
Sein bangun lebih awal dari biasanya, sekarang dia ada di bangku taman yang menghadap kolam. Untuk menikmati udara pagi yang masih terjaga dan melihat ikan yang berenang renang.
Sein melamun cukup lama, sampai akhirnya terlintas pikiran untuk menangkap pelaku yang meracuni tubuh tersebut. Sein telah menimang - nimang beberapa rencana yang dia susun, akhirnya dia beranjak dari tempat duduk dan pergi ke kediaman Ayahnya.
" Selamat pagi Pangeran " sapa penjaga kediaman Raja dengan membungkuk
Sein hanya menganggukkan kepala. " Apakah Ayahanda ada didalam paman..? " tanyanya.
Prajurit tersebut saling berpandangan, dan salah satunya mengambil inisiatif untuk menjawab. " Ada Pangeran, mungkin Yang Mulia masih belum bangun " kata prajurit tersebut.
Sein berpikir, mungkin lebih baik setelah makan pagi dia baru membicarakan dengan Ayahnya. " Baiklah paman, aku akan berkeliling Istana saja. Tolong sampaikan kepada Ayahanda bahwa aku kemari mencarinya " kata Sein menitipkan pesan.
" Baik Pangeran " prajurit tersebut membungkuk dan Sein langsung beranjak pergi dari kediaman Raja.
Sein berkeliling Istana, melihat beberapa hal baru. Sampai dia berhenti di salah satu pintu ruangan, tepatnya di depan pintu ruang Senjata Pusaka Kerajaan.
" Hmm... Apa aku bisa memiliki salah satu Pusaka ya " gumamnya
Setelah bergumam, Sein beranjak pergi dan kembali kedalam kediamannya. Sesampainya di kamar, Sein membuka sistemnya.
" Sistem open!! " perintah Sein
[ Menampilkan Status ]
Nama : Sein El Alfaro
Ras : Human
Job :
Tittle : Prince of Sins Kingdom
St : 850
Int : 500
Dex : 900
Sta : 1000
Hp : 1300
Mana : Infinite
Skill : Identification, Create, Manipulation, God eye
Element : Ice, Fire, Dark, Water
° Shop
- Skill
- Elements
- Pet
- Potion
- Peralatan
__ADS_1
Poin : 250.000
{ Anda senang, kamipun senang }
" Sistem bagaimana cara menambah poin..? " tanya Sein
[ Tuan harus menjalankan misi dari sistem, atau Tuan membunuh monster ] jawab Sistem
Sein berpikir untuk menjalankan misi dari Sistem agar mendapat tambahan poin. " Bisa kau beri aku misi sekarang..? " tanyanya.
[ Bisa Tuan, harap tunggu sebentar ] jawab Sistem
[ Misi : Menyelamatkan kucing di kolam kediaman Host ]
Class : E
Batas waktu : 5 menit
Hadiah : 50.000 poin
Hukuman : Status Host berkurang 100
{ Semoga beruntung }
" Apa!! " teriak Sein hingga mengagetkan penjaga kediamannya.
Sein bergegas keluar kamar, dan berlari menuju ke kolam ikan yang kemarin dibersihkan Rafa. Tanpa pikir panjang dia melompat dan menyelamatkan kucing tersebut. Setelah dibawa ke darat dengan baju basah kuyup, lengan Sein dicakar oleh kucing itu.
" Kucing tak tau diuntung " umpat Sein
[ Selamat, Tuan berhasil menyelesaikan Misi ] kata Sistem
" Apa kau tak bisa memberi misi yang keren sedikit!! " kata Sein kesal.
" Aku hanya ingin berenang bersama ikan, dan aku berteriak karena ikannya banyak hehe " jelas Sein sambil menggaruk tengkuknya, dan tertawa canggung karena penjelasan tidak masuk akalnya.
Para penjaga dan Rafa hanya saling menatap. Setelah mendengar penjelasan Sein, mereka pamit undur diri untuk melanjutkan tugas masing masing.
" Rafa.." panggil Sein pelan
Rafa menoleh dan membungkuk. " Ada yang bisa saya bantu Pangeran..? " tanyanya.
" Tolong siapkan makan pagi, aku akan ganti baju dahulu " kata Sein
" Baik Pangeran " Rafa bergegas menuju dapur dan membuat makan pagi untuk Sein.
Sein langsung kembali ke dalam kamar dan mengganti bajunya yang basah. Tidak lama setelah itu Rafa mengetuk pintu kamarnya dan mengantar makan paginya.
Selesai makan, Sein langsung bergegas menuju ruang kerja Ayahnya. Ternyata disana tidak ada seorangpun kecuali penjaga pintu, akhirnya Sein menuju ruang Singgasana.
Sein masuk ke ruang Singgasana dan mendapati beberapa orang sedang berkumpul, Sein memberi salam dan membungkuk hormat. Lalu dia berkata bahwa ada hal penting yang ingin dibicarakan dengan Ayahnya, Raja Hyakkura menunda pertemuan tersebut dan mengajak Sein ke ruang kerjanya.
