesal dan mengutuk dewa yang mereingkarnasikannya

__ADS_1


Wajar bila Sein sedikit sensitif saat Sistemnya menyebutkan kata Dewa, karena dari awal proses reingkarnasinya tidak sesuai harapan. Ya biarpun sekarang semua berjalan dengan baik, dan Sein yang memutuskan takdirnya sendiri.


Dewa yang mereingkarnasi Sein tidak memberinya tugas menjadi Pahlawan atau mengalahkan Raja Iblis yang ingin menguasai dunia, tidak seperti komik yang sering Sein baca atau anime yang dia tonton. Semua berisi tentang mengalahkan Raja Iblis atau menjadi seorang Pahlawan di dunia lain.


[ Bzzttt...bzzzttt ] suara Sistem seperti konsleting listrik


" Apa yang terjadi denganmu Sistem...? " tanya Sein yang sedikit terkejut karena mendengar suara Sistem di kepalanya berbunyi seperti itu.


[ Yooo...., Anak muda, apa kau masih mengenal suaraku..? ] tanya suara seorang pria di dalam kepala Sein


" Ka...kau Dewa yang saat itu..? " ucap Sein tergagap saat mendengar suara lelaki muncul di dalam kepalanya


[ Yakk..., Anda berhasil memenangkan undian senilai 10 triliun $ hahaha ] ucap Dewa dengan tertawa terbahak - bahak di dalam kepala Sein


" Ap..apa yang kau inginkan..? " tanya Sein gugup, dia tidak menyangka kalau sang Dewa bisa mengambil alih Sistemnya


[ Aku tadi mendengar kau mengumpat kepadaku untuk yang ke 2 kalinya, yang pertama aku masih bisa memakluminya karena aku yang melakukan kesalahan ] ujar Dewa


[ Tapi untuk yang kali ini, apakah aku harus memberikanmu hukuman atau Sistemmu aku non aktifkan selama 20 tahun..? ] lanjut Dewa


Sein yang mendengar itu segera saja gugup, bagaimana dia bisa bertahan di dunia yang keras ini tanpa ada bantuan dari Sistemnya. Meski hal tersebut memungkinkan, tetapi resiko yang ada juga semakin besar.


Sein berpikir sejenak, kalau dia kehilangan Sistem maka sama saja dia telah kehilangan separuh nyawanya. Tapi kalau dia menerima hukuman dari dewa, apakah akan mempengaruhi skillnya ataupun semua yang dia peroleh sekarang.


" Ma..maafkan aku Dewa yang sangat tampan, aku hanya kesal karena tidak tidak mengetahui versi maksimal dari sistem " ujar Sein dengan memuji sang Dewa, dia berpikir setidaknya Dewa akan meringankan hukumannya atau tidak jadi menon-aktifkan Sistemnya.


[ Haishhh..., kau sudah ku beri kelebihan tetapi masih ingin yang lebih dari itu ] ujar Dewa menghela nafas


[ Baiklah kau pilih hukuman atau Sistemmu non aktif..? ] lanjut Dewa


Sein menghela nafas, " Hahhh..., aku memilih hukuman darimu Dewa " ujar Sein pasrah


[ Hoho..., cukup bernyali juga kau anak muda. Hukumanmu adalah, kau harus menggagalkan rencana Ras Demon ] kata Dewa


" Hmm..., rencana Ras Demon..? " guman Sein heran


[ Yapp..., aku beri sedikit informasi. Ras Demon berencana menguasai seluruh dunia yang kau tempati sekarang, tepatnya perang besar akan terjadi dalam 10 tahun mendatang. Jadi kau tahukan tugasmu..? ] kata Dewa memberi secuil informasi kepada Sein


[ Sebenarnya jika kau tidak mau melakukannya aku bisa mengganti dengan hukuman yang lain, mungkin membuatmu menjadi lemah selama 7 tahun atau membuatmu kehilangan semua kekuatanmu saat ini. Dan itu akan menjadi tontonan yang seru untukku di Alam Dewa ] ucap sang Dewa


Sein terbatuk mendengar ucapan dari Dewa, " Uhuk.., kau tidak serius kan Dewa..? " tanya Sein


[ Tentu aku serius, saat Ras Demon menguasai duniamu sekarang. Maka semua akan menjadi gersang dan merah seperti api, hahaha ] kata Dewa tertawa lantang di dalam kepala Sein


Sein yang mendengar tawa lantang sang Dewa menjadi pusing sesaat, karena suaranya begitu menggema hingga Sein merasa seperti di lempar bola basket dengan kecepatan tinggi.


Sein memegang kepalanya, setelah merasa pusingnya sedikit berkurang, dia memikirkan ucapan dari Dewa.


' Merah seperti api katanya, memangnya ini kartun Avatar si pengendali 4 elemen. Lagi pula tidak mungkin saat Ras Demon menguasai beberapa daratan di dunia ini mereka akan menamai salah satunya dengan nama Negara Api ' pikir Sein


" Baiklah aku akan menjalankan hukumanku " ujar Sein


[ Keputusan yang bijak anak muda, kau boleh memusnahkan Ras mereka atau menjadikan mereka budakmu. Semua keputusan ada di tanganmu ] kata Dewa


" Aku tidak akan memusnahkan Ras mereka atau pun menjadikan mereka budak, karena aku sangat membenci perbudakan " ujar Sein dengan sedikit penekanan pada kata 'perbudakan'


[ Itu terserah kau saja anak muda, saat kau berhasil menyelesaikan hukumanmu. Aku akan memberikan sebuah hadiah yang mungkin akan mengejutkanmu ] kata Dewa


Sein yang mendengar kata ' hadiah ' dari Dewa segera menepuk pipinya dengan kedua tangan, mata Sein bersinar dan otaknya memikirkan hadiah apa yang akan Dewa berikan kepadanya.


[ Baiklah, aku kembalikan lagi Sistemmu. Berjuanglah menjadi yang terkuat, dan jangan mudah puas dengan hasil yang kau dapat sekarang ] ujar Dewa sedikit menasehati Sein


[ Saat batas hukumanmu semakin menipis, Sistem akan mengingatkanmu. Agar kau tidak melalaikan hukuman yang kuberikan ] lanjut Dewa


" Baik dewa, terima kasih atas nasehatnya" ujar Sein merasa beruntung karena ada yang mengingatkannya untuk tidak cepat puas dengan hasil yang dia peroleh sekarang.


" Dewa... " panggil Sein, dia merasa heran karena tidak ada jawaban


Sein sudah menunggu jawaban dari Dewa sekitar 5 menit, dia sedikit bosan dan lelah.

__ADS_1


Sein akhirnya memasukkan bahan tempa senjata yang ada di hadapannya kedalam cincin ruang, dia pun mencoba memanggil Sistemnya.


' Mungkin Dewa telah mengembalikan Sistem, maka dari itu dia tidak menjawabku' pikir Sein


" Sistem " panggil Sein


[ Iya Tuan, apakah anda ingin membeli sesuatu..? ] tanya Sistem


" tidak, aku tidak ingin membeli barang atau pun skill untuk saat ini. Tadi sudah cukup banyak aku membeli, mungkin lain kali " ujar sein


" Ternyata benar Dewa itu telah mengembalikan Sistem " gumam Sein


Sein berjalan menuju markas Guild Mask ofJudgement, sesampainya di sana dia melihat anggota, pelayan, serta bawahannya telah berkumpul dan menunggunya untuk merayakan pesta kemenangan.


Seira berlari kecil menghampiri Sein, " Tuan, maaf kalau hamba lancang. Apakah pesta perayaan kemenangan pertama kita akan dilaksanakan siang ini atau sore nanti..? " tanya Seira dengan senyuman manis


Seira sangat gembira saat mendengar perkataan Sein yang akan mangadakan pesta perayaan, karena dia telah lama dikurung oleh penjual budak dan tidak pernah merasakan pesta semenjak 1,5 tahun terakhir.


Sein tersenyum kecut, " Maaf semua, pestanya di undur besok. Aku sangat kelelahan, jadi kalian bisa pulang dan beristirahat " ujar Sein agak lesu


" Baik Ketua " jawab 9 orang anggotanya, mereka memaklumi hal tersebut. Karena Sein mengerahkan lebih banyak tenaga dari pada mereka


" Baik Tuan " jawab para pelayan


" Baik Tuan, saya dan Arnag akan mengantarkan Dark Mask dan Healer Mask untuk mendaftar di gedung petualang " ujar Leon


Sein hanya mengangguk sebagai jawaban, karena pikirannya saat ini sangat kacau akibat sistem yang di sadap tadi dan juga karena hukuman yang dia terima.


" Ayo kita berangkat " ajak Leon


Saat ke 3 pria itu melangkahkan kaki keluar dari gerbang markas, Seira masih berdiri di hadapan Sein dengan muka cemberutnya yang berada di balik topeng.


" Kau tidak jadi mendaftar..? " tanya Sein


Seira hanya diam dan tidak menjawab, dia kesal karena Sein mengundur pesta perayaan. Padahal yang dia ketahui Sein sangat sehat dan tidak mengalami cidera sedikitpun, jangankan cidera, goresan senjata saja tidak ada.


Sein menarik Seira ke ruang tengah, di ruang tengah tidak ada seorangpun, karena para pelayan sedang sibuk di dapur dan di halaman rumah.


Sein membuka topeng Seira, setelah topeng terbuka Sein melihat bahwa ekspresi Seira kurang sedap di pandang.


" Apa yang kau pikirkan Seira..? " tanya Sein


Seira hanya menggelengkan kepala sambil sedikit cemberut, Sein yang melihat itu nampak berpikir tentang apa yang terjadi dengan Seira.


" Apa karena pestanya ku undur..?. Tenang saja, aku pastikan besok kita merayakannya bersama yang lain. Kau segera susul Arnag dan yang lainnya, jangan cemberut seperti itu nanti kecantikan alami seorang Elfmu berkurang " ujar Sein menggoda Seira


Muka Seira sedikit memerah saat mendengar perkataan terkahir Sein, " Ba..baik Tuan " jawab Seira dan malangkah pergi


" Seira.. " panggil Sein


" Ii..iya Tuan " jawabnya membalikkan badan sambil menundukkan kepala untuk menutupi rona merah wajahnya


" Ini topengmu tertinggal " ujar Sein menyerahkan topeng Seira


" Te..terima kasih Tuan " jawab Seira gugup dan segera memakai topengnya untuk menutupi rona merah di wajahnya


" Hati - hati di jalan, mungkin ke tiga temanmu belum jauh " kata Sein sambil mengelus kepala Seira


Seira hanya mengangguk dan segera berlari keluar markas, muka Seira sekarang merah padam seperti tomat.


Sein yang melihat itu hanya terkekeh sambil menggelengkan kepala.


.


.


.


**Menurut kalian, apakah Sein menyukai Seira atau hanya sebatas kepedulian Tuan terhadap bawahan..?

__ADS_1


Jawab di kolom komentar yaaa, Meskipun nanti ada jawaban yang benar. Author tidak akan memberi tahunya, nanti ceritanya jadi nggak seru dong 😁


Tetap jaga kesehatan ya readers di era Covid - 19**.


__ADS_2