Three Cold Girls

Three Cold Girls
Pembalasan


__ADS_3

//Sekolah//


" Haiii guys good morning everybody." *s*apa Elena.


"Morning² sok inggris lo." ketus Lisa.


"Morning to." jawab Bianca singkat.


"Huaaa." Lisa menguap.


" Ehh pagi² nguap kagak mandi lo hahaha." ledek Elena.


"Tau dasar kubu haha." sahut Bianca.


" Ehhh anak curut guee ngantuk gini gara² lo pada, ngeladenin curhat kalian. sembarangan ngomong gue gak mandi bully aja teros." Jawab Lisa kesal.


"Sstt el udah baek²in sih Lisa ntar ada pelajaran bahasa inggris nanti kita gak di kasih contekan." bisik Bianca.


" Iyaiya." jawab Elena.


" Duhh lisa sayangg capek ya ngantuk uluulu sini aku pijitin ya." ucap Bianca mendadak baik dengan gaya bicara anak tk.


" Iya maaf ya kita bikin kamu kurang tidur."


Sahut Elena sok manis.


"Isshh aduh sakitt udah gak usah di pijet, gak usah sok manis gitu mukanya enek gue liatnya gue tau ada pelajaran bahasa inggris." ketus Lisa mengetahui maksud sahabatnya itu.


"Hehehe kok tau sih muahh muah kamu peramal yaaa...?." ucap Bianca dengan tingkah seperti anak kecil.


" Huhh apa'an sih bi ngapa gila lo kumat." ketus Lisa.


" O aja hahahaha." jawab Bianca.


" Lisa melihat sinis.


" Udah udahh masih pagi belum panas ribut mulu, mendingan kantin yukkk." Sahut Elena.


" Huh perut karet kantin aja pikiranya niat sekolah apa cuman biar dapet uang jajan?." tanya Lisa ketus.


" Uang jajannn hahahaha." jawab Elena dan juga Bianca ikut ikutan.


" Huhh nasib kesambet apa ya gue mau temenan sama kalian." ucap Lisa.


" Anyenyenyenyek hihihi." jawab Bianca mengejek seperti anak kecil.


"Saya perwakilan dari semua jenis makhluk hidup dari bumi sampai planet pluto cuman hanya ingin bilang sepatah kata aja gak panjang² ya itu o." ucap Elena.


" Kurang pajanggg." jawab Lisa kesal muka jutek.


" Hahahaha udah yuk bi jajan ke depan gerbang tuh ada jualan baktus." ajak Elena.


" Mau ikut gakkk???." tanya Bianca muka sok manis.


" Ogah." jawab Lisa judes.


" Ya udahhh bayy." sahut Elena sengaja mengkibaskan rambutnya ke arah muka Lisa.


" Huhh lama² gue smackdown lo." batin Lisa.


 


Kedua sahabatnya itu pergi jajan, sementara Lisa memilih tetap duduk di depan kelas main hp scroll² beranda sosmed sok sibuk kayak banyak yang chat padahal ngosong hahaha. Tak lama sahabatnya itu kembali lagi sambil berlari larian.


 


" Udah jajannya kenyang?." *t*anya Lisa jutek.


" Udah kenyang dongg hampir aja tuh mamang baktusnya gue borong juga hahaha." jawab Elena.


" Iyaa gerobaknya hampir gue makan." sahut Bianca.


" Ilihh bicit." jawab Lisa judes masuk ke kelas.


" Tuh anak lama² gue gibas mulutnya." ketus *B*ianca.


" Huhhh." Elena menghela nafas.

__ADS_1


 


Tak lama semua murid kelas XI tata busana


mulai berdatangan. dan datang juga sih ogeb tukang rusuh Rahmy sama Wike.


" Huusss huss minggerrr bos mau lewat." Ucap Rahmy.


" Hahaha beb tunggu." ucap Wikee dengan panggilan lebai nya itu.


"Apa'an sih my bas bos bas bos bosaa." jawab Elena.


" Busaa bukan bosa." ketus rahmy


"Ohhh busa hahaha." sahut Elena


" Bianca hanya diam melirik sinis tak senang."


" Yaelah tukang rusuh gak ada ketenangan lagi ni di kelas." *B*atin lisa.


Datang juga si ketua kelas ogeb,pendek, centil,mulut ember, sok tomboi, nyebelin.


" Hallo broo good morning." Sapanya dengan gaya angkuh.


" Kesambet apa gue ya pas milih lo jadi ketua kelas." ketus Elena.


"Hahahaha." tawa sih Nabila ketua kelas, tak mengerti sindiran dari Elena.


" Lis, el sini ngumpul kita ngerumpi sekalian curhat hehe." *a*jak bianca.


Elena, dan Lisa datang mendekat sambil membawa kursi untuk duduk.


" Ngerumpi apa'an?." tanya Elena.


" Gue mau curhat plus nanya kalian kasih pendapat ya."jawab Bianca.


" Ya udah cerita." jawab lisa.


" Ya sabaran napa Lorong." *k*etus Bianca.


" Syarat pa'an potong kambing??." tanya Elena


" Bukan, potong anak ayam hahaha." jawab Lisa. Mereka melihat sinis datar tanpa ekpresi.


