The Sins Empire

The Sins Empire
Membuat Guild


__ADS_3

Setelah Sein memperkenalkan dirinya dan bawahannya pada Tuan Tus, pria tua itu segera masuk dan mengambil beberapa kotak dari dalam bangunan reyot tersebut.


Dia membawa lima tumpuk kotak kayu dan menaruhnya di atas meja kasir.


Brakk...


Suara kotak tersebut, Diluar dugaan Sein ternyata kotak yang dibawa Tuan tus sangat berat. Hal itu terlihat dari suara yang ditimbulkan saat kotak tersebut ditaruh di atas meja kasir, Sein sempat merenungkan hal itu.


' Pria tua ini sangat misterius, sebaiknya aku tidak mencari masalah dengannya. Informasiku tentang orang di kerajaan ini masih sangat sedikit ' batin Sein


Biarpun Sein memiliki ingatan dari tubuh yang di tempati rohnya, tetapi hal tersebut tidak membantu sama sekali. Karena tubuh yang ditempatinya hanya sosok yang lemah dan manja, sebelum roh Sein masuk ke dalam tubuh tersebut.


" Silahkan dilihat dahulu pisau buatanku anak muda " kata Tuan Tus


Sein mengangguk, " Arnag, coba kau cari pisau yang cocok dengan Elementmu dan sesuai dengan kriteria yang kau mau " ucap Sein


" Baik Tuan " jawab Arnag


Arnag segera mengangkat kotak - kotak tersebut, dan menatanya menjadi baris yang panjang. Dia membuka satu persatu dan melihatnya, tetapi dia tidak menemukan pisau yang sesuai dengan kriterianya.


Arnag menggelengkan kepalanya, " Maaf Tuan, pisau yang saya inginkan tidak ada " sesal Arnag


" Hmm... Tuan Tus, apakah anda bisa membuatkannya..? " tanya Sein


" Tentu saja bisa anak muda, mari ikut saya ke kebelakamg untuk memilih bahan dari pisau yang rekan anda inginkan " ucap Tuan Tus


Sein mengangguk dan mengikutinya ke dalam, Arnag dan Leon menyusul dari belakang. Setelah mereka sampai, Sein dikejutkan dengan banyaknya bahan dasar untuk membuat senjata.


" Ternyata tempat reyot ini tidak seperti tampang depannya " gumam Sein


Sein teringat dengan sebuah pribahasa yang ada di bumi, ' Jangan menilai buku dari sampulnya ' dan hal itu telah terbukti di mata Sein sekarang. Toko Tuan tus di depan tampak reyot dan sepi, tapi saat memasuki bagian belakang, terdapat banyak batu dan bijih besi untuk membuat senjata ataupun peralatan perang.


" Silahkan dipilih anak muda " kata Tuan Tus


Sein menoleh ke arah Arnag, Arnag yang melihat itu segera memilih bijih besi dan bahan lainnya.


" Ini Tuan " kata Arnag menyerahkan bijih besi dan beberapa bahan lainnya kepada Tuan Tus


" Cukup pintar juga kau memilih bahan " puji Tuan tus


Arnag hanya tersenyum menanggapi pujian tersebut, dia segera kembali ke tempat semula yang berada di sebelah kiri Sein.


" Baiklah anak muda, kalian bisa mengambilnya nanti sore " kata Tuan Tus


" Apakah kau ada design untuk pisaumu..? " lanjut Tuan tus bertanya pada Arnag


" Ada Tuan " jawab Arnag


" Kau bisa menggambarnya di papan sebelah sana " ujar Tuan Tus sambil menunjuk sebuah papan tulis kapur


Arnag beranjak dari tempatnya menuju ke arah papan tersebut, lalu dia menggambar pisau dengan design yang sedikit berbeda dari pisau kebanyakan.


" Sudah Tuan " kata Arnag

__ADS_1



" Hmm... design yang simple " gumam Tuan Tus


Tuan Tus melihat ke arah Arnag, " Apa kau ingin membuat pisau yang ringan tapi kuat dan bisa kau lempar dengan benang mana..? " tanyanya


" Benar sekali Tuan Tus, semoga saya tidak merepotkan anda " jawab Arnag sopan


Tuan Tus melambai lambaikan tanganya, " Tidak sama sekali anak muda, aku malah kagum kau menginginkan pisau yang sangat jarang di pakai oleh seorang petualang " katanya


" Ahhh aku jadi teringat saat sebelum pensiun menjadi Petualang, dulu aku melawan Ras goblin yang bersenjatakan pisau seperti yang kau gambar. Dia bertarung imbang denganku, dan akhirnya aku mundur karena bantuan Rasnya tiba " lanjut Tuan Tus


Deg...


Detak jantung Arnag seketika berdetak sangat kencang, Sein maupun Leon belum mengetahui arah pembicaraan ke dua orang tersebut. Arnag hanya diam mendengar perkataam Tuan Tus, keheningan tersebut bertahan cukup lama.


" Tuan Tus, kami pamit undur diri dahulu. Sore nanti kami akan kembali untuk mengambilnya, soal biaya pembuatan kita bicarakan nanti dan ini sebagai jaminan " kata Sein memecah keheningan sambil menaruh satu kantong koin emas.


Mereka berpamintan dan membungkuk hormat, lalu pergi meninggalkan tempat pandai besi milik Tuan Tus.


