
" Guys laper, bakar jagung yuk." ajak Elena
" Yee laper bakar jagung, kalo laper itu makan nasi atau mie enakkk." sahut Lisa.
"Ohh suka² gue dong." jawab Elena
" Tapi kayaknya enak gue mau hehehe." ucap Lisa.
" Tadi ngeledekin gue lo." ketus Elena.
" Udahh, Ribut mulu nih jagungnya." Sahut Bianca memberikan jagung yang ia bawa.
" Thanks." ucap elena.
" El bakarin jagung gue dong hehehe." pinta Lisa.
" Nyenyenye bakar sendiri." ketus elena.
" Huhh iyaa gue bakar sendiri." sahut Lisa cemberut.
" Tapi bakar pakek apa??, kayu bakarnya aja gak ada." ucap Lisa.
" Hehe iya ya, gue tau caranya gimana, lo omelin, caci maki aja tuh jagung ntar panas pasti lama² ke bakar hahaha." Ucap Elena.
" Gak lucu." ketus Bianca.
" Eh emang lo kira pelakor di caci maki." sahut Lisa.
" Hehehe Janda gue." Jawab Elena.
" Canda bukan janda somplak." ketus lisa.
" Oooooooo." jawab Elena.
Lisa melihat sinis.
" Ya udah yok kita cari kayu bakarnya." ajak Lisa.
" Masa kita yang nyari udah mau malem, minta bantu sama cowok² aja." Ucap Bianca memberi saran.
" Hmm iya masa kita para ciwi² yang nyari kayu bakar." Sahut Elena.
" Oke oke." jawab Lisa.
" Kesempatan buat bikin David cemburu, gue minta tolong sama angga aja sekalian juga ngerjain angga hahaha." batin Lisa.
" Kenapa bengong lo?!." tanya Elena.
" Nggak kok." jawab Lisa.
" Ya udah gue minta tolong sama anak² cowok kalian tunggu di sini." ucap Lisa lalu pergi menghampiri angga.
" Anggaa, anggaa." Teriak Lisa memanggil angga, namun angga tak mendengar karena asik ngobrol dengan teman²nya.
" Anggaaaaa!!." Teriak Lisa di telinga angga.
" Apaan sih, Emang gue budek apa." ketus angga sambil memegang telinganya.
" Emang lo budek, udah beberapa kali gue manggil tapi lo nggak denger." Jawab Lisa.
" Hmm." jawab angga.
" Ngga Bantuin gue dong tolong cari'in kayu bakar di hutan, tolong ya hehehe." Pinta Lisa dengan muka sok manis.
" Oh cari sendiri." ketus angga.
" Apa, masa lo tega biarin seorang cewek cari kayu bakar sendiri, dalam keadaan gelap kayak gini, heii man masa seorang cowok biarin cewek gitu aja, di mana kah sifat gentlemannya dimana??!!." oceh Lisa.
" Ssttt brisikk, iya gue cari'in." ketus angga.
" Ssstt itu tu acthing." Lisa memberi kode kepada angga karena terlihat david datang menghampiri.
" Ya pasti aku yang cari kayu bakar, masa kamu, gak mungkin aku suruh kamu pergi sendirian ke hutan buat cari kayu bakar." Ucap angga mengetahui kode Lisa.
" Hehehe makasih yaa baik banget pacar ku." jawab Lisa.
" Haii, gue bantuin ya bantuin lo." Ucap.david menawarkan bantuan.
" Ohh iya boleh, hmm sayang kmu katanya mau ikutkan ya udah ayok tapi deket² aku aja ya aku pastiin kamu nggak kenapa²." Ucap angga sengaja.
" Apa gue ikutt." bisik Lisa menatap tajam angga.
" Sial sengaja ni angga mau ngerjain gue, gak mungkin gue nolak di depan david." Batin Lisa menggerutu.
" Hmm iya ya udah yok." Jawab Lisa.
" Oke." jawab David.
" Yok sayang." ucap angga sengaja menggandeng tangan Lisa, dan david hanya diam menahan cemburu.
SKIP
" Aduh nyamukk semua." Eluh lisa.
" Nih pakek minyak kayu putih biar gak gigit nyamuk." Ucap David memberikan minyak kayu putih.
" Makasih." Jawab Lisa jutek.
" Duh berat banget ni kayu, sayang kamu bawain ya." Ucap Lisa sengaja mengerjai angga, dengan memberikan semua kayu bakar.
" Hmm iya." jawab angga tersenyum paksa.
" Makasihh baik bangett, enggak keberatan kan?." ucap Lisa dengan wajah di imut²in.
" Enggak kok cuman ini kecilll." jawab angga.
__ADS_1
" Sial ngerjain gue Lo Lisa, Beratt banget ini kayu." Batin angga menggerutu.
" Hmm, udah cukup banyak kayu bakarnya, yok balik ke tenda." Ucap David.
