Three Cold Girls

Three Cold Girls
Apa?!?! Keponakan Kepsek


__ADS_3

//Rumah Lisa//


" Assalamualaikum....


" Waalaikumsalam." teriak mama Lisa dari dalam rumah.


" Ehh ada kalian ayok masuk dulu."


" Enggak usah tante kita lagi buru²." Jawab Bianca terseyum.


" Iya tante lain kali aja." Sahut Elena menambahkan.


" Ohh ya udah hati² pulang nya." jawab mama Lisa.


" Iya tante kita langsung aja." ucap bianca Pamit.


" Mama Lisa menjawab dengan senyuman.


" Lisa mata kamu kenapa kok sembab gitu?." tanya mamanya.


" Gak papa, tau gak ma mereka tu nyebelin banget masa aku di seret paksa bawa ke tukang urut." jawab Lisa pasang muka cemberut.


" Hahaha bagus dong, jadi cepet sembuh kaki kamu." Jawab mamanya santai."


" Ah mama gak seru ." ketusnya langsung pergi masuk rumah.


" Mama lisa hanya tersenyum geli.


*******


" El coba lo cek tas gue ada buku Bahasa inggris gak, soalnya gue lupa tadi udah di masukin ke tas apa belom." Perintah Bianca sambil menyetir mobil.


" Iya bentar, gak ada bi kayaknya ketinggalan di sekolah." Tutur Elena.


" Beneran gak ada?!?!." Tanya Bianca lagi.


" Iya gak ada."


" Haduhhh paksa puter balik lagi ke sekolah." Ketus Bianca menghentikan mobilnya puter balik ke sekolah.


" Huhh pakek ketinggalan lagi kalo gak di ambil,gue belajar pakek apaan." Gumamnya.


" Pakek belajar juga lo bi gue kira enggak heheheh." Ledek Elena


" Apa'an sih lo, ya iyalah goblok² gini, masih belajar gue." Ketus Bianca kesal.


" Hahahaha." Tawa Elena.


" Ketawa aja terus, gue turunin lo di tengah jalan." Ancam Bianca.


" Iya iya nggak lo baikkk banget." sahut Elena pasang muka sok imut.


" O."


" Elena melihat sinis."


" Hihihihi." Bianca terkikik.


" Huhhh." Elena mengambil nafas menghembuskan kasar.


**********


" Yok turun." Ajak Bianca.


" Nggak ah gue tunggu di mobil, lo aja sendiri ngambil bukunya." Tolak Elena.


" Udahh ayok temenin gue, bentar aja." Ajak Bianca.


" Hmmm iya iya iya."


" Bdw di kunci gak kelas ya." Tanya Bianca.


" Ya mana gue tau, nanya sama gue emang gue penjaga sekolah." Ketus Bianca.


" Huhhh." Bianca menghela nafas.


//Sampai Dikelas//


" Yah kan di kunci." Ucap Bianca.


" Terus gimana?." Tanya Elena.


" Gue ada ide, lo cari Bekas Patahan Kursi atau batu." Perintah Bianca.


" Dimana gue cari batu emang ini toko bangunan apa." Jawab Elena menolak.


" Udah cari." Ketus Bianca.


" Hmmm." Jawabnya singkat.


" Ini dapet."


" Oke."


" Ehh lo mau ngapain?!?!." Tanya Elena.


" Mau bobol ni jendela." Jawab Bianca santai.


" Buset dah gila ide lo, ntar rusak gimana?." Sahut elena.


" Udah diem gak bakalan rusak." Jawab Bianca santai.


" Elena mengelengkan kepala."


Bianca membuka jendela lalu memanjat ke dalam untuk mengambil bukunya dan kembali lagi.

__ADS_1


" Yok pulang." Ajaknya.


" Huhh iya." Jawab Elena menghela nafas.


 


Elena dan Bianca langsung pergi menuju pulang. Tetapi saat melewati kantor belakang ruangan kepala sekolah terdengar suara keributan.


 


//Ruang Kepala Sekolah//


" Leo kamu ini bagaimana, kenapa jam pelajaran kamu gak membawa buku sama sekali." Ucap kepala sekolah marah kepada leo.


