
//Sekolah//
" Biaancaa!." Teriak Elena dan Lisa mengejutkan Bianca yang sedang melamun.
" Apaan sih, ngagetin aja deh deg kan gue."
Ucap bianca reflek gelagapan.
" Hehe maaf, gue gak tau kalo lo jantungan ntar strok lagi hahaha." Ucap Lisa.
" Eh gue gak jantungan cuman kaget aja." ketus Bianca.
" Ya deh terserah Lo, bdw ngapain sih ngelamun lagi mikir serius banget kayaknya." Ucap Elena.
" Iya gue lagi mikirin cara gimana buat batalin perjodohan." jawab Bianca.
" Hah?, perjodohan siapa?!." Tanya Elena.
" Perjodohan gue." Jawab Bianca.
" Apa??!!, Lo dijodohin sama siapa?." Tanya Lisa.
" Nggak tau, tapi pas gue gak sengaja denger papa sama mama bicara, gue di jodohin sama yang namanya Leo Leo gitu." jawab Bianca.
" Leo??, terus Lo mau di jodohin?." Tanya Elena.
" Ya gak mau lahh, makanya gue mikirin gimana caranya batalin perjodohan ini, Lo gimana sih." Ketus Bianca.
" Ya maaf." ucap Elena.
" Hmm Leo, jangan2 Leo sih anak setan itu."
Celetuk Lisa.
" Hah, gak mungkin lah tambah ngarang aja Lo." jawab Bianca.
" Ya bisa jadi aja." Jawab Lisa.
" Nggak, nggak mungkin. pokonya gue gak mau di jodohin." Ketus Bianca.
" Bantuin gue cari caranya dong, biar perjodohan ini batal." Pinta Bianca.
" Ohh bantuin?." Tanya Lisa dengan muka meremehkan.
" Iyaa bantuin pliss hehe."pinta Bianca dengan muka sok imut.
" Ogah ah hahaha." Jawab Lisa.
" Ya udah." Ketus Bianca.
" Iyaa di bantuin." Jawab Lisa.
" Hmm gue Punya ide." sahut Elena.
" Apaa?." Tanya Lisa Dan Bianca Serempak.
" Tapi Lo siap gak sama ide gue." ucap Elena.
" Gue siap kok." jawabnya.
" Lo pura pura idiot aja, pokoknya Lo bikin itu cowok ilfeal sama Lo." Tutur Elena.
" Hah?!!,. serius aja Lo, masa gue seorang Bianca di suruh kek orang idiot, nggak gue nggak mau." Jawab Bianca.
" Ya terserah Lo gue cuma kasih ide doang." Jawab Elena.
" Iya lagian kan pura pura bukan beneran." Sahut Lisa.
" Nggak ah pasti kalian ngejek gue nantinya." ucap Bianca.
" Ya udah kalo gak mau, Bdw kita mau ke kantin Lo ikut nggak." Ucap Lisa.
" Nggak kalian aja." Jawab Bianca.
" Ya udah yok El." Ajak Lisa kepada Elena dan berlalu pergi.
"Huh gimana ya, apa gue setuju aja sama ide Elena, gue pikir² bener juga kata Elena, kalo cowok itu ilfeal pasti gak akan mau dia di jodohin sama gue. Hmm gue setuju aja deh sama ide Elena." Batin Bianca.
Tak lama kemudian Elena dan Lisa kembali dengan membawa kotak bekal yang di isi jajanan di katin.
" Tumben cepet balik lagi." Ucap Bianca.
" Kita males makan di kantin, jadi bawa ke kelas aja pakek kotak bekal hehe." jawab Elena.
" Ohh iya." jawab Bianca.
" Bdw gue setuju sama ide Lo El, dan Lo berdua bantuin gue ya." Ucap Bianca.
" Beneran setuju?." tanya Elena.
" Iya." jawab Bianca.
" Okee sisanya biar kita yang urus." Sahut Lisa.
Berakhir perbincangan mereka Berakhir pula waktu istirahat, bel masuk berbunyi dan hari ini adalah pelajaran Bahasa Inggris sekalian pelajaran penutup yang di ajar oleh Ibu Nurlaili atau dengan sebutan Mom Nur.