" Iya." Jawab Angga dan Lisa.
Mereka pun memutuskan untuk kembali ke tempat camping, tetapi karena hari semakin larut, sehingga mereka tak menuju arah yang benar dan hanya berputar putar di tempat yang sama.
" Hmm bentar² berenti dulu, kayaknya ada yang aneh deh." ucap Lisa.
" Aneh gimana, udah ayok jalan." Jawab Angga.
" Tunggu, kalian ngerasa gak, kalo kita cuman berputar² terus di sini." Ucap David.
" Ah masa." Jawab angga menyenter sekeliling.
" Iya ya, itu pohon udah kita lewati." Tutur angga.
" Jangan bilang kita Tersesattt." Tutur Lisa.
" Kayaknya alhamdulillah iya tersesat hehe." jawab angga.
" Apaaa!, ahhh jangan main2 dong gue takut ntar, gak bisa pulang gimanaa." Ucap Lisa panik.
" Udah² gak papa gak usah panik, kita cari jalan keluar sama²." Sahut David menenangkan Lisa.
" Aaaaa suaraaa apa itu guee takuttt." Teriak Lisa terkejut mendengar suara burung hantu dan tak sengaja menabrak angga.
" Braakk." Angga terjatuh karena tak sengaja terdorong Lisa dan tangannya Luka tergores kayu bakar yang di bawanya.
" Ehh maaf gue gak sengaja." ucap lisa.
" Ngga gak papa lo?." tanya david.
" Nggak papa, udh gak ush takut cuman suara burung hantu doang." jawab angga.
" Auu." ringis Angga karena tangannya terluka.
" Kenapa?, maaf gue gak sengaja nabrak lo tadi." Ucap Lisa menyesal.
" Gak papa kok, yok lanjut cari jalan balik." jawab Angga.
" Udah berenti dulu aja, yang ada kita malah tambah pergi jauh ke dalam hutan, mana ini malem." Ucap Lisa memberi saran.
" Iya bener kata lisa, lagian tangan lo luka tu." sahut David.
" Sini mana tangan lo, udah sini." Ucap Lisa mengambil tangan david dan membersihkan lukanya, dengan air mineral yang kebetulan ia bawa.
" Hmmm David lo tolong cari rumput yang bisa buat berentiin pendarahan, lo pasti tau masa anak pramuka gak tau." Perintah Lisa.
" Iya gue cari." jawab David.
Lisa mengobati dan membersihkan darah yang mengalir di tangan Angga dengan pinggiran bajunya dan membalut luka angga dengan menyobek pinggiran baju, ia mengobati Angga dengan tulus dan hati². David hanya bisa diam tak dapat berkata apa pun memendam amarah kecemburuannya.
" Kenapa liatnya gitu amat." ucap Lisa.
" Gak papa." jawab Angga.
" Makasih udah ngobatin gue."
" Hmm." Jawab lis berdehem padahal hatinya senang karena ia mendengar seoaran angga si bad boy ngucapin terimakasih.
" Gak usah seneng lo, gue cuman bilang makasih doang." ucap angga berbisik.
" Hm." jawab Lisa cuek, padahal hatinya tertawa.
" Ehmm." Ucap david mecoba mencairkan suasana.
" Ehh lupaa ada david, maaf ya jangan gerah hati ." Ucap lisa sengaja.
" Nggak kok biasa aja." Jawab David pura² santai.
" Kayaknya kita istirahat aja di sini, besok pagi lanjut lagi soalnya udah malem, bakalan susah kalo kita cari jalan keluar sekarang." Usul David.
" Iya, Lisa juga udah capek tu kayaknya." ucap Angga.
" Tenang aja gak usah mikir macem² kita gak bakalan aneh² sama lo, lagian guekan pacar lo, gue bakal jagain lo." Ucap Angga.
" Oke gue percaya." jawab Lisa.
" Iya lagian ada gue juga di sini, yang bakal jagain lo." Sahut David.
Mereka bertiga memutuskan untuk beristirahat dan melanjutkan perjalanan mereka lagi saat Esok hari. Tak lama mereka tertidur dengan bersandar di pohon. Waktu terus berjalan malam mulai berganti subuh dan agi pun datang di sambut dengan sinar sang mentari pagi. Angga terbangun dan di sertai dengan David, sedangkan Lisa masih tertidur karena kelelahan. David dan Angga membiarkannya sedikit lama karena tak tega untuk membangunkan Lisa.
" Ehh kalian udah bangun kenapa gak bangunin gue." Ucap Lisa terbangun.
" Lo keliatan capek makanya gak kita bangunin." Jawab David.
" Gimana Kita lanjut jalan?." Tanya Lisa.
" Bentar lagi aja." jawab David.
" Gak ada sinyal di sini." Ucap Angga yang sedari tadi mencari sinyal hpnya.
