Three Cold Girls

Three Cold Girls
Apa Perjodohan?!


__ADS_3

" Harusnya gue ikut pergi sama Elena dan Lisa, tapi mama ngelarang kau pergi kemanapun terpaksa deh gue gak ikut." Gumam Bianca di kamarnya.


" Pasti mereka kesel sama gue." Ucapnya lagi.


" Lagian mereka yang bermasalah imbasmya ke gue. Gue chat grup deh."


Grup Penghuni Kutub


💬 Assalamualaikum." Bianca


💬 Waalaikumsalam." Lisa


💬 Waalaikumsalam, tumben alim hehe."


Elena


💬 @Elena apa sih, gini² gue tau salam kali."


Bianca.


💬 hehe maaf." Elena.


💬 Kenapa Lo gak jadi ikut pergi sama kita?."


Lisa.


💬 Maaf, gue gak di suruh kemana² sama


mama." Bianca.


💬 Alesan Lo doang kali, biasanya Lo bebas


mau kemana pun." Lisa.


💬 Serius kok, soalnya mama sama papa


lagi bertengkar."


💬 Lah emang gara² apa?." Lisa.


💬 Maaf ya, gue kira emang Lo gak mau ikut


pergi sama kita." Lisa.


💬 Gue gak tau gara²."Bianca


💬 Iya Lis gak papa gue tau Lo kesel." Bianca


💬 OMG gue terhuraaa Liat singa sama


macan baikkan." Elena.


💬 Terharu bukan terhura." Lisa


💬 ya itu maksudnya hehehe." Elena


💬 @Elena maksud Lo apa singa sama


macan, ngomongin gue sama Lisa ?!."


Bianca.


💬 Menurut Lo." Elena


💬 Kurang ajar mau gue tampol Lo." Bianca.


💬 Hahaha bodo amat, tampol aja kalo bisa."


Elena


💬 Udah lah gue gak ambil pusing, soal chat


Lo El, tapi Lo ngomongin gue macan kan.


Jadi besok siap siap Liat macam nerkam


mangsanya!." Lisa


💬 Waduhh, nggak kok gue ngomongin


Bianca Lo itu imut² kayak panda hehe."


Elena.


💬 Apaa!,. jadi Lo ngomongin gue, awas


ya besok siap² rasain kaki gue melayang


ke muka Lo." Bianca.


💬 Emm nggak kok gue gak ngomong siapa²


mm mama manggil gue off dadaa." Elena.


💬 Apa kabur lo." Bianca.


💬 Hahaha padahal gue cuman ngancem


doang." Lisa


💬 Sama gue juga, emang gue psikopat


sekejam itu haha." Bianca.


💬 Siapa bilang, lo itu emang psikopat apa


lagi kalo liat orang biji mata keluar kayak


Zombie hahaha." Lisa


💬 Heh apa Lo bilang, mau gue cincang."


Bianca.


💬 Hahaha bodo amat, dada psikopat gue off." Lisa.


💬 Awas Lo besok gue smackdown. Bianca.


💬.......


***


Karena bosan di kamar Bianca memutuskan keluar dari kamar menuju ruang televisi, ia berpikir mungkin saja akan menghilangkan


kejenuhanya itu, tetapi saat menuju ruang televisi Bianca mendengar percakapan antara

__ADS_1


mama dan papanya.


" Apa tidak ada jalan lain selain perjodohan


untuk menyelamatkan perusahan kita pa."


Ucap mama Bianca.


" Tidak ada papa sudah cari cara lain , tetapi tidak ada pilihan lain kita harus menjodohkan Bianca dengan Leo." Jawab papa Bianca dan tak mereka sadari bahwa Bianca mendengar


percakapan mereka.


" Apaa perjodohan?!!!." Sahut Bianca dengan lantang.


" Biancaa" ucap mamanya terkejut akan


kehadiran Bianca.


" Mah pah Bianca gak mau di jodohin, dan siapa leo, pokonya apapun alasannya Bianca nggak mau." Ketus Bianca lalu berlari ke kamarnya.


" Biancaa, Biancaa tunggu nak, dengerin dulu penjelasan mama sama papa." Ucap mamanya mengerjai Bianca.


" Gak Bianca gak mauu!." Ketus Bianca menutup pintu kamarnya.


" Bianca dengerin papa, kita gak ada cara lain


selain perjodohan ini nak, dengan perjodohan kamu maka perusahaan kita tidak akan bangrut." ucap papa Bianca.


" Pokonya Bianca gak mau di jodohin pa,


Bianca gak mau." Ucap Bianca menangis dari kamarnya.


