Three Cold Girls

Three Cold Girls
Main Ke Kampung


__ADS_3

  Di pagi hari cahaya mentahari menyelinap masuk dari sela - sela ventilasi. Jam telah menunjukkan pukul 6 : 45.


//Rumah Elena//


" Elenaa!!, Elenaa, bangun udah siang nanti telat ke sekolah." teriak mamanya dari luar kamar sambil mengetuk pintu, namun tak ada jawaban.


" aduh ini anak susah banget di bangunin." gumam mamanya.


" Elenaaaa bangunnn." teriak mamanya lagi namun masih tidak ada jawaban.


" Ya allah nggak bangun juga." ucap mamanya.


" Paa papa." panggil mama Elena.


" Iya ada apa ma, teriak teriak." ucap papa Elena yang baru datang.


" itu Elena masih tidur sudah banget di bangunin, ini sudah jam berapa nanti telat ke sekolah."ucap mamanya.


" Papa ada ide, pakek petasan aja banguninnya." ucap papa Elena memberi ide.


" Mana petasannya, tapi kebakaran nanti." jawab mama Elena.


" Enggak ,bukan petasan yang di bakar, bentar papa ambil." ucap papa Elena berlalu pergi lalu kembali lagi memberikan petasan.


" DORR!!!!. Aaaaaaaaa ada bomm." suara dentuman keras petasan sontak membuat Elena terbangun.


" Bukan bom tapi petasan, cepet bangun mau sekolah apa enggak." ucap mamanya dari luar kamar.


" Duhh mau copot jantung Elena, masa bangunin anaknya pakek petasan." gerutu Elena.


" Ya kamunya, gak bangun - bangun, mama kamu panggil kamu dari tadi suruh bangun, suaranya sampai kedengeran sampai ke bawah, masa kamu nggak denger." jawab papanya.


" Hmm iya iya." jawab Elena.


" yaudah papa ke bawah, nanti ke sekolah bareng papa aja." tutur papanya lalu pergi.


" udah cepet mandi sana." perintah mamanya.


//Sekolah//


" Bi Elena mana ya?, jam segini belum dateng bentar lagi masuk." tanya Lisa.


" Gak tau, dia kesiangan mungkin gara - gara


begadang malem tadi." jawab Bianca.


" Iya mungkin." jawab Lisa.


" Huh ngantuk gue, untung selesai pr malem tadi." gumam Lisa.


" Iya sama aja, ibarat lampu udah 1/2 wat lagi." ucap Bianca.


" Iya udah mau inalillahi haha." sahut Lisa.


" Huss sembarangan." ketus Bianca.


" Hehehe." tawa Lisa.


" Hai." sapa Elena dengan wajah lesu.


" Nah dateng juga anak umat." celetuk Lisa.


" Hmm."jawab Elena.


" Ham hem ham hem aja." ucap Lisa.


" Iya kenapa kok dingin banget." celetuk Bianca.


" Ngantuk, sama kesel sama mama papa, masa bangunin anaknya pakek petasan." jawab Elena.


" Hahahaha gokil mama sama papa lho." tawa Bianca.


" Hahaha keren ya, apa lagi kalo pakek bom


lebih cetar biar duaarrr gitu haha." jawab Lisa.


" Ah kalian berdua malah nambah bikin kesel gue." ketus Elena.


" Yaelah galak bener." ucap Lisa.


Elena diam tak memperdulikan kedua sahabatnya itu.


" Bisu nggak bisa jawab?." ketus Bianca Elena tak menjawab dan menatap tajam Bianca.


" Kenapa jadi galakkan dia." Batin Bianca.


" Apa?!." tanya Elena judes.


" Nggak ada, gue mau balik bangku, bentar lagi bel." jawab Bianca.


" Oh." jawab Elena singkat.


 


Jam telah menunjukkan pukul 7 : 30 bel masuk pun berbunyi, semua murid masuk ke kelas masing masing. Pelajaran di mulai, dengan mata pelajaran yang pertama yaitu Bahasa Indonesia.


 


" Selamat pagi anak - anak." sapa ibu Heni guru mapel bahasa Indonesia.


" Pagi bu." jawab semua murid.


" Hari ini kita periksa PR yang kemarin ya." ucap bu Heni.


" Hah PR yang mana bu?." tanya Rahmy.


" Nah giliran ditanya PR lupa, itu soal 1_50." jawab bu Heni.


" Lupa bu, Rahmy baru nulis soalnya doang hehe." jawab Rahmy.


" Lupa terus soal tugas untung gak lupa bawa kepala." ucap bu Heni memecahkan tawa seluruh murid.


" Boleh hari Senin ngumpulkan tugas Bu?." tawar Rahmy.


" Emangnya ini pasar tawar menawar." jawab bu Heni.


" Maju kedepan, kamu keliling lapangan sepuluh kali." perintah bu Heni memberikan hukuman.


" 5 aja bu, jangan 10." Pinta Rahmy.


" Cepat lakukan!." tegasnya.


" Anak - anak kalian keluarkan buku tugasnya, buka halaman kemarin, ibu keluar mengawasi Rahmy dulu. Ingat jangan ribut." tegas bu Heni.