" Ada apa anakku..? " Tanya Hyakkura sambil berjalan beriringan
Sein menoleh dan menjelaskan maksudnya. " Ada hal penting Ayah, lebih baik kita bicarakan di ruang kerja Ayah" jawabnya.
Setelah masuk ke dalam ruang kerja, Raja Hyakkura membuat sihir yang membuat ruangan tersebut kedap suara.
" Hal penting apa itu anakku..? " Hyakkura bertanya kembali
__ADS_1
Sein melihat sekelilingnya. " Apakah aman Ayah..? " tanya Sein memastikan
" Aman nak, Ayah memakai sihir kedap suara " jelas Hyakkura
Sein berkata bahwa dia ingin menangkap pelaku yang meracuninya, tepatnya saat hari ulang tahun Sein yang ke 16. Hyakkura setuju dengan rencana Sein, tapi dia bingung bagaimana cara mengungkap pelaku.
Sein hanya menjawab bahwa dia memiliki cara untuk mengungkap hal tersebut, dan dia meminta Ayahnya untuk menaruh potion disetiap makanan dan minuman yang akan dimakan oleh pelayan ataupun tamu.
Nanti saat ada yang berniat jahat kepadanya, maka orang tersebut akan mengerang kesakitan. Raja Hyakkura menyanggupi hal tersebut, dan dua hari lagi akan dilaksanakan perayaan ulang tahun Sein ke 16.
Setelah berbicara masalah itu, Sein pamit undur diri untuk berlatih. Setelah sore hari Sein mandi dan masuk ke dalam kamar, lalu dia bertanya pada sistem.
" Sistem, apakah ada potion untuk orang yang berniat jahat..? " tanya Sein
[ Ada Tuan ] jawab Sistem
" Tolong perlihatkan padaku " perintah Sein
[ Potion Hati Iblis ]
{ Fungsi : Membuat orang yang berniat jahat kepada pemilik Potin merasakan sakit, seperti ditusuk oleh 100 pedang }
" Berapa poin untuk Potion itu..? " tanya Sein
[ 200.000 Poin Tuan ] kata Sistem
Sein menghela nafas panjang. " hahh... Baiklah, akan aku beli " jawab Sein
Setelah mendapatkan Potion tersebut, Sein segera beristirahat. Ke esokan paginya semua orang sibuk untuk mendekorasi istana, walaupun perayaan ulang tahun Sein masih esok hari.
Setelah makan pagi, Sein bergegas menuju ruang kerja Ayahnya dan memberi botol tersebut. Biarpun dia bisa memakai God eye untuk melihat keburukan, tapi belum tentu juga pelaku mau mengakuinya.
Sein langsung pergi ke aula pelatihan, dan berlatih hingga petang. Dia tidur lebih awal untuk menyambut kejadian esok hari.
.
.
.
Sein bangun lebih awal dari biasanya, dia membantu para pelayan untuk menyiapkan pesta perayaan. Meskipun dia telah diberitahu agar tidak membantu, tapi Sein merasa tidak enak. Karena ini pesta ulang tahunnya.
Tidak terasa waktu berlalu, setelah semua persiapan selesai. Sein bergegas mandi dan berpakaian layaknya para bangsawan lain, tepat pukul tujuh malam pesta dimulai.
Beberapa bangsawan serta tamu dari Kerajaan lain hadir, dan memberikan selamat kepada Sein. Para pelayan menaruh setiap makanan di meja yang telah disiapkan, Raja Hyakkura juga telah meminta koki menambahkan Potion yang diberikan Sein ke setiap makanan dan minuman.
" God eye " Gumam Sein
Dia melihat orang yang berniat jahat kepadanya, dan ternyata orang tersebut dari golongan Bangsawan dengan kedudukan Duke. Bangsawan tersebut menjabat posisi penting di Kerajaan.
Raja Hyakkura menyerukan untuk memulai menyantap hidangan yang telah disediakan. " Silahkan nikmati hidangan yang ada " katanya.
Setiap tamu memakan hidangan tersebut dengan senang dan lahap, para kalangan Bangsawan juga masih menjaga etikanya ketika makan.
Tidak lama setelah itu ada sebuah anak panah yang melesat ke arah Sein, beruntung dia menyadari hal tersebut dan segera menghindar.
Setelah anak panah itu meleset, seseorang berteriak kesakitan sambil memegang dadanya. Dan terlihat ada anak busur mekanis yang terpasang di lengannya, sontak semua tamu menjauh dan ketakutan.
Raja Hyakkura yang melihat itu, langsung memerintahkan prajurit untuk menangkapnya. " Tangkap dia dan borgol menggunakan borgol khusus!! " teriak Hyakkura.
__ADS_1
Prajurit bergegas memborgor pria tersebut, dan segera dibawa ke ruang introgasi.Raja menenangkan para tamu, dan mengatakan untuk melanjutkan pesta.
Setelah semua tamu pulang, Raja memijat keningnya karena pusing. " Bagaimana bisa dia yang melakukan semua ini " gumam raja