Three Cold Girls

Three Cold Girls
Mantan Ngerjain PR


__ADS_3

Pelajaran telah selesai, semua murid bersiap untuk pulang. Selang beberapa menit


kemudian bel waktu pulang berbunyi.


" Hmm guys, kalian duluan aja gue ada urusan." ucap Lisa kepada Elena dan Bianca.


" Tumben?, emang urusan apa ?!." tanya Elena penasaran.


" Urusan keluarga." jawab Lisa.


" Urusan keluarga?." tanya Elena curiga.


" Udah biarin aja, nggak usah kepo, yuk pulang." ucap Bianca.


" Hehehe, bukan kepo penasaran aja." jawab Elena.


" Hampir sama aja Elena." jawab Bianca.


" Ya udah kita duluan ya bay." pamit Bianca.


''Huff''. Lisa menghela nafas panjang.


''Gue harus temuin Leo sekarang.''gumamnya.


" Tepat waktu, Nih bawa tas gue." ucap Leo melempar tasnya pada Lisa.


" Apa apa'an, gak mau!, gue ke sini mau ngomong soal re." ucap Lisa mengembalikkan tas Leo, belum selesai bicara sudah terpotong oleh Leo.


" Udah nurut!. Lho ingetkan perjanjian tadi, dan mulai dari sekarang jalanin tugas lho." perintah Leo.


" Apa sekarang?!." tanya Lisa.


" Iya lah, nih bawa." jawab Leo kembali memberikan tasnya.


" Dasar cowok kasar!, sabar Lisa, ini demi sahabat huff." batin Lisa menarik nafas panjang.


" Boleh bawain tas gue juga dong?!." ucap salah seorang teman Leo.


" Punya tangan kan?!, bawa sendiri!, gue nggak ada urusan sama lho." ketus Lisa.


" Galak amat, udah jadi babu masih galak." ketus teman Leo.


" Oh." jawab Lisa jutek.


" Cepet bawa, gue tunggu di parkiran."perintah Leo.


" Sialan!, berat lagi tasnya. kayaknya sengaja dia bawa buku banyak." gerutu Lisa.


//Parkiran//


" Woi!, mana tas gue cepet!." protes Leo.


" Sabarrr berat ini!." ketus Lisa.


" Pokonya gue gak mau tau ya, besok pagi lho udah harus dateng, bawa semua barang barang gue ke kelas ngerti!." perintah Leo.


" Hmm iya ngerti pak boss." jawab Lisa dengan penekanan.


" Oke, udah sono pulang, udah nggak di butuhin." ketus Leo.


" Arghh menjengkelkan!. Awas aja Leo, gue kerjain lho." batin Lisa.


// Rumah Elena//


" Bdw Lisa tadi sedikit aneh menurut gue, nggak biasanya dia seperti itu."gumam Elena di kamarnya.


" Elenaa, turun makan siang dulu." panggil mamanya.


" Iya maa nanti, Elena belum laper." teriaknya dari kamar.


πŸ’¬ " P ." Elena.


πŸ’¬ "P ." Elena.


πŸ’¬ " P ." Elena.


πŸ’¬" Apasih pa pe pa pe, ganggu!." Bianca.


πŸ’¬ "Yaelah, emosian banget." Elena.


πŸ’¬ " Hmm, kenapa chat gue?." Bianca.


πŸ’¬ " Lho ngerasa aneh nggak sih, soal sikap


Lisa tadi?." Elena.


πŸ’¬ " Iya, emang agak aneh. tapi biarinlah


mungkin dia emang lagi ada urusan

__ADS_1


yang nggak bisa dia kasih tahu kita."


Bianca.


πŸ’¬ "Hm ya iya, tapi aneh aja gitu nggak biasa


sikapnya Lisa kayak tadi." Elena.


πŸ’¬ "Udahlah, biasa aja. Kepo banget lho."


Bianca.


πŸ’¬ " Bukan kepo, cuman siapa tau dia lagi


dalam masalah, mungkin kita bisa bantu,


itu maksud gue. lho mah orangnya bodo


amat banget." Elena.


πŸ’¬ " Ohh gitu." Bianca.


πŸ’¬ " Wow jawaban yang singkat." Elena..


πŸ’¬ " Apaan sih berisik." Bianca.


πŸ’¬ " Apaan sih, apaan sih. Lho yang apa


apaan. ketus banget jawabnya."Elena.


πŸ’¬ " Oh yaaaa, bodo amat gue off. mau tidur


siang." Bianca.


πŸ’¬ " BIANCAA!." Elena.


πŸ’¬ " Bayyyy." Bianca.


πŸ’¬ " Males ah ngomong sama lho bikin


emosi." Elena.


πŸ’¬ " Terserah." Bianca.


πŸ’¬ ........


//Rumah Lisa//


" Yaa." jawab mama Lisa dari dalam rumah sembari membuka pintu.


" Kok lama pulang sekolahnya?." tanya mama Lisa.


" Ya, memang jam pelajaranya lama hari ini ma." elesnya.


//KAMAR//


" Huff, capek gue." eluhnya sembari membaringkan tubuh di atas kasur.


" Sial, siapa coba yang ngempesin ban motor gue, udah itu mogok lagi, kepaksa deh dorong sampe bengkel." gumamnya.


" Eh iya ada PR pelajaran besok. Gue kerjain sekarang aja deh, biar nanti malem nggak sibuk lagi dan bisa istirahat." ucap Lisa bangun, dan mengambil bukunya.


Beberapa menit kemudian.


" Duh yang nomor 7 ini ribet banget sih soalnya." eluh Lisa.