" Biasa aja tu muka kayak mayat hidup ya udah cepetan cerita." perintah Lisa.


" Gimana mau cerita kalo lo ngocehh terus ogeb." ketus Bianca kesal.


" Loh kok diem gak ada jawaban?."tanya Bianca.


"Tadi kan di suruh diem biencong?." ketus Lisa.


"O, nama gue bianca jauh amat ke biencong."


" Hadeuhh nasib² punya sahabat kok somplak semua." batin Elena sambil berpangku tangan menyimak sebagai penonton setia.


" Oke gue cerita, jadi tadi tadikan pas gue jajan sama Elena gue liat sih mantan gebetan, terus mukanya itu kalo liat gue kayak ada rasa salah mau ngomong tapi gengsi, menurut kalian dia tuh masih ada perasaan ke gue apa kek gimana sih?." tanya Bianca meminta pendapat.


"Oke mama dedeh komentar, mungkin aja dia itu masih ada perasaan sama lo tapi masih ragu terjebak di masa lalu, terus lagi nyesel bikin lo kecewa mau minta maaf tapi gak ke sampeian, mungkin juga dia bakal ngedeketin lo lagi tapi hati² gak usah deket² sama dia ntar lo sakit lagi. jawab Lisa panjang lebar menjelaskan.


" Woww ustazah ceramah hahahaha, Sahut Elena."


" Diem dengerin napa Klepper lo kira gue kultum jum'atan." ketus Lisa.


" Huhh gue smackdown lo lama²." ketus


Elena.


" Ohh gitu ya lis gue juga sih kepikiran gitu, tapi gue dah kenyang ama janji² cowok palsu semua." ujar Bianca menjelaskan.


" Iyee dah gue balik ke bangku gue bentar lagi bel ni, dan mau ingetin jangan lupa rencana pembalasan." Tutur Lisa tersenyum licik.


" Oke." jawab Bianca.


" Asyiapsss." jawab Elena.


" Shiff."

__ADS_1


 


Seperti biasa pelajaran berlangsung murid memperhatikan tetapi ada juga di barisan belakang ngobrol, ada yang main hp, ada juga yang makan diem² saat guru menjelaskan.


 


//SKIP//


" Guyss jalanin rencana." ujar Lisa.


*T*erlihat angga sedang keluar dari kelasnya dengan muka masam.


" Ngga mau kemana?." tanya Lisa sok ramah.


" Oh iya ngga tadi gue liat pacar lo pegi ke toilet sama cowok." Ucap Lisa sengaja mengompori.


"Jadi bener Pacar gue selingkuh awas aja gue pergokin dia sekarang." batin Angga sembari bejalan menuju toilet


" Guyss target menuju jebakan siap 86." chat Lisa di grup ala² detektif.


" Iye gak usah gaya²an pakek 86 segala." balasan chat Elena.


" Kita udah siap Lis." balasan chat Bianca.


" Oke gue ke sana juga. balasan chat Lisa.


" Huhh di mana dia selingkuh pakek ketemuan di toilet ngapain coba. Gerutu Angga di depan toilet dan tiba²


"Brakk..." Elena mendorong Angga masuk ke toilet dan mengunci pintunya.


" Woyy apa apa'an ni bukak." teriak Angga.


"*D*an byurrr Bianca menyiram Angga dengan air bekas pel. hahahaha rasain lo mamam tuh air pel."


" Woaa wekk wekk paan ni sialan kalian ngerjain guee." ketus Angga kesal.


" Hahaha kasian deh lo makanya jangan usil ma kita kemarin ngapain lo ngunci kita di gudang, sekarang makan tu balesan dari kita."


jawab Lisa yang datang dari arah kelas.


"Woyy sialan bukain pintunya kalo gak..!!!." perintah angga mengancam."


" Kalo gak apa coba buka aja sendiri yuk cabut guys tinggalin aja dia." ketus Lisa mengajak teman²nya pergi.


Mereka pun pergi kembali ke kelas sementara angga masih terkunci di toilet. Dan untung saja ada bryen temen Angga yang menolongnya.


" Woyy bukainn!!."teriak Angga."


" Kayak suara angga." *G*umam Bryan.


" Ngga elo di dalem?."


" Iye bukain." jawabnya.


" Membuka pintu. buset dah bau, lo kenapa basah kuyup gini?." tanya bryan.


" Gue di kerjain balik Lisa sama temen²nya sialan." jawabnya.


" kan kemarin gue dah bilang jangan macem²."


" Dah lah berisik lo, mendingan lo izinin gue sama guru mapel gue mau pulang ganti baju."


" Tapi kan pelajaran kejuruan hari ini gak boleh izin." jawab Bryan.


" Ahh bodo lo bilangin aja gue mau pulang bentar." Keluar dari toilet dan semua mata tertuju padanya .


" Hahaha si bad boys basah kuyubb kaciannn." ledek Elena.


" Aduhh dingin gatel gatel deh badan gue hahaha." ledek Lisa.


"Hahaha makan tuh lontong kuah sate basi." perintah Lisa.


" Angga tak menjawab hanya pasang muka sinis marah plus jutek.


oke readers yuk lanjut baca episode selanjutnya...


jangan lupa tinggalin jejak😁

__ADS_1


__ADS_2