Three Cold Girls

Three Cold Girls
Belagu


__ADS_3

" Untung aja gak sia sia Rencana kita." Ucap Elena.


" Iya El, bdw ngakak Liat Bianca, dan gue diem2 ambil fotonya buat ancaman sekaligus bahan ejekan hahaha." Ucap Lisa.


" Ya ampun Sadis bener sama sahabat sendiri Hadeh." jawab Elena.


" Hehehe Biasa aja kali, cuma buat iseng doang." Ucap Lisa.


" Ya terserah lo, bdw udah ngambil motor di rumah Lo gue langsung pulang ya takut di marahin mama sama papa karena kesorean pulang." Ucap Elena.


" Oh oke." Jawab Lisa.


//Rumah Elena//


" Assalamualaikum." Ucap Elena.


" Waalaikumsalam."jawab Mama Elena Sembari membuka pintu.


" Loh El baru pulang?." Tanya mamanya.


" Iya ma tadi Elena main sama Lisa." Jawab Elena.


" Ohh Bianca gak ikut?." Tanya mamanya lagi.


" Emm gimana ya gue bilang gak sama mama tentang perjodohan Bianca, nggak usah deh ntar banyak di tanya²." Batin Elena.


" Enggak ma kata Bianca di rumahnya ada acara jadi dia gak mungkin pergi sama kita." Ucap elena menyembunyikan.


" Ohh gitu." Jawab Mamanya.


" El Udah pulang?, lama banget katanya cuma sebentar tadi." Ucap papa Elena.


" Iya udah, hehe maaf lama pa, tadi jalanan macet." Jawab Elena Ngeles.


" Hmmm." hanya menjawab dengan deheman.


//Rumah Lisa//


" Dari mana aja lama, sore banget pulangnya." Ketus mamanya sebelum Lisa mengucap salam dan mengetok pintu mamanya sudah ada di depan pintu.


" Ehh mama hehe, maaf ma tadi jalan macet makanya lama pulang, emm pekerjaan rumah yang belom selesai apa, Lisa masak ya atau cuci piring dada mama." Ucap Lisa ngeles langsung kabur.


" Hehh ada aja alesan buat kabur biar gak di marahin, kebiasaan." Gumam mamanya.


" Hah selamet untung Bisa cepet kabur dari mama hehe." Gumamnya langsung menutup pintu kamar.


" Langsung siap2 mandi deh, udah itu bantuin mama kalo ada kerjaan biar mama gak marah." Ucap Lisa.


//Rumah Bianca//


" Hadehh untung aja gak gagal, bagus deh kalo mereka ilfeal liat gue." Gumam Bianca sambil membersihkan make up-nya.


" Biancaa." Ucap mama Bianca yang tiba2 datang ke kamarnya.


" Iya ma kenapa?." Tanya Bianca.


" Maksud kamu apa dandan kayak gitu tadi, kenapa?." Tanya mamanya dengan penuh penekanan.


" Gak kenapa² emang salah aku dandan gitu." jawab Bianca santai.


" Bianca dengan santainya kamu jawab Mama, kamu sengaja kan lakuin ini." Ucap mama Bianca tegas.


" Mahh, Bianca kan udah bilang kalo Bianca gak mau di paksa di jodohin ma, Bianca akan lakukan apa pun itu buat batalin perjodohan ini." Ketus Bianca.


" Bianca ini juga demi keluarga kita demi kamu Dan kakak kamu, apa kamu mau kalo perusahaan kita bangrut dan jatuh miskin, cuma cara ini jalan satu satunya." Jawab mamanya tegas.


" Bianca gak perduli ma. Mama tahu kan Bianca paling gak suka di paksa, maaf ma kali ini Bianca Gak Bisa nurutin Kemauan papa dan mama, sekarang mama tinggalin Bianca,


Bianca mau sendiri." Jawab Bianca dan Mamanya pergi meninggalkan Bianca sendiri di kamarnya.


" Haduhh kenapa jadi seribet ini sih, ngapin Cuba pakek acara jodoh jodohan udah kayak zaman Siti Nurbaya aja." Ketusnya.


" Dan sialnya lagi Leo yang di jodohin Adalah sih Leo brengsek itu aishh." Gerutunya sambil mengacak2 rambut.


