The Sins Empire

The Sins Empire
Hari bersantai


__ADS_3

Setelah semua orang yang berada di dalam gedung mengetahui kekuatan Sein, mereka tidak berani lagi melihat Sein dengan tatapan sebelumnya dan sebiss mungkin menghindari konflik dengan Sein. Bagaimana pun di Kota Adnam hanya terdapat 10 orang petualang tingkat Gold termasuk Sein dan 3 orang tingkat Platinium.


Sedangkan petualang lainnya kebanyakan berada di tingkat silver dan setengahnya lagi di tingkat Bronze, beda halnya dengan Ibu Kota Kerajaan. Disana kebanyakan petualang berada di tingkat Gold dan Ratusan petualang tingkat Platinum serta 20 orang berada pada tingkatan Ruby.


Hal itu terjadi karena tingginya permintaan memberantas monster ataupun hewan mystyc di Ibu Kota Kerajaan.


.


.


.


Sein yang merasa situasi tersebut cukup canggung, akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke penginapan yang dia sewa saat pertama kali datang.


" Aku akan kembali ke penginapan, kalau ada suatu hal tolong kau beritahu aku " kata Sein


Elena yang masih melamunkan kejadian yang baru saja terjadi, dan diapun tersadar karena ucapan Sein, " Eh... Baik Sein, silahkan kembali " kata Elena


Sein pun beranjak pergi bersama ke dua bawahannya, dia memutuskan untuk membawa Leon dan Arnag ke gedung Administrasi untuk membuat identitas. Sebenarnya Sein agak ragu untuk membawa Arnag memasuki kota, karena dia Ras Goblin dan pasti mudah di kenali.


Tapi saat Sein mengetahui arnag dapat menggunakan sihir ilusi yang dapat menjangkau jarak 10 meter di sekelilingnya, Sein dapat bernafas lega.


Selesai membuat identitas, mereka lekas kembali ke penginapan.


" Selamat datang Tuan " sapa pelayan penginapan


Sein hanya mengangguk lalu berjalan kembali, di ikuti oleh Arnag dan Leon. Sesampainya di meja resepsionist Sein bwrkata bahwa dia ingin menambah 2 kamar lagi, sang resepsionistpun memberikan 2 kunci kamar yang bersebalahan dengan kamar Sein.


Sebelum Sein menaiki tangga, dia bertanya kepada resepsionist, " Nona, dimana penjaga pria yang biasanya di depan " tanya Sein


" Anu.... 2 hari lalu dia mengundurkan diri Tuan, karena anaknya sedang sakit dan tidak ada yang merawat " jelas resepsionist


Seinpun memberikan 5 keping koin emas, dia meminta tolong kepada resepsionist dan berkata bahwa itu untuk berobat anak penjaga penginapan tersebut. Dan Sein juga memberi satu keping emas untuk sang resepsionist karena bersedia membantu Sein menyerahkan uang tersebut.


Sang resepsionist hanya bisa mengucapkan banyak terima kasih kepada Sein, Sein hanya mengangkat tangannya dan berlalu menaiki tangga.


Sein mebalikkan badan ke arah Leon dan Arnag yang berada di belakangnya, " Kalian berdua istirahatlah, nanti saat mulai gelap datang ke kamarku " perintah Sein


" Baik Tuan " jawab mereka sambil membungkuk hormat.


.


.


.


Setelah memasuki kamar, Sein segera membersihkan diri dan membaringkan tubuhnya di kasur, tanpa sadar dia terlelap dan tidur.


tok..tok...tok


Sein bangun karena mendengar suara ketukan pintu, dia merasa bahwa istirahatnya masih kurang, saat menoleh ke jendela ternyata hari sudah gelap.

__ADS_1


" Siapa..? " tanya Sein


" Hamba tuan, Leon dan Arnag " kata suara tersebut


Sein segera mencuci mukanya, " Buka saja, tidak dikunci " kata Sein setengah berteriak


Leon dan Arnag memasuki kamar Sein, Mereka berdiri di depan pintu yang terlah tertutup sambil menunggu Sein keluar dari karmar mandi.


Sein yang melihat dua bawahannya berdiri di depan pintu menjadi heran, " Kenapa kalian di sana..? " tanya Sein


Arnag berinisiatif menjawab, " Maaf Tuan, tadi Tuan masih berada di kamar mandi. Jadi saya kurang enak kalau duduk mendahului Tuan " kata Arnag


Sein yang mendengar itu hanya menepuk pelan jidatnya, dia segera meminta Arnag dan Leon untuk duduk.


" Arnag, apa kemampuan ilusimu itu tanpa menggunakan mana..? " tanya Sein


" Maafkan hamba sebelumnya Tuan karena tidak menjelaskan kepada anda "jawab Arnag dengan menundukkan kepala


" Baiklah, sekarang kau bisa jelaskan padaku. Dan kau Leon, pergi ke meja resepsionist untuk meminta kertas dan pena " kata Sein


" Baik Tuan " jawab Leon membungkuk hormat dan beranjak berdiri dari tempatnya duduk


" Jangan lupa kenakan topengmu " kata Sein mengingatkan


Leon mengangguk dan segera keluar dari kamar Sein.