" Pa, ma ada apa?." Tanya Iqbal kakak Bianca.


" Bianca mendengar percakapan antara percakapan antara papa sama mama, tentang perjodohan ini." Jawab papa Bianca.


" Pa sebenernya Iqbal juga kurang setuju dengan keputusan ini, apa nggak ada cara lain buat nyelametin perusahaan kita." tutur Iqbal.


" Mau gimana lagi sayang, perusahaan kita bergantung kepada Arya, tidak ada cara lain kecuali menjodohkankan adik kamu." jawab mamanya.


" Ya sudah biar Iqbal yang bujuk Bianca, dan


dan kalo mungkin Iqbal akan cari cara agar perusahaan kita tidak bangrut." Ucap Iqbal.


" Bianca ini gue Iqbal bukain pintunya." ucap Iqbal mengetuk pintu kamar Bianca.


" Nggak mau, pasti Lo mau bujukin gue biar gue setuju sama Perjodohan ini ya kan bang." Ketus Bianca.


" Nggak kok, buka dulu pintunya gue mau ngomong."Ucap Iqbal dan Bianca pun menurutinya.


" Bii."


" Apa!." Ketus Bianca.


" Buset galak bener, dengerin dulu napa." Ketus Iqbal.


" Iyaa gue denger."


" Bi gue tau kalo lo sedih, dan gue juga kurang setuju kalo lo di jodohin dan Lo sebagai adik gue lo punya kewajiban buat pilihan kebahagiaan lo sendiri." ucap Iqbal menghibur Bianca.


" Nah itu Lo tau bang, lagian gue masih kelas dua SMK udah di jodoh jodohi." jawab Bianca.


" Iya kali ini gue bantuin Lo biar perjodohan ini batal, tapii ada syaratnya." Ucap Iqbal.


" Beneran bang, apa syaratnya." jawab Bianca l senang langsung menghapus air matanya.


" Oke siap ini baru Abang terbaek gue hehe." jawab Bianca.


" Iya, terus selama ini gue bukan Abang terbaik lo gitu."


" Bukan hahaha." jawab Bianca.


" Dasar adek jahanam." Ketus Iqbal.


" Terus gue harus gimana sama perjodohan ini?."Tanya Bianca.


" Lo pura pura aja terima, ntar gue bantuin cari


cara biar perjodohan batal." Jawab Iqbal.


" Okee bang siap." jawab Bianca.


//Rumah Elena//.


" Elenaaa, Sini makan malem dulu." Panggil mamanya dari meja makan.


" Nggak ma elena diett." Jawab elena dari kamarnya.


" Mau diet apa lagi, badan kamu tu tinggi gak akan keliatan kalo gendut." Ucap mamanya.


" Iya ya elena turun." Jawabnya.


" Nah gitu, sini duduk makan dulu nanti sakit gak makan." ucap mama Elena


" Iya lagian mau diet apa lagi." Sahut papa Elena.


" Hehe iya ya." jawab Elena tersenyum.


" Hadehh gagal diet deh ya udah lah gak apa." Batin elena.


Saat elna sedang makan hpnya bersuara.


" Cling, Siapa sih orang gue lagi makan." batin Elena, dan tak memperdulikan pesan chat tersebut yang ternyata itu sebuah pesan chat dari Alex mantan pacarnya, tetapi tetap berbunyi.


" Siapa El?." Tanya papanya.


" Gak tau pa, biarin aja nanti elena bales." Jawab elena.


" Elena, nanti tamat sekolah kamu mau lanjut kuliah?." Tanya papa Elena.


" Iya dong pa, Elena mau lanjut kuliah." jawabnya.


" Kamu mau kuliah di mana?." Tanya mama Elena.


" Elena mau kuliah di Yogyakarta, dan katanya universitas di sana bagus." Jawab elena.


" Bagus, cuman papa pesan sama kamu,


sekolah yang bener² dulu, jangan pacaran fokus belajar aja." Ucap papanya.


" Untung papa gak tau kalo gue pernah pacaran." Batin elena.


" Mmm iya pa, elena juga males pacaran mau fokus belajar aja." Jawab Elena.


" Iya bagus kalo gitu." Jawab papanya.

__ADS_1


" Emm elena ke kamar ya udah selesai makanya." Ucap elena segera mengundurkan diri dari meja makan.


" Haduhh untuk uang aja papa gak tau kalo gue pernah pacaran dan untung aja gak liat chat Alex tadi." Gumanya langsung menutup pintu kamar.


" Cling clingg, huhh udah tau gue gak bales masih aja chat gue." Ketusnya.


