
" Leon, Arnag " panggil Sein
" Hamba Tuan " jawab mereka serempak
" Aku memberi tugas kepada kalian, pergi ke gedung petualang dan naikkan tingkat kalian hingga mencapai tingkatan Gold, minimal Gold I " kata Sein
" Baik Tuan " jawab mereka serempak
Selesai menjawab, Leon dan Arnag segera pergi menuju gedung petualang.
Beberapa saat yang lalu, Sein bertanya pada Sistem, apabila bawahannya membunuh monster ataupun manusia. Apakah dia akan mendapatkan poin, dan Sistemnya menjawab bahwa dia akan mendapatkan poin saat bawahannya membunuh.
" Sebaiknya aku segera pergi ke kediaman Walikota " gumam Sein
Sein keluar dari markasnya, dia berniat mengunci pintu gerbang markas tersebut.
plok...plok....plok...
" Ternyata ini petualang yang membuat Guild baru dan dalam beberapa hari sudah berada di tingkatan Gold III " kata seseorang dari belakang Sein
Sein menoleh setelah mendengar suara tersebut, " Siapa kau..?, dan ada Urusan apa kau denganku..? " tanya Sein
Orang tersebut menyeringai, " Aku... Aku adalah anggota dari Guild pahlawan Adnam " katanya
" Aku ingin mengajakmu berduel " lanjutnya sambil menunjuk muka Sein
Sein memutar bola matanya, " Maaf aku sedang sibuk hari ini, lain waktu saja " kata Sein
Dia malas berurusan dengan orang yang hanya mencari ketenaran dan popularitas saja, apa lagi dengan gaya narsis yang dia tunjukkan di depan Sein. Hal itu semakin membuat Sein malas dan mual secara bersamaan.
" Kalau kau tidak berani denganku bilang saja hahaha " kata orang itu dengan keras dan suara tawa lantang
Awalnya di depan markas Sein sangat sepi, karena orang tidak jelas tersebut datang. Keadaan di depan markas Sein sangat ramai sekarang, dia dijadikan tontonan oleh orang yang berlalu lalang.
" Hei.. Itu petualang baru yang dirumorkan kemarin " kata seseorang
" Kau benar, dia telah menggeser ketenaran Guild Pahlawan Adnam. Aku kasihan kepadanya, nasibnya sungguh sial bertemu dengan wakil pemimpin Guild Pahlawan Adnam " kata seorang lain.
Sein yang mendengar hal tersebut tidak menghiraukannya, " Terserah kau, aku sedang sibuk. Jadi tolong menyingkir, apa kau tidak takut dengan wajah di balik topeng ini..? " ucap Sein
Orang tersebut mendengar perkataan Sein, " Ppfffftt...huahaha... Hanya topeng badut kau membanggakannya, aku tidak habis pikir. Bagaimana orang tuamu dapat melahirkan seorang putra yang bodoh, apa mereka juga sama bodohnya denganmu hahaha " kata orang tersebut mengejek Sein dengan tertawa lebih keras
__ADS_1
Sein merasa geram, biarpun dia bukan lahir di dunia ini. Tapi Raja Hyakkura sangat baik padanya, kalau orang di depannya hanya menghina dia. Mungkin Sein masih bersabar, tapi kalau dia menghina orang tuanya, tidak ada kata sabar lagi dalam kamusnya.
" Kau....Tarik kata - katamu, atau kau akan menyesal!!! " bentak Sein geram
" hahaha... Anak badut pandai membuat lelucon ternyata, kalau aku tidak mau kau mau apa..? " remeh orang itu
Suasana disana semakin ramai dan sesak karena orang yang menonton semakin banyak.
" Siapa namamu, dan ingat ini pelajaran buat kau. Agar tidak menilai orang seenaknya sendiri, dan merasa kau paling tinggi " kata Sein dingin namun dengan sorot mata tajam
" Kau tidak mengenalku anak udik..?, Aku Wakil Pemimpin Guild Pahlawan Adnam dan namaku adalah Gorge si perkasa " katanya dengan sombong
" Cih... hanya wakil pemimpin saja banyak gaya, aku Pemimpin Guild Mask of Judgement. Dan ini hukumanmu " setelah Sein mengatakan itu, muncul dua Tombak Es
swosshh.... buk...
Tidak ada yang bisa melihat bagaimana tangan kanan Gorge jatuh, dia telat menyadarinya sebelum hawa dingin menusuk tulangnya.
" Arrgghhhh.... Awas saja kau, akan ku laporkan pada ketua dan para anggotaku " kata Gorge dengan kesakitan dan memegangi tangannya yang putus.
Sein tersenyum sinis, dan melihat ke arah para penonton, " Kalian yang menonton akan menjadi saksi kejadian ini, bagaimana cecenguk ini menghinaku dan orang tuaku. apa kalian mengerti!! " teriak Sein agak lantang
Orang menonton kejadian tersebut hanya menganggukkan kepala masing - masing.
.
.
.
Sein telaha sampai di depan kediaman Walikota dan dia menemui prajurit yang berjaga di depan gerbang.
" Paman, apa Walikota berada di Kediamannya..? " tanya Sein
" Beliau ada di dalam Tuan, ada keperluan apa anda mencari Walikota..? " ucap penjaga itu
" Aku adalah salah satu petualang, dan aku mendapatkan sebuah misi dari Raja " jawab Sein sambil menunjukkan surat yang terdapat segel Kerajaan
Prajurit yang melihat itu sedikit terkejut, " Ba.. Baik tuan, harap tunggu disini sebentar " katanya
Sein hanya mengangguk kepada prajurit itu, sedangkan sang prajurit memasuki kediaman Walikota. Sein meunggu cukup lama, Dia cukup bosan menunggu prajurit itu dan akhirnya dia mencoba memasuki kediaman Walikota.
__ADS_1
Saat akan memasuki kediaman, prajurit tadi tiba dengan beberapa orang.
" Kenapa lama sekali paman..? " tanya Sein penasaran
" Maafkan saya Tuan, setelah melapor tadi. Walikota memutuskan untuk membuat pesta kecil untuk menyambut anda " ujar prajurit itu
Sein yang mendengae hal tersebut menaikkan sebelah alisnya, " Menyambutku..?, untuk apa Walikota menyambutkku..? " kata Sein
" Saya juga kurang paham Tuan " jawab prajurit dengan menggelengkan kepala.
.
.
.
Sein segera masuk, mengikuti prajurit tadi. Dia dibawa ke ruangan makan, dan disana telah ada beberapa orang termasuk walikota.
" Selamat datang Tuan petualang, silahkan duduk " kata Walikota dengan senyuman hangat
" Terima kasih Wali kota " jawab Sein sambil membungkuk hormat
" Tidak masalah Tuan petualang, silahkan nikmati hidangan yang telah saya siapkan. mereka adalah anak dan istri saya, dan dia adalah penasehat saya " kata walikota sambil mengenalkan 4 orang disana.
Sein mengangguk menanggapi hal itu, Sein tidak memakan makanan yang telah disiapkan. Bukan karena dia tidak ingin makan, tetapi dia tidak ingin identitasnya terbongkar, karena Sein tidak ingin dia dianggap tidak sopan dengan Walikota. Dia hanya meminum minuman yang ada.
" Kenapa anda tidak makan Tuan..? " tanya Walikota
" Saya tidak lapar Walikota, dan bukan maksud saya tidak menghormati anda. Tapi saya tidak ingin mengganggu kenyaman anda dengan wajah jeles saya yang berada di balik topeng " ujar Sein berbohong
Walikota yang mendengar itu tertawa canggung, " Hehe... Baiklah, saya coba memaklumimya Tuan petualang " jawabnya
" Lantas ada perintah apa dari Yang Mulia Raja, sehinggi anda menemui saya..? " lanjut Walikota
" Begini Walikota, Yang Mulia Raja meminta saya untuk menghentikan serangan Goblin yang mungkin akan terjadi 2-4 hari lagi " ucap Sein tenang
" Apa!!, kenapa saya tidak mendengar hal tersebut dari para penjaga gerbang atau dari masyarakat sekitar..? " Walikota sedikit terkejut dengan ucapan Sein
" Sebenarnya Walikota, saya baru saja mendirikan Guild baru dan prestasinya bisa dibilang sedikit di atas Guild Pahlawan Adnam. Dan kenapa anda tidak mengetahuinya karena berita tersebut disampaikan oleh mata - mata Yang Mulia Raja " jelas Sein panjang lebar
Walikota terdiam sejenak, " Baiklah, apa anda membutuhkan bantuan prajurit kota atau saya perlu meminta Yang Mulia Raja mengirim salah satu dari Four sides..? " ujar Walikota
__ADS_1
" Tidak perlu Walikota, saya hanya meminta untuk 2 - 4 hari kedepan tidak ada satu petualang maupun warga yang meninggalkan kota, Guild saya akan memulai penyisiran dan penyelidikan di hari itu. Dan harap tidak melanggar, atau kalau ada warga dan beberapa petualang yang terbunuh. Itu bukan salah saya, karena saya sudah meminta kepada anda " jelas Sein panjang lebar
Sang Walikota menyanggupi ucapan Sein tersebut, setelah berbincang sesaat. Sein segera pamit undur diri untuk kembali ke markas Guildnya, Walikota mengantarkan Sein sampai depan gerbang kediamannya.