" Kenapa kau tadi diam saat dia bercerita tentang pengalamannya..? " Tanya Leon penasaran


" Goblin yang dia lawan adalah aku, aku tidak mengenalinya karena dia sudah sangat tua Dulu saat melawanku dia masih berumur 40 tahun " jawab Arnag


Sein yang mendengar pembicaraan itu segera angkat bicara, " Memang kau sekarang berusia berapa..? " tanya Sein


" Hamba telah berusia 100 tahun Tuan " jawab Arnag


Sontak saja hal tersebut membuat Sein tersedak, bagaimana bisa usia bawahannya setara dengan kakek atau bahkan nenek moyangnya. Apalagi hal yang membuat Sein heran adalah, biarpun telah berusia ratusan tahun tapi penampilan mereka layaknya anak berusia 15 tahun dan seorang pemuda berusia 25 tahun.


.


.


.


.


Saat Sein tiba di Pusat Kota, dia menghentikan langkahnya, " Ikut aku ke gedung petualang dan mendaftarkan kalian sebagai petualang " kata Sein


" Baik Tuan " jawab mereka serempak


Sesampainya di gedung petualang, Sein menghampiri Elena, " Elena, aku ingin mendaftarkan ke dua rekanku menjadi seorang petualang " kata Sein


" Silahkan maju dan mengisi data anda pada kertas ini " kata Elena sambil menyerahkan kertas dan pena sihir kepada Leon dan Arnag


Sein menggelengkan kepala, " Haisshh.. Kau tidak perlu formal kepada mereka " ucap Sein


Elena yang mendengar itu malah mengejek Sein dengan menjulurkan lidahnya, " wekkk " ejek Elena


Sein tidak menghiraukan ejekan tersebut, setelah semua proses selesai. Sein mengajak Leon dan Arnag meninggalkan gedung petualang, tapi Elena memanggilnya.


" Sein.." Ucap Elena setengah berteriak

__ADS_1


Sein menoleh saat mendengar namanya di panggil, " Ada apa Elena..? " tanyanya


" Aku kemarin lupa, kalau kau sudah di tingkat Gold. Kau harus mengganti kartu identitas dengan lencana ini " kata Elena sambil menunjukkan sebuah lencana berwana emas dengan angka romawi tiga.


Sein menghampirinya dan menukar kartu identitasnya dengan lencana tersebut, Sein kemudian berpikir. Apakah mungkin di dunia yang sekarang ada Guild, ataupun perkumpulan.


" Emm... Elena, apakah terdapat perkumpulan atau semacamnya di tempat ini..? " tanya Sein memastikan


" Mungkin yang kau maksud Guild " kata Elena


" Ahh... Benar itu maksudku, apakah disini ada Guild...? " tanya Sein lagi


" Ada, tapi hanya terdapat satu Guild dan Guild tersebut berisi 9 orang dengan tingkat Gold, serta di ketuai oleh orang dengan tingkatan Platinum. Kalau tidak salah namanya Guild Pahlawan Adnam " jelas Elena


Sein, Leon, dan Arnag yang mendengar nama guild tersebut hampir melepaskan tawanya, " Pfftt... " hanya kata itu yang keluar saat mendengar penjelasan Elena. Menurut mereka, nama Guild tersebut terlalu Kuno dan sangat lucu untuk jaman sekarang.


Sein tidak habis pikir, bagaimana bisa seseorang memberi nama Guild mereka dengan nama yang tidak keren sama sekali.


" Ehem... Maaf Elena, apakah aku bisa membuat Guild juga..? " tanya Sein mengalihkan topik agar pikirannya tidak terbayang dengan nama konyol itu


" Tentu saja bisa Sein, mari aku antar menemui ketua cabang gedung petualang Kota Adnam " kata Elena


Sein, Leon, dan Arnag mengikuti Elena naik menuju lantai 2, sesampainya di depan pintu ruangan Elena mengetuknya.


tok..tok..tok


" Ketua, Ada seorang petualang yang ingin membuat Guild " kata Elena


" Biarkan mereka masuk " ujar suara dari dalam


" Baik ketua " jawab Elena


Segera Elena membukakan pintu dan menyuruh Sein dan bawahannya masuk, mereka bertiga duduk di sebuah kursi panjang. Sedangkan elena berdiri di samping pria paruh baya yang duduk di depan mereka.


" Apa benar kau ingin membuat Guild..? " tanya pria tersebut


" Sebelumnya kau bisa memanggilku Ryu, aku ketua cabang Kota Adnam " lanjutnya


" Benar Ketua Ryu, Perkenalkan namaku Sein. Dan mereka berdua adalah rekanku, Leon dan Arnag " jawab Sein


" Sein.. " guman Ryu


" Kau Sein yang kemarin menjadi tingkat Gold III..? " tanya Ryu


" Benar Ketua, jadi bisakah aku membuat Guild..? " tanya Sein lagi


" Tentu saja bisa, tapi ada beberapa berkas yang harus kau urus. Dan ada beberapa tambahan biaya, hal yang perlu kau ketahui adalah Guild harus mempunyai markas tetap. Yang ke dua, setiap Guild tidak boleh mengambil misi dari gedung petualang " tungkas Ryu


Sein mengerutkan keningnya, " Lalu bagaimana cara kami menjalankan misi..? " tanyanya


" Gedung petualang akan mengirimkan misi khusus Guild, dan bukan per seorangan seperti misi yang di tempel di bawah " jelas Ryu


" Jadi disini siapa yang menjadi ketua Guild..? " lanjut Ryu

__ADS_1


" Aku yang menjadi ketuanya " jawab Sein tegas


" Baiklah, mari kita urus berkasnya. Dimulai dari nama Guild, jumlah anggota, markas, dan total biaya pembuatan Guild " ujar Ryu.


__ADS_2