💬 P."


💬 P."


💬 Hai el."


💬 Sombong banget hehe."


💬 Apa?!." Elena.


💬 Gak papa gue kangen aja sama Lo,


jangan galak² lah ntar nambah cantik."


Alex


💬 Oh, Bodo amat." Elena


💬 Ya ampun jutek banget, sampai kapan


Lo mau musuhin gue El?." Alex


💬 Sampai Lo lenyap dari muka bumi." Elena.


💬 Jangan gitu dong, gue masih sayang


sama Lo El, gue gak bisa lupain lo." Alex


💬 Terus?." Elena.


💬 Kok gitu jawabnya, ya gue mau kita


balikkan." Alex.


💬 Haha balikkan. ogah, Laguna Lo taukan


gue gak boleh pacaran dan gue juga


gak mau pacaran lagi oke." Elena.


💬 Hmm ya udah gue bakal tunggu Lo sampai


boleh pacaran hehe." Alex.


💬 Terserah, gue ngantuk mau tidurr Bay."


Elena.


💬 Yaelah jutek amat, ntar aja off nya." Alex.


💬............


" Nyebelin, mending gue tidur dari pada ladenin Lo huuu." gerutunya sambil melihat layar hp.


//Rumah Lisa//


Dirumah Lisa kedatangan tantenya bersama dua anaknya, yaitu keponakan Lisa yang baru berumur 4 tahun. Lisa kewalahan menghadapi mereka, dan keponakannya itu selalu mengusili Lisa.


" Aaa aduh jangan berantakan kamar kakak sayang." ucap Lisa kepada kedua keponakannya.


" Kak Lis aku pinjem bonekanya ya." Ucap slaah satu keponakannya.


" Aaaa jangan, boneka kesayangan guee."Ucap Lisa histeris.


" Jangan ganggu yang itu, itu make up kakak." ucap Lisa dan kedua keponakan tak memperdulikan tetap mengacak acak kamar dan barang² Lisa.


" Kakak sini duduk biar kita dandanin." ucap Keponakanya memaksa Lisa duduk, Dan lisa hanya bisa pasrah para keponakannya mendandani Lisa acak acakan.


" Hadehh cepet², deh Tante gue pulang, bisa bisa stres guee." Batin Lisa dan expresi wajah cemangut.


" Sayangg yuk kita pulang ya." ucap Tante Lisa menghampiri mereka di kamarnya.


" Ehh ya ampun jangan di gituin kakaknya, ayok pulang yok." ucap Tante Lisa.


" Maaf ya Lisa keponakan kami nakal²." Ucapnya lagi.


" Hehehe gak papa kok Tante namanya juga anak kecil." Jawab Lisa tersenyum paksa padahal hatinya menggerutu.


" Ya udah Tante pulang ya Lis kapan² Tante main lagi."


" Iya Tante. cepetan pulang kek gakusah kesnini lagi." Jawab lisa dan memelankan suaranya di akhir kalimat.


" Huhh akhirnya pulang jugaa, aaa muka guee sialan." Gerutu Lisa.


" Hahahaha Lisa muka kamu kenapa udah kayak orang gila." Tawa mama Lisa.


"Ah mama, jangan ketawa." ketus Lisa.


" Hahaha ya udah bersihin muka kamu, udah itu tidur sekarang udah mau jam 9 malem, inget gak usah begadang." Perintah mamanya.


" Iya ma, mm papa mama?." tanya Lisa.


" Ada lagi nonton MotoGP di bawah." Jawab mamanya.


" Eh ada MotoGP ya, Lisa nonton bentar ya ma." ucapnya.


" Gak pokonya tidur udah malem, besok sekolah, lagian cewek nonton MotoGP." Jawab mamanya.


" Iya ya." Jawab Lisa tetapi setelah selesai


membersihkan mukanya, ia diam2 turun ke bawah menuju ruang tv.


" Sstt pah papah." Bisik Lisa memanggil papanya.


" Apa." jawab papanya pelan.


" Ada mama nggak?." tanya Lisa.


" Nggak."


" MotoGP siapa yang menang?." Tanya Lisa pelan.


" Andrew davidyoso." Jawab papanya.


" Beneran pa?, yes jagoan Lisa menang." jawabnya.


" Sstt mama Dateng." Ucap papanya memperingatkan, dan Lisa segera cepat² kembali ke kamarnya.


Hadeh anak sama bapak kompak banget kadalin mamanya hehehe, Hmm bdw gimana nasib Bianca ya?,

__ADS_1


Penasaran kan 😅


ya udah tunggu episode selanjutnya😁


__ADS_2