Three Cold Girls

Three Cold Girls
Di skor


__ADS_3

 


Di pagi hari ini seperti biasa Bianca Lisa Elena kembali bersekolah seperti biasanya.


 Sesampai di sekolah mereka bertemu di gerbang, dan pergi menuju kelas bersama.


" Huhh Lisa pelajaran apa aja hati ini?." tanya salah satu siswi.


" Pkn, Sejarah, sama Kepariwisataan." jawab Lisa.


" Oke berarti gue gak salah bawa buku." jawab siswi tersebut.


" Yaelah kirain apa, ternyata cuma pastiin gak salah bawa buku doang." ketus Lisa.


" Hehehe." tawa ringan siswi itu.


" Ehh Lis beneran cuma tiga mata pelajaran?."


tanya Bianca.


" Iya, kenapa?." jawab Lisa dan bertanya balik.


" Gue lupa pelajaran apa hari ini, jadi gue bawa semua buku mata pelajaran hehehe." jawab Bianca.


" Ya ampun bi emang lho gak nyatet jadwal?." Sahut Elena.


" Enggak." jawab Bianca santai.


" Hadehh Bianca, untung cuma lupa jadwal bukan lupa bawa kepala." ketus Lisa.


" Hahaha Bodo amat." jawab Bianca.


" Nyenyenye, kebiasaan emang." ketus Lisa.


" Apaan sih!." ketus Bianca.


" Udah - udah mentari pagi aja belum setengah naik udah pada beramtem." sahut Elena menengahi.


" Emang apa hubungannya sama matahari sama kita?." tanya Bianca.


" Ya pasti ada." jawab Elena.


" Apa?!." tanya Lisa.


" Nanti mataharinya cepet - cepet naik, karena takut kalah panas dari kalian, so kaliankan panasnya udah kek panas api neraka." oceh Elena.


" Ohh garing tau nggak." jawab Lisa Jutek.


" Ah masaaaaaa." ucap Elena.


" Udah diem, jangan sampai gue naik darah kalo nggak, lho bakalan abis sama gue." ancam Bianca.


" OMG sadis banget udah kek psikopat." Batin Elena.


" Kenapa diem?!." tanya Bianca kepada Elena.


" Hehe nggak papa. Huh dasar singa betina,tapi singa betina yang punya anak aja gak akan segalak dia." jawab Elena dan memelankan suaranya di kalimat berikutnya.


" Apa lho bilang?!." tanya Bianca menyelidiki.


" Nggak ada." jawab Elena.


" Bdw kantin yok guys." ajak Bianca.


" Oke." jawab Lisa.


" Iya." jawab Elena, mereka bertiga berlalu pergi ke kantin namun di belakang Bianca Elena berlagak seperti orang mau nonjok karena ia geram dengan tingkah Bianca.


" Kenapa ketawa, ada yang lucu?!." tanya Bianca.


" Nggak kok cuma mau ketawa aja, emang gak boleh?!." ketus Lisa.


" Nggak, bayar ketawa deket gue." jawab Bianca santai.


" Ogah emang lho siapa, presiden?!!." ketus Lisa.


" Hadeh beramtem lagi belum juga beberapa menit." Batin Elena.


" Rahmy minta tahu dong yang belum lho makan tapi." ucap Lisa kepada Rahmy dan Rahmy memberikannya.


" makasih." ucap Elena.


" Kalo gue presiden gimana?." ucap Bianca.


" Hahaha elho presiden?!, belum aja semenit udah ancur dunia." ketus Lisa.


" Kurang asem nyolot banget, awas ya gu..... ."


belum selesai bicara Elena menyumpal mulut Bianca dengan tahu yang ia minta tadi.


" Nah kan diem hahaha." ucap Elena.


" Hahaha mamp..... ." belum seselai Lisa bicara Elena juga menyumpalnya dengan tahu.


" Happp, udah makan tahu aja enak kan hahahaha." ucap Elena dan ia langsung segera melarikan diri dari kedua sahabatnya itu.


" Elenaaaaaaaa!!!." teriak Lisa dan Bianca.


" Sialan lho!." teriak Bianca kesal.


" Hahaha bodo amat." jawab Elena sembari berlari.


" Tapi enak juga tahunya hehe." ucap Lisa.


" Iya hahaha." jawab Bianca.


***


//Kantin//


" Bibi pesen jus mangga satu." ucap Elena yang baru datang.


" Kenapa kok ngos ngosan begitu, kayak di kejar setan saja?." jawab Bibi kantin dengan gaya bicara jawanya yang medok.


