Three Cold Girls

Three Cold Girls
Ternyata namanya Leo


__ADS_3

//Sekolah//


Lisa datang dan langsung di sambut oleh 2 sahabatnya.


" Ehh lis lo sekolah kirain gak bakalan sekolah." *t*anya Elena.


" Ya sekolah masa cuman gara² terkilir doang gak sekolah, gue gak mau ketinggalan pelajaran." *j*awab Lisa dengan berjalan sedikit pincang .


" Gimana kaki lo mendingan belom?." *t*anya Bianca.


" mendingan gimana gak liat tuh kaki gue bengkak." *k*etus Lisa


" Udah minggir dulu gue mau taruh tas gue." ucap Lisa.


" Iyaa." jawab sahabanya itu menyingkir dari hadapan Lisa.


" Aduhh kaki gue." ucap Lisa meringis kesakitan.


" Duh Lis emang lo gak pergi urut atau gimana kok malah bengkak gitu kaki lo?." *t*anya elena.


" Iya kemarin papa gue panggilin tukang urut tapi gue kabur, gak mau di urut sakit." Ketus Lisa.


" yaelah Lisa - lisa namanya di urut ya sakit, lo gak mau sembuh apa gimana tuh liat kaki lo bengkakkan jadinya." *k*etus Bianca.


" Hmm apa kita yang harus turun tangan seret lo ke tukang urut." ucap Elena tersenyum licik.


" whattt?!?! bawa ke tukang urut." Batin Lisa.


" Iya kayaknya kita yang harus turun tangan pulang sekolah nanti lo bakalan kita bawa ke tukang urut gak ada kata penolakan." *u*cap Bianca mengancam.


" ha? tukang urutt gak mauu, jahat banget sih kalian, pliss jangan bawa ke tukang urut gue gak mau, bentar lagi sembuh kok, gue traktir kalian ya yaa...?." *u*cap Lisa menolak berusaha membujuk sahabatnya itu.


" Harus pokoknya gak usah traktir gue ada kok uang jajan." *j*awab Bianca santai tersenyum sinis.


" Aaaaaa gak mauuu kalian baik deh cantik, baik pliss ya jangan bawa ke tukang urut." *u*cap lisa menangis meronta - ronta seperti anak kecil minta eskrim.


Mereka melihat sinis


" Bi Lisa gitu ya kalo gak mau di paksa gilanya melebihi gue hahaha." bisik Elena.


"hahahaha." tawa Bianca.


" apa lo malah ketawa." ketus Lisa menghentikan permohonannya karena percuma 2 sahabatnya itu tak memperdulikan.


" Huhh." lisa menghela nafas dan menghembuskan kasar pasang muka jutek.


" Kenapa tu muka biasa aja." *k*etus Bianca.


" Gak usah di kusut - kusutin itu muka, udah kayak baju belom di setrika 1 abad hahahaha." Ledek Elena.


Lisa melihat sinis kedua sahabatnya


" Dah ah gue mau balik ke bangku." ucap Elena.


" Iya bentar lagi masuk." sahut Bianca.


Hari ini adalah pelajaran Kepariwisataan yaitu pelajaran kejuruan bagi anak kelas XI tata Busana yang di ajarkan oleh mom Nurlaili wali kelas mereka, semua murid ceria karena wali kelas mereka orangnya santai dan tak terlalu serius, tak seperti guru lain yang membuat suasana tegang.


" pagi anak - anak." Sapa mom Nur.


" pagi mom." jawab seluruh siswa.


" Hari ini pelajaran kepariwisataan kita akan belajar tetang membuat dokumen perjalanan, mom akan menjelaskan apa itu dokumen perjalanan nanti tugas kalian adalah membuat dokumen perjalanan. *u*cap mom Nur menjelaskan


Mom nurlaili pun menjelaskan tentang dokumen pelajaran tersebut, sesekali ada yang bertanya juga di selingi bercanda sehingga pelajaran berlangsung menyenangkan.


" Nah anak - anak mom sudah menjelaskan apa itu dokumen perlananan sesuai yang mom bilang tadi kalian akan membuat dokumen perjalan di kumpulkan." Perintah mom Nur.


" Mommm gak ngerti." ucap Bianca.


" Lah kan mom sudah menjelakan searching google kalo belum mengerti." jawab mom Nur santai.


" Boleh mom yesss." *s*ahut bianca.


" Waduh mom banyak banget point - poinnya ribet kayak ribetnya perasaan aku hehehe." ucap Elena.


" yaelah El di jam pelajaran masih sempet - sempetnya ngebucin." sahut Lisa tersenyum geli.


" Aduh Elena - elena pasti kebanyakan nonton sinetron , jadinya gini nih korban sinetron."


jawab mom Nur terseyum melihat tingkah anak muridnya itu.


" Hahahahahahaha." tawa murid sekelas.


" Mom bisa besok ngumpulnya banyak banget." ucap Bianca memohon dengan wajah sok polos.


" Emang pasar tawar menawar gak pokoknya di kumpulkan." *u*cap mom Nur santai.