" Maaf paman tapi leo pagi tadi bawa semua buku, mungkin bisa aja kan murid lain yang nyembunyiin buku leo." Jawabnya Santai.


" Kamu ini pantesan mama sama papa kamu menyuruh kamu pindah, sejak dulu Sampe sekarang gak pernah berubah." Ucap kepala sekolah marah."


" Bi kenapa kepala sekolah marahin leo kayak marahin anaknya ya?." Tanya elena berbisik kepada bianca yang sedari tadi sedang menguping pembicaraan.


" Kagak tau ssst diem kita dengerin." jawab bianca berbisik.


*******


" Udah deh paman di sini kan leo keponakan paman, jadi terserah leo mau ngapain." Leo menjawab santai duduk di kursi.


" What?!??! apa keponakan????." Teriak


Bianca dan Elena serentak sontak tersengar oleh kepala sekolah dan leo.


" Keluar ruangan di ikuti leo di belakangnya. Kalian kenapa masih di sekolah belum pulang?." Tanya kepala sekolah.


Bianca dan Elena terkejut berbalik badan.


" Eehh bapak hehehe,, ini pak kita tadi udah pulang tapi balik lagi soalnya ngambil buku ketinggalan di kelas." Jawab bianca menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.


" Iya pak ini kita juga mau pulang." Sahut Elena menambahkan.


" Memang pintu kelas gak di kunci kalian ngambil buku??." Tanya kepala sekolah.


" Ya bisa lah pak tadi kita......" Belum selesai Elena ngomong Bianca segera menutup mulutnya."


" Bisa lah pak, soalnya pintu kelas gak di kunci, mungkin ketua kelas lupa nguncinya." Ucap Bianca ngeles.


" Ohh begitu." jawab kepala sekolah.


" Ya udah pak kalo begitu kami pulang dulu assalamualaikum." Tutur Bianca pamit dengan senyum sok polos.


" Ayok cepett." Bisik bianca kepada Elena dan tersenyum kembali kepada kepala sekolah.


******


//Mobil//


" Hehehe maaf." Jawab Elena menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.


" Gak nyangka gue,kalo cowok setengah setan itu ponakan kepsek." ucap Bianca.


" Hahaha Kok mau ya kepsek punya Ponakan kayak dia." Sahut elena.


" Bukanya mau tapi terpaksa hahahah." Jawab Bianca.


" Hahahaha bener lo." Sahut Elena Menyetujui.


" Tapi Bi kalo kita ketahuan kita yang ngerjain dia gimana??." Tanya Elena.


" Tenang aja gak bakalan ketahuan lagian dari pembicaraan si manusia setengah setan itu bad boy, gak mungkin kepsek percaya kalo kita yang ngerjain." Jawab Bianca santai.


" Hmmm oke deh."


" Bi gue mampir rumah lo ya." Pinta Elena.


" Lah ngapain tumben mau main?."


" Numpang makan gue laperr hahahaha,


ya ya boleh ya...?.soalnya di rumah semua belum beli gue mager ke pasar." Pinta Elena dengan muka sok imut.


" Huhh kebiasaan, pikiran lo itu gak ada yang lain apa,?? makan terus di pikirin." K**etus Bianca.


" Ya biarin, makan kebutuhan gak makan inalillahi nanti." Jawab Elena santai.


" Biarin lo mati gue DJ di rumah hahaha."


" ishh jahat banget sih. Tapi boleh kan heheh?."


" Iya iya sekalian aja piringnya lo makan nanti." Jawab Bianca.


" hehehe makasihhhh." Ucap Elena dengan muka di imut²in."


" Gak usah sok imut tu muka enek gue liatnya." Ketus Bianca tersenyum sinis.


" Elena melihat sinis."


**********


//Rumah Lisa//


" Bosen gue telpon elena deh."Gumam Lisa sambil berbaring.


Dringg Dringgg. Suara getar hp Elena.


📞 Hallo kenapa lis tumben nelpon gue."Elena


📞 Hehehe gue bosen gak ada temen ngobrol." Lisa

__ADS_1


📞 Ohhh gitu bdw ada berita heboh buat lo." Elena.


📞 Apaan?!?!." Lisa.


📞 Cowok Angkuh itu keponakan kepsek." Elena.


📞 Apaaa?!" Keponakan?." Lisa.