" Pindah ke balkon deh, panas banget di kamar, nggak bisa mikir gue." gumam Lisa, ia mengambil karpet dan menggelarnya di balkon.


" Hai." Sapa David.


" Eh lho, kapan datengnya?." tanya Lisa.


" Barusan, lho sih terlalu fokus sama buku, sampe nggak sadar gue dateng." jawab David.


"Hmm." jawab Lisa.


" Hmm doang?, nggak bales sapaan gue, misal hai juga gitu." ucap David.


" Malah diem, emangnya tugas apa?, dari raut mukanya kesel plus capek juga." ucap David lagi.


" Ya, itu lho tau. Ini tugas Fisika." jawab Lisa.


" Lho kan pinter, masa nggak bisa?." ucap David.


" Males mikir, capek gue. Bdw lho juga


pinterkan?! jadiii nih tolong kerjain." ucap Lisa meminta David mengerjakannya.


" Hadeh kena deh, dari tadi perasaan gue nggak enak." ucap David.

__ADS_1


" Hehe tolong yaa." pinta Lisa manis.


" Iya yaaa." jawab David.


" Okee, gue mau main gitar aja." ucap Lisa pergi mengambil gitarnya di kamar lalu kembali lagi.


" Nanti aja main gitarnya, makan dulu, pasti belum makan, iyakan?. nih gue bawaain soto, masih anget." ucap David memberikan bungkusan makanan yang ia bawa.


" Hehe tau aja, Makasih." ucap Lisa dan dijawab dengan senyuman oleh David.


" Hai Lisa." sapa Angga yang baru datang.


" Iyaa, tumben ke sini mana Briyen?."tanya Lisa.


" Gue sendiri ke sini." jawab Angga.


" Hai bro, di sini juga, udah lama?." sapa Angga kepada David.


" Iya, barusan juga." jawab David sembari mengerjakan tugas Lisa.


" Ada urusan apa ke sini?." tanya Lisa sedikit heran karena tak biasanya Angga datang ke rumah.


" Nggak ada, cuma mau main doang." jawab Angga.


" Oh yeaa?, Ya udah duduk." jawab Lisa dengan ekspresi heran.


" Bdw nih gue bawaan cemilan buat lho " ucap Angga memberikan bungkusan kepada Lisa.


" Iya makasih." jawab Lisa.


" Rezeki banyak makanan hihi." batin Lisa.


" Lagi ngerjain apa Dav?." tanya Angga.


" Ini tugas si Lisong." jawab David.


" Heh, Lisa bukan Lisong." protes Lisa.


" Iya gue, minta tolong dia ngerjain tugas, gue capek banget hari ini." jawab Lisa.


" Capek banget kayaknya, Emang kenapa?." tanya Angga.


" Dorong motor mogok pulang sekolah tadi. Gak tau siapa yang ngerjain gue, masa ban motor di kempesin udah itu mogok nggak bisa di nyalain." jawab Lisa.


" Kok bisa?." tanya Angga.


" Ya nggak tahu gue, palingan anak - anak cowok biasanya yang usil, atau jangan-jangan lho yang ngerjain gue?!." ucap Lisa menuduh Angga.


" Sembarangan aja, bukan gue. Mungkin anak jurusan TBSM atau TKR kali, guekan BKP nggak ngerti ngerti amat soal ngotak Atik motor." Bantah Angga.


" Haha bercanda gue, baperan banget." ucap Lisa.


" Gue bikinin jus ya buat kalian, tunggu bentar." ucap Lisa kepada David dan Angga.


" Nggak usah Lis, repot repot." ucap David.


" Udah nggak papa kok." jawab Lisa dan berlalu pergi.


" Ngapain David di sini?, dia kan mantan Lisa?, apa mereka balikkan?!." batin Angga bertanya - tanya.


" Ah nggak mungkin mereka balikkan, setau gue pas ketemu di camping dulu mereka musuhan, malahan Lisa minta gue jadi pacar pura - puranya. Tapi kok sekarang akur?." Batin Angga.


" Udah selesai bro?." ucap Angga basa basi.


" Iya udah." jawab David.


" Bdw lho sering main ke rumah Lisa?." tanya Angga mengintrogasi.


" Haha nggak juga, setelah lama baru kali ini gue main ke sini lagi." jawab David ringan.


" Hmm, iya ya. Lho balikkan ya sama Lisa?." tanya Angga iseng.


" Haha kita temenan doang sekarang." jawab David padahal hatinya mengharap bisa kembali dengan Lisa.


" Oh kirain." ucap Angga.


" Lho yang bantuin Lisa jadi pacar pura purnya pas campingkan?." tanya David.


" Haha iya, masih inget aja lho, ya gue cuma di suruh Lisa aja waktu itu. Padahal gue berharap beneran jadi pacarnya." jawab Angga dan memelankan suara di kalimat terakhirnya.


" Iya pasti inget lah, bdw lho suka beneran sama Lisa?." tanya David juga mengintrogasi Angga.


" Enggak kok kita temenan doang, bercanda aja lho." Jawab Angga ngeles.


" Hai hai, nih gue bawain jus mangga, sama cemilan, di habisin ya." ucap Lisa yang baru datang, dan membuat diam perbincangan antara Angga dan David, karena mereka takut percakapan mereka terdengar oleh Lisa.


" Lah kenapa?, kok langsung diem kayak patung?." tanya Lisa.


" Nggak papa kok ." jawab Angga dan David serentak.

__ADS_1


" Nih PR lho udah selesai." ucap David memberikan buku Lisa.


" Oke makasih." jawab Lisa tersenyum.


__ADS_2