" Yahh mom plissss." *u*cap murid lainnya.


" Ya sudah kalian kerjakan sampai mana selesainya, Kalo belum selesai lanjut di rumah besok di kumpulkan." *j*awab mom nur.


" yess makasih mom hahahaha." *j*awab Semua murid.


" The best lah mom, ini yang gue suka hahaha." Batin Elena.

__ADS_1


" Asik biasa santai ngerjainnya." Batin Lisa.


" Gak sia sia gue ngomong tadi hehe." *b*atin Bianca.


SKIP


Pelajaran pun selesai semua murid keluar kelas di sertai dengan guru mapel. Lisa, Elena, dan Bianca keluar kelas menuju Bescam mereka yaitu kantin.


 


" Bi soal rencana yang lo bilang di taman kemarin, buat bales si cowok angkuh itu gimana?." tanya Bianca.


" Iya jadi lah gue udah punya rencana buat bikin dia kapok." Jawab Bianca tersenyum licik.


" Caranya??." *t*anya Lisa.


" Nanti gue kasih tau rencananya sekarang lanjutin makan aja dulu. *s*ahut Bianca.


" Oke deh." jawab mereka berdua serentak.


***


//Kelas XI TAV//


 


Lisa, Bianca, dan Elena ke kelas TAV untuk membalas cowok angkuh tersebut.


 


" Brakkkk." Bianca menggebrak meja keras sehingga membuat semua orang kaget dan menoleh kepadanya.


" Mana tas si cowok baru itu?." *t*anya Bianca judes.


" Yang itu tuh." jawab salah seorang siswa."


"Yang ini." *t*anya elena sambil memegang tas itu.


" Iya yang itu." jawab siswa itu.


" Sekarang diapain Bi?." *t*anya Lisa


" Oke ambil semua bukunya, dengan gitu dia akan di hukum sama guru karena gak bawa buku pelajran." *p*erintah Bianca.


" widihh cakep rencana lo." Bisik Lisa.


Angga datang dan melihat mereka ada di kelasnya, karena Angga si bad boy itu sekelas dengan anak baru tersebut.


" Woi kalian mau ngapain dateng ke kelas gue?." *t*anya angga.


Angga tak memperdulikkan mereka karena tak ingin mencari gara - gara sama mereka lagi.


" Oke kalian semua di sini diem tutup mulut kalo kita udah ngambil buku sih cowok baru itu, karena dia udah cari masalah sama gue dan temen - temen gue sampe dia bikin Lisa pincang." ketus Bianca tegas memerintah semua murid.


" Iya kita bakalan tutup mulut lagian gue juga gak suka sama cowok itu, angkuh banget." *s*ahut salah seorang siswi.


" Iya sama." Sahut Seorang siswa menambahkan.


" Okee baguss." *j*awab bianca dengan muka judes.


" Oke guys cabut." Ajak elena.


Lisa dan Bianca menjawab dengan anggukan.


***


" mana bukunya tadi?." *t*anya bianca.


" Ini." jawab Elena memberikan bukunya.


" Bianca mengambil buku itu dan membuangnya ke kotak sampah. yaps selesai." Ucap bianca sambil membersihkan tangannya.


" Gilaa ide lo bi berani juga hahahaha." Ucap Lisa.


" Ya iya lah dengan gini kita gak akan ketahuan, dari pada kita simpen buku itu sama kita lebih baik di buang, aman deh." *j*awab Bianca tersenyum licik.


" Hahahahaha udah yok balik kelas kita tunggu aja momen di mana dia akan di hukum." *u*cap Bianca dengan tatapan tajam.


" Okeee lets go." *j*awab elena dan Lisa serentak.


" Dan lo Lisa siap - siap pulang nanti ke tukang urut." *u*cap Bianca.


" haaaaaa nggak mau bi, gak mau gue gak mauu jangan ya pliss jangan." *t*eriak histeris Lisa memohon memegang tangan Bianca seperti anak kecil sontak membuat semua orang menoleh padanya.


" Aduhh diem jangan nangis - nangis kayak anak kecil gitu." ketus Bianca menutup mulut Lisa.


" El urus dia bawa ke kelas." *p*erintah Bianca.


" okeee." jawab Elena yang kemudian menyeret Lisa yang masih meronta - ronta seperti anak kecil semua orang menatap mereka aneh.


" waduhh jadi ngeri gue temen sendiri di seret." bantin Angga menelan ludah.


" Heh apa - apaan gak usah seret gue lepas, aduh kaki gue woi sakit pelan - pelan " Eluh Lisa.


" Elena melepaskan Lisa setelah sampai kelas. Nyampek juga, lo berat ya ternyata hihi." ucap Elena meledek.

__ADS_1


" Kalian tu musuh gue apa temen gue sih jahat banget." ketus Lisa.


" Hahahaha siapa suruh meraung² kayak anak kecil bikin kita malu." jawab Bianca santai.


Lisa melihat sinis.