📞 Iya keponakan, slow aja ngomongnya sakit kuping gue." Elena.


📞 Heheh sorry..., Pasti kepsek tersiksa batin jiwa dan raga punya keponakan mirip setan kayak gitu." Lisa.


📞 Lebai amat pakek jiwa dan raga segala."Elena.


📞 Bukan lebai kenyataan." Lisa.


📞 hahahaha iya'in aja deh." Elena


📞 Iya'in², emang bener kenyataan, malah ketawa, gue colok juga tu mata." Lisa.


📞 Buset dah Galak bener, jangan² lo saudaranya macan, atau jangan² lo siluman macan OMG....." Elena.


📞 Ilih bicit kau." Lisa.


📞 Hahahahaha." Elena.


📞 Ketawa mulu, napa lo, ketularan kuntilanak ha ha hi hi." Lisa.


📞 Bodo amat hahaha." Elena.


📞 Ngeselin banget sih, huhhh nyesel gue nelpon lo."Lisa.


📞 Lah lo sendiri kan ya ma........".Elena.


📞 Tut... tut...


Belum selesai Elena ngomong telpon telah di mati'in oleh Lisa.


" Ehh Malah di mati'in huhh."Gumam elena.


" Aduhh... sakitt." Eluh elena.


" Bianca lo emosi apa gimana?!?! pelan² dong nyertir mobil, ngerem mendadak lagi. benjol ni pala gue." Gerutu Elena sambil mengelus jidatnya.


" Huhhh sialan." Ketus Bianca.


" Ada apa sih?."Tanya Elena penasaran.


" Gara² motor itu gue ngerem mendadak, langsung nyalip aja untung gak ke tabrak."Jawab Bianca.


" Biarin udah yok lanjut jalan." Pinta Elena.


" Gak, gue harus tau orang itu." Ketus Bianca melajukan mobilnya kencang mengejar orang tesebut.


" Ehh bi lo mau ngapaiinn pelan² aja bawa mobilnya ntar kita kecelakaan gimana."Perintah Elena mengingatkan.


"Bianca tak menghiraukan masih menyetir mobil dengan kecepatan tinggi."


" Ya allah selamat kan hamba ya allah, gue masih mau hidup, gue belom tamat sekolah belom ketemu jodoh." Batin Elena sambil memejamkan mata.


" Bianca terus melajukan mobilnya menyalip


pengendara motor tersebut.


" Ehh lo turun dari motor!!,Perintah Bianca


sedangkan elena masih di dalam mobil memejamkan matanya berdoa gak jelas.


" Turun gak lo tu bisa bawa motor gak sih nyalip sembarangan untung tadi lo gak gue tabrak." Ketus Bianca.


" Pria itu turun membuka helmnya.


" Ternyata lo manusia setan."Ucap Bianca judes.


" Tersenyum sinis. kalo gue emangnya kenapa?." Tanya Leo santai


" Issh nyebelin banget sih lo, udah salah pakek nanya lagii." Jawab Bianca kesal.


" Udah lah gak usah macem² lenyap dari hadapan gue." Tutur Leo jutek kembali melajukan motornya meninggalkan Bianca.


" brengs*k banget jadi cowok, masih untung lo keponakan kepsek, kalo gak udah gue smackdown pala lo." Ketua Bianca kembali masuk mobil.


" Elena lo kenapa?." Tanya Bianca aneh.


" Aduhh ya allah itu suara arwah bianca, terus apa gue uda meninggal." Gumam Elena masih memejamkan mata.


" Pa'an sih gue bianca, buka mata lo." Jawab Bianca.


"Membuka mata. apa gue udah di syurga tapi kenapa syuga kok kayak di dalem mobil ya." ucap Elena.


"Bianca melihat sinis. Ehh lo masih hidup, ini mobil gue, lebai amat sih. Ketus Bianca


" Huhhh selamat gue masih hidup."Gumam Elena menghela nafas."


Bianca tak memperdulikan melajukan mobilnya kembali dengan kecepatan sedang


************


hai readers semoga tetep menarik ya ceritanya.


jangan lupa tinggalin jejak ya😁


maaf upnya lama ya hehe athor lagi fokus ujian semester.


#Next episod....

__ADS_1


__ADS_2