The Sins Empire

The Sins Empire
Tugas Pertama


__ADS_3

Sein mengikuti Ryu menuju ke sebuah bangku yang beredekatan dengan jendela, dan dibatasi oleh meja dari marmer yang indah.


" Baiklah Sein, kau bisa tuliskan nama dari Guildmu, jumlah anggota, letak markas, setelah selesai maka akan ku hitung total biaya yang harus kau keluarkan " ujar Ryu


Sein mengangguk sebagai tanda mengerti, dia menulis di kertas yang telah di sediakan oleh Ryu. Beberapa saat kemudian Sein telah selesai menulis, dan menyerahkannya kepada Ryu.


" Nama Guild : Maks of Judgement, Jumlah anggota 3 dan di Ketuai oleh Sein, wakilnya Leon, dan Petingginya Arnag. Apa benar itu yang kau inginkan..? " tanya Ryu memastikan


" Benar, tapi bukankah anggota dapat di rubah jika Ketua Guild menginginkannya..? " ujar Sein


" Benar sekali Sein, lantas di mana letak markas dari Guildmu..? " tanya Ryu


" Sebenernya, aku adalah pendatang di kota ini Ketua. Jadi aku tidak mengetahui letak Strategis yang ada di kota ini " tungkas Sein


Ryu diam sejenak, dia nampak sedang berpikir, " Bagaimana kalau markas Guildmu dekat dengan gerbang masuk kota dan tidak terlalu jauh dari gedung petualang..? " usul Ryu


" Tidak masalah buatku, tapi apa masih ada bangunan ataupun rumah dengan 2 lantai yang tidak ditempati..? " ucap Sein


" Kalau perihal itu, nanti Elena akan mengantar kalian. Jangan lupa, setelah memiliki markas segera melapor untuk menuntaskan biaya dan lainnya " kata Ryu mengingatkan


Sein mengangguk, mereka berbasa basi sebentar dan akhirnya Sein pamit untuk mencari lokasi yang akan di buat markas Guildnya. Elena sekarang bertugas menemani Sein untuk mencari markas, dan sekarang mereka berempat keluar dari gedung petualang.


Mereka berjalan dalam hening, dan sekitar lima menit kemudian, ke empatnya telah sampai di bangunan tempat jual beli properti. Elena mengajak Sein, Leon, dan Arnag masuk, Sein dan ke dua bawahannya mengikuti Elena masuk.


" Selamat datang Elena, apa kau membawa orang yang mencari rumah..? " kata pria gemuk yang duduk di kursi goyang


Elena membungkuk hormat, hal tersebut di ikuti oleh Sein dan bawahannya.


" Tidak Tuan, aku ingin mengantarkan petualang ini untuk...," kata Elena sembari menjelaskan kriteria markas yang Sein inginkan, antara lain berada di pertengahan antara pusat kota dan gerbang depan serta bangunannya memiliki dua tingkat.


Pria gemuk itu nampak berpikir, setelah lama berpikir, dia menjentikkan jari.


" Aha..., silahkan duduk dahulu Tuan Petualang, maaf tidak menyambut dengan baik " kata pria gemuk itu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


" Tidak masalah Tuan, perkenalkan namaku Sein, dan mereka adalah rekanku Leon dan Arnag " ucap Sein

__ADS_1


" Silahkan duduk Tuan Sein, aku telah menemukan satu tempat yang sesuai dengan kriteria yang dijelaskan oleh Elena. Dan namaku Ehsani, kalian bisa memanggilku Tuan San " katanya


Sein hanya mengangguk - anggukkan kepalanya, dia duduk di kursi yang telah di sediakan.


" Untuk bangunannya sebenarnya masih bagus, dan lokasi serta kriterianya sangat cocok dengan yang anda inginkan Tuan. Tapi sayang di tempat itu terdapat sebuah kutukan, jadi tidak banyak yang ingin membeli, jangankan membeli, melihat saja tidak ada yang berani " jelas San panjang lebar


" Tidak masalah Tuan San, kau tunjukkan saja lokasi serta harganya " kata Sein


Dengan adanya Sistem, mungkin Sein dapat mengetahui apa yang terjadi dengan rumah tersebut.


" Untuk harganya 150 keping Emas Tuan, tapi karena ada hantu dan telah beberapa kali gagal dijual. Maka pemiliknya memberi harga hanya 65 keping Emas " Jelas San pada Sein


Sein hanya mengangguk - anggukkan kepalanya, " Baiklah, kau bisa antar aku sekarang kesana " minta Sein


" Mari ikuti saya Tuan Sein " kata San


Sein, Leon, Arnag, dan Elena mengikuti Tuan San, mereka berjalan melewati jalanan kecil dan agak sempit. Sein mengira bahwa dia di kerjai oleh Tuan San, ternyata tidak lama setelah itu, mereka sampai di tengah jalan besar. Bila ke arah kanan maka menuju pusat kota, dan bila ke arah kiri akan menuju gerbang masuk.