" Iya ni Elena di kejar sama dua setan." jawab Elena.

__ADS_1


" Apa beneran ada setan di sekolah ini?, mana mana setannya." jawab bibi kantin terkejut dan tak lama datanglah Lisa dan Bianca yang sedang berlari.


" Elenaa." panggil Lisa dan Bianca.


" Tuhkan bi baru diomong udah Dateng setannya." ucap Elena.


" Lah ternyata neng Lisa sama Bianca setannya hahaha, kirain bibi setan beneran." jawab Bibi kantin.


" Oh jadi lho bilang kita berdua setan sama bibi." ucap Lisa dengan tatapan tajam dan menunjukkan kepalan tangannya.


" Aduh gatel tangan gue pengen nojok orang." ancam Bianca.


" Hehehe maaf, Lisa yang baik, Bianca yang cantik kitakan sahabat gak boleh main tonjok sakit lah hehehe." jawab Elena memukul mereka sembari menurunkan kedua tangan Lisa dan Elena.


" Ohh gitu ya lho mudah banget bilang maaf, rasain ini." ketus Bianca pura - pura ingin menojok Elena padahal tidak.


" Maaf maaf maaf, jangan tonjok guee." ucap Elena menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


" Hahaha." tawa Lisa pelan.


" BI pesen kayak biasanya." ucap Bianca berbisik dan duduk di meja kantin meninggalkan Elena yang masih menutupi wajahnya.


" Maaff guyss." ucap Elena yang tak menyadari bahwa dia di kerjain balik sama Lisa dan Bianca.


" Hahahahaha Elena ngomong sama siapa lho." tawa Lisa.


" Tau tu Elena orang kita di sini hahaha." sahut Bianca, Elena membuka tangannya sedikit dan melihat ternyata dia di tinggalkan, sedangkan Lisa dan Bianca sudah duduk santai di meja kantin.


" Sialan!, gue di kerjain balik . Jadi malukan gue ngomong sedirian huh." gumam Elena menggerutu sambil menghampiri dua sahabatnya itu.


" Tiap hari bikin heboh 3 cewek resek ini." Batin Leo yang sedang duduk di meja paling pojok sembari menikmati makanannya.


" Ternyata dibalik dinginnya sikap mereka bertiga kalo lagi kumpul gila juga." Batin Angga yang sedang duduk di meja kantin yang tengah sembari minum es teh.


" Sialan kalian ngerjain gue balik." gerutu Elena sembari duduk.


" Hahaha siapa suruh ngerjain kita." jawab Bianca.


" Tapi gue gak maksud ngerjain, gue cuma mau ngelerai kalian yang beramtem." ketus Elena.


" Udahh lah itu makanan udah nyampek kita udah pesenin juga yang lho." ucap Lisa menengahi.


" Oh ya pesen apa?." tanya Elena.


" Bakso." jawab Bianca.


" Widih enak tu." jawab Elena dan ketika semakok makanan mereka datang Elena langsung diam menyantap makanannya.


" Giliran di kasih makan langsung diem." celetuk Lisa.


" Tau kayak kucing kelaperan." sahut Bianca.


" Biarin, kalo udah soal makanan nomor 1, yang lain lewat." jawab Elena sembari makan.


" Makanan mulu yang di pikirin." ketus Bianca.


" Ya terserah gue dong, gimana misalnya kalo kalian bisa gak makan?." tanya Elena.


" Mati." jawab Lisa dan Bianca serentak.


" hufff." Lisa dan Bianca menghela nafas.


 


Setelah mereka selesai makan bel pun berbunyi, tanda bahwa kelas dimulai. Seperti Biasanya pelajaran berlangsung dengan beberapa orang murid yang selalu sibuk sendiri saat jam mata pelajaran. Waktu terus berjalan detik jam terus berdenting dari waktu belajar beralih ke waktu istirahat begitu pun seterusnya. Hingga tak terasa semua murid hari ini telah melewati semua kegiatan di sekolah dan tinggal tersisa waktu di mana mereka bergegas yaitu menuju pulang ke rumah masing - masing, namun saat ingin pulang Elena tak sengaja melihat Leo dan teman - teman yang sedang memeras bahkan membully seorang siswa.


" Mana storan lho hari ini, dari pagi lho ngehindar dari kita." ucap Leo kepada seorang siswa dengan memegang kerah bajunya.


" Heh kalian berentiii!." teriak Elena.


