
" Lisa, gue pulang ya, gue lupa ada janji sama temen."ucap Angga berpamitan.
" Cepet banget, ya udah hati - hati." jawab Lisa.
" Iya, Vid gue duluan." ucap Angga kepada David.
" Iya." jawab David.
" Lho akrap sama dia?." tanya David.
" Nggak juga." jawab Lisa.
" Kenapa?." tanya Lisa.
" Enggak." jawab David.
" Lisa, ajarin gue main gitar ya hehehe." ucapnya Lagi.
" Enggak usah modus, lho kan bisa mainnya." jawab Lisa.
" Iya tapi nggak selincah lho." jawab David tersenyum.
" Bisa aja lho, gue males, main sendiri aja." ucap Lisa.
" Hmmm, ajarin dong ya neng geulis." ucap David membujuknya.
" Hmmm, lho aja yang main, gue nyanyi aja deh." jawab Lisa.
" Iya ya Ratuu." jawab David.
" Lis, gue liat lho jarang banget keluar rumah, kecuali sama temen temen lho, selain itu nggak pernah, kenapa?."tanya David.
" Ya gak papa, lebih nyaman aja di rumah, gue gak suka keramaian kota ini." jawab Lisa.
" Kenapa nanya gitu, kayak gak tau gue aja."sambung Lisa.
" Nggak cuman nanya aja, pantesan waktu pacaran dulu susah banget ngajak lho ketemu " celetuk David.
" Oh." jawab Lisa singkat.
" Singkat banget." jawab David, menghela nafas.
" Nanti sore jalan yuk." ajak David.
" Ogah ah." jawab Lisa.
" Ayo lah, gak jauh kok, ke pantai deket sini. Pasti bagus kalo sore bisa dapet sunsetnya." pujuk David.
" Males, kalo mau liat sunset pasti pulangnya magrib ntar di marahin papa gue, apalagi jalan sama cowok." tolak Lisa.
" Tenang aja, gue yang pamitin nggak bakal di omelin kok." jawab David.
" Ngeyel di bilangin, ya udah terserah lho aja." ketus Lisa.
" Lah kok ngamok?." ucap David.
" Udah gue pulang dulu, lho siap siap nanti gue jemput." ucap David sembari berajak berdiri.
" Lah kok maksa?!, ogah gue pergi." jawab Lisa.
" Udah siap - siap aja ntar sore gue jemput." ucap David.
" Ih apaan sih, lama lama kok jadi nyebelin!." ketus Lisa.
" Hehehe marah aja nggak apa, tambah cantik kamu." jawab David.
"NAJIS!!." ketus Lisa, di depan muka David lalu pergi meninggalkannya.
" Galak banget, cantik - cantik kayak singa." gumam David berlalu pergi, dan pamit pulang kepada mama Lisa.
***
" Lisaaa, Lisaa." panggil mama Lisa dari ruang tamu.
" Iya maa." jawab Lisa dari kamarnya, dan pergi menghampiri.
" Ada apa ma?." tanya Lisa.
" Ini ada telpon katanya temen kamu." jawab mama Lisa sembari memberikan telponnya.
" Ohh, palingan David." gumam Lisa.
π" Hallo kenapa?." tLisa.
π" Kenapa - kenapa!, cepet siap - siap
bantuin gue kerjain pr gue di depan
gang lho. Leo
π" Hah? ini siapa?!." Lisa.
π " Jangan pura - pura gak tau, udah cepet." Leo.
π" Oh lho." Lisa.
__ADS_1
π "Ya!." Leo.
π Santai brengs*k." Lisa.
π.....
" Di matiin lagi, nggak pakek salam atau apa huh."ketus Lisa.
" Gimana nih, David juga nanti sore jemput gue, hadehhh, pakek di tungguin di gang, dasar Leo si anak setan." gerutu Lisa.
" Maa mama." panggil Lisa mencari mamanya.
" Mama di dapur." jawab mama Lisa dari dapur.
" Maa, Lisa mau pergi ke rumah temen boleh?." pamit Lisa.
" Mau ngapain?." tanya mama Lisa.
" Ini dia minta bantu Lisa ngajarin dia, karena kurang ngerti sama tugas sekolahnya." jawab Lisa.
" Ohh cewe apa cowok?." tanya mama Lisa.
" Mmm cowok." jawab Lisa.
" Dia jemput atau gimana?." Tanya mama Lisa mengintrogasi.
" Dia yang jemput sekarang di depan gang, Lisa juga nggak tahu dia udah jemput." jawab Lisa.
" Ya udah suruh ke rumah aja, masa kamu yang ke rumah cowok, suruh aja ke sini." perintah mamanya.
" Hmm oke, bdw mama kenapa nggak jadi detektif aja?." tanya Lisa.
" Nggak emang kenapa?." tanya balik mama Lisa.
" Cocok, pinter banget introgasi orang sampek terpojok hehe." jawab Lisa.
" Ada - ada saja kamu ini." jawab Mama Lisa.
" Hehe." tawa Lisa lalu pergi untuk menghubungi Leo.
π " Assalamualaikum ini gue , ke rumah aja,
mama gue nggak ngebolehin ke rumah
cowok." Lisa.
π " Yelah ribet banget, rumah lho
yang mana?." Leo.
bantuin nggak, kalo nggak ya udah
Alhamdulillah kok." Lisa.
π " Kok Lho yang nyolot!, harusnya tu gu." Leo.
" Rasain gue matiin telponya, ngebacot mulu panas kuping gue."gerutu Lisa.
" Ya udah, dari pada nggak ada yang ngerjain pr gue."