" Pokonya perjodohan ini nggak boleh terjadi, dan Leo gak boleh Tau identitas gue." Gumamnya dan tak lama datang Iqbal kalanya membawa makanan.


" Bi." Panggil Iqbal.


" Apa bang." Jawabnya.


" Ini makan dulu, dari tadi belom makan." Ucap kakanya.

__ADS_1


" Ntar aja nggak laper." Jawab Bianca.


" Sekarang, Udah deh gak usah di pikirin soal perjodohan." Perintah Iqbal.


" Gimana gak dipikirin bang, gue gak mau di jodohin!." Ketusnya.


" Santai aja kali ngomongnya, muncrat semua ke muka gue." jawab Iqbal.


" Apa sih bang, Udah lah bairin gue sendiri di sini." Ketus Bianca.


" Biar Abang temenin, ngenes terus hidup Lo sendiri Mulu hahaha." Ledek Iqbal.


" Ngajar gelud Lo yaa, ngeledekin gue Mulu, rasain ni." Ketus Bianca melempar bantal ke Iqbal.


" Aduhhh, Adek jahanam, ngajak perang okeee hayok siapa takut." Ucap Iqbal dan ya kembali lagi seperti kucing dan tikus mereka bertengkar dengan perang bantal hingga Suasana kamar berantakan.


" Dengan gini Lo bakal lupa masalahnya, sengaja gue ngajak Lo berantem." Batin Iqbal yang sengaja memancing pertengkaran untuk menghibur adiknya itu.


" Hadeuh capek, ngap ngapan gue ambilin minum gih." Perintah Bianca.


" Ogah, Nyuruh gue lagi, apa gunanya pembantu kalo Lo suruh² gue, sebenernya gue apa Lo yang sebagai kakak." Jawab Iqbal.


" Bodo amat, Lo itu Pembantu gue." Ucap Bianca.


" Sialan, itu minum aja air putih di meja kan gue bawa makan bua tlo tadi." Ucap Iqbal.


" Oh iyaa." Jawab Bianca langsung mengambil segelas air tersebut dan menghabiskannya.


" Ehh jangan di habisin Buat gue mana?." Ucap Iqbal.


" Ambil sendiri sana." Ketus Bianca.


" Somplakkk, udah gue mau balik ke kamar gue, itu jangan lupa di makan." ucap iqbal dan berlalu pergi meninggalkan Bianca.


SKIP.


 


Hari ini merupakan penghujung pelajaran yaitu hari Sabtu, dan Di kelas Lisa, Elena Serta


 Bianca hari ini hanya belajar 2 pelajaran. Namun Walau dua pelajaran waktunya cukup Lama yaitu 4 jam kejuruan dan 3 jam matematika. Dan ini sungguh membosankan bagi mereka sekaligus membuat mereka pusing karena harus berpikir keras apalagi pelajaran matematika.


" Apa?." Jawab Lisa pelan.


" Soal MTK nomor 5 Gimana ngisinya." Tanya Elena.


" Itu pakek rumus Pytagoras." jawab Lisa pelan.


" Gimana gak ngerti guee." Bisik Elena.


" Ibu ingatkan tidak ada yang contekan." Ucap Guru mapel dan Lisa serta Elena langsung pura pura berpikir serius mengerjakan soal.


" Untung gak ketahuan." Batin Lisa.


" Ssttt Lisaa nyontekk hehehe." Panggil Bianca pelan.


" Nyontek Mulu, berusaha cari kek pusing ni gue ngitungnya." Jawab Lisa Pelan.


" Huh Pelitt." ketus Bianca


 


Tak lama bel berbunyi dan pelajaran berakhir, Mereka bertiga seperti Biasa menuju katin markas mereka.


 


" Bi persen kaya biasanya 3 ya." Ucap Lisa memesan makanan.


" Siap makanan segera meluncur." Jawab Bibi kantin.


" Widih siap meluncur kayak prositan aja haha." Sahut Lisa.


" hahaha ya biar kayak anak² jaman now gitu bahasanya." Jawab Bibi kantin.


" Oke deh si tunggu hidangannya." Jawab Lisa dan kembali menghampiri dua sahabatnya itu.


" Guys kita duduk di mana?." Tanya Elena.


" Di sana aja yuk." Ucap Lisa menujuk ke arah meja makan di samping pojok depan Tetapi saat baru mau duduk Leo sengaja datang dan merebut tempat mereka saat baru saja mereka mau duduk.