" Hadeh lho cewek ngapain, gak usah ikut campur." ketus salah satu teman Leo.


" Gue harus ikut campur karena yang kalian lakukan itu gak baik."tegas Elena.


" Udah minggir sana cewek resek." ketus Leo judes.


" Gue nggak akan pergi!." tegas Elena sembari menarik tangan siswa itu melepaskannya dari cengkrama Leo.


***


" Lisa, Elena mana sih lama banget katanya mau pulang bareng gue." tanya Bianca yang sedari tadi nunggu di parkiran.


" Gak tau gue." jawab Lisa.


" Kita susulin aja, lama banget." usul Bianca.


" Oke." jawab Lisa singkat.


 


Bianca dan Lisa kembali lagi menyusul Elena. Setibanya di lorong antar kelas Bianca dan Lisa melihat Elena yang diperlukan Kasar sama Leo dan teman - temanya.


 


" Lepasin tangan gue Leo!." ketus Elena berusaha melepaskan tangannya.


" Diem lho cewek!, salah lho kenapa ikut campur urusan kita." ketus teman Leo.


" Dasar cowok brekngsekkk kalian semua." ketus Elena marah dengan nada bicara tinggi


" Lepasin dia kak dia." ucap siswa cowok itu.


" Diem lho cupu!." ketus Leo.


" Heh kalian lepasiinn Elena!." Teriak Lisa dari jauh, dan Menghampiri mereka diikuti Bianca di belakangnya.


" Lepasinnn!!." ketus Bianca menarik tangan Elena.


" Hahaha dateng gengnya." ledek teman Leo.


 " Dasar cowo - cowok brekngsekkk!." ketus Lisa dengan nada meninggi.


" Kalian itu gak punya adab ya!." ketus Bianca.


" Kalo ngomong jangan asal!." ketus Leo.

__ADS_1


" Sok banget ini cewek." ketus teman Leo.


" Kalo iya kenapa, dari pada kalian beraninya gangguin orang yang lemah adek kelas lagi huh cemen!." ketus Elena.


 


Di sela sela pertengkarang mereka, diam diam siswa yang di bully pergi melaporkan kejadian itu ke wakil kesiswaan dan kepala sekolah.


 


***


" Assalamualaikum pak."ucap siswa itu.


" Waalaikumsalam, ada apa nak?, kenapa belum pulang ini kan sudah jam pulang." tanya kepala sekolah.


" Iya tadinya saya mau pulang tetapi saya di peras dan di bully sama kakak kelas yang namanya Leo dan teman - temannya pak, dan maksud saya ke sini mau melapor karena saya tidak berani terhadap mereka, sekarang Kak Leo lagi bertengkar sama para kakak kelas cewek yang belain saya dari mereka." ucap siswa itu menjelaskan.


" Apaa Leo, sudah berapa kali Leo terus bermasalah." ucap wakil kesiswaan.


" Benar - benar membuat saya naik darah Leo ini, dia selalu bermasalah sedangkan dia keponakan saya, bikin malu saja." batin kepala sekolah.


" Di mana mereka sekarang?."tanya kepala sekolah.


" Di lorong kelas pak." jawab siswa tersebut.


 


Kepala sekolah dan Wakil kesiswaan langsung bergegas menghampiri ketempat kejadian di ikuti siswa cowok tersebut dibelakangnya. Di sana terlihat Lisa Elena dan Bianca sedang berkelahi, dan untungnya mereka bertiga tidak seperti siswi siswi biasa, mereka memiliki ilmu bela diri walaupun tak seberapa, namun itu cukup untuk melindungi diri mereka.


 


" Berhenti kaliaaann!!!." teriak kepala sekolah dengan tegas.


" Bro cabut kita ketahuan." ucap Leo yang mencoba berlari.


" Berhenti jika kalian kabur saya tidak segan segan akan langsung memberi surat keluar kalian dari sekolah ini!!." tegas kepala sekolah.


" Jangan coba kabur, kalian harus mempertanggungjawabkan ulah kalian!."tegas wakil kesiswaan Leo dan teman - temannya berhenti berlari dan menghampiri kepala sekolah serta wakil kesiswaan dengan kepala tertunduk.


" Kalian tidak apa - apa kan nak?." tanya kepala sekolah kepada Lisa, Elena, dan Bianca.


" Tidak pak." jawab mereka bertiga.


" Sekarang kalian keruangan saya!." ucap wakil kesiswaan.


" Iya pak." jawab Leo dan teman - temannya dengan suara pelan.


