The Sins Empire

The Sins Empire
Menyusun Rencana III


__ADS_3

Sein memasuki ruang kerja Q, dia duduk di kursi tamu sementara Q sedang mengambil setumpuk kertas.


" Tuan Devil, teteskan darah anda pada kertas ini " Q menunjuk 15 kertas biasa dan 2 dengan ukiran yang sangat elegan


" Tuan Q, kenapa ada yang berbeda dari kertas kontrak yang lain..? " tanya Sein penasaran


" Ah... Itu karena 2 kertas yang memiliki ukiran indah adalah khusus untuk yang kaum bangsawan " terang Q


" Aku akan meneteskan darahku ke 15 kertas kontrak, sedangkan untuk dua bangsawan tadi. Biar aku saja yang mengurusnya, aku meminta ruangan kosong dan tertutup " ujar Sein


" Baik tuan, akan saya siapkan ruangannya. Silahkan tuan teteskan darah terlebih dahulu " kata Q sembari meninggalkan Sein


Sein segera meneteskan darahnya pada 15 kertas kontrak Tuan dan Budak, Sein agak lama menunggu. Ketika dia mulai jenuh, Q memasuki ruangan itu.


" Maaf membuat anda menunggu lama, silahkan ikuti saya. Dan kertas kontrak itu bisa anda simpan Tuan Devil " ujar Q


Sein ingin memastikan cara membatalkan kontrak tersebut, " Kalau kertas ini ku sobek, berati ikatan Tuan dan Budak telah berakhir..? " tanya Sein memastikan


" Benar sekali Tuan Devil, mari ikuti saya. Ke dua Bangsawan itu sudah mengamuk hihihi, saya tidak melepas borgol. Agar anda tidak perlu mengeluarkan sihir " ujar Q


Sein membalasnya dengan anggukan kepala


.


.


.


.


* Di Aula Kerajaan


" Hamba menghadap Yang Mulia " ujar Washi


" Washi, Elang dari Timur. Aku memiliki sebuah tugas yang harus kau jalankan " ujar Hyakkura


" Hamba akan melaksanakannya dengan sebaik mungkin Yang Mulia " jawab Washi


" 2 atau 3 hari lagi, kau kembali kesini dan sebelum kau ku panggil kembali. Pastikan daerahmu aman dan tidak ada Ras lain yang menyelinap atau kau akan ku taruh di difisi pertahanan " jelas Hyakkura


" Hamba mengerti Yang Mulia " Washi membungkuk hormat, dan pamit meninggalkan Aula Kerajaan


" Hah.... Semoga kau dapat mengatasi masalah disana nak, untungnya Kerajaan Libra masih bersikap pasif " gumam Hyakkura sambil menyenderkan kepalanya di Singgasana.


.


.


.


* Markas Guild Maks of Judgement


" Kalian Ingin menjadi kuat tetapi hanya dengan serangan seperti itu sudah menyerah, pulang dan renungkan !!! " teriak Arnag marah - marah


Banyak anggota dari tim Fighter yang tidak sanggup berada di bawah pelatihan Arnag, sedangkan dari tim Archer. Mereka bernafas lega karena Leon tidak sekejam itu.


" Yak... Cukup, istirahatlah terlebih dahulu. Setelah istirahat kita akan mengulang latihan tadi, karena kalian belum bisa menembak tepat sasaran " ujar Leon sambil bersiul dan berlalu meninggalkan mereka

__ADS_1


.


.


.


* Kembali ke tempat Sein


" Kau bisa keluar Tuan Q, dan jangan mengintip!! " ujar Sein dengan penekanan nada pada kalimat terakhir


" Baik Tuan, kalau anda sudah selesai tekan tombol itu. Maka saya akan datang " kata Q sambil menunjuk tombol merah


Sein hanya mengangguk menanggapinya, Dia lekas masuk ke dalam ruangan itu.


" Lepaskan aku Manusia j*h*nam..!!!! aaaarrrggghhh " kata Moskova


" Ada apa kau kesini, cuihhh " kata Seira sambil meludah di depan Sein


Sein hanya menggelengkan kepalnya, " Moskova putra dari Duke Novikranov, dan Seira Putri Mahkota Ras Elf. Biar pun aku tidak mengetahui bagaimana kalian bisa berada disini, tapi aku turut bersedih akan nasib kalian yang berakhir di penjualan budak " ujar Sein panjang lebar


Mereka berdua kaget, karena pria di hadapan mereka mengetahui identitas mereka dengan jelas. Bahkan sang penjual budak hanya mengetahui mereka seorang Bangsawan dari Ras Vampire dan Elf, tetapi orang di depan mereka dapat mengetahuinya.


