
Sein dan Leon telah berlari selama 5 jam, Sein mengajak Leon untuk mencari tempat beristirahat. Setelah menemukan pohon yang cukup besar dan rindang, mereka beristirahat di bawahnya.
Sein menatap Leon, " Kau bisa merubah wujud menjadi manusia selama berapa lama..?" tanyanya.
" Hamba bisa merubah wujud selama yang hamba inginkan Tuan " jawab Leon
Sein mengangguk mendengar jawaban tersebut, karena cukup penasaran dengan Leon, Sein pun bertanya. " Apakah ada suatu kerajaan atau sistem kepemimpinan di antara hewan mystyc seperti kalian..? "
Leon yang mendengar hal tersebut sedikit mengingat - ingat, " Sepertinya ada Tuan, dan itu dipimpin oleh hewan mystyc tingkat mitos. Tapi hamba tidak dapat mengingat secara jelas, karena hamba hanya mendengar dari ibu hamba " jawabnya
Sein menaikkan sebelah alisnya, " Apa yang ibumu katakan...? " tanya Sein
" Saat hamba masih berumur 30 tahun, ibu hamba pernah bercerita bahwa ada seorang raja dari semua Ras Hewan Mystyc dan kata ibu hamba raja tersebut telah lama hilang " tungkas Leon
Sein semakin bingung, " Menghilang..?, apa mungkin raja tersebut mati..? " tanya Sein
" Maafkan hamba Tuan, hamba tidak mengetahuinya. Yang hamba ketahui hanya ada beberapa hewan mystyc tingkat Mitos yang tersisa sekarang, dan keberadaan mereka sangat misterius " sesal Leon sambil menunduk karena tidak dapat menjawab pertanyaan Sein.
Mereka terdiam tanpa pembicaraan cukup lama, Sein merasa istirahatnya telah cukup dan dia mengajak Leon untuk melanjutkan perjalanan.
Selama di perjalanan hanya ada beberapa monster dan hewan mystyc tingkat Elite yang menghadang, jelas itu bukan sebuah ancaman yang besar untuk keduanya. Saat melihat hari mulai gelap, Sein memutuskan untuk mencari goa atau pohon besar untuk beristirahat.
" Tuan hamba merasakan ada yang mengintai kita " kata Leon tiba - tiba
Sein yang bingung dengan perkataan Leon segera mengaktifkan skill God eyenya, dan benar saja ada banyak keberadaan jahat yang mengicarnya.
" Jangan buat mereka curiga, kita lanjutkan saja. Aku memiliki rencana " Tungkas Sein
Leon hanya mengangguk mendengar itu, Leon melihat sebuah goa yang berjarak 100 meter dari tempat mereka saat ini. Sein pun memutuskam untuk menjadikan goa tersebut sebagai tempat beristirahat.
Saat akan memasuki goa, sebuah anak panah menancap tepat di tanah depan Sein. Sein menghentikan langkah di ikuti Leon, seketika keluar 20 goblin dengan membawa busur yang siap di tembakkan.
Sein akhirnya menyadari bahwa yang dia lihat dengan skill God eyenya adalah goblin yang mengepung mereka sekarang, salah satu goblin dengan ukuran tubuh lebih besar mendekat.
" Kalian ikut kami, kalau kalian melawan maka akan kubuat kematian yang paling cepat " kata Goblin tersebut
Leon ingin menggunakan ke dua pedang pendeknya untuk menghujam goblin tersebut, tetapi Sein menahannya. Mereka pun dibawa ke markas para goblin dan ditempatkan disebuah jeruji besi.
" Tuan kenapa tadi kita tidak melawan saja..?, dengan kekuatan kita, seharusnya bisa membunuh mereka semua " tanya Leon
Sein menggelengkan kepala ringan, " Apa kau tidak merasa ada yang salah..?" tanya Sein
__ADS_1
" Maksud Tuan..? " jawab Leon kebingungan
Sein menghela nafas, " Sekarang kita berada di wilayah Ras manusia, tidak mungkin Ras goblin berani memasuki wilayah Ras lain dengan jumlah pasukan seperti tadi " tungkas Sein
Leon terdiam, dan memikirkan apa yang Sein ucapkan. Nampak di depan jeruji tempat mereka dikurung ada seseorang yang sedang meringkuk di pojokan, Sein melemparnya dengan batu yang dia ambil dari luar jerujinya.
Orang tersebut menoleh, tampak mata merahnya memancar di kegelapan malam. Sein mencoba berbicara pada orang tersebut, meskipun ada keraguan
" ssssttt... Apa kau juga ditahan oleh makhluk kerdil hijau jelek itu..? " tanya Sein
orang itu hanya diam, tidak menanggapi Sein. Sein kesal karena pertanyaannya tidak dijawab, dia memutuskan untuk memakai skill Identificationnya
" Identification " gumam Sein sambil menatap orang itu
[ Nama : Arnag
Ras : High Goblin
Tittle : Jendral Utama kerajaan ]
Sein yang melihat itu terkejut, bagaimana bisa seorang Jendral Utama berada di penjara.
Sepuluh menit berlalu, gembok tersebut telah meleleh menjadi besi cair yang panas. Sein mengaktifkan God eye untuk mengetahui keadaan sekitar, saat dirasa aman Sein berjalan menuju jeruji besi yang terdapat high goblin itu.
" Manipulation - Rantai Es " gumam Sein
Seketika muncul rantai yang terbuat dari es melilit tubuh high goblin itu, sebenarnya Sein melakukan hal tersebut hanya untuk berjaga - jaga. Bukan tidak mungkin high goblin itu menyerangnya, Sein segera melelehkan gembok pintu yang mengurung high goblin.
Setelah meleleh, sein memasuki jeruji tersebut dengan membuat pisau dari Es.
" Siapa kau..?, dan kenapa kau dikurung disini..?" tanya Sein
Goblin tersebut hanya menatap Sein tanpa menjawab sepatah kata, Sein yang melihat hal itu segera menempelkan pisau yang dia buat ke leher goblin.
" Kalau kau masih ingin hidup, jawab pertanyaanku!! " ancam Sein
Ternyata ancaman tersebut berhasil, " Aku Arnag, seorang Jendral Utama Kerajaan. Aku disini karena di hianati oleh Komandanku sendiri " jelas Arnag
Sein hanya mengangguk anggukan kepalanya, karena dia sudah mengetahui nama dan jabatan goblin tersebut.
" Kenapa kau di hianati " tanya Sein
__ADS_1
" Raja memerintahkan kami untuk tidak memicu perang antar Ras, tetapi Komandanku sangat ingin memperluas kekuasaan Kerajaan kami. Dan dia juga di dukung oleh Pangeran ke dua, akhirnya aku di jebak dan seperti yang kau lihat sekarang " jelas Arnag
Sein yang mendengar itu merasakan bahaya, karena kota yang terdekat dari tempatnya berada adalah Kota Adnam. Yang berati kota tersebut menjadi incaran pasukan Goblin.
" Aku bisa membawamu keluar, tapi dengan satu syarat " ucap Sein
Arnag terlihat sedang berpikir, " Apa itu..? " tanyanya
" Kau harus melakukan kontrak darah denganku, dan menjadi bawahanku " jelas sein
Arnag tidak bisa tidak terkejut mendengar hal itu, dia berpikir bahwa akan dijadikan budak oleh manusia yang berada di hadapannya. Sein yang mengetahui arah pikiran Arnag pun segera angkat bicara.
" Aku tidak akan menjadikanmu budak, jangan kau pikir aku sama dengan manusia lain yang menjadikan Ras selain manusia yang mereka tangkap sebagai budak " kata Sein
Arnag berpikir sejenak, " Baiklah aku setuju denganmu, tapi bagaimana kita bisa keluar dari sini..?. di sini ada sekitar 30 goblin yang berjaga " terang Arnag
Sein hanya tersenyum, dan melukai jarinya dengan pisau, " Buka mulutmu " perintah Sein
Arnag membuka mulutnya, lalu Sein meneteskan darah tersebut ke mulut Arnag. Setelah proses itu selesai, Sein memberi arnag sebuah topeng anbu yang mirip dengan kepunyaan Leon, yang membedakan hanya pada corak dan nomornya.
Sein memberi tanda kepada Leon, Leon yang melihat tanda tersebut segera mengangguk dan dia berubah menjadi Singa Langit dengan tinggi sekitar dua setengah meter.
Sontak hal tersebut membuat kager para goblin yang berjaga, Leon mengaum dengan sangat keras.
" Goarrrr......"
Seketika tenda - tenda para goblin rusak dan beberapa di antara goblin tersebut ada yang terpental ke segala arah, Leon melirik Sein dan Arnag. Sein segera melepas rantai es dan menarik tangan Arnag untuk ikut naik di pundak Leon.
" Berlari secepat yang kau bisa menuju Kota Adnam, kalau dengan kuda mungkin membutuhkan satu setengah jam perjalan. Aku akan menghalau pengejar dengan tombak Esku " kata Sein
" Baik Tuan " jawab Leon
Segera saja Leon berlari sangat cepat, Arnag masih tertegun dengan apa yang dia lihat barusan. Seekor hewan Mystyc tingkat Legenda menjadi bawahan manusia, sungguh sebuah keajaiban.
" Kau akan mulai terbiasa nanti " kata Sein tiba - tiba
" Ba.. baik Tu.. Tuan " jawab arnag terbata
" Leon, saat berjarak 5 kilo dari kota, kita berhenti dan beristirahat sejenak. Aku ingin memejamkan mataku " kata Sein
Leon hanya mengangguk menanggapi perkatan Sein, sementara Arnag hanya bisa diam membisu
__ADS_1