Three Cold Girls

Three Cold Girls
Pria Dingin Yang Angkuh


__ADS_3

Hari ini di sekolah kedatangan murid baru,yang pindah sekolah karena ayah dan ibunya pindah ke kota tempat tinggal di mana si para cold girls tinggal. Murid baru itu seorang cowok yang dingin plus jutek abis.


Dia duduk di kelas XI TAV tetangga kelas XI Tata Busana ya karena kelas mereka berdekatan.


//Kantin//


"Guys katanya ada Murid cowok baru ya?." tanya Lisa.


" Iya tuh di kelas sebelah." jawab Elena.


" Mau ada murid baru mau enggak kek, gak perduli gue." ketus Bianca.


" Pa'an gue kan ngobrol sama elena buka elo ya kan elena." jawab Lisa judes.


" Iya lagian siapa yang nanya sama elo." sahut Elena menambahkan.


" Gue gibas Juga lo pada baru tau rasa." ketus Bianca jutek.


Tak lama kemudian datang sih cowok baru itu dan ia menyenggol Bianca yang ingin mengembalikan mangkok bekas makannya serta membayarnya tetapi gara² sih cowok itu mangkok yang di pegang bianca jatuh dan pecah.


" Woii Ada mata gak , apa lo buta nih jadi pecah mangkoknya." Ketus Bianca kesal berteriak kepada cowok itu yang tak memperdulikan, dan sontak teriakkan itu membuat suasana di kantin heboh.


" Udah bi sabar diliatin orang banyak. ucap Lisa menenangkan sahabatnya.


" sabar gimana orang dia yang nabrak,woi budek lo." teriak Bianca lagi.


" Apa?." jawab cowok itu dingin.


" Widih galak bener ni cewek." gumam bryan


dan Angga yang sedang melihat kejadian itu.


" Pakek nanya lagi, tuh liat mangkoknya pecah gara² lo." ucap Bianca marah.


" Halah cuman mangkok doang biar gue yang ganti rugi." jawab cowoknya angkuh.


" Huh ini cowok sombong amat gue colok juga tu mata, lama² gue yang darah tinggi." batin Lisa.


" Sok cool, nyolot lagi ni cowok." batin Elena.


" Sombong amat, heh inget ya lo tu murid baru di sini gak usah macem²." ancam Bianca judes.


" diem brisik gak usah teriak²." jawab cowok itu dingin dan pergi ke bibi kantin.


" Bibi ini saya ganti mangkok yang pecah itu." ucapnya kepada bibi kantin memberikan uang 200 ribu.


" Gue gak butuh bantuan lo, bi besok Bianca ganti mangkok yang pecah tadi." ketus Bianca mengambil uang itu lalu melemparnya kembali kepadanya.


" Udah di tolongin nyolot." jawab cowok itu santai.


" Heh lo manusia angkuh banget, sombong pula, gaya sok cool cihhh menjijikkan." ucap Lisa kasar karena terbawa emosi juga.


" Baru murid baru di sini cari masalah issh najis." ketus Elena yang ikut kesal dengan tingkah cowok tersebut.


sedangkan cowok itu hanya tersenyum angkuh tak perduli.


" Yuk guys cabut dari sini AWAS MINGGIR LO KUTU." Lisa mengajak teman²nya pergi dan sengaja menyenggol cowok itu dengan keras.


" Cihhh." ucap cowok itu membersihkan bajunya yang tersenggol Lisa.

__ADS_1


//KELAS//


" Kesel gue pen banget gue tonjok tadi rasanya." ketus Bianca kesal.


" Iya kalo gak mikir lagi di sekolah udah gue smackdown tu cowok." sahut Lisa marah.


" Tahu itu manusia apa setan sih resek banget." ketus Elena.


" Brakkkk." Bianca memukul meja dengan keras karena emosi membuat Lisa dan Elena terkejut.


" Woaaa astafirullah yaelah bi emosi ya emosi tapi jangan gebrak² meja gitu, jantungan gue. Kalo meja itu rusak gimana lo mau ganti." jawab Lisa terkejut.


" Astafirullahh jantung gue copot, duh meja ku gak papa kan." ucap Elena terkejut mengelus meja yang kebetulan emang mejanya yang di gebrak Bianca hehe.


Lisa dan Bianca melihat sinis


" Elena gak usah konyol deh nambah bikin gue emosi. ketua Bianca kesal


" Uhh mengerikan kayak setan. batin Elena


iya maaf setan eh Bianca maksudnya. jawab elena.


" Hufff." Lisa dan Bianca menghela nafas pasang muka jutek.


" Dihh merinding gue kayak mau di terkam." batin Elena .