" Asslamualaikum."
" Waalaikumsalam mom." jawab Seluruh murid.
" Oke how are you today."
" I am really Find mom." Jawab Nabila si ketua kelas.
" I am bad mood mom because my heart shattered." Jawab Mutiara sih tukang rusuh.
" Ada ada saja kamu ini mutiara, kebanyakan
nonton FTV." Jawab mom Nur tersenyum.
" Rahmy how are you today?." Tanya mom Nur.
" Yes Mom." Jawab Rahmy.
" Kok yes jawabnya?." Tanta Mom Nur.
" Saya gak ngerti mom ngomong apa, saya jawab aja yes yes hehehe." jawab Rahmy tertawa.
" Huhhh." Mom Nur menghela Nafas melihat tingkah kelas XI tata busana.
" Langsung aja kita mulai pelajaran hari ini ya,
__ADS_1
dengan materi diskusi menggunakan bahasa Inggris yang baik. Jadi nanti kalian maju perkelompok Ke depan." Ucap mom Nur.
" Okee mom." Jawab Elena.
" Ssst El, bilang oke oke aja, emangnya Lo ngerti?." Tanya Lisa.
" Kagak hahaha." Jawab Elena.
" Hahaha kirain ngerti." Sahut Bianca.
SKIP
" El, Lis, gimana tentang rencananya?." Tanya Bianca.
" Udah tenang aja, sekarang lo pulang kerumah dengan tenang, oke." jawab Elena.
" Gimana gue bisa pulang dengan tenang, hari ini mama sama papa mau nemuin gue sama cowok itu." Ketus Bianca.
" Udah lo pulang aja serahin sama kita, ntar Gue sama Elena bakal diem2 kerumah Lo buat kasih tau rencananya." Jawab Lisa.
" Gimana caranya, kalo mau dateng diem2 ke rumah gue." jawab Bianca.
" Lo siapin tangga buat manjat balkon jendela kamar Lo, kita berdua bakal manjat pager rumah samping." Jawab Lisa.
" Oh oke.Terserah kalian deh, pokonya rencana ini harus berhasil, gue pulang dulu daa ."Ucap Bianca langsung berlalu pergi melajukan Motornya.
//Rumah Elena//
" Assalamualaikum." Ucap Elena.
" Waalaikumsalam salam." Jawab papa Elena sembari membuka pintu.
" Tumben gak teriak2 biasanya heboh." Ucap papanya.
" Lagi males teriak²." Jawab Elena.
" Pa mama mana?." Tanya Elena.
" Mama pergi ke tempat Tante kamu sore baru pulang." Jawab Papanya.
" Ohh, iya." Jawab Elena segera masuk menuju kamar langsung ganti baju lalu kembali lagi turun ke bawah.
" Loh El mau kemana baru pulang udah mau pergi lagi, makan dulu." Tegur Papanya.
" Emm Elena mau pergi ketempat Lisa pa, sebentar aja ada urusan penting, nanti Elena makan di Luar aja, daa papa." Ucapnya langsung segera pergi.
" Kayak orang kantoran aja urusan penting." Gumam papa Elena.
//Rumah Lisa//
" Pa ma, abis ini Lisa mau pergi sama Elena bentar." Pamitnya.
" Mau kemana?."Tanya papanya.
" Mau main aja sama Elena ada urusan penting cuman sebentar aja kok." Jawab Lisa.
" Urusan penting apa?." Tanya mamanya.
" Ada deh boleh ya?." Tanya Lisa.
" Nggak Ketemuan sama cowok atau macem² kan?." Tanya Papanya.
" Nggak kok pa tenang aja, Gimana boleh ya." Tanya Lisa lagi.
"Assalamualaikum." Ucap Elena dari luar.
" Waalaikumsalam." Jawab Lisa sembari membuka pintu.
" Cepet banget datengnya, ya udah bentar gue Siap siap dulu." Ucap Lisa.
" Oke."
