
Hari berikutnya, Sein mencari informasi sebanyak - banyaknya untuk mempersiapkan rencana sebelum pengorbanan dimulai.
Sein bangun pagi - pagi sekali, dia juga mengajak Gorgon untuk mencari informasi yang dia butuhkan.
Sein bertanya kepada resepsionist penginapan, dimana tempat berkumpulnya orang di Desa Luff saat sedang sengang atau santai.
" Nona, aku ingin bertanya " ujar Sein
" Saya akan jawab sebisa saya Tuan " jawab resepsionist
" Dimana tempat berkumpul masyarakat atau pemuda saat sedang sengang atau ingin bersantai...?, aku dan temanku ingin mengunjungi tempat itu " kata Sein
" Tuan tinggal lurus seteleh keluar dari penginapan ini, dan saat berjumpa dengan perempatan. Tuan belok ke kiri dan berjalan sejauh 300 meter, maka Tuan akan menemukan sebuah bar bernama Bar Listchees " jelas resepsionist
Sein mengangguk, " Terimakasih banyak nona " ujar Sein sambil tersenyum dan memberikan tip 1 koin perak
" Sama - sama Tuan " jawab resepsionist dengan ramah.
Sein dan Gorgon segera melangkah pergi menuju lokasi yang dimaksud oleh resepsionist.
" Berhenti !! " ujar penjaga bar kepada seseorang
Penjaga bar itu memiliki postur tubuh yang sangat kekar dan tinggi besar.
" Ini " ujar salah seorang yang menyela antrean dan memberikan satu keping emas
Seketika itu juga dia langsung terlempar dan terluka parah, Sein melihat banyak orang didepannya yang mendapatkan perlakuan serupa.
Saat tiba giliran Sein, dia menelan kasar ludahnya. Muka penjaga itu sangat garang, banyak bekas luka berupa sayatan di wajahnya.
" Seberapa greget anda! " tanya penjaga itu kepada Sein
Sein yang mendengar itu teringat dengan sebuah kartun yang pernah dia tonton saat masih berada di bumi.
" Jika kau tidak bisa menjawab, maka sebaiknya kau pergi dari pada nanti kau terluka seperti orang yang mengantre di depanmu " ujar penjaga bar
" Kau bertanya seberapa gregetnya aku..? " kata Sein
Penjaga bar hanya memberi anggukan sebagai jawaban.
" Saat aku berlatih mengendalikan element api, aku membuat sebuah bola api yang sangat besar " kata Sein
" Lalu...? " tanya penjaga bar
" Lalu aku melemparnya ke atas dan membakar rumahku sendiri, saat ingin memadamkannya. Aku malah memperbesar api itu hingga rumahku menjadi abu " ujar Sein
" Baik, silahkan masuk " kata penjaga itu
Selanjutnya adalah giliran gorgon yang menjawab pertanyaan, tidak menunggu lama Gorgon menyusul masuk ke dalam bar.
Sein memilih tempat duduk paling pojok, tidak lama pelayan bar menghampiri dirinya.
" Anda ingin memesan apa Tuan..? " tanya pelayan itu
__ADS_1
" Apakah ada daftar menunya nona..? " ujar Sein
" Ini Tuan " kata pelayan itu menyerahkan daftar menu kepada Sein
Sein melihat - lihat daftar menu, dan setelah puas melihat menu, dia memberitahukan pilihannya kepada pelayan.
" Aku memesan margarita, jus jeruk dan 2 steak iga " ujar Sein sambil menyerahkan buku menu
Setelah menerima pesanan dari Sein, pelayan segera pergi dan menuju ke dapur untuk menyiapkan pesanan Sein.
" Kau dengarkan baik - baik dan amati apa yang mereka bicarakan, siapa tau kita dapat menyusun rencana yang lebih matang untuk besok " bisik Sein pada Gorgon
" Baiklah Sein, setelah kita menyelesaikan urusan besok. Kita harus segera pergi, karena aku merasakan sebuah firasat buruk " ujar Gorgon
Sein hanya mengangguk sebagai jawaban, tidak lama pesanan mereka telah datang. Sein menikmati makanannya dan sesekali mendengar perbincangan dari setiap pengunjung yang ada disana.
" Kenapa sampai sekarang belum ada informasi yang berguna " gumam Sein
Sein yang bosan menunggu ingin mengajak Gorgon kembali ke penginapan, tetapi saat dia ingin melangkahkan kaki, Sein mendengar sebuah obrolan yang menarik perhatiannya.
" Apa kau tau, bahwa besok pengorbanan akan dilakukan tepat tengah hari di alun - alun desa..? " tanya seseorang kepada temannya
" Ya, aku telah mendengar kabar itu. Tidak bisanya Kepala Desa mengadakannya di saat siang bolong " kata teman orang itu
" Aku dengar besok akan ada salah satu petinggi dari Hewan Iblis datang, dan kepala desa ingin mengadakan pesta saat malam hari " kata orang itu
Sein yang mendengar hal itu segera mengajak Gorgon untuk pergi, sebenarnya Sein sudah sangat geram. Tetapi jika dia tidak menahan emosinya, maka semua yang dia rencanakan akan gagal.
Di dalam penginapan, Sein sedang berpikir keras untuk mencari solusi. Karena, petinggi hewan iblis bisa dikatakan sangat kuat dan tangguh.
Biarpun Gorgon dapat mengalahkannya dengan mudah, tetapi kekuatan yang ditimbulkan dari pertarungannya akan menghancurkan desa luff dan membunuh banyak nyawa, baik itu Ras Manusia atau pun selain Ras Manusia.
' Sistem, apa kau tidak memilik sebuah benda atau artefak untuk menggagalkan pengorbanan besok...? " tanya Sein
[ Tergantung Tuan, anda ingin yang efeknya seperti apa ] jawab Sistem
Sein semakin pusing, karena dia tidak ingin menghancurkan desa, dan dia juga tidak ingin membiarkan petinggi hewan iblis itu lolos.
" Ah... Sudah lama aku tidak mengecek statusku " gumam Sein
" Open!! " seru Sein pelan
[ Menampilkan Status ]
Nama : Sein El Alfaro
Ras : Human
Job : Petualang Platinum III
Level : 117
Tittle : Prince of Sins Kingdom
__ADS_1
Mana : Infinite
Skill : Identification, Create, Manipulation, God eye
Element : Ice, Fire, Dark, Water
° Shop
- Skill
- Elements
- Pet
- Potion
- Peralatan
Poin : 500.000
' Apakah ada promo untuk sekarang...? ' tanya Sein dalam hati
[ Maaf Tuan, untuk saat ini masih belum ada promo ] jawab Sistem
" Hah... Kenapa semua menjadi semakin susah, apakah dewa itu sangat membenciku karena umpatanku saat itu " gumam Sein sambil menghela nafas panjang
Tiba - tiba Gorgon menepuk bahu Sein, " Ada apa kawan..?, kenapa kau terlihat kacau sekali " tanya Gorgon
Sein menggelengkan kepala, " Aku hanya pusing memikirkan, bagaimana caranya menyelamatkan para ras manusia yang akan dikorbankan esok hari " ujar Sein
" Aku bisa membantumu, tetapi dampaknya akan sangat besar dan bisa - bisa menghancurkan desa ini " kata Gorgon
" Hahh... Aku tau itu, maka dari itu aku tidak menemukan sebuah solusi " ujar Sein sambil menghela nafas panjang
" Sebelumnya aku berpikir untuk mengacaukan acara pengorbanan dengan menggunakan sihir es, tetapi saat mengetahui ada petinggi dari hewan iblis. Aku menjadi bingung " lanjut Sein
" Bagaimana jika kita membagi tugas..? " usul Gorgon
" Maksud kau..? " tanya Sein penasaran
" Kau menyelamatkan ras manusia yang akan dikorbankan besok, sedangkan aku akan menghentikan petinggi hewan iblis sebelum memasuki desa ini " kata Gorgon
" Tetapi ada satu konsekuensi yang harus kita tanggung bersama saat aku membunuh petinggi hewan iblis itu, memang semua pemimpin mereka telah kamu bunuh. Tetapi beberapa petinggi dan ksatria mereka masih ada " lanjut Gorgon
" Lalu konsekuensi yang kau maksud itu apa..? " tanya Sein bingung
Saat Gorgon ingin menjelaskan, Sein baru menyadari konsekuensi yang dimaksud oleh Gorgon.
" Jangan - jangan konsekuensinya adalah kita akan diburu oleh mereka " kata Sein
" Betul kawan, jadi kita harus siap menghadapi semua serangan mereka kelak " ujar Gorgon
Sein menelan kasar ludahnya, dia menjadi sedikit bimbang saat ini. Setelah terdiam beberapa saat, Sein memutuskan untuk menanggung konsekuensi itu.
__ADS_1
" Baiklah, kita jalankan rencana yang kau sebutkan itu " kata Sein dengan tekadnya yang sudah bulat.