" Kalian tidak perlu terkejut, atau pun bertanya - tanya dari mana aku mengetahui hal tersebut. Kalian cukup menjawab, ingin ku bebaskan dari sini atau ku tinggal..? " ujar Sein


mereka hanya diam saat mendengar itu, " Aku tidak memiliki banyak waktu, dan jujur saja aku bukan orang yang suka menunggu. Jadi iya atau tidak sama sekali..? " tanya Sein


" Baiklah, tolong bebaskan aku. Kerajaanku akan berhutang budi padamu " ujar Seira


" Jangan dia!!! Maaf sebelumnya menyebutmu j*h*nam, bebaskan aku saja maka kau dapat memakai budak kami sesukamu " ujar Moskova


Sein yang mendengar itu menggelengkan kepalanya, " Aku akan membebaskan Kalian berdua, asal kalian dapat memenuhi syarat dariku " ucap Sein


Sein tersenyum, " Kalian hanya perlu menjadi bawahanku, tidak terikat kontrak Tuan dan Budak. Tapi dengan kontrak darah, jika kalian berniat menghianatiku maka kalian akan mati. Kalau aku mati saat berperang, kalian dapat bebas. Dan jangan sekalipun kalian merencanakan sesuatu di belakangku, atau kalian akan mendapat siksaan yang tiada akhir " ujar Sein panjang lebar


Mereka berpikir sejenak, akhirnya Seira angkat bicara.


" Aku mau menjadi bawahanmu, tapi dengan syarat kau mengantarku ke negeriku suatu saat nanti " ujar Seira


" Baik, ku terima syaratmu " kata Sein lalu menggores jarinya dengan pisau Es


" Buka mulutmu " titah Sein, Seira pun membuka mulutnya dan menelan darah Sein


Tidak ada reaksi kesakitan atau semacamnya saat dia melakukan kontrak darah, tidak seperti yang ada dalam ekspetasinya.


" Kalau kau bisa memberiku jabatan aku akan menjadi bawahanmu " ujar moskova setelah melihat Seira menjadi bawahan Sein dan borgol serta rantai yang mengikatnya telah dilepas.


Sein yang mendengar itu hanya bisa terkekeh, " Hehe jabatan apa..?, Jendral atau penasehat Raja, atau Menteri..?. Itu hal mudah " kata Sein sambil menjentikkan jari kelingkingnya


Seira dan Moskova kaget dengan ucapan Sein, mereka mulai menerka - nerka siapa pemuda di balik topeng tersebut.


" Tidak perlu kalian mencari tau tentangku, nanti juga kalian akan mengetahuinya " ujar Sein


" Buka mulutmu " titah Sein


Moskova segera membuka mulutnya, dan setelah borgol serta rantai terlepas. Dia meringkuk kesakitan, Sein yang melihat itu hanya menggeleng.


" Aaarrrghhhhh " teriak Moskova dengan memegang dadanya

__ADS_1


" Kan sudah ku peringatkan padamu, ubah niatanmu maka kau akan membaik " ujar Sein


Sein menunggu beberapa saat, dan ketika Moskova sudah merasa baikan dia segera berlutut dan meminta maaf pada Sein.


" Maafkan hamba yang rendah ini My Lord " ucapnya sengan gaya ala Bangsawan Vampire


Sein yang melihat itu hampir melepaskan tawanya, karena melihat ekspresi super serius dari Moskova. Sedangkan Seira telah tertawa terbahak - bahak, Moskova tidak menghiraukan tawa gadis Elf tersebut.


" Berdirilah " Ujar Sein


Moskova berdiri dan bertatapan langsung dengan Sein, " Ini untukmu " ujar Sein menyerahkan topeng mirip dengan kepunyaan Arnag maupun Leon.


" Dan ini untukmu " lanjut Sein menyerahkan jubah serta topeng kepada Seira


" Sekarang kalian iku denganku " titah Sein


" Baik Tuan " jawab Seira


" Sesuai keinginan anda My Lord " jawab Moskova


Sein memencet tombol merah yang berada dekat pintu, dia menunggu selama 5 menit dan Q menghampirinya. Sein menjelaskan bahwa Q harus mengantar budak yang baru dia beli pada alamat yang sesuai di kertas yang Sein berikan.


Q hanya mengangguk dan kemudian Sein memberi 100 keping emas sebagai imbalan dia mengantarkan budak tersebut, Sein pun segera pamit dan bergegas menuju toko Tuan Tus.


.


.


.


" Selamat siang Tuan Tus " ujar Sein dari luar


" Hohoho, aku menunggumu dari tadi pagi anak muda " jawab Tuan Tus


" Aaa.. Maafkan saya Tuan Tus, saya ada beberapa kepentingan tadi. Jadi bisa saya ambil..? " kata Sein langsung mengalihkan pembicaraan


" Ini barangnya anak muda, Semuanya 100 keping emas " kata Tuan Tus sambil menyerahkan sebuah kotak yang sangat ringan


Sein mengambil 130 keping emas, dan menyerahkannya pada Tuan Tus. Dia segera pamit dan beranjak meninggalkan toko bersama Seira dan Moskova yang mengikuti dari belakang.


" Anak muda ini kebanyakan " teriak Tuan Tus


Sein hanya melambaikan tangan sebagai jawaban, " Semoga anda bisa membawa kedamaian kepada negeri ini Pangeran " Gumam Tuan Tus.


" Baiklah, kita kembali ke markas. Moskova kau bawa ini " kata Sein sambil menyerahkan kotak tadi


" Sesuai yang anda ingin My Lord " jawab Moskova menerima kotak tadi


.


.


.



Kurang lebih seperti itu perawakan Moskova Novikranov dan beberapa Bangsawan Vampire ( gambar hanya pemanis ),

__ADS_1



Kurang lebih seperti itu perawakan Putri Seira dan untuk Ratu serta Putri Elf yang lain tidak beda jauh( gambar hanya pemanis )


__ADS_2