" Baik bu." jawab semua murid.

__ADS_1


" Yess, lama - lama aja biar gak jadi periksa PR, gue ada yang belum selesai haha." celetuk Nabila si ketua kelas nyinyir.


" Kesempatan dalam kesempitan." sahut salah satu murid.


" Hadehh ketua kelasnya aja gitu, apa lagi yang lainnya wkwk." celetuk Lisa.


" Haha bodo amat, salah siapa yang milih gue jadi ketua kelas." jawab Nabila.


SKIP


 


Seperti biasanya Lisa, Bianca dan Elena sedang berkumpul di basecampnya yaitu latin sambil berbincang bincang


 


" Elena, Bianca pulang sekolah nanti ikut mau gue nggak?." tawar Lisa.


" Kemana?." Tanya Elena.


" Main ke kampung tempat nenek kakek gue."


jawab Lisa.


" Mau." jawab Elena dan Bianca.


" Sekalian kita nginep aja, besok hari minggu.


" Hai, boleh kita gabung." ucap Angga.


" Ya." jawab mereka singkat.


" Lagi ngobrolin apa?." ucap Angga basa basi.


" Ya terserah kita mau ngobrolin apa aja." ketus Elena.


" Yaelah masih jutek aja, kita kan udah baik gak ganggu kalian lagi." ucap Bryen.


" Hmm ya." jawab Bianca dan Lisa hanya diam.


" Gimana El , Bi, udah pasti ikut?." tanya Lisa.


" Iya." jawab Bianca.


" Kalian mau kemana?." tanya Briyen.


" Main ke kampung ke rumah kakek gue." jawab Lisa.


" Widih seru kayaknya, kita ikut ya." pinta Bryen.


" Apa ikut?!." Jawab Lisa jutek.


" Tapi boleh juga mereka ikut, buat di suruh suruh angkat barang haha." batin Lisa.


" Oke boleh." jawab Lisa.


" Lisa, kok di bolehin." bisik Elena.


" Lisa." bisik Bianca memberi kode agar tidak mengajak Bryen dan Angga. Lisa menjawab dengan kode agar menuruti apa katanya.


" Tumben langsung iya." sahut Angga.


" Kenapa, gak mau ikut?!." ketus Lisa.


" Ya mau." jawab Angga.


" Ini cewe jutek amat, untung gue masih sabar." batin Angga.


" Kenapa?!." tanya Bianca.


" Nggak." jawab Angga.


" Serasa masuk kandang macan gue, kek mau di makan." batin Bryen.


" Apa lihat - lihat." ketus Elena.


" Mmm nggak kok hehe." jawab Briyen tetapi Elena tetap menatap tajam.


" Hmm bentar lagi masuk gue duluan, yok." ucap Bryen mengajak Angga.


SKIP


Pulang sekolah Lisa langsung pergi ke rumah kedua sahabatnya untuk meminta izin


mengajak mereka pergi, dengannya ke kampung tempat dimana kakek Lisa tinggal.


//Rumah Lisa//


" Assalamualaikum ma pa." ucap Lisa sembari mengetuk pintu.


" Waalaikumsalam." jawab mamanya.


" Eh ada Elena sama Bianca, ayo masuk." sapa mama Lisa ramah.


" Iya tante." jawab Elena dan Bianca.


" ayo masuk, gue ganti baju dulu ya." ucap Lisa.


" Silah duduk, tante ambilkan air dulu." ucap mama Lisa dan di jawab dengan senyuman.


" Lisa, papa lho mana?." tanya Bianca.


" Belum pulang kerja, bentar lagi mungkin." jawab Lisa, dan tak lama mamanya kembali membawakan air putih.


" Mah, Lisa mau ngajakin Elena sama Bianca Main ke rumah kakek di kampung bolehkan." tanya Lisa.


" Iya boleh, tapi kalian sudah pamit sama orang tua masing-masing kan?." tanya mama Lisa.


" Iya, sudah tante, tadi Lisa ikut juga pamitin kita sama mama, papa." jawab Bianca.


" Assalamualaikum." ucap Angga dan Briyen yang baru datang.


" Waalaikumsalam." jawab mama Lisa.


" Temen - temennya Lisa ya?."tanya mama Lisa.


" Iya temen Lisa ma." jawab Lisa menghampiri.


" Ohhh, ayo masuk dulu." ucap mama Lisa ramah.


" Iya makasih tante." jawab Angga ramah.


" Lisa yang mana pacar kamu, antara dua cowok tampan itu." goda mamanya.


" Gak ada ma, tampang mereka di bilang tampan." ucap Lisa.

__ADS_1


" Baguslah kalo kamu gak pacaran." ucap mamanya.


" Mau di bikinin minum apa?." tawar mama Lisa.


" Enggak usah, tante air putih ini aja." jawab Bryan.


" Mah ini temen cowok Lisa, mereka juga mau ikut ke kampung kakek."


" Oh iya gak apa, malahan bagus ada cowoknya biar bisa jagain kalian para cewek - cewek." jawab mamanya.