"Kagak usah ngebatin." ucap lisa dan Bianca serentak.


" Ha? kok tauu hihihi."jawab Elena.


" Haduhhhh sabar ya allah sabarr." batin Lisa mengurut dadanya.


"Jangan bikin sabar gue sama lo abis." Ucap Bianca sinis.


 


Bel pelajaran terakhir berbunyi tetapi hari ini adalah jam kosong guru gak masuk karena ada rapat kantor, dan yah waktu ini yang dinanti² para murid. Lisa, Bianca, dan Elena, tetap berada di dalam kelas. Bianca memilih duduk diam di bangkunya scroll² beranda sosmed sedangkan lisa saat jam pelajaran kosong kesempatannya konser main gitar nyanyi² bersama teman - teman kelas, menjadi artis dadakan, kadang juga lisa dan Elena bertingkah konyol jadi pelawak di depan kelas membuat semua orang tertawa termasuk Bianca. Sedangkan siswa yang lain ada di teras depan kelas kumpul² ngerumpi, ada juga yang ke centilan lari sana sini ke kelas para cowok.


Bianca keluar kelas karena sesek di dalam kelas tapi tak jadi langsung kembali ke kelas lagi.


" Ah males gue keluar ngeliatin cewek - cewek centil lari sana sini caper sama cowok gak mood gue."


" Bi sini gabung jangan cemberut mulu." ajak Lisa.


" Tau ketekuk terus tu muka kayak baju belom di setrika." sahut elena.


" Hmm ye." jawabnya singkat.


Mereka pun duduk berkumpul yah kalo bukan ngerumpi apa lagi yang di lakuin sama kau ciwi ciwi hahah.


" Aaaaa OMG kalah gue sial." teriak Rahmy yang heboh sendiri membuat semua orang terkejut heran.


" Apa'an sih my heboh sendiri." *k*etus Lisa.


" Gue lagi main free cacing udah gede cacing nya malah mati sial." jawab Rahmy.


" Mati kubur my." sahut Elena.


" Enggak cacingnya ada 9 nyawa bisa hidup lagi." jawab Rahmy.

__ADS_1


" Eet dahh lu kata kucing apa 9 nyawa." ucap Elena.


" Tahu sesekali kek main free fire, atau mobile legend." ketus Lisa.


" Kuota kartu gue terlalu mahal buat main itu." jawabnya ngeles terus.


" Huhhh terserah lo dah." ucap Elena.


" Nah gitu dong Rahmy itu gak pernah salah."


" Iye gue tau, dari smp gak pernah berubah penyakit lo." sahut Elena Lisa.


" Hahahahaha tau banget lo." jawab Rahmy tertawa kecang dengan suaranya yang cempreng itu.


********


// pulang sekolah//


 


Lisa, Elena, Dan Bianca sedang ada di parkiran sedang mengambil motornya yang menuju pulang.


 


Lisa memundurkan motornya mengeluarkan dari parkiran dan saat ia baru ingin melajukan motornya, tiba² sih cowok angkuh itu lewat membuat Lisa ngerem mendadak dan hampir saja ia menabrak cowok itu, tetapi cowok itu tak memperdulikan tetap melajukan motornya.


" Iihhhhhh sebel kesel nyebelin banget sih tu cowokk ngajak gelut resek bangettt." teriaknya kesal memukul - mukul motornya.


" Kenapa Lis?." tanya Bianca.


" Auu ahh itu dajal cari masalah mulu." jawab Lisa judes menyebut cowok itu dajal.


" Udah udah sabar Lis." sahut Elena menenangkan.


" Awas aja tu cowok besok kalo cari masalah lagi sama gue bakalan abiss dia." Batin Lisa menggerutu.


" Ya udah deh bay guys gue duluan." ucap Lisa.


" Iya bayy." jawab Elena dan Bianca serentak.


 


Mereka pun berpisah di sana karena arah rumah mereka bertiga berbeda. Di sepanjang jalan Lisa masih menggeruru kesal terhadap cowok tersebut.


 


//Rumah Lisa//


" Lisa dah pulang sini makan siang." sapa mamanya.


" Gak males mah gak mood makan." ketusnya


" Lahh kenapa? itu muka kamu kenapa cemberut gitu kayak setrikaan rusak. Ledek mamanya.


" Au ah ma di sekolah tadi ketemu dajal nyebelinn." ucapnya pergi menuju kamar.


" Mau kemana makan dulu." perintah mamanya.


" Ntar aja Lisa mau ke kamar." jawab Lisa.

__ADS_1


" Huhh iya iyaa." ucap mamanya menghela nafas.


 


__ADS_2