Leo segera pergi menuju rumah Lisa, sesampainya disana, mereka langsung pergi lagi menuju rumah Leo. Beberapa menit kemudian Leo sampai di rumah Lisa .
" Assalamu'alaikum, assalamu'alaikum pemisi." ucap Leo, dan mengulanginya kembali karena tak ada jawaban.
" Pasti si anak setan." gerutu Lisa dalam hati.
" Iya, waalaikumsalam." jawab Lisa membukakan pintu.
" Mana mama lho?." tanya Leo.
" Ngapain nanyain mama gue, cepet masuk." ketus Lisa tak lama mama Lisa menghampiri dari belakangnya.
" Hallo tante, saya Leo temen sekolah Lisa."
sapa Leo mencium tangan mama Lisa.
" Oh iya nak, sendiri kesini?." tanya mama Lisa.
" Iya tante, Bolehkan Leo izin belajar kelompok sama Lisa, karena ada yang nggak paham tentang soalnya, jadi Leo minta bantu Lisa."
ucapnya.
" Iya boleh, asal nggak aneh aneh yaa." jawab mama Lisa dengan kalimat penekanan.
" hehe Iya tante." (jawab Leo)
" Issh sok ramah, kayak anak teladan NAJIS." gerutu Lisa dalam hati.
" Ya udah masuk." ucap Lisa jutek.
" iya, kalo nggak ada perlu udah gue remuk lho." Leo menggerutu dalam hati.
" Kita bakar di balkon atas aja, suasananya nyaman di sana." ucap Lisa.
" Hmm." jawab Leo.
__ADS_1
" Ham hem ham hem bisu?!." Ketus Lisa.
" O, nggak usah protes." jawab Leo.
" Astaghfirullahzalaazim dia anak manusia pa setan sih, naik darah terus gue." menggerutu dalam hati.
" Lho ngomongin gue?!." tanya Leo.
" Enggakkk kok." jawab Lisa
sesampainya di balkon.
" Tunggu sini gue ambil buku sama pena, gue tahu pasti lho nggak modal, cuma bawa buku doang." ucap Lisa.
" Hmm." jawab Leo.
" huft sabarrr." Celoteh Lisa.
" Gue aja minta di kerjain PR, Lah dia malah suruh gue ngerjain PRnya, kan Bangs*t." sambungnya dengan nada bicara pelan
Lisa mengajari Leo dengan hati yang gundah, sesekali mereka bertengkar. Leo yang selalu membuat Lisa kesal dengan tingkahnya. Jam telah menunjukkan pukul 16:30 wib, sedangkan PR Leo masih belum selesai, Lisa teringat perkataan David yang akan menjemputnya Sore ini.
" Duh masih ada no 48 sampe 50 soal lagi nih, eh Leo lho kerjain sendiri aj yah 3 soal lagi, cape gue." ucap Lisa.
" Tanggung tinggal dikit lagi, batuinlah." jawab Leo.
" Aishhh malesss." ketus Lisa.
"dringg, dringg." bunyi dering hp Lisa.
π"Assalamu'alaikum, Gimana udah siap - siap
gue di jalan ke rumah lho." David.
π " waalaikumsalam huffs, lain kali aja vid
yah." Lisa.
π" Sekarang sayang, udah pokonya siap siap
aku bntar lagi nyampe rumah kamu." David
π " Apa'an sih, plis jangan maksa." Lisa.
π " tut... tut...
" Di matiin lagi aishh, pada nyebelin semua Ni manusia." gerutu Lisa.
" Leo Pulang gih dah sore, cape gue Lho kerjain sendiri aja, dan gue ada janji sama temen, bentar lagi dia jemput." ucap Lisa.
" Ngusir gue Lho, awas ya besok." Ancam Leo.
" Iya gue ngusir, terserah lho deh, udah sana pulang.". ketus Lisa berlalu pergi meninggalkan Leo.
Leo pun menuruti kata - kata Lisa, ia membereskan bukunya lalu pamit pulang kepada mama Lisa. Tak lama setelah ke pergian Leo, David pun sampai di rumah Lisa. David meminta izin mama Lisa untuk mengajaknya pergi, dan mendapatkan izin dari mamanya dengan syarat jangan pulang larut malam.
" Oke kalo gitu kita pergi Tante, assalamu'alaikum." ucap David dan di jawab dengan anggukan oleh mama Lisa.
#Mobil
" Lisa ngomong dong diem aja." tegur David.
" Hmm, mager." jawab Lisa.
" Magetan mulu, senyum dong jangan cemberut." ucap David Lagi.
" Nggak usah komen, salah lu udah tau gue cape nggak mau pergi, pake maksa."ketus Lisa Kesal.
" Iya ya maaf, jangan marah Lis." jawab David.
" Hm." Jawab Lisa.
" Bdw kita ke cafe yang deket pantai itu yok." ajak David.
" Terserah, mood gue bad." ketus Lisa.
" Yaelah jutek amat, salah gue nih, ngajak dia di waktu yang nggak tepat hufft." ucap David dalam hati.
" Hmm, lho cantik cocok pakek dress itu." puji David, untuk mencairkan suasana.
" Hm." jawab Lisa.
" Sebenarnya nggk nyaman gue, masih mending pake jeans plus kaos sama jaket, dari pada pake dress." ucap Lisa dengan kalimat penolakan.
" Iya ya, terus kenapa mau pake dress?." tanya David.
" Dari pada lama siap"nya, yang mendadak, yang gue temuin baju dress ini tadi, ya udah langsung pake aja." jawab Lisa.
" Ohh gitu, yaudah iya. jawab David.
" Huft serba salah gue." Eluhnya dalam Hati.
#################
BERSAMBUNG...
__ADS_1