" Mama sama papa nginep di rumah kakek apa pulang ke sini lagi nanti." tanya Lisa.


" Nanti mama sama papa pulang lagi kesini, kenapa kamu mau nginep?." tanya mama Lisa balik.


" Iya ma, mungkin Lisa sama temen - temen mau nginep aja, sekalian seru seruan di kampung." jawab Lisa.


" Oh iya, tapi kalian. hati hati ya nggak usah macem - macem." ucap mama Lisa memperingatkan.


" Iya aman tante." jawab Angga dengan senyuman.


 


Tak lama kemudian papa Lisa pulang dari kantor, selang beberapa menit mereka langsung berkemas untuk pergi ke kampung kakek Lisa.


 


" Sayang udah di masukkin semuakan barang - barangnya?." tanya mama Lisa.


" Udah semua ma." jawab Lisa.


" Kamu pergi pakek apa?." tanya mamanya.


" Pakek motor ma." jawab Lisa.


" Kenapa gak bareng mama sama papa aja satu mobil." ucap mamanya.


" Hmm begini aja om tante, biar Lisa sama yang lain sama Angga aja, soalnya Angga bawa mobil." usul Angga.


" Oh iya iya, nanti kalian ngiring dari belakang." jawab papa Lisa.


" Iya om." jawab Angga.


" Ya sudah yok berangkat." ucap mama.


" Nggak sempit gak mobil lho, gue males ya kalo sempit - sempitan." ketus Lisa.


" Nggak, mobil gue muat orang 6 kita cuma 5 orang." jawab Angga.


" Iya bagus deh, gue di depan pokonya." ketus Lisa.


" Ini yang punya mobil gue apa dia sih." gumam Angga.


" Ayo cepetan malah diem aja." ucap Lisa yang sudah di dalam mobil bersama yang lain.


" Iya yaa." jawab Angga, masuk mobil duduk tepat di samping Lisa.


 


Mereka pun berangkat Mobil Angga mengiringi di belakang sedangkan Mobil mama dan papa Lisa di depan. Namun di tengah perjalanan Lisa terlihat gelisah.


 


" Lisa lho kenapa?." tanya Bianca yang duduk di belakang Lisa.


" Kayaknya penyakit gue kambuh, mabuk perjalanan, eh kalian ada yang bawa minyak angin atau apa gitu." jawab Lisa.


" Ada nih." ucap Elena memberikan sebotol kecil minyak angin.


" Makasih." Ucap Lisa.


" Lisa lho emang sering mabuk kalo naik mobil?." tanya Briyen.


" Iya, dari kecil, makanya gue mau naik motor aja tadi." jawab Lisa.


" Gue buka setengah ya jendelanya, biar ada udara yang masuk, mungkin lho agak enakkan nanti." usul Angga.


" Iya." jawab Lisa.


" Huff masih mual gue." ucap Lisa.


" Bawa tidur aja lis, biar nggak kerasa." ucap Briyen.


" Iya Lis bener kata Briyen." sahut Elena.


" Iya gue tidur aja." jawabnya.


 


Mobil terus melaju, Elena dan Briyen bincang - bincang sembari menikmati perjalanan mereka. Sedangkan Angga tak banyak bicara ia fokus menyetir. Lisa tertidur karena kepalanya pusing akibat mabuk perjalanan. Bianca pun tak banyak bicara ia fokus pada layar handphonenya. Beberapa jam berlalu akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.


 


" Lisa bangun kita udah nyampek." tegur Angga.


" Lisa ayok kita udah nyampek." ucap Elena.


" Iya." jawab Lisa.


" Briyen tolong separuh barang barang yang lain lho bawain ya." perintah Bianca.


" Lisa barang - barang lho biar gue aja yang bawa, lagian lho masih lemes mabuk perjalanan tadi."dan ucap Angga.


" Oke makasih." ucap Lisa.


" Ehh Lina, Andra kalian ke sini." sapa Nenek Lisa.


" Papa senang kalian main ke sini, mana Lisa." ucap kakek Lisa.


" Ada di belakang sama temen - temennya." jawab papa Lisa.


" Lisaaa, cucu nenek." sapa neneknya memeluk Lisa.


" Iya nek Lisa kangen sama kakek dan nenek." jawabnya.


" Lisa kenapa pucet banget mukanya?." tanya kakeknya.


" Hehe biasa kek mabuk perjalanan, oh ya kenalin mereka temen - temen aku." ucap Lisa memperkenalkan teman -temannya.


" Hallo kek, nek." sapa Elena, Bianca, Bryen, dan Angga.


" Bakalan rame rumah nenek sama kakek, ya sudah ayok masuk semua." ucap nenek Lisa mempersilahkan masuk.


Hai Readers kembali lagi ketemu di new episode three cold girls.


Semoga tetep fan baca cerita ini, nggak, ngenosenin, dan nggak bikin ngantuk.

__ADS_1


tunggu episode selanjutnya yaa, kira kira kehebohan apa lagi yang bakal terjadi sama geng cewek-cewek dingin itu.


see you later....🤗


__ADS_2