" Iya iya lah ini kan hutan gimana mau ada sinyal." Ketus Lisa.
" Mereka pacaran beneran apa enggak, kenapa Lisa beda banget cara ngomongnya sama angga." Batin David curiga.
" Mmm maksud aku ya pasti gak ada lah sayang, mendingan kamu duduk bentar sini tangan kamukan luka." Ucap Lisa karena mengetahui kecurigaan David.
" Iyaa, dasar ratu drama." jawab David tersenyum paksa dan memelankan suaranya di akhir kalimat.
__ADS_1
" Panas kuping gue, pasti sih angga nyumpahin gue dalem hatinya, lagian kenapa coba David harus ikut, terus Angga bilang gue Mau ikut dia, sekarang mana tersesesat lagii huhh." Batin Lisa menggerutu.
" Udah yok lanjut perjalanan, siapa tau kita ketemu yang lain,pasti mereka lagi nyariin kita." Ucap Angga.
" Iyaa ayok." jawab Lisa dan David.
//Tempat Camping//
" Anak² apakah kalian lihat Lisa, David, dan Angga??, soalnya mereka tidak ada di tempat Camping ini." Tanya Guru pembimbing.
" Hmm bu, kemarin malam Lisa mau cari kayu, bakar, mungkin Angga sama David bantuin Lisa." Tutur Elena.
" Iya bu, tapi kita khawatir dari malam tadi sampe pagi ini mereka belum balik, atau jangan² mereka tersesat bu." Tutur Bianca menambahkan.
" Baiklah, ayo kita cari Lisa, David, Dan Angga bersama, dan ingat jangan sampai terpecah ibu tidak ingin nanti kalian tersesat juga, dan berhati² karena ini hutan, bisa saja ada hewan liar yang membahayakan." Ucap Guru pembimbing memberi arahan.
" Baikk buu." jawab seluruh Siswa Siswi.
Semua guru pembimbing dan siswa siswi bersama sama, mencari Lisa, David, dan Angga hingga ke dalam hutan namun belum di temukan.
" Aduhh Lisa dimana sih, gak ketemu temu dari tadi." Ucap Bianca.
" Hmm semoga gak terjadi apa2 sama mereka." ucap elena.
" Iyaa amin." jawb Bianca.
****
" Di mana sih jalan keluarnya, gak ketemu temu dari tadi." Eluh Lisa.
" Sabar gak lama lagi nyampek kok." jawab David.
" Udah beberapa kali lo bilang gitu, tapi gak nyampek² dari tadii." ketus Lisa.
" Kepala gue pusing ya." Batin Lisa.
" Lisa lo kenapa." Tanya angga.
" Gak papa ayok lanjut." Jawab Lisa.
" Beneran gak papa??." tanya david.
" Iya gak papa."
" Aduhh." Lisa jatuh tersandung akar pohon, ia tak memperhatikan jalan karena kepalanya pusing.
" Hati² sini biar gue bantui lo." Ucap David.
" Biar gue aja." Sahut Angga.
" Ayok sini naik." Ucap Angga menyuruh Lisa Naik ke punggungnya.
" Ngapain??." Tanya Lisa.
" Udah Naik, gue gendong ntar pingsan kan ribet, ayok." Perintah Angga.
" Iyaa." jawab Lisa dan dengan ragu ia Merangkul Leher angga, angga pun menggendong lisa.
" Mesra bangett, Mendidih hati gue." Batin David menggerutu.
"Lisaa, Daviddd, Anggaa." Teriak seluruh siswa siswi dan guru mencari mereka.
" Ehh denger gak itu kayaknya suara temen²." Ucap Lisa.
" Mana gue gak denger." Jawab David.
" Ada dengerin baik²." Sahut Lisa.
" Iyaa bener kayaknya arah sana deh." Sahut
Angga.
" Nah itu merekaa." Ucap Lisa bersemangat.
" Biancaa, Elenaaa." Teriak Lisa memanggil teman temannya.
" Lisaaaa." teriak histeris Bianca dan Elena.
" Haduh lo gak apa²kan, bikin khawatir aja." Ucap Elena mengkhawatirkan Lisa.
" Iya gue gak papa." jawab Lisa.
" Terus kenapa lo di gendong sama Angga?!." Tanya Bianca.
" Tadi gue pusing karena kecapek'an, terus Angga bantuin gue." jawab lisa.
" Ohhh gitu, yaudah balik ke tenda." Ajak Bianca.
Akhirnya semua orang menemukan mereka bertiga, dan mereka semua kembali ke tempat Camping.
Hallo readers, Three cold girls up lagi,
maaf banget yaa, athor lama banget upnya,
karena lagi banyak banget kesibukkan:)
Tunggu Episod selanjuntnya ya, insyaallah gak terlalu lama upnya😊
__ADS_1