" Ehh Apa apaan sih, jelas2 kita mau duduk di sini langsung nyerobot aja Lo." Ketus Lisa.

__ADS_1


" Iyaa." Sahut Elena.


" Lagian tempat lain banyak ngapain harus ngambil tempat kita." Ketus Bianca.


" La terserah gue lah, kalo gue mau duduk di sini kenapa." Jawab Leo Jutek dan tiba2 ntah dari mana Angga muncul dan membela Lisa Bianca dan Elena.


" Udah minggir Lo dari sini, Ngapain gangguin cewek mulu gak gentleman banget hah." Ketus Angga jutek.


" Gak usah Sewot." Jawab Leo.


" Udah minggir Lisa dan temen²nya mau duduk di sini, Cabut Lo." Ketus Angga dan Leo pun menuruti Angga.


" Yok Bro cabut, eh Cowok Brengsek untung aja hari ini gue gak mau cari masalah kalo gak udah abis sama gue Lo." Ucap Angga Nyolot lalu pergi duduk di tempat lain bersama teman²nya.


" Makasih ngga." Ucap Lisa.


" Iya, tapi gak usah GR gue bantuin Lo pada, karena Cuma kasian aja." Ucap Angga jutek lalu pergi meninggalkan mereka bertiga.


" Somplak BELAGU banget jadi cowok, sebelas dua belas aja sama Leo huh." Ketus Lisa.


" Udah lah gak usah Di ambil Pusing sini duduk." Ucap Elena.


" Eh Bi gimana tentang kemarin, siapa cowok yang di jodohin sama Lo?." Tanya Elena.


" Udah ah nggak mood gue ceritanya." Jawab Bianca.


" Kok git, Lah Emang Siapa orangnya?." Tanya Lisa.


" Kalian Mau tau siapa?!, Itu Sih Leo Brengsek anak setan." Jawab Bianca.


" Hahh??!!, Seriusan?!!." Ucap Lisa dan Elena Kaget.


" Iya serius, jangan kenceng², Ngomongya ntar kedengeran sama orangnya." Jawab Bianca.


" Ohh oke sorry." Jawab Elena.


" Untung aja kalian dandanin gue cupu kemarin jadi dia gak kenal kalo itu gue


kalo gak pasti jadi kesempatan dia buat tambah ngeganggu gue." Jawab Bianca.


" Oh gitu syukur deh." jawab Elena.


" Iyaa." Jawab Bianca.


" Kok bisa bener ya tebakan gue?, Atau jangan jangan kalian jodoh haha." Celetuk Lisa.


" Apaan sih Amit², gue jodoh sama dia, jangan ngomong gitu kemarin Lo ngomong dia yang di jodohin jadi beneran, sekarang jangan ngomongin soal jodoh." Ketus Bianca.


" Hahahaha iya maaf." Jawab Lisa.


" Hallo Nona Nona cantik, Hidangan Kalian sudah Sampai." Ucap Bibi Kantin.


" Iyaa makasih bi." Jawab mereka bertiga ramah.


" Tapi Bibi Liat kayaknya kalian lagi bicarakan hal yang serius, lagi ngomongin apa?." Tanya bibi Kantin Penasaran.


" Yee bibi kepo banget." Ledek Elena.


" Yo Ndak papa kepo dikit, kalo gak kepo Ndak tau apa apa hehehe, Ya udah Bibi mau siapin pesenam yang lain Good Bay." Ucap Bibi Kantin.


" Hadehh bibi bibi, gaul banget Biacaranya hahaha." Ucap Lisa.


" Udah ini pelajaran apa?." Tanya Elena.


" Kejuruan masa Lo lupa." jawab Lisa.


" Maklum udah tua pikun." Sahut Bianca.


" Enak aja bilang gue tua udah pikun, heh yang namanya manusia itu biasa kalo lupa." Jawab Elena.


" OH Lo liat muka kita emang ada tampang tampang perduli gitu GAK hahahaha." Ledek Lisa Dan Bianca serentak.


" Sialan!." Ketus Elena.


Hallo the readers semoga tetep menghibur Ceritanya,


Itu Lo yang jadi pembaca misterius ayo tinggalin jejaknya ya hehehe🌚


Jangan Diam² mengagumi wkwkwk.


maklum lah ya athor bucin dikit 😅

__ADS_1


__ADS_2