***


" Kalian ini sudah banyak sekali membuat masalahh!!, sudah beberapa kali di beri peringatan masih tetap mengulang,


terutama kamu Leo!." tegas wakil kesiswaan menceramahi Leo dan teman - temannya.


" Plakkk!!." sebuah mistar panjang di pukulkan ke meja oleh wakil kesiswaan.


" Astagfirullah copot jantung gue." batin Lisa terkejut.


" Astagfirullah gak kira kira bapak wakil kesiswaan, kaget gue untung mejanya gak pecah, kalo pecah dia yang ganti tuh, di depan kepala sekolah lagi." bisik Elena kepada Bianca.


" Ssstt diem, suasana tegang kek gini masih aja ngelantur." bisik Bianca.


" Apa kalian tidak di beri, uang saku sama orantg tua kalian. Apa kalian tidak berpikir bagaimana susahnya orang tua mencari uang demi menyekolahkan anaknya!." tugas Wakil kesiswaan dengan penuh penekanan di setiap kalimat yang ia ucapkan, sementara kepala sekolah hanya diam menggerutu tak bisa apa, ia juga merasa malu karena yang berulah adalah keponakannya sendiri.


" Kalian hanya bisa memeras adik kelas kalian, membully mereka. Uang yang kalian hasilkan itu haram dan tidak berkah!." tegas. wakil kesiswaan menceramahi mereka. Leo dan teman temannya hanya diam tertunduk mendengarkan.


" Sudah pak biarkan saja mereka, jika hanya dimarahi dan diceramahi mereka tidak akan jera." ucap kepala sekolah kepada wakil kesiswaan.


" Saya memutuskan memberikan skor kepada kalian selama 2 minggu, dan akan memerintahkan wali kelas untuk menaruh nilai merah di rapot kalian!, jika setelah ini kalian masih mengulangi, maka saya akan langsung mengeluarkan kalian dari sekolah ini!." tegas kepala sekolah.


" Apa??, di skor pak?, jangan skor pak." pinta salah satu teman Leo dengan wajah memelas.


" Tidak ada tapi tapi kalian tetap di skor." jawab kepala sekolah.


" Ini yang anak - anak cewek kelas berapa?."tanya kepala sekolah.


" Kelas XI Tata Busana pak." jawab mereka bertiga pelan karena sedikit takut mendengar kemarahan wakil kesiswaan.


" Kalian silahkan pulang, dan kamu juga, biar bapak dan kesiswaan yang mengurus mereka." ucap kepala sekolah kepada Lisa Bianca, Elena dan Seorang siswa cowok tadi.


" Baik pak terimakasih." jawab mereka berempat.


" Dan untuk kalian para murid cewek, jika ada kejadian seperti ini lagi harap lapor saja ke Wakil kesiswaan atau bapak. Karena jika terjadi apa - apa sama kalian maka pihak sekolah dan juga bapak akan terkena imbasnya." ucap kepala sekolah memperingatkan.


" Iya pak kami minta maaf, lainkali kami akan melaporkan saja kepada bapak dan kesiswaan jika terjadi seperti ini." jawab Lisa.


" Kalo begitu kami permisi pulang pak, assalamualaikum." pamit Elena.


" Iya Waalaikumsalam." jawab kepala sekolah dan Wakil kesiswaan.


***


" Rasain Leo sama temen -temennya kena skor biar kapok.". ketus Bianca.


" Kakak - kakak tunggu." panggil siswa itu.


" Iya kenapa?." tanya Bianca.


" Makasih sudah nolongin aku dari mereka." ucapnya berterimakasih.


" Iya, tetapi lain kali kalo mereka atau siapa pun gangguin kamu, kamu harus melawan mereka supaya mereka tidak akan terus mengganggu kamu." ucap Elena memperhatikan.


" Iya kak, sekali lagi makasih. Aku permisi duluan pulang." jawabnya dan di jawab dengan anggukan oleh mereka bertiga


" Huh untung gak robek ini rok kita beramtem tadi hahaha." ucap Elena.


" Hahaha iya ya gue gak nyadar tadi." sahut Lisa.


" Hahaha iya untung juga pakek daleman celana pendek bates lutut, kalo gak keliatan semua." sahut Bianca.


" Hahahaha." tawa Lisa dan Elena.


" Udah yok pulang." ajak Elena.


Hai hai hai para Readers, gimana episode kali ini, semoga tetep seru ya.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak.😘


__ADS_2