SKIP


Bel berbunyi yang artinya istirahat telah usai dan memasuki pelajaran ke 2. Pelajaran kedua yang sedang bsrlangsung di kelas XI


Tata busana saat ini adalah pelajaran Sejarah. Seperti biasa murid - murid memperhatikan penjelasan guru tetapi bagi mereka pelajaran sejarah adalah pelajaran yang membosankan seperti mendengarkan dongeng sehingga membuat mereka mengantuk. Di tengah pelajaran Bianca, Elena, Dan Lisa permisi keluar karena ingin melihat rencana mereka berhasil apa tidak.


" Pak permisi mau ke wc." ucap Bianca di ikuti oleh Elena.


" Iya tapi tunggu dulu 1 orang saja kenapa harus berdua. tegur guru mapel.


" Bianca takut pak sendirian di wc nanti kalo ada yang ngintip gimana, kan kalo berdua ada yang jagain." *u*cap Bianca ngeles.


" *Menggelengkan kepala. ada - ada saja kalian ini ya sudah sana jangan lama - lama ." jawab guru mapel memperbolehkan mereka*.


" Aduh pasti mereka mau liat sih cowok akuh itu di hukum gue mau ikut tapi apa alasannya


aha gue punya ide. Batin Lisa ia mengambil pensil dan peraut lalu sengaja mematahkan nya."


" Lisa mau kemana?." tanya guru mapel.


" Hehehe pak Lisa permisi ya mau ngeraut pensil patah." *u*cap Lisa ngeles.


" Ohh ya sudah." *j*awab guru mapel memperbolehkan.


***


" Bi kita mau ke mana katanya mau ke wc kok diem di depan kelas?." *t*anya Elena polos.


" Huhh lo tu sok polos atau gimana sih kita keluar bukan mau ke wc beneran, tapi liat cowok angkuh itu di hukum apa enggak." ketus Bianca.


" Ohhh gitu hehehe." jawab Elena menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.


Bianca hanya menggelengkan kepala.


" Guys." panggil Lisa pelan.


" Lah Lis kok lo di suruh keluar?." *t*anya Elena.


" inii." jawab Lisa memperlihatkan pensil dan peraut pensilnya, 2 sahabatnya hanya tertawa geli.


" Leo kamu ini gimana sekolah gak bawa buku sama sekali baru anak baru udah bikin ulah sekaranf kamu lari keliling lapangan 30 kali." *u*cap guru mapel di kelas sebelah memarahi cowok angkuh yang ternyata namanya Leo.


" Ohh jadi nama cowok angkuh itu Leo." Batin Lisa mendengar.


" Tapi pak tadi saya bawa buku, saya gak bohong pak sepertinya ada yang ngerjain saya pak." *j*awab Leo.


" Saya gak terima alasan kamu cepat keliling lapangan." *j*awab guru mapel itu tegas..


" Hahahaha ****** dah lo." Ucap Bianca tertawa di sambut juga dua sahabanya.


" Leo menoleh ke mereka bertiga dan mengetahui bahwa merekalah yang telah mengerjainya.


" Bi kayaknya dia tau kalo kita yang ngerjain gimana ni?." *t*anya Elena khawatir.


" Udah gak apa dia gak ada bukti nuduh kita, lagian semua murid kelasnya patuh sama kita gak akan buka mulut." *j*awab Bianca santai.


" Lisaa kenapa lama sekali ngeraut pensilnya."


Teriak guru mapel bertanya.


" Waduhh mati gue." batin Lisa


Ini pak masih ngeraut pensil, soalnya patah - patah terus." jawab Lisa ngeles .


" Guyss gue masuk duluan baru kalian biar gak ketahuan." Bisik Lisa lalu masuk ke dalam dan duduk kembali ke bangkunya tak lama kemudian di susul oleh Bianca dan Elena.


*******


//Pulang sekolah//


Lisa buru - buru pergi meninggalkan sahabatnya itu karena menghindar dia tak mau di bawa ke tukang urut.


" Lisaaaa." *t*eriak Bianca dan Elena menatap Lisa dengan tatapan tajam.


" Menghentikan langkahnya berbalik badan. Hehehe ada kalian." sahut Lisa tersenyum konyol menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" Mau kemana lho ayuk bareng kita, gak usah mau kabur." *t*utur Bianca.


" Guys gue gak mau." Pintanya memelas dengan wajah di imu - mutin kayak anak kecil.


2 sahabatnya itu tak memperdulikan kembali menyeret lisa membawanya ke parkiran. Berjalan pulang dengan mengendarai mobil Bianca yang kebetulan hari ini ia membawa mobilnya. Dan akhirnya sampai di tempat tukang urut. Lisa hanya bisa pasrah dan Berteriak kencang Gak karuan dengan suaranya yang melengking itu karena kesakitan di urut. Bianca Dan Elena hanya tertawa senang merasa menang.


Aduhh kasian sih lisa ya readers😆. Udah baca episode ini?...


jangan lupa tinggalin jejak ya😉


Kalo ada kesalahan pengetikan kata"nya athor minta maaf ya:(


Tangan athor ke selip² pegel ngetiknya😁

__ADS_1


tapi gpp deh demi kalian pembaca setia ku😘😅


__ADS_2