Tuan San berjalan ke arah kiri, setelah 10 meter dia berbelok ke arah kiri. Ada jalan selebar 3 - 4 meter dan cukup untuk di lewati oleh satu kereta kuda, nampak dari jauh sebuah rumah yang sangat besar dengan halaman luas dan tinggi 2 lantai.


Tuan San berhenti saat jarak mereka dengan rumah itu 50 meter, " aku hanya bisa mengantar kalian sampai sini Tuan. Kalau kalian berminat, kalian bisa membayarnya langsung ataupun di cicil selama 5 bulan " kata Tuan San


San yang mendengar itu sedikit ragu, " A...apakah anda yakin tuan..? " tanyanya memastikan


" Sangat yakin 200% " jawab Sein


Setelah itu Tuan San mengurus surat - surat yang di perlukan, dan Sein menandatanganinya serta menyerahkan pembayaran atas hak milim rumah itu.


Elena juga pamit untuk memberi tahukan kepada Ryu tentang markas baru Guild Maks of Judgement, Sein hanya melambaikan tangan saat Elena berpamitan.


Sein mengajak Leon dan Arnag untuk memasuki rumah itu, saat Sein mulai melangkahkan kakinya ke dalam gerbang.


[ Misi rahasia ]


Tingkat : A

__ADS_1


Deskripsi : Pecahkan sihir ilusi yang membuat tempat ini menjadi suram


Hadiah : Mendapatkan markas yang mempunyai keberuntungan besar, dan markas dapat dipindahkan


Hukuman : Anggota tidak bertambah dan Host akan menjadi sakit - sakitan.


Sein yang melihat itu segera menelan ludahnya, dan menghentikan langkah kakinya. Leon dan Arnag saling berpandangan karena Tuannya berhenti, timbul tanda tanya besar dalam benak mereka.


" Arnag, apa kau bisa mematahkan ilusi tingkat tinggi..? " ucap Sein tiba - tiba


" Tentu saja bisa Tuan, tapi juga akan membuat hamba terluka cukup parah. Sehingga membutuhkan istirahat lama " terang Arnag


Sein berpikir sejenak, ' Sistem, beli Potion untuk membuat luka dalam dan luar agar pulih dengan cepat ' kata Sein dalam hati


Segera setelah itu muncul Potion di tangan kanan Sein, Arnag dan Leon yang melihat itu agak terkejut. Karena Sein mempunyai Potion tingkat tinggi, Sein mengajak kedua bawahannya masuk.


Sesampainya di dalam, Arnag menyadari kenapa tadi Sein bertanya seperti itu.


" Hamba akan memecahkannya Tuan, harap tuan menunggu " ucap Arnag


Sein melempar Potion yang di belinya ke arah Arnag, " Pakai itu saat kau selesai " perintah Sein


Arnag hanya membungkuk hormat, sementara Leon membuka mulutnya lebar. Bagaimanapun dia juga pernah mendengar kehebatan Potion tersebut, dan Sein memberikan kepada salah satu bawahannya secara cuma cuma.


Mereka berdua menunggu di luar bangunan, tepatnya di teras depan rumah. Sedangkan Arnag berada di dalam rumah dan sedang berusaha keras memecahkan ilusi tersebut, dua jam telah berlalu.


Arnag keluar dari dalam rumah dengan langkah tertatih - tatih, " Su...sudah selesai Tu..Tuan " katanya dengan lemas


" Apa kau sudah meminum Potion tadi..? " tanya Sein sedikit cemas


Arnag mengangguk sebagai jawaban, dan kemudian pingsan. Sein serta Leon menghela nafas, mereka tidak menyangka bahwa Arnag akan sangat kelelahan.


Sein menyuruh Leon untuk membawa Arnag di salah satu kamar, agar dia beristirahat. Saat Sein akan memasuki markas, Elena datanh dengan membawa tagihan.


Sein segera membayarnya, karena hanya sebesar 125 keping Emas, selain itu Sein juga mendapatkan sebuah surat dengan segel Kerajannya.

__ADS_1


Saat Sein membuka, ternyata tepat seperti yang dia duga. Sang ayah telah membuat keputusan, dan dia menugaskan Guild Sein untuk kali ini.


Tanpa Sein sadari, hal yang akan dilakukannya telah membawa dampak besar pada Kerajaan suatu hari nanti.


__ADS_2