" Baiklah, kau bisa menjelaskannya " tungkas Sein


Sein mengangguk paham, " Berati kau dari Organisasi Gelap Pembunuh Bayaran..?" tanya Sein


" Tidak Tuan, di Kerajaan Goblin terdapat sebuah Pasukan Elite yang bertugas dibawah perintah Raja secara langsung untuk membunuh musuh ataupun pejabat yang mengancam kedaulatan Kerajaan " kata Arnag meluruskan ucapan Sein


" Mungkin di Kerajaan anda terkenal dengan nama For Sit " lanjut Arnag


" Mungkin yang kau maksud Four Sides " kata Sein membenarkan ejaan Goblin itu


Arnag tertawa canggung karena salah mengucapkan nama, " Hehe maksud saya itu Tuan " katanya sambil menggaruk tengkuk.


tok..tok..tok


" Tuan, hamba Leon " kata suara dari luar kamar


" Masuklah " jawab Sein


" Ini Tuan " kata Leon sambil menyerahkan kertas dan pena


Sein hanya mengangguk dan mengambil ke dua barang itu, dia menuliskan pesan kepada Ayahnya tentang permasalahan Goblin di Hutan Mimpi Buruk.


Sein mengeluarkan sebuah peluit dari cincin ruangnya, " fuuuiiiittttt " bunyi peluit tersebut. Tidak lama Setelah itu ada Elang yang bertengger di depan jendela kamar Sein.


Sebelumnya Sein menyuruh elang pembawa pesan untuk terbang bebas, dan saat ingin menggunakannya dia hanya perlu meniup peluit yang dia dapat dari paket pembelian elang tersebut.

__ADS_1


Di paket pembelian itu terdapat 2 buah peluit, Sein menggantungkan surat dan satu peluit di kaki elang pembawa pesan. Dia mengalirkan mana pada elang tersebut serta menunjukkan denah kerajaan dimana tempat ruang kerja Ayahnya.


Elang pembawa pesan segera melesat dengan kecepatan tinggi, Sein duduk kembali di kursinya.


" Baiklah kita turun untuk makan malam, kalian tunggu sebentar disini " ucap Sein


" Baik Tuan " jawab ke dua bawahan Sein serempak


Sein memasuki kamar mandi dan membelikan jubah untuk menutupi tubuh Arnag, setelah selesai membeli jubah tersebut dia segera keluar dan menyerahkannya pada Arnag.


Arnag memakai jubah tersebut, Sein memerintahkan mereka untuk memakai topeng. Saat tiba di tempat makan, Sein memesan satu ruangan khusus untuk mereka makan dan untungnya penginapan tersebut menyediakan tempat khusus.


Selesai makan Sein mengatakan bahwa dia akan mengajak Leon dan Arnag untuk mengenal kehidupan Ras manusia lebih jauh. Keduanya hanya mengangguk sebagai jawaban setuju.


.


.


.


.


Saat matahari telah muncul, Sein bergegas membersihkam diri dan menunggu dua bawahannya di depan kamarnya. Tidak lama Arnag dan Leon keluar dari kamar, Sein mengajak mereka turun dan segera keluar dari penginapan.


" Aku akan mencarikan senjata untukmu Arnag " kata Sein


" Kau biasanya memakai senjata apa..? " lanjut Sein


" Hamba biasanya memakai dua pisau Tuan " jawab Arnag


' hmmm... Seperti asassin di dalam game ' batin Sein


Mereka berjalan mencari pandai besi kota Adnam, setelah lama berjalan akhirnya Sein melihat toko pandai besi yang cukup reot. Sebenarnya Sein kurang menyukai tatapan orang - orang yang melihat mereka, karena sorot matanya seperti melihat seorang penjahat ataupun buronan Kerajaan, dan Sein kurang nyaman dengan hal tersebut.


Sein memasuki tok reot itu, " Permisi.. Apa ada orang.. " kata Sein masuk dan melihat di dalamnya sepi


" hoho... Ternyata ada pelanggan " ujar seseorang dari dalam bangunan dengan suara yang serak dan berat


Tidak lama setelah mendengar suara tersebut, keluar seorang kakek - kakek dengan badan yang lumayan berotot.


" Ada keperluan apa tiga orang pemuda bertopeng datang ke toko pria tua ini..? " tanya Kakek itu


" Saya ingin membelikan teman saya senjata tapi berbentuk pisau, tapi kalau tidak ada sudikah kakek membuatkannya..? " kata Sein sopan


" Ada beberapa senjata pisau disini, ahh maafkan pria tua ini belum memperkenalkan diri. Nama pria tua ini Angleo Dritus Proturus Rus " kata Kakek itu


' Nama yang aneh dan juga panjang, lalu aku harus memanggilnya apa ' batin Sein bingung


" Kalian bisa memanggil pria tua ini dengan sebutan Tuan Tus hahaha " katanya sambil tertawa


" Baiklah Tuan Tus, perkenalkan nama saya Sein dan ini rekan saya Leon dan Arnag " kata Sein.

__ADS_1


__ADS_2