" Ma pa, Lisa langsung pergi ya, itu Elena udah jemput di depan." ucap Lisa.
" Iya hati hati."Jawab Papanya.
" Gak ganti baju dulu?."Tanya mamanya.
" Ya ganti, ini Lisa mau siap siap dulu hehe." Jawabnya berlalu pergi ke kamar.
" Ya udah Lisa pergi ya assalamualaikum." Ucap Lisa turun dari kamarnya langsung pergi.
" Ayok El kita naik Mobil aja." ajak Lisa.
" Terus motor gue gimana." Ucap Elena.
" Tinggalin aja di rumah gue, ayok kita harus cepet ke rumah Bianca. Ucap Lisa.
" oke."
Elena dan Lisa segera pergi menuju Rumah Bianca, di tengah Perjalanan sebuah
pesan masuk di hp Lisa yang ternyata Dari Bianca,menyuruh mereka segera ke rumah.
" El cepetan Bianca udah kirim pesan ni, dia suruh kita cepet kesana.". Perintah Lisa.
" Iya sabarr." Jawab Elena.
" Berhenti'in mobilnya Biar gue yang nyetir." Perintah Bianca.
" Biar gue aja Lo bawa mobil Kayak setan." Jawab Elena.
" Udah gak papa berhentiin aja, gini gini gue mantan pembalap hahah." Ucap Lisa.
" Hadehh masih sempet²nya banggain diri." Jawab Elena.
" Udah berhentiin mobilnya." perintah Lisa.
" Iyaa."
Elena menuruti perintahnya dan Lisa yang menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi, dengan lincah Lisa mengemudikan Mobil hingga tak beberapa lama sampai di rumah Bianca.
" Kok berenti di sini Lis?."Tanya Elena.
" Kalo kita berenti deket rumah Bianca pasti bakalan ada yang curiga makanya kita berenti agak jauh." Jelas Lisa.
__ADS_1
" Oh iya ya hehehe." jawab elena.
💬 Bianca cepet siapin tangga, kita udah di Deket rumah Lo."Lisa
💬 Okee." Bianca.
" El Ayok kita panjat tembok ini." Ajak Lisa.
" Hah?, Manjat? tinggi Banget." Jawab Elena.
" Nggak tinggi² amat udah yok." Ucap Lisa.
Elena Dan Lisa memanjat tembok masuk diam2 dan segera menuju arah jendela kamar Bianca. Dan Bianca telah menyiapkan tangga untuk Lisa dan elena bisa mencapai jendela kamarnya dan Bisa Masuk.
***
" Hadehh Sampai jugaa." Eluh Elena.
" Gimana cowok yang di jodohin sama Lo udah Dateng?." Tanya Elena.
" Belom Dateng, udah cepetan bantuin gue." Pinta Bianca.
" Oke pertama² kita make up in Lo." Ucap Lisa .
Elena dan Lisa segera mempersiapkan Bianca mereka mendandani Bianca cupu dengan memakaikan tompel, dan mengepang rambut Bianca, juga merubah gaya pakaian Bianca.
" Yapss selesai." Ucap Elena.
" Astagfirullah Muka cantik gue jadi gini." Eluh Bianca.
" Hahahaha Udah nurut aja." Ucap Elena.
" Hahahaha ngakak Liat Lo jadi gini bi." Ucap Lisa.
" Udah jangan ledekin gue." Ucap Bianca dan tiba² kakak Bianca masuk.
" OMG gimana ni." Bisik Elena kepada Lisa.
" Tenang aja kakak gue berpihak sama kita." Ucap Bianca.
" Huff." Elena Dan Lisa menghelas nafas Lega.
" Bianca ini Bianca hahahahahaha." Tawa Iqbal melihat dandanan Bianca.
" Ssttt diem ntar ketahuan, iya ini gue gak usah ngeledekin bang." Ketus Bianca.
" Hahah oke oke, ya udah cepetan keluar Mereka udah dateng ini mama yang suruh gue panggil Lo." Jawab Iqbal.
" Ssstt cocok hahaha." Bisik Iqbal kepada Lisa dan elena Meledek Bianca.
" Bilang apa tadi?!!". Ketus Bianca.
" Nggak bilang apa2 kok." jawab mereka bertiga Kompak.
" Emm Bianca inget rubah gaya Bicaranya." Ucap Elena memperingatkan.
" Iya." Jawab Bianca singkat dan langsung pergi menemui pria yang dijodohkan padanya, sementara Lisa, Elena, Iqbal Masih diam di kamar Bianca tertawa terbahak-bahak melihat penampilan Bianca yang berubah drastis.
" Udah kakak ke bawah juga nanti ada yang curiga, dan kalian ngumpet aja di sini." Ucap Iqbal berlalu pergi.
" Iya dada kaka suayang." Ucap Elena genit.
" Heh apaan sih El, genit amat liat yang bening dikit." Ucap Lisa.
" Gak papa kali." Jawab Elena.
" Idihh, belom tentu kakaknya mau sama Lo yang kayak gini." Celetuk Lisa.
" Somplak lo awas aja pas pulang nanti ya gue smackdown." Ketus Elena.
***
Bianca Segera pergi turun menemui orang tua dan anak laki² yang di jodohkan dengannya, Dan betapa terkejutnya Bianca ternyata benar Tebakan Lisa bahwa Itu adalah Leo, Dan untung saja ia merubah penampilan nya sehingga leo tak mengenalinya.
" Biancaa??." Ucap mamanya terkejut melihat penampilan Bianca begitupun papanya.
" Kamu ngapain dandan gini." Bisik mamanya.
" Apa salahnya ma, Biasa aja kali Bianca dandan gini." Jawab Bianca.
" Hallo om tante, hallo Kamu yang di sana." Ucap Bianca menyapa dengan gaya bicara genit dan aneh, tak lupa pula ia mengedipkan mata kepada Leo dengan sengaja.
" Astagfirullah kok gini amat yang di jodohin sama gue ohh ngeri." Batin Leo sambil tersenyum palsu kepada Bianca.
" Ini beneran Bianca?." Tanya Mama Leo.
" Iya tante kenapa ini Bianca cantikkan." *Jawab Bianca dengan gaya bicara aneh, sedangkan mama dan Bianca tak bisa berkata apa2 kepada tingkah anaknya itu*.
" Kudu kuat tahan tawa pengen banget ngakak gue." Batin Iqbal kakak Bianca.
" Ssttt berhasil." Bisik Iqbal kepada Bianca.
Mereka berbincang bincang sedangkan Bianca tetap berperilaku aneh dengan sengaja agar leo ilfeal dan perjodohan itu batal, dan rencana itu tak sia - sia, Leo dan kedua orang tuanya merasa risih dengan kebadiran Bianca, dengan begitu mungkin mereka akan berpikir dua kali untuk perjodohan antara anak mereka dan Bianca.
Setelah selesai pertemuan Bianca kembali ke kamar menemui sahabatnya di sertai Iqbal di belakangnya.
" Bianca, gimana berhasil nggak?." Tanya Elena.
" Hmm lumayan berhasil haha, mereka Risih liat gue." jawab Bianca.
" Emm Bianca kita pulang ya udah sore banget, ini mama gue kirim pesan dari tadi suruh pulang." Ucap Lisa.
" Ohh iya udah, besok di sekolah gue ceritain." jawab Bianca
" Tapi Gimana turunnya."ucap Lisa sambil melihat ke luar jendela dan tangga yang mereka pakai tidak ada lagi di sana.
" Biar kakak bantuin kalian turun, kakak ke bawah diem² siapin tangga." Ucap Iqbal.
" Oke makasih kak." Ucap Lisa.
" Eh bdw kalian masuk ke sini dari luar tadi gimana?." Tanya Kakak Bianca.
" Manjat tembok hehe." Jawab mereka berdua santai dan kakak Bianca hanya bisa geleng kepala.
Hallo Gimana ceritanya, semoga tetep seru menarik, dan nggak bikin ngantuk bacanya.
__ADS_1
Maaf athor lama up hehe,
sampai jumpa di episode selanjutnya😘