Three Cold Girls

Three Cold Girls
kembali hadirnya luka masa lalu


__ADS_3

" Udah yok pulang, udah kelar juga kan dancenya." ajak bianca


" Yah masih jam setengah 4 ni bentar lagi deh." pinta elena.


" Besok aja deh el udah capek gue." sahut Lisa.


" Huhh oke oke." jawab Elena.


" Gue pulang duluan." Ucap bianca.


" Iya bayy." Jawab Elena dan Lisa.


" Lis kira² bianca bakal sedih gak ya soal kejadian tadi." tanya Elena.


" Gak lagian Bianca itu gak gampang nangis,


soal sedih pasti, tapi dia punya cara sendiri buat sibuk'in diri dan lupa semua." tutur Lisa.


" Ohh iya ya, kalo lo pernah gak nangis gara² cowok hehe."


" Huhh guee nangisin cowok ogah banget, gak pernah lagian guw gak pernah serius." Jawab Lisa percaya diri.


" Hhhh oh iya ya gue lupa, kalo lo kan playgirl hahaha. ejek Elena.


" Kurang asemm lo!!." Ketus lisa.


" Tapi kaloo david??!." Tanya elena.


" David?!, ya gara² dia lah gue jadi playgirl. tetapi sekalipun itu tentang cowok gue gak bakalan nangis, walau pun hati gue sakit


"gue pasti'in air mata gue gak akan jatuh cuman gara² cowok." jawab lisa serius.


" Waduh kayaknya gue kelawatan bercanda gawat ni bisa² gue di terkam sama macan." Batin Elena.


" Kenapa kok diem??." tanya lisa.


" Enggak kok maaf ya gue kelewatan bercandanya." ucap elena.


" Hmm udah gak pp, yok pulang." jawab lisa.


" Gue anterin ya." tawar elena.


" Emang mau nganterin pakek apaan?, lo kan hak bawak motor. Tanya lisa.


" Naik taksi, udah gak usah khawatir gue yang bayarin." jawab elena.


" Ohh ya udah oke kalo di bayarin, soalnya duit gue cuman cukup buat naik ojek hahaha." Ucap lisa.


" Huhh elo gak pernah berubah." ketus elena.


" Ya kenapa kan lo yang nawarin, gak iklass?!!, Ketus lisa.


" Iklas guee, mulai dikit² ngancemm." ketus elena.


" Bodo amattttt." Jawab lisa.


" Astafirullah sabar² untung lo sahabat gue, kalo bukan dah gue bejek² jadiin peyek." Batin elena menggerutu.


" Ngapa, ngebatin gue?!!." tanya lisa.


" Enggak orang gue lagi liat hp pesen taksi." Jawab elena ngeles.


" Oh."

__ADS_1


SKIP


" Stop di sini bang." perintah lisa dan turun dari taksi.


" Makasih el sampe ketemu di sekolah besok." Ucap lisa.


" Yaa bayyyy." jawab elena dan berlalu pergi.


" Udah nyampek non." ucap supir taksi.


" Oh iya, ini uangnya makasih bang." ucap elena memberikan bayarannya, dan masuk ke rumah tetapi saat masuk di ruang tengah telah di sambut dengan kedatangan Alex mantan pacar elena yang sontak membuat elena kaget.


" Ehhh elena udah pulang." Sapa mama nya.


" Emm i iya ma." jawab elena gugup tersenyum palsu.


" Mmm kalo udah ganti baju nanti bikinin minum ya buat Alex." Perintah mama elena.


" Ohh iya, elena ke kamar dulu." jawabnya.


//KAMAR//


*B*erjalan sedikit berlari dan langsung menutup pintu kamar.


" Huuhh tenang elena tenang." ucapnya menarik nafas berusaha menentralkan diri.


" Kenapa Alex ke sini sihh, oke gak papa elena tenang lo harus bersikap seolah² gak ada apa², sekarang ganti baju turun bikin minum selesai." Gumamnya sendiri.


Selesai ganti baju elena turun langsung menuju dapur membuat minum buat Alex."


" Huhh jangan gemeter biasa aja oke." Batinnya menghela nafas mulai melangkah ke ruang tamu dengan senyum palsu.


" Ini minumannya." ucap elena basa basi dengan senyuman palsu.


" Iya makasih." Jawab Alex.


" Elena mau kemana duduk sini." tegur mamanya.


" Emm i i iya ma." jawab Elena terbata².


" Huhh gagal menghindar deh orang gue mau ke kamar, lagian ngapain ke sini nyebelin banget." Batin elena menggerutu.


" Ayo sini." ucap mama nya.


" Hehehe iya." jawabnya dengan senyum di buat².


" Tante seneng kamu main ke sini lex, udah lama gak keliatan." ucap mama elena.


" Hehe iya tante soalnya alex lagi sibuk bantuin papa di peruaahaannya." jawab Alex.


" Ohh gitu, jadi lagi bantuin papa kamu, hebat ya masih muda udah bisa bisnis." puji mama elena.


" Hehe tante biasa aja." jawab Alex.


" Apaan pakek di puji² segala lagi huh niasa aja." batin elena.


" Aenapa el kok diem aja dari tadi?." tanya mamanya.


" Mmm gak kok ma." jawabnya dengan senyum palsu.


" Ya udah ke atas dulu ya kalian ngobrol² aja di sini." ucap mama elena.


" El lo ap....." belum selesai alex ngomong sudah di potong sama elena.

__ADS_1


" Ngapain lo dateng kesini lagi." ketus elena.


" Yaelah baru aja mau nanya kabar udah di sergap gue." batin Alex.


" Maaf el tapi gue ke sini karena mau tau kabar lo aja gimana." jawab Alex manis.


" Gue baik udah tau kan, sekarang lo pulang deh, jangan mentang² mama gue gak tau soal hubungan kita yang udah lama putus, lo manfaatin kesempatan ini." ucap Elena judes.


" Maafin gue el, gak tau kenapa gue rindu banget sama elo." Ucap Alex.


" Teruss?!?!."


" Gue mau kita balikkan, dan rencananya gue mau ngajak lo dinner nanti." tutur Alex.


" Hah enteng banget tu mulut bilang balikkan,


emang ya cowok tu mudah menghancurkan


tanpa berpikir, terus balik lagi juga tanpa. mikir kesalahan." ketus elena.


" Maafin gue elena, gue bener² kehilangan separuh kehidupan gue tanpa elo." melas Alex.


" Ya gue maafin, udah pulang sana!!." ketus Elena jutek.


" Tapi el lo mau kan dinner sama gue malem ini, anggep aja ini sebahai bukti kalo lo bener² maafin gue." pinta Alex.


" Ogah gue." jawabnya judes langsung pergi menuju kamarnya meninggalkan Alex.


" Huhh gue harus bekerja keras buat dapetin lo lagi." batin Alex.


" Alex,, loh kok sendirian elena mana?." tanya mama elena.


" Elena ke kamar tante katanya kepalanya pusing, padahal alex mau ngajakin dia dinner tapi gak apa lah, emm kalo gitu Alex pamit pulang ya tante kapan² alex bakal main ke sini lagi." Ucapnya pamit.


" Ohhh gitu ya udah hati² ya nak." jawab mama elena.


" Oya tante." jawab Alex tersenyum manis.


Di kamar elena ternyata kembali terpuruk ia di depan mamanya dan Alex dia pura² tegar tak memperdulikan, tetapi di sisi lain itu sangat perih baginya dengan kedatangan Alex


membuat ia harus mengingat luka lamanya lagi.


//Rumah Bianca//


" Hehh dajal nyelonong aja masuk ucap salam kek atau apa, itu muka kenapa di tekuk kek lipatan lemak perut lo." tegur abang bianca.


" Paan sih bang gue lagi gak mood, emang gue gendut apa lipetan lemak gue gak ada, lagian gak ada panggilan yang enak dikit napa


dengernya ini adeknya di panggil dajal." Ketus bianca ngerocos.


" Udah diem ngerocos aja mulut lo, ya terserah gue lah, gue kan abang lo, mau gue panggil dajal, setan, markoneng, joneng, ibli........ ." belum selesai abangnya ngomong karena kesal bianca melempar sepatunya tepat kena di jidat iqbal.


" Aduhhhh Bangs*t, durhaka lo sama abang sendiri sakit ni, huhh benjol ni pala gue, adek jahanam lo." Ringis kesakitan iqbal abang bianca.


" Hahahaha bodo amat siapa suruh ngoceh mulu, udah tau gue lagi kesel." tawa bianca dari kamarnya.


" Gue sumpahin jatoh kejedot tembok."ketus


abangnya.


" Nyenyenyenyenye." ejek bianca dan tiba² benar adanya dia jatuh kejedot tembok.


" Aduhhh sial, aiss sakit pala gue, mujarab juga omongan lo bang hahaha." gumamnya tertawa sendiri.

__ADS_1


Aduh kagak pernah akur dikit ya Bianca sama iqbal kayak Tom&Jeri aja hehehe.


hai readers udah baca episod ini jangan lupa tinggalin jejak ya:)


__ADS_2