The Sins Empire

The Sins Empire
Hutan Losdeus II


__ADS_3

Saat Sein keluar dari gapura, dia melihat ada banyak hewan mistyc tingkatan Elite seperti sedang menunggunya keluar dari sana.


Sein agak sedikit bingung, apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Padahal saat dia berjalan menyusuri kedalaman hutan Losdeus, dia tidak merasakan atau mendapatkan serangan dari hewan mistyc atau pun monster yang ada disana.


" Siall!!! " umpat Sein saat melihat kerumunan hewan mystic yang ada di depannya.


Memang dia dapat melawan semua kawanan hewan itu dan tidak akan kehabisan mana sama sekali, tetapi yang menjadi kekhawatiran Sein adalah fisik dan juga mentalnya.


Sein sempat berpikir bahwa melarikan diri adalah jalan terbaik, tetapi dia mengurung kan niat tersebut karena semua itu percuma. Lari dari harimau biasa dengan kekuatan yang sekarang masihlah mungkin, tetapi jika dihadapkan dengan 200an hewan mystic yang 50 diantaranya memiliki kecepatan lari diluar nalar.


Maka semua yang Sein lakukan adalah sia - sia, dan dia sama saja dengan bunuh diri. Jika dia berlari maka fisiknya akan kelelahan dan jika terkepung lagi, bisa jadi itu adalah akhir baginya.


" Tidak ada cara lain, aku harus melawan mereka semua " gumam Sein


" Sihir Element - Thousand Ice Spear " teriak Sein


Itu merupakan jurus elementnya yang baru, ada banyak jurus dan beberapa dari jurusnya memiliki danmage pada area yang luas.


Swossshh......


Seketika muncul banyak tombak es di atas langit, Sein berpikir ingin menggabungkan element esnya dengan element lain. Tetapi dia ragu bahwa percobaannya akan berhasil, dia tidak mau menganggambil resiko.


Sein mengayunkan tangannya dan mengenai beberapa hewan mistyc yang kurang lincah, seketika jumlah musuh yang mengepungnya telah berkurang drastis dan hanya menyisakan 80 hewan mystic yang kecepatan sedang dan tinggi.


Sein merapatkan giginya geram, dia berpikir akan melatih fisiknya setelah semua ini usai sembari melanjutkan perjalanan. Sein melakukan itu agar hal serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.


" Jurus Tombak - Naga Es " Sein berteriak lantang


Sontak seketika daerah di sekitarnya menjadi beku dan dingin, lalu muncul seekor naga yang terbuat dari es sedang meliuk di angkasa.


Naga tersebut langsung menukik turun menuju arah kelompok hewan yang ada di depan Sein, melihat hal tersebut. Sontak membuat semua hewan mistyc maju menerjang Sein dengan mengeluarkan kemampuan maksimal mereka, Sein yang melihat itu langsung mengeluarkan sihir api yang ia miliki.


" Sihir Api - Jilatan Neraka " teriak Sein dengan nafas yang sudah terputus - putus


Saat sihir itu di ucapkan, muncul api bewarna biru mengelilingi Sein. Seakan api tersebut menjadi benteng bagi Sein, beberapa serangan dari kawanan hewan mistyc lolos dan mengenai tubuh Sein.


Biarpun tidak menimbulkan luka serius, tetapi tetap saja, semua badan Sein merasakan perih dan nyeri akibat serangan itu. Saat naga es yang dia buat mencapai tanah, semua musuhnya telah membeku dan dengan cepat Sein mengarahkan apinya ke hewan mistyc yang membuku.


Api yang diarahkan Sein membuat para hewan mistyc tersebut hancur dan menjadi serpihan - serpihan es kecil yang meleleh. Melihat itu Sein segera duduk dan merebahkan badannya di atas tanah bekas pertarungan, dia merasa sangat kelelahan.

__ADS_1


Tanpa dia sadari, banyak hewan mistyc dan monster yang semakin mendekat ke arahnya. Sein hampir terlelap, saat matanya akan terpejam, dia merasakan rasa sakit di lengan kirinya.


" Sial apakah rasa sakitnya tidak akan hilang " gumamnya sambil memejamkan mata


Semakin lama, rasa sakit yang dia terima semakin menjalar. Sein membuka matanya dan terkejut saat melihat ada 4 hewan buas yang menggigit tubuhnya, dia langsung meneriakkan sebuah sihir yang kekuatannya setara dengan kekuatan penyihir tingkat Sage.


" Sihir Es - Dewa Es Abadi " teriak Sein


Tubuhnya mengeluarkan hawa dingin hingga minus 50° celcius, sontak hal tersebut membuat ¼ hutan losdeus membeku.


Dimasa depan, tempat beku tersebut disebut sebagai lembah Es abadi.


.


.


.


Di Kota Adnam, tepatnya di dalam markas Guild Mask of Judgement.


" Apa!!!, kau membiarkan Tuan pergi sendiri " ujar Seira terkejut saat mendengar perkataan Leon


" Dengarkan dulu alasannya, kenapa Tuan memilih pergi sendiri " Ujar Arnag menenangkan Seira


" Lanjutkan kak " kata Moskova


Leon mengangguk, " Jadi Tuan tidak ingin kita ikut bersamanya karena dia khawatir kita akan terluka bahkan bisa jadi kehilangan nyawa " ujar Leon


" Tuan memberi tugas kepads kita agar menjadikan Guil Mask of judgement sebagai yang terkuat di Kerajaan Sins, dan kita harus merahasiakan kepergian Tuan dari Yang Mulia Raja " lanjut Leon


Seira dan Moskova terdiam saat mendengar ucapan Leon, tidak berselang lama ada yang mengganggu acara diskusi mereka. Seseorang masuk dengan tidak sopan dan langsung mendobrak pintu markas.


Brakk.....!!


Moskova yang mendengar itu segera saja tersulut emosi, " Lancang!!!, siapa yang berani bertindak tidak sopan!! " teriaknya marah


" Ketua menantang Ketua Guild Mask of Judgement hari ini " ujar orang itu dengan senyuman sinis


" apa kau tidak bisa masuk dengan sopan..? " tanya Leon dengan tenang

__ADS_1


Orang tersebut tertawa lantang, " Hahaha, sopan..?, dengan Guild rendahan seperti ini...?, cuihhh..! " ujar orang itu sambil meludah ke lantai


Moskova yang melihat itu langsung menghilang dari pandangan Leon dan yang lainnya, dia muncul di belakang orang tadi. Dan menusuknya dengan sebuah tombak yang langsung tembus ke bagian depan tubuh orang tersebut.


" Itu akibatnya jika kau merendahkan kami!! " ujar Moskova geram


Suasana disana menjadi hening sejenak hingga Leon membuka pembicaraan.


" Moskova, kau pergi ke Istana dan bawa surat ini secepat yang kau bisa. Itu adalah surat perintah dari Tuan, aku akan menuju markas mereka dan meluluh lantahkan mereka " ujar Leon


Dia geram karena tindakan Guild Pahlawan Adnam yang mencari masalah dengan Tuan mereka.


" Baik kak, akan ku lakukan se maksimal mungkin dan tidak akan mengecewakan Junjunganku " jawab Moskova


Moskova segera melengang pergi meninggalkan 3 orang itu, Leon memerintahkan Arnag dan Seira untuk menangkap keluarga para petinggi Guild dan membawa mereka ke aula hukuman yang ada di Istana.


Sementara itu Leon pergi menuju markas Guild Pahlawan Adnam untuk menyatakan perhitungan atas tindakan Guild tersebut.


Sesampainya di markas Guild Pahlawan Adnam, Leon ditanya oleh penjaga markas.


" Berhenti, ada urusan apa kau ke sini..? " tanya penjaga curiga, karena Leon menggunakan topeng yang aneh


" Aku ingin menemui Ketua Guildmu " ujar Leon agak sinis


" Ketua sedang mengadakan pertemuan dengan seorang Jendral, kembalilah besok!! " ujar penjaga tersebut mengusir Leon


" Hooo...., seorang Jendral ya...?, apakah dia Jendral kerajaan lain..? " tungkas Leon


Penjaga itu hanya terdiam, Leon yang melihat gerak gerik penjaga yang aneh mulau curiga. Tanpa basa basi lagi, Leon segera menggunakan sihir angin dan melontarkan penjaga tersebut serta menghancurkan gerbang markas Guild Pahlawan Adnam.


Brakk....


Suara pintu yang terlempar sangat keras, hingga terdengar di aula pertemuan.


" Baj*ngan, siapa yang berani mengacau disini!!! " geram Ketua Guild Pahlawan Adnam


Dia pun segera melengang keluar, dan berteriak.


" Apakah kau cari mati hahh!!!! " teriak Ketua Guild

__ADS_1


" Kau yang mencari kematianmu sendiri !! " jawab Leon setengah emosi


__ADS_2