The Sins Empire

The Sins Empire
Leon VS Famar


__ADS_3

" Baiklah, mari kita buktikan di arena sekarang. Berhubung Ketuamu yang pengecut tidak datang dan malah berlindung dibalik bawahannya, maka jangan salahkan aku jika membuatmu mati saat itu juga " ujar Ketua Guild Pahlawan Adnam


" Tidak perlu banyak bicara, kuta buktikan saja siapa yang mati dan jangan pernah kau hina Tuanku. Aku akan memberimu belas kasihan karena ini perintah dari Tuanku " jawab Leon


" Jika tidak ada perintah itu, maka jangan harap sekarang Guildmu masih utuh " lanjut Leon


Mereka segera pergi dan menuju arena kota, di sana sudah penuh sesak dengan penonton. Karena para penonton mendengar akan ada pertarungan antara Ketua Guild Pahlawan Adnam dengan seorang petinggi Guild Mask of Jugement.


Masyarakat sekitar tau, bahwa kekuatan Ketua Guild Pahlawan Adnam sangatlah besar. Tetapi tidak dapat mereka pungkiri jika kekuatan setiap anggota dari Guild Mask of Judgement juga sama besarnya dengan Guild terbesar di kota itu.


.


.


.


Leon memasuki arena pertarungan, di tengah arena ada seseorang yang bertindak sebagai juri atau wasit dari pertandingan. Dia adalah Walikota dari kota Adnam, tidak lama setelah walikota memasuki arena, Ketua Guild Pahlawan Adnam juga masuk.


" Baiklah karena kedua penantang telah masuk di dalam arena, dan khusus kesempatan kali ini. Saya Walikota Adnam akan menjadi wasit pada pertandingan akbar kali ini " kata Walikota dengan lantang


" Peraturan dari pertandingan ini adalah, kalian bebas menggunakan senjata dan membunuh. Selama serangan kalian tidak mengenai penonton, jika kalian menyerah atau mati maka kalian akan kalah. Dan jika serangan kalian mengenai penonton, maka kalian akan di diskualifikasi " lanjut Walikota


Leon dan Ketua Guild mengangguk mengerti, " Ambil posisi di sudut arena! 3, 2, 1 mulai!! " teriak Walikota lantang


Setelah mendengar kata mulai, Leon hanya diam tidak bergeming. Sedangkan Ketua Guild telah maju dan berjarak 5 meter dari Leon.


" Apa sekarang kau takut hingga tidak berani bergerak " ejek Ketua Guild sambil tersenyum sinis


" Aku bukannya takut, aku hanya kasihan kepada kau. Dan juga aku belum tau namamu " jawab Leon santai


" Jangan mengatakan seolah kau dapat mengalahkanku ban*gsat!!! " ujar Ketua Guild emosi


Leon melambaikan tangannya, " Cih... terserah kau saja, namaku White Mask. Wakil Utama dari Guild Mask of Judgement " ujar Leon berdecih karena mendengar umpatan dari Ketua Guild itu


" Hahaha.... Kau sangat sombong untuk seekor semut kecil, namaku Famar. Ingat itu saat kau mati nanti " ujar Famar sambil menyeringai


" Tidak perlu banyak bicara, Tuan memasrahkan urusan ini kepadaku dan kau akan menanggung akibatnya sebentar lagi " jawab Leon

__ADS_1


Famar yang merasa diremehkan oleh Leon segera meluapkan emosi yang di tahannya dari tadi, dia mengeluarkan jurus - jurusnya yang sangat mematikan. Tetapi hal itu merupakan sebuah lelucon bagi Leon, serangan lemah manusia di hadapannya tidak menimbulkan luka sama sekali, bahkan goresan saja tidak bisa.


Biarpun Leon hanya petualang Gold III, itu hanya sebuah angka tingkat yang tidak berguna. Karena Leon seekor hewan legenda, dan jelas kekuatannya sekarang hampir setara dengan penyihir tingkat Master II.


" Jurus Tanah - Tsunami Tanah " teriak Famar


Seketika lantai yang ada di hadapannya membentuk gelombang besar layaknya tsunami dan mengarah ke Leon. Leon mengayunkan pedang pendeknya dan membelah tanah itu menjadi serpihan kecil.


Famar sangat terkejut saat melihat itu, karena dia telah mengeluarkan 5 jurus pamungkasnya dan semua gagal. Dia hanya punya 1 jurus lagi sebagai kartu trufnya, tidak hanya Famar, bahkan para penonton juga membelalakkan matanya.


" Gila, senjata tingkat apa yang dia gunakan..? " ujar salah satu penonton


" Guild Mask of Judgement sangat kaya, bahkan senjata dari Wakil Utamanya sekuat itu, apalagi Ketuanya " ujar penonton lainnya


Yang tidak mereka tau adalah, Leon bisa membelah ombak tanah tersebut bukan karena senjatanya tetapi karena elementnya yang sangat efektif melawan pengguna element tanah dan juga kapasitas mana Leon yang besar.


Sebagai hewan legenda, ukuran mana Leon yang sekarang lebih besar dari penyihir tingkat Sage. Meskipun besar, tetapi masih ada dinding yang membatasinya sehingga kekuatan Leon hanya setara dengan penyihir tingkat Master.


" Setelah kau mati, aku akan mengambil senjatamu dan akan kujadiakan senjata utamaku " ujar Famar dengan muka serakahnya


Leon yang mendengar itu menjadi sedikit geram, bagaimana pun senjata itu adalah sebuah barang spesial yang dibuat oleh Tuannya.


Leon langsung melesat maju dan menyerang Famar, hanya dengan gerakan dasar berpedang sudah bisa membuat Famar kerepotan.


Bahkan Famar mundur 10 langkah dan hampir menuju ujung arena, semua penonton terkejut melihat itu. Hanya serangan dasar dapat memojokkan orang yang mendapat gelar nomor 1 di kota itu.


" Kau terlalu meremehkanku baji*gan!!! " ujar Famar geram


" Jurus Terlarang - Combination Golem " teriak Famar


Seketika muncul tanah yang seperti lumpur yang membungkus Famar, semakin lama ukurannya semakin besar. Leon yang melihat itu mundur beberapa langkah ke belakang, ukuran dari golem itu mencapai 3 meter.


" Kau akan mati hari ini!! " ujar Famar berteriak


Dia menggerakkan tangannya yang telah menyatu dengan golemnya, posisi Famar sekarang tepat berada di bagian tengah dada dari golem yang dia buat.


Saat tangan golem tersebut akan mengenai Leon, Leon merapalkan sebuah jurus tingkat menengah.

__ADS_1


" Jurus Angin - Pedang Badai " teriak Leon


Leon langsung mengayunkan ke dua pedang kecilnya secara horizontal dan vertikal sebanyak 3 kali, seketika muncul pusaran angin yang mengelilingi golem tersebut.


Pelahan tapi pasti tubuh dari golem itu mulai terkikis oleh serangan Leon, hingga 5 menit kemudian Famar jatuh dengan luka yang sangat parah.


Walikota yang bertindak sebagai wasit sempat terdiam, dan para penonton dalam keadaan hening saat menyaksikan kejadian tadi.


" Pemenangnya adalah White Mask dari Guild Mask of Judgement " teriak Walikota mengumkan pemenang dari duel tersebut


Anggota dari Guild Pahlawan Adnam tidak terima saat Ketua Guild mereka dikalahkan, sontak saja 40 orang segera turun ke arena dan maju menerjang Leon.


Saat jarak mereka kurang dari 5 meter, ada sebuah teriakan dari pintu masuk arena yang mengagetkan semua orang.


" Jendral Jin memasuki arena " Teriak salah seorang prajurit


Sontak saja semua menekuk lutut dan memberi hormat kepada Jendral Utama Kerajaan Sins itu, " Hormat kepada Jendral Jin " teriak semua orang bersamaan.


Saat Jendral Jin masuk, dia melihat seseorang yang tidak memberikan hormat.


" Kau siapa..?! dan kenapa tidak memberi hormat kepada Jendral! " ujar seorang prajurit geram


Saat prajurit tersebut ingin mencabut pedangnya, Jendral Jin menghentikannya.


" Apakah kau bawahan dari Pangeran..? " tanya Jendral jin sambil berbisik


" Benar Tuan, hamba adalah bawahan dari Pangeran Sein " jawab Leon pelan tidak menutupi hal tersebut


Jendral jin mengangguka mendengar itu, " Dengan ini aku sebagai Jendral Utama dan atas titah dari Yang Mulia Raja akan membawa Ketua Guild Pahlawan Adnam yang bernama Famar, dan 3 anggotanya yang bernama Joko, Jiki, Joki ke Aula Penghakiman Istrana " ujar Jendral Jin lantang


Joko yang merasa tidak terima dan tidak tau masalah apa yang menyebabkan dia terseret pun melakukan protes, " Maaf Jendral, apa salah saya dan juga teman serta Ketua..? " ujar Joko dengan nada memprotes


" Kesalahan kalian adalah menantang dan berani lancang kepada Pangeran Kerajaan Sins yaitu Sein El Alfaro yang tidak lain adalah ketua dari Guild Mask of Judgement. Aku harap semua yang ada disini tidak membocorkan hal ini, jika tidak maka... " Ujar Jendral Jin dan memperagakan gerakan megiris lehee dengan jempolnya saat mengucapkan kalimat terakhir


Deg...


Jantung ke 4 orang itu seakan lepas dari tempatnya, Famar tidak pernah menyangka bahwa anggotanya menyinggung orang dengan latar belakang kuat. Apalagi yang disinggung adalah Putra Raja, dan dia juga merasa sangat bodoh karena menuruti hasutan anggotanya.

__ADS_1


Dia ingin membela diri, tapi apalah daya. Nasi sudah menjadi bubur, mau menjelaskan sekarang di depan Jendral juga tidak ada gunanya. Itulah isi